Scroll untuk melanjutkan membaca

OBAT-OBATAN
17 Februari 2022

Manfaat dan Efek Samping Obat Diuretik untuk Penderita Hipertensi

Obat yang biasanya banyak diresepkan dokter
Manfaat dan Efek Samping Obat Diuretik untuk Penderita Hipertensi

Obat diuretik cukup populer digunakan sebagai perawatan pasien hipertensi.

Moms dan Dads dapat dengan mudah menemukan obat ini di apotek.

Akan tetapi, jenisnya cukup beragam sehingga perlu pertimbangan dokter dalam memilih jenis obat yang tepat.

Sebelum menggunakan obat tersebut, pahami manfaat sekaligus efek sampingnya berikut ini.

Manfaat Diuretik

furosemide-indofarma-40-mg-tablet-3.jpg

Foto: furosemide-indofarma-40-mg-tablet-3.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Diuretika adalah kelas obat yang membantu mengeluarkan ekstra cairan dan garam dari dalam tubuh.

Orang yang meminum obat ini akan sering buang air kecil.

Itulah sebabnya, obat ini dikenal juga dengan sebutan pil air.

Cara kerja obat ini membantu ginjal melepaskan lebih banyak natrium (garam) ke dalam urine.

Nah, pengurangan natrium ini dapat menghilangkan kelebihan air dari darah, mengurangi jumlah cairan yang mengalir melalui pembuluh darah dan arteri.

Proses tersebut menyebabkan pelebaran pada pembuluh darah sehingga dapat mengurangi tekanan darah.

Manfaat ini membuat obat diuretik diresepkan untuk pasien hipertensi (tekanan darah tinggi).

Selain hipertensi, obat ini kadang diresepkan untuk orang yang memiliki masalah kesehatan, seperti:

Baca Juga: Kenali Obat Antibiotik Cefotaxime: Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

Jenis Diuretik

Kata Ahli, Mengonsumsi Obat Bebas Bisa Mempengaruhi Kesuburan.jpg

Foto: Kata Ahli, Mengonsumsi Obat Bebas Bisa Mempengaruhi Kesuburan.jpg

Foto: Orami Photo Stock.

Berdasarkan situs Cleveland Clinic, diuretik terdiri dari beberapa jenis, di antaranya:

Thiazide Diuretic

Jenis obat ini bekerja dengan membuat ginjal menarik kelebihan garam dan cairan dan membuangnya bersama urine.

Contoh obat jenis ini adalah hidroklorotiazid (Microzide® atau Oretic®) atau chlorthalidone (Hygroton® atau Thalitone®).

Loop Diuretic

Cara kerja obat jenis ini adalah merangsang lengkung Henle, yakni bagian ginjal mengeluarkan garam dan cairan ekstra dari tubuh.

Contoh obat-obatan yang termasuk jenis ini adalah furosemide atau bumetanide.

Potassium-sparing Diuretics

Obat ini membantu membersihkan garam dan air dari dalam tubuh, tapi tidak membuang kalium dalam jumlah banyak dalam prosesnya.

Contoh obat jenis ini adalah triamterene atau amiloride.

Diuretik Campuran

Obat ini merupakan kombinasi dari dua jenis obat, yang kemudian dikemas dalam satu pil.

Cara kerjanya tidak jauh berbeda dengan obat lain, tapi tidak membuang lebih banyak kalium.

Contoh obat ini adalah triamterene dan hydrochlorothiazide (Dyazide® atau Maxzide®)

Setiap orang dapat diresepkan jenis obat yang berbeda, tergantung dengan kebutuhan.

Oleh karena itu, pilihan obat tidak bisa ditentukan secara pribadi.

Artinya, penggunaan obat harus dengan konsultasi dan pemeriksaan dokter lebih dahulu.

Baca Juga: Dexanta: Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

Dosis dan Aturan Pakai Diuretik

obat bebas

Foto: obat bebas

Foto: Orami Photo Stock

Setiap orang mungkin diresepkan dosis yang berbeda-beda.

Ini bergantung usia, tujuan pengobatan, penyakit yang diidap, dan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Berikut ini adalah dosis pil air dari beberapa jenis obat yang sebelumnya sudah dijelaskan.

Obat Chlorthalidone

Perawatan Hipertensi

  • Dewasa: dosis awal 12,5 atau 25 mg per hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 50 mg per hari jika diperlukan.
  • Anak-anak: dosis awal 0,5–1 mg/kgBB per 48 jam.

Pengobatan Edema Akibat Gagal Jantung

  • Dewasa: dosis awal 25–50 mg per hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 100–200 mg per hari.
  • Dosis pemeliharaan: 25–50 mg per hari.
  • Dosis maksimal: 1,7 mg/kgBB per 48 jam.

Pengobatan Diabetes Insipidus

  • Dewasa: dosis awal 100 mg, 2 kali sehari dengan dosis pemeliharaan: 50 mg per hari.
  • Anak-anak: dosis awal 0,5–1 mg/kgBB 48 jam sekali dengan dosis maksimal: 1,7 mg/kgBB per 48 jam.

Obat Bumetamide

Pengobatan Edema

  • Dewasa: 1 mg dosis tunggal. Jika diperlukan bisa diberikan tambahan dosis 1 mg setelah 6–8 jam.
  • Lansia: 0,5 mg perhari.

Obat Amiloride

Perawatan Edema

  • Dewasa: dosis awal 5–10 mg per hari. Jika digunakan bersamaan dengan diuretik lain atau obat antihipertensi, dosis yang diberikan adalah 2,5 mg per hari.
  • Dosis maksimal: 20 mg per hari.

Gunakan obat persis sama dengan arahan dokter atau sesuai dengan aturan pakai yang tertera pada label kemasan obat.

Hindari menambahkan atau mengurangi dosis yang sudah ditentukan.

Jangan pula berhenti minum obat tanpa izin dari dokter.

Minum obat ini secara rutin di jam yang sama agar tidak melewati dosis.

Bila terlewati, jangan menggandakan dosis obat di waktu minum obat selanjutnya.

Baca Juga: Lycoxy: Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

Efek Samping Diuretik

sakit kepala bagian atas

Foto: sakit kepala bagian atas

Foto: Orami Photo Stock.

Sepert kebanyakan obat, pil air juga bisa menimbulkan efek samping.

Setiap orang dapat menunjukkan efek samping yang berbeda-beda.

Bahkan, ada pula yang mengalami efek samping yang tidak disebutkan berikut ini.

Jika Moms dan Dads mengalami efek samping yang tidak membaik dalam kurun waktu tertentu atau cukup mengganggu aktivitas dengan kemunculannya, segera periksa ke dokter.

Beri tahu dokter jika Moms dan Dads memiliki alergi pada obat sejenis.

Biasanya, ini ditandai dengan pembengkakan pada tubuh, ruam gatal, dan sesak napas setelah obat diminum.

Jangan lupa memberi tahu dokter mengenai masalah kesehatan yang dimiliki dan obat-obatan maupun suplemen yang saat itu sedang digunakan.

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/in-depth/diuretics/art-20048129
  • https://www.healthline.com/health/diuretics
  • https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/21826-diuretics
  • https://www.mims.com/indonesia/drug/info/chlortalidone?mtype=generic