06 November 2022

Edema Paru: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Edema paru dapat membahayakan nyawa jika tidak diatasi dengan baik

Moms mengalami sesak napas tak kunjung sembuh? Waspada bisa jadi menjadi gejala edema paru.

Pada sebagian kasus edema paru yang tergolong ringan, memang tidak menimbulkan bahaya bagi penderitanya.

Namun, edema paru juga dapat menjadi pertanda adanya penyakit serius.

Oleh sebab itu, kenali penyebab edema paru yang terdiri dari berbagai faktor berikut ini.

Baca Juga: Profil Rasuna Said, Pahlawan Perempuan Indonesia yang Menjadi Wajah Google Doodle

Apa Itu Edema Paru?

Wanita Batuk
Foto: Wanita Batuk (Istockphoto.com)

Edema paru adalah adanya penumpukan cairan di dalam paru-paru.

Ketika edema paru terjadi, tubuh harus berusaha keras demi mendapatkan oksigen.

Edema paru terbagi menjadi edema paru akut, edema paru kronis, dan high-altitude pulmonary edema (HAPE).

Gejala awalnya adalah penderitanya akan merasa sulit bernapas.

Apabila gejala semakin memburuk terutama kesulitan dalam bernapas dan terasa nyeri pada dada, bisa berarti terjadi edema paru akut.

Sama seperti edema pada bagian tubuh lainnya, edema paru berarti ada penumpukan cairan di dalam paru-paru.

Edema paru lebih sering diderita oleh orang lanjut usia.

Kondisi ini dialami oleh 1 dari 15 orang berusia 75–84 tahun, dan 1 dari 7 orang berusia 85 tahun ke atas dengan kondisi gagal jantung.

Baca Juga: Keluarga Berencana (KB): Ketahui Tujuan, Manfaat, Metode KB yang Umumnya Digunakan

Batuk Berdarah Salah Satu Gejala Edema Paru

Batuk Berdarah
Foto: Batuk Berdarah (Istockphoto.com)

Dilansir dari National Health Service, batuk berdarah yang menjadi gejala edema paru bukan hal yang perlu dikhawatirkan berlebih, terutama jika kamu masih muda dan memiliki kesehatan yang baik.

Namun, gejala yang satu ini perlu diwaspadai bagi orangtua, terutama dengan kebiasaan merokok.

Tanda batuk berdarah pada penderita edema paru berwarna merah cerah dengan sedikit busa.

Darah tersebut berasal dari paru-paru, dan merupakan komplikasi dari batuk berkepanjangan atau infeksi pada rongga dada.

Jika darah terlihat kecokelatan seperti kopi, darah tersebut diduga berasal dari sistem pencernaan.

Baca Juga: 17 Cara Berhubungan agar Tidak Hamil, Cocok untuk yang Tidak Ingin Menambah Anak Lagi!

Gejala Edema Paru Lainnya

Wanita Sesak Napas
Foto: Wanita Sesak Napas (Istockphoto.com)

Bukan hanya batuk berdarah saja yang menjadi gejala edema paru.

Dilansir dari Penn Medicine, edema paru adalah gangguan kesehatan yang sering disebabkan oleh gagal jantung kongestif, akibat organ jantung tidak mampu memompa darah secara efisien.

Proses tersebut akan membuat darah kembali ke pembuluh darah melalui paru-paru.

Saat tekanan di pembuluh darah tersebut meningkat, cairan dipaksa masuk ke dalam ruang udara dalam paru-paru.

Nah, cairan tersebut yang kemudian mengurangi pergerakan oksigen di dalam paru-paru, sehingga muncul gejala lainnya berupa sesak napas.

Pada penderita kondisi ini, gejala bisa saja muncul secara tiba-tiba dan berkembang seiring berjalannya waktu.

Dilansir dari WebMD, berikut ini gejala edema paru berdasarkan intensitas keparahannya:

  • Gejala Akut

Kondisi ini ditandai dengan kesulitan bernapas, merasa tercekik, mengi, kulit terasa dingin, cemas berlebihan, kulit kebiruan, dan detak jantung tidak teratur (palpitasi).

  • Gejala Kronis

Kondisi ini ditandai dengan kesulitan bernapas saat beraktivitas atau berbaring, sesak napas di malam hari, mengi, kenaikan berat badan, batuk yang semakin parah, dan rasa lelah berlebihan.

  • Gejala Tingkat Tinggi

Kondisi ini ditandai dengan sakit kepala, sesak napas yang memburuk saat beristirahat, batuk kering di awal, detak jantung sangat cepat, kelemahan, sakit pada dada, dan demam.

Waspadai, gejala tingkat tinggi pada penderita cenderung semakin parah saat malam hari.

Baca Juga: Serba-serbi Levonorgestrel (Kontrasepsi Darurat) untuk Mencegah Kehamilan

Penyebab Edema Paru

Ilustrasi Ginjal
Foto: Ilustrasi Ginjal (Istockphoto.com)

Ada 2 penyebab utama edema paru, yaitu akibat adanya gangguan pada jantung (kardiogenik) atau tanpa gangguan pada jantung (non kardiogenik).

Berikut ini penjelasannya masing-masing:

1. Kardiogenik

Penyebab edema paru yang satu ini umumnya disebabkan oleh gagal jantung kongestif.

Kondisi tersebut terjadi akibat ketidakseimbangan organ paru dalam memompa dan mempertahankan sirkulasi darah dalam tubuh.

Akibat ketidakseimbangan tersebut, akhirnya terjadi kebocoran di kapiler paru ke ruang udara paru-paru.

Bukan hanya gagal jantung kongestif saja, ini beberapa penyakit lain yang menjadi penyebab edema paru:

2. Non Kardiogenik

Penyebab edema paru yang satu ini lebih jarang dialami ketimbang jenis kardiogenik.

Pemicunya adalah kerusakan dan peradangan pada jaringan dalam organ paru-paru.

Gangguan tersebut kemudian memicu pembengkakan dan penumpukan cairan pada rongga udara paru-paru, sehingga kadar oksigen yang tersebar dalam aliran darah menjadi berkurang.

Berikut ini beberapa penyakit yang menjadi penyebab edema paru non kardiogenik:

  • Gagal ginjal
  • Terpapar zat beracun
  • Sering berada di ketinggian
  • Efek samping pengobatan
  • Gangguan pada sistem saraf
  • Infeksi virus
  • Hampir tenggelam

Edema paru adalah penyakit yang dapat dialami oleh semua orang dari segala usia.

Risiko menderita edema paru menjadi semakin tinggi ketika seseorang memiliki beberapa faktor risiko berikut ini:

  1. Berusia lanjut
  2. Memiliki riwayat penyakit jantung
  3. Memiliki riwayat penyakit paru-paru
  4. Perokok aktif

Sejumlah penyebab dan risiko tersebut perlu diwaspadai, karena kehilangan nyawa menjadi komplikasi paling parah yang bisa saja dialami.

Oleh karena itu, segera periksakan diri jika gejala parah berikut ini terjadi:

  • Sesak napas tiba-tiba
  • Merasa seperti tercekik
  • Terengah-engah meski sedang beristirahat.
  • Batuk dengan dahak berbusa atau berdarah
  • Kesulitan bernapas dan berkeringat
  • Kulit menjadi kebiruan atau keabu-abuan
  • Kebingungan
  • Penurunan tekanan darah yang diikuti dengan pusing, pusing, lemas, atau berkeringat

Baca Juga: 10 Jenis Kondom dan Variasi Uniknya, dari yang Glow in the Dark hingga Beragam Rasa!

Diagnosis Edema Paru

Rontgent Dada
Foto: Rontgent Dada (Istockphoto.com)

Untuk mendiagnosis edema paru, dokter akan melakukan tanya jawab mengenai gejala yang dialami dan riwayat kesehatan pasien.

Terutama jika pasien pernah mengidap penyakit jantung atau paru-paru.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan memeriksa detak jantung dan suara dari paru-paru dengan menggunakan stetoskop.

Jika diperlukan, dokter juga dapat melakukan sejumlah pemeriksaan penunjang, seperti:

1. Pulse Oximetry

Oximeter (oksimeter) atau disebut juga pulse oximeter adalah sebuah alat berbentuk klip yang berfungsi untuk memperkirakan saturasi oksigen darah dan denyut nadi dengan menggunakan sinar.

Alat ini menempatkan sensor pada jari tangan atau kaki

2. Elektrokardiogram (EKG)

Elektrokardiogram atau EKG adalah tes untuk mengukur dan merekam aktivitas listrik jantung menggunakan mesin pendeteksi impuls listrik (elektrokardiograf).

Alat ini menerjemahkan impuls listrik menjadi grafik yang ditampilkan pada layar pemantau.

3. Foto Rontgen Dada

Foto Rontgen adalah prosedur pemeriksaan menggunakan radiasi gelombang elektromagnetik atau sinar-X untuk menampilkan gambar bagian dalam tubuh.

Selain untuk mendeteksi masalah kesehatan, foto Rontgen juga dapat digunakan sebagai prosedur penunjang dalam tindakan medis tertentu.

Foto rontgen dada sendiri untuk memastikan bahwa pasien benar-benar mengalami edema paru, serta melihat kemungkinan lain penyebab sesak napas.

4. Tes Darah

Tes ini untuk mengukur kadar oksigen dan karbon dioksida di dalam darah (analisis gas darah), mengukur kadar hormon B-type natriuretic peptide (BNP) yang meningkat pada gagal jantung, serta melihat fungsi tiroid dan ginjal.

5. Kateterisasi Jantung

Digunakan untuk mengukur tekanan di ruang jantung, mengevaluasi kerja katup jantung, dan memeriksa kelancaran aliran darah di pembuluh koroner jantung.

Baca Juga: Jadwal dan Lokasi Imunisasi PCV Gratis di Jakarta, Jangan Sampai Terlewat!

Cara Mengatasi Edema Paru

Ilustrasi Obat-obatan
Foto: Ilustrasi Obat-obatan (Istockphoto.com)

Saat dibawa ke dokter, akan dilakukan pemeriksaan apakah ada penumpukan cairan di paru-paru.

Lewat stetoskop, indikasi ini bisa diketahui lewat meningkatnya detak jantung, napas terlalu cepat, suara berderak dari paru-paru, atau bunyi lain yang tidak normal.

Dokter juga akan memeriksa apakah ada penumpukan cairan di kaki, perut, dan leher.

Warna kulit pucat atau kebiruan juga bisa menjadi indikasi seseorang mengalami edema paru.

Sebagai langkah penanganan, harus disesuaikan dengan penyebabnya.

Edema paru adalah kondisi serius yang harus segera ditangani dalam waktu cepat.

Beberapa langkah yang biasanya diberikan adalah:

1. Pemberian Oksigen

Pemberian oksigen adalah hal utama yang akan dilakukan untuk menangani penderita edema paru.

Tim medis akan memberikan oksigen 100% lewat masker oksigen, nasal cannula, atau positive pressure mask.

2. Preload/Afterload Reducers

Ini adalah penanganan untuk mengurangi tekanan cairan yang menuju ke arah jantung dan paru-paru.

Bentuknya adalah pengobatan yang juga bisa membuat seseorang ingin buang air kecil sehingga dapat membantu mengurangi penumpukan cairan.

3. Obat Jantung

Dengan mengonsumsi obat jantung, maka tekanan darah dan detak jantung akan terkendali.

Obat ini juga meringankan tekanan di pembuluh nadi dan vena.

4. Morfin

Jenis obat-obatan narkotika ini juga bisa diberikan untuk meringankan rasa cemas berlebih dan kesulitan bernapas.

Meski demikian, penanganan ini jarang dilakukan karena risikonya cukup tinggi.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Brand Baju Muslim yang Berkualitas dan Kekinian!

Perawatan Rumahan untuk Edema Paru

Berhenti Merokok
Foto: Berhenti Merokok (Istockphoto.com)

Ternyata, gejala edema paru dalam intensitas ringan dapat diatasi secara mandiri di rumah.

Langkah tersebut dilakukan dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Berikut ini beberapa langkah tersebut:

  • Konsumsi obat sesuai dengan resep dokter. Jika Moms adalah pengidap gangguan kesehatan tertentu, jangan menambahkan, mengurangi, atau menghentikan penggunaan obat tanpa izin dokter.
  • Berhenti merokok dan jauhi jauhi rokok. Merokok mampu mengiritasi dan merusak jaringan paru-paru. Merokok juga dapat mengecilkan ukuran pembuluh darah dan ruang dalam paru-paru.
  • Menjaga berat badan ideal dengan diet sehat dan berolahraga rutin.
  • Konsumsi makanan sehat bergizi seimbang, dan penuhi asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Komplikasi Edema Paru

Ilustrasi Pembengkakan Hati
Foto: Ilustrasi Pembengkakan Hati (Istockphoto.com)

Edema paru yang tidak ditangani dapat menyebabkan peningkatan tekanan di ruang jantung sebelah kanan, yang berfungsi untuk menerima darah dari seluruh tubuh.

Kondisi ini dapat mengakibatkan ruang jantung kanan gagal berfungsi dan menyebabkan:

  • Penumpukan cairan di rongga perut (asites)
  • Bengkak pada tungkai
  • Pembengkakan organ hati

Baca Juga: Fakta Pencurian Brankas Dara Arafah oleh ART, Ternyata Sindikat!

Sejumlah gejala seperti yang telah disebutkan perlu mendapat penanganan secepatnya.

Jika tidak segera ditangani, akan terjadi peningkatan tekanan di ruang dalam jantung yang bertugas menerima darah dari seluruh tubuh.

Jika kondisi tersebut terjadi, ruang tersebut akan gagal berfungsi, sehingga terjadi penumpukan cairan di rongga perut, pembengkakan pada tungkai, serta pembengkakan organ hati.

  • https://www.pennmedicine.org/for-patients-and-visitors/patient-information/conditions-treated-a-to-z/pulmonary-edema
  • https://www.ahajournals.org/doi/pdf/10.1161/01.CIR.13.1.113
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5408000/
  • https://www.healthline.com/health/pulmonary-edema
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/167533#symptoms
  • https://www.nhs.uk/conditions/coughing-up-blood/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.