25 Agustus 2023

Jangan Anggap Sepele, Ini Bahaya Beser pada Perempuan

Beser bisa mengganggu aktivitas serta tekanan emosional

Waspada bahaya beser pada perempuan ternyata tidak boleh Moms sepelekan!

Beser atau sering kebelet pipis adalah suatu keluhan yang tidak bisa dianggap remeh dan juga bisa merupakan suatu pertanda dari penyakit lainnya.

Moms juga perlu waspada bahaya beser pada perempuan karena ini bisa sebabkan gangguan.

Beser yang dikenal sebagai istilah awam, sebenarnya dalam definisi medis bisa beragam, dimulai dari keluhan sering berkemih (frequency) yaitu jumlah buang air kecil lebih dari 8 kali dalam 24 jam.

Beser bisa juga dianggap sebagai adanya keinginan untuk berkemih yang sangat kuat sehingga tidak dapat ditahan (urgency).

Ini juga bisa menjadi suatu keadaan timbul rasa ingin berkemih yang sangat kuat sehingga urine tidak dapat ditahan atau bocor menetes (incontinence).

Beser juga bisa berarti sering terbangun saat malam untuk berkemih (nocturia).

Bisa juga semua gejala tersebut berkumpul menjadi satu dan disebut sebagai Overactive Bladder (OAB).

Yuk Moms ketahui bahaya beser pada perempuan berikut ini!

Baca Juga: Mengenal Oliguria, Kondisi Urin Terlalu Sedikit, Apa Gejalanya?

Penyebab Sering Beser

Menahan Pipis (shutterstock.com)
Foto: Menahan Pipis (shutterstock.com)

Sebelum memahami apa saja bahaya beser pada perempuan, Moms perlu tahu proses buang air kecil.

Ginjal menghasilkan urine yang kemudian akan mengalirkannya ke kandung kemih.

Saat Moms buang air kecil, urine mengalir dari kandung kemih melalui saluran yang disebut uretra.

Otot di uretra yang disebut sfingter terbuka untuk mengeluarkan urine dari tubuh.

Pada wanita, lubang uretra terletak tepat di atas lubang vagina.

Sementara pada pria, lubang uretra berada di ujung penis.

Saat kandung kemih terisi, sinyal saraf yang dikirim ke otak akhirnya memicu keinginan untuk buang air kecil.

Saat Moms buang air kecil, sinyal saraf ini mengoordinasikan relaksasi otot dasar panggul dan otot uretra (otot sfingter urin).

Otot-otot kandung kemih mengencang (berkontraksi), mendorong urine keluar.

Beser Akibat Kontraksi Kandung Kemih yang Tidak Disengaja

Kandung kemih yang terlalu aktif terjadi ketika otot-otot kandung kemih mulai berkontraksi dengan sendirinya bahkan ketika volume urin di kandung kemih rendah.

Ini disebut kontraksi tak disengaja, dan menimbulkan kebutuhan mendesak untuk buang air kecil.

Beberapa kondisi dapat menyebabkan tanda dan gejala kandung kemih yang terlalu aktif, termasuk:

  • Gangguan neurologis, seperti stroke dan multiple sclerosis
  • Diabetes
  • Infeksi saluran kemih yang dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan kandung kemih yang terlalu aktif
  • Perubahan hormon selama menopause pada wanita
  • Kondisi yang mempengaruhi kandung kemih, seperti tumor atau batu kandung kemih
  • Faktor-faktor yang menghalangi keluarnya urin dari kandung kemih, seperti pembesaran prostat, konstipasi, atau operasi sebelumnya untuk mengobati inkontinensia

Sementara itu, gejala kandung kemih yang terlalu aktif juga dapat dikaitkan dengan:

  • Obat-obatan yang menyebabkan tubuh mengeluarkan banyak urin atau mengharuskan Moms meminumnya dengan banyak cairan
  • Minum terlalu banyak kafein atau alkohol
  • Menurunnya fungsi kognitif karena penuaan, yang mungkin mempersulit kandung kemih untuk memahami sinyal yang diterimanya dari otak.
  • Kesulitan berjalan, yang dapat menyebabkan urgensi kandung kemih jika tidak dapat ke kamar mandi dengan cepat
  • Pengosongan kandung kemih yang tidak tuntas, yang dapat menyebabkan gejala kandung kemih yang terlalu aktif, karena Moms hanya memiliki sedikit ruang penyimpanan urine

Sayangnya penyebab spesifik kandung kemih yang terlalu aktif mungkin tidak diketahui.

Baca Juga: Infeksi Saluran Kemih: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya!

Faktor Risiko

Bahaya Beser pada Perempuan (Shutterstock.com)
Foto: Bahaya Beser pada Perempuan (Shutterstock.com)

Seiring bertambahnya usia, Moms berisiko lebih tinggi mengalami kandung kemih yang terlalu aktif.

Moms juga berisiko lebih tinggi terhadap penyakit dan gangguan, seperti pembesaran prostat dan diabetes, yang dapat menyebabkan masalah lain pada fungsi kandung kemih.

Banyak orang dengan penurunan kognitif, misalnya, mereka yang pernah mengalami stroke atau penyakit Alzheimer mengembangkan kandung kemih yang terlalu aktif.

Inkontinensia yang diakibatkan oleh situasi seperti ini dapat dikelola dengan jadwal cairan, waktu dan dorongan berkemih, pakaian penyerap, dan program buang air besar.

Baca Juga: 18 Penyebab Sering Buang Air Kecil, Bisa Karena Stres!

Beberapa orang dengan kandung kemih yang terlalu aktif juga memiliki masalah kontrol usus.

Ingat, ada banyak bahaya beser pada perempuan yang perlu dicegah.

Jadi, segera cari pertolongan medis jika Moms sering beser.

Semua jenis inkontinensia dapat memengaruhi kualitas hidup Moms secara keseluruhan.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.