10 Januari 2023

Penyebab Sering Buang Air Kecil saat Hamil, Apakah Akibat Penyakit?

Frekuensi berkemih akan berbeda pada tiap trimester
Penyebab Sering Buang Air Kecil saat Hamil, Apakah Akibat Penyakit?

Foto: Orami Photo Stocks

Sering buang air kecil saat hamil merupakan gejala umum yang sering kali terjadi.

Perlu Moms tahu, saat hamil, bukan hanya kadar hormon saja yang meningkat.

Kadar cairan tubuh Moms juga ikut meningkat selama kehamilan, lho.

Kebanyakan wanita merasa harus buang air kecil dengan frekuensi lebih sering di akhir kehamilan, tepatnya mulai sekitar minggu ke 35.

Frekuensi berkemih pada malam hari juga cenderung meningkat sepanjang trimester ketiga.

Ini berarti. ginjal Moms harus bekerja lebih keras untuk mengeluarkan cairan ekstra. Jumlah urine yang dilepaskan juga akan meningkat, lho.

Lantas, apa penyebab sesungguhnya dari sering buang air kecil saat hamil? Yuk cari tahu, Moms!

Baca Juga: Ketahui Komplikasi yang Terjadi Tiap Trimester Kehamilan

Penyebab Sering Buang Air Kecil saat Hamil

Sering Buang Air Kecil saat Hamil (pamper.com)
Foto: Sering Buang Air Kecil saat Hamil (pamper.com)

Beberapa penyebab sering buang air kecil saat hamil muda maupun tua, meliputi:

1. Peningkatan Hormon Kehamilan

Sering buang air kecil saat hamil bisa berkaitan dengan hormon kehamilan hCG.

Pasalnya, hormon tersebut ikut meningkatkan aliran darah ke area panggul.

Aliran darah itu baik untuk meningkatkan kenikmatan seksual selama kehamilan.

Namun, hal tersebut membuat ibu hamil tidak dianjurkan untuk melakukan perjalanan panjang menggunakan mobil.

Sebab, hCG juga meningkatkan aliran darah ke ginjal selama kehamilan.

Ketika ginjal menjadi harus bekerja ekstra, tubuh akan membuang limbah (urine) lebih cepat.

Sebagai akibatnya, Moms akan lebih sering buang air kecil saat hamil.

2. Ukuran Rahim yang Membesar

Rahim Moms yang sedang tumbuh juga memikul beberapa tanggung jawab atas seringnya ke kamar mandi.

Karena, ukuran rahim yang membesar memberi tekanan pada kandung kemih sehingga mengurangi ruang untuk menyimpan urine.

Menjelang akhir trimester ketiga, ketika bayi sudah berada di posisi untuk dilahirkan, kepalanya akan 'jatuh' ke panggul dan menekan kandung kemih.

Hal itu pun turut mengakibatkan Moms akan memiliki dorongan untuk ingin buang air kecil lebih sering dari sebelumnya.

3. Terlalu Banyak Minum Air Putih

Ibu hamil memang membutuhkan asupan air putih yang sedikit lebih banyak daripada wanita pada umumnya.

Namun, bukan berarti Moms bisa minum air putih sebanyak-banyaknya, ya.

Pasalnya, terlalu banyak minum air putih juga bisa membuat Moms sering berkemih, tidak terkecuali ketika malam hari.

Ingat, minum air putih harus dalam jumlah yang tepat.

Jadi, jangan sampai berlebihan, apalagi mengurangi asupan cairan harian karena berpikir bahwa cara ini akan membuat Moms tidak terlalu sering buang air kecil.

Perlu diketahui bahwa tubuh Moms dan bayi di dalam kandungan membutuhkan pasokan cairan yang stabil selama kehamilan.

Ditambah lagi, kurang air putih bisa menyebabkan dehidrasi yang berujung pada infeksi saluran kemih.

Jadi, Moms harus bisa menjaga jumlah air di dalam tubuh selama hamil. Jangan sampai dehidrasi, karena akibatnya bisa fatal.

Baca Juga: Sering Buang Air Kecil di Malam Hari, Apa Sebabnya?

Frekuensi Buang Air Kecil saat Hamil

Moms sudah mengetahui apa penyebab sering buang air kecil saat hamil muda dan tua.

Lalu, berapa kali sehari buang air kecil saat hamil?

Frekuensi buang air kecil saat hamil di tiap trimester bisa berbeda-beda.

Tentunya, Moms akan semakin sering buang air kecil di trimester akhir. Hal ini berkaitan dengan ukuran janin yang semakin besar dan turun ke panggul Moms.

Frekuensi buang air kecil saat hamil mungkin menjadi lebih sering ketika memasuki beberapa minggu sebelum persalinan.

Penelitian yang diterbitkan International Urogynecology Journal menjelaskan, sebanyak 4 dari 10 perempuan tidak dapat mengontrol buang air kecil saat hamil.

Selama hamil, janin terus berkembang dan menekan ke bawah hingga ke handung kemih, uretra, dan otot pelvis.

Kondisi tersebut dapat memicu masalah kontrol terhadap keinginan untuk buang air kecil.

Nah, agar tidak salah kaprah, berikut hal yang perlu Moms ketahui mengenai frekuensi buang air kecil saat hamil di tiap trimester:

Baca Juga: Sering Buang Air Kecil Saat Hamil? Bahayakah?

1. Trimester 1

Tes Urine saat Hamil (Orami Photo Stocks)
Foto: Tes Urine saat Hamil (Orami Photo Stocks)

Frekuensi buang air kecil saat hamil trimester pertama tidak terlalu sering.

Moms masih bisa minum banyak dan buang air kecil beberapa kali saja. Tidak sampai satu jam sekali.

Di tahap ini, buang air kecil di malam hari pun hanya satu atau dua kali, selayaknya kondisi sebelum hamil.

Namun, frekuensi buang air kecil saat hamil muda bisa meningkat seiring dengan pertumbuhan janin.

’’Terutama dalam beberapa minggu pertama setelah pembuahan,’’ kata Sherry A. Ross, MD, ahli kesehatan wanita dan penulis She-ology: Panduan Definitif untuk Kesehatan Intim Wanita.

”Saya berani mengatakan bahwa 99,9 persen wanita hamil akan sering buang air kecil di awal (kehamilan),” sambungnya.

2. Trimester 2

Ibu Hamil (Orami Photo Stocks)
Foto: Ibu Hamil (Orami Photo Stocks)

Frekuensi buang air kecil saat hamil trimester kedua mulai meningkat.

Memasuki trimester 2, ukuran janin semakin besar.

Saat rahim mengembang untuk mengakomodasi bayi yang sedang tumbuh, organ tersebut akan menekan otot kandung kemih, uretra, dan dasar panggul.

”Karenanya, kandung kemih tidak dapat mengembang ke tingkat kepenuhan yang sama,” jelas Lauren Cadish, MD, ahli uroginekologi di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, California.

Dorongan akan cenderung tenang selama trimester kedua, di mana titik rahim mendorong keluar melewati panggul menghilangkan tekanan pada kandung kemih.

”Tapi, dorongan untuk berkemih akan kembali di usia kehamilan 30 minggu, di saat ketika kepala bayi mulai menekan kandung kemih,” ucap G. Thomas Ruiz, MD, OB-GYN di Orange Coast Memorial Medical Center di Fountain Valley, California.

Baca Juga: Buang Air Kecil Mengeluarkan Darah Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

3. Trimester 3

Ibu Hamil Minum Air (Orami Photo Stocks)
Foto: Ibu Hamil Minum Air (Orami Photo Stocks)

Frekuensi buang air kecil saat hamil trimester terakhir jadi lebih sering.

Air seni yang bocor saat bersin, berolahraga, batuk, atau bahkan tertawa selama kehamilan adalah gejala umum yang terjadi di usia kehamilan delapan bulan.

Moms bisa saja terjaga di malam hari karena kebelet pipis.

Agar Moms bisa beristirahat dengan baik, maka kurangi asupan cairan sebelum tidur.

Tetapi, pastikan minum cukup di siang hari untuk mempertahankan hidrasi secara keseluruhan.

”Sangat penting untuk tetap terhidrasi selama kehamilan demi kesehatan bayi dan ibu,” kata Ruiz.

4. Setelah Persalinan

Ibu Bersalin (Orami Photo Stocks)
Foto: Ibu Bersalin (Orami Photo Stocks)

Keinginan untuk sering buang air kecil tidak akan berkurang setidaknya untuk beberapa hari pertama setelah melahirkan.

Bahkan setelah melahirkan, tubuh terus menghilangkan kelebihan cairan yang didapat selama kehamilan.

Namun Moms tidak perlu khawatir, karena setelah buang air kecil seperti biasa, semua sistem kembali ke normal dengan sendirinya.

Nah, itu dia Moms penyebab sering buang air kecil saat hamil, serta seberapa sering frekuensi untuk buang air kecil yang terjadi di masa kehamilan.

Baca Juga: Sering Menahan Buang Air Kecil? Hati-hati, 4 Penyakit Ini Risikonya!

Sering Buang Air Kecil saat Hamil Bisa Jadi Tanda Penyakit

Ibu Hamil Sakit
Foto: Ibu Hamil Sakit (Parenting.firstcry.com)

Sering buang air kecil saat hamil adalah hal yang biasa dan normal. Biasanya, hal ini tidak perlu dikhawatirkan.

Namun, sering buang air kecil juga bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan.

Berikut ini beberapa kondisi yang memiliki gejala sering buang air kecil saat hamil, mengutip Very Well Family.

1. Infeksi Kandung Kemih

Sering buang air kecil saat hamil merupakan salah satu tanda infeksi saluran kemih (ISK) atau infeksi kandung kemih.

Moms dapat memiliki bakteri dalam urine tanpa tanda atau gejala apa pun.

Namun, pada ISK, Moms akan merasakan gejala nyeri dan rasa terbakar ketika berkemih, keinginan untuk buang air kecil berulang, darah dalam urine, atau demam.

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, jangan tunda untuk segera berobat ke dokter agar penanganan terbaik bisa segera dilakukan.

2. Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional adalah salah satu bentuk diabetes yang muncul selama kehamilan dan biasanya hilang setelah kelahiran bayi.

Penyakit ini bisa berkembang ketika tubuh Moms memiliki terlalu banyak gula di dalam darah.

Peningkatan sering buang air kecil saat hamil merupakan salah satu tanda diabetes gestasional.

Gejala tersebut biasanya disertai keluhan lain, seperti rasa haus berlebihan dan kelelahan.

Namun, gejala-gejala tersebut juga bisa terjadi akibat kondisi normal kehamilan sehingga sulit untuk membedakannya.

Itu sebabnya, dokter akan melakukan tes untuk diabetes selama Moms hamil guna memastikan tidak ada penyakit.

Baca Juga: 3 Gejala Diabetes saat Hamil, Waspada!

3. Penyebab Lainnya

Penyebab lain sering buang air kecil saat hamil dapat meliputi beberapa kondisi berikut:

  • Minum banyak air atau cairan lain
  • Terlalu banyak kafein
  • Bertambahnya berat badan terlalu banyak, yang dapat memberi tekanan pada kandung kemih
  • Obat yang memiliki efek samping menghilangkan air dari tubuh
  • Masalah kesehatan atau cedera yang memengaruhi sistem saluran kemih atau area panggul

Sebagai catatan, Moms mungkin sering buang air kecil saat hamil beberapa kali di malam hari.

Jika ini terlalu mengganggu tidur, coba kurangi minum setelah jam 4 sore, tetapi pastikan Moms minum enam hingga delapan gelas air yang diperlukan sehari sebelumnya.

Selain itu, untuk tips mengatasi sering buang air kecil saat hamil, hindari juga kopi, teh, minuman bersoda, dan minuman berkafein lainnya. Kafein bisa meningkatkan buang air kecil.

Frekuensi buang air kecil saat hamil memang sering menjadi perbincangan. Namun, hal ini bukanlah masalah kesehatan yang serius, Moms.

Ingatlah bahwa ketidaknyamanan saluran kencing hanyalah masalah kecil yang pasti akan pudar ketika bayi lahir.

Jadi, tetap usahakan untuk memenuhi kebutuhan cairan selama hamil, ya, Moms.

Jangan menahan-nahan keinginan untuk minum hanya demi mencegah sering buang air kecil saat hamil.

Ingat, kebutuhan cairan yang tidak terpenuhi saat hamil bisa menyebabkan dehidrasi, yang sangat berbahaya bagi keselamatan bayi dalam kandungan.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.