Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
16 Agustus 2022

Efusi Pleura, Penumpukan Cairan di Antara Jaringan yang Melapisi Paru-paru dan Dada

Kondisi ini terjadi saat paru-paru tidak cukup menyerap kembali cairan yang dikeluarkan
Efusi Pleura, Penumpukan Cairan di Antara Jaringan yang Melapisi Paru-paru dan Dada

Setiap orang memiliki sejumlah kecil cairan antara paru-paru dan dinding dada (ruang pleura). Terkadang, keseimbangan cairan yang sehat ini bisa terganggu yang juga menyebabkan efusi pleura.

Apa sebenarnya efusi pleura? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini Moms!

Apa Itu Efusi Pleura?

efusi pleura

Foto: efusi pleura (radiopedia.org)

Foto: Radiopeadia.org

Efusi pleura adalah kondisi ketika paru-paru melepaskan (mensekresi) terlalu banyak cairan dan tidak cukup menyerap kembali.

Kelebihan cairan dapat menekan paru-paru sehingga menyebabkan sesak napas.

Menurut American Family Physician Journal, efusi pleura terjadi ketika cairan terkumpul di antara pleura parietal dan viseral.

Proses yang menyebabkan distorsi mekanika cairan tubuh, seperti pada gagal jantung atau sindrom nefrotik, cenderung menyebabkan efusi transudatif.

Sementara proses inflamasi atau keganasan lokal sering dikaitkan dengan efusi eksudatif.

Penyebab Efusi Pleur

Ilustrasi paru-paru efusi pleura

Foto: Ilustrasi paru-paru efusi pleura (shutterstock)

Foto: Orami Photo Stock

Berbagai hal dapat menyebabkan keadaan ini. Tapi, ada beberapa penyebab efusi pleura yang umum menurut Healthline, yaitu:

1. Kebocoran dari Organ Lain

Kebocoran dari organ lain biasanya terjadi jika mengalami gagal jantung kongestif, ketika jantung tidak memompa darah ke tubuh dengan benar.

Selain itu, penyebab efusi pleura juga bisa berasal dari penyakit hati atau ginjal, ketika cairan menumpuk di tubuh dan bocor ke rongga pleura.

2. Kanker

Penyebab efusi pleura selanjutnya adalah terjadi jika memiliki kanker paru-paru sebagai masalahnya. Tetapi, kanker lain yang telah menyebar ke paru-paru atau pleura juga dapat menyebabkannya.

3. Infeksi

Beberapa penyakit yang menyebabkan efusi pleura adalah pneumonia atau tuberkulosis.

Baca Juga: Terungkap Cita Citata Mengidap Penyakit Autoimun, 9 Artis Indonesia Ini Juga Alami Hal Serupa!

4. Kondisi Autoimun

Lupus atau rheumatoid arthritis adalah beberapa penyakit autoimun yang dapat menjadi salah satu penyebab efusi pleura.

5. Emboli Paru

Jika terjadi emboli paru maka ini berarti penyumbatan di arteri di salah satu paru-paru Anda, dan dapat menyebabkan efusi pleura.

6. Riwayat Operasi Sebelumnya

Efusi pleura cukup umum setelah operasi jantung (seringkali Cangkok Bypass Arteri Koroner atau implantasi LVAD) atau operasi paru-paru di sisi dada itu

Baca Juga: Waspada Emboli Air Ketuban yang Bisa Mengancam Jiwa

Gejala Efusi Pleura

gejala efusi pleura

Foto: gejala efusi pleura (Medicalnewstoday.com)

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa orang tidak menunjukkan gejala efusi pleura. Orang-orang ini biasanya mengetahui bahwa mereka memiliki kondisi tersebut melalui rontgen dada atau pemeriksaan fisik yang dilakukan karena alasan lain.

Gejala umum efusi pleura meliputi:

1. Gejala Umum

  • Sakit dada
  • Batuk kering
  • Demam
  • Kesulitan bernapas saat berbaring
  • Sesak napas
  • Kesulitan mengambil napas dalam-dalam
  • Cegukan terus-menerus
  • Kesulitan dengan aktivitas fisik

2. Gejala Khusus

  • Semburat kebiruan pada bibir atau kuku
  • Batuk mengeluarkan lendir berdarah, atau lendir yang berwarna kuning, hijau atau abu-abu
  • Rasa sakit yang konstan, atau rasa sakit yang semakin parah
  • Sulit bernapas
  • Pingsan atau pusing, dan tidak bisa berkonsentrasi
  • Demam

Jika terjadi kejadian di atas maka segera datangi rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Apa Perbedaan Kanker Paru-Paru Non-Perokok dengan Perokok? Ini Penjelasannya!

Diagnosis Efusi Pleura

diagnosis efusi pleura

Foto: diagnosis efusi pleura (shutterstock)

Foto: Orami Photo Stock

Untuk memastikan efusi pleura, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, serta menanyakan gejala Anda dan melakukan berbagai tes, seperti:

1. Rontgen Dada

Cara mengetahui efusi pleura bisa dengan rontgen dada. Rontgen dada akan tampak sebagai massa putih pada rontgen, sementara ruang udara terlihat hitam.

Jika dokter Moms mencurigai kemungkinan efusi pleura, ia mungkin meminta sinar-X lebih lanjut untuk menentukan apakah cairan di ruang pleura bergerak bebas

2. USG Dada

Cara lainnya dengan probe yang digunakan untuk menghasilkan gambar dada.

USG juga dapat memberikan lokasi terperinci di mana cairan berada di ruang pleura untuk mendapatkan sampel untuk pengujian

3. Computed Tomography (CT scan)

CT scan memberikan gambaran dada yang lebih detail dibandingkan dengan rontgen dada, karena CT scan menghasilkan gambar bagian dalam dan luar dada

4. Thoracentesis

Dalam prosedut ini, dokter akan memasukkan jarum ke dalam rongga pleura untuk menguji sampel cairan sebagai cara mengetahui efusi pleura.

Baca Juga: 11 Sayur dan Buah untuk Paru-paru yang Direkomendasikan Buat Tubuh

Cara Mengobati Efusi Pleura

pengobatan efusi pleura

Foto: pengobatan efusi pleura

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab yang mendasari kondisi dan tingkat keparahan efusi akan menentukan pengobatan. Berikut beragam pilihan pengobatan untuk efusi pleura.

1. Menguras Cairan

Umumnya, cara mengobati efusi pleura yaitu dengan mengeringkan cairan dari rongga dada, baik dengan jarum atau tabung kecil yang dimasukkan ke dalam dada.

Moms atau Dads akan menerima anestesi lokal sebelum prosedur ini, yang akan membuat perawatan lebih nyaman.

Moms mungkin merasakan sakit atau ketidaknyamanan di tempat sayatan setelah obat bius hilang. Kebanyakan dokter akan meresepkan obat untuk membantu menghilangkan rasa sakit.

Ada kemungkinan, Moms memerlukan perawatan ini lebih dari sekali jika cairan menumpuk lagi.

Perawatan lain mungkin diperlukan untuk mengelola penumpukan cairan jika kanker adalah penyebab efusi pleura.

Perkembangan efusi pleura kadang-kadang dapat dicegah dengan pengobatan dini dari penyebab yang tercantum di atas.

Namun, dalam kasus tertentu, perkembangan efusi pleura mungkin tidak dapat dicegah.

2. Pleurodesis

Pleurodesis adalah pengobatan yang menciptakan peradangan ringan antara paru-paru dan rongga dada pleura.

Setelah mengeluarkan kelebihan cairan dari rongga dada, dokter menyuntikkan obat ke area tersebut.

Obatnya sering berupa campuran bedak. Obat ini menyebabkan dua lapisan pleura saling menempel, yang mencegah penumpukan cairan di masa depan di antara mereka.

Beberapa efusi pleura dapat dicegah agar tidak terulang kembali dengan meminta individu menjalani pleurodesis, prosedur yang menutup ruang pleura.

3. Pleurektomi

Ini adalah operasi untuk mengangkat pleura. Kadang-kadang digunakan pada orang dengan efusi karena kanker ketika pilihan pengobatan lain gagal.

4. Operasi

Dalam kasus yang lebih serius, dokter dengan pembedahan memasukkan shunt, atau tabung kecil, ke dalam rongga dada.

Ini membantu mengarahkan cairan dari dada ke perut, di mana cairan itu bisa lebih mudah dikeluarkan oleh tubuh.

Ini mungkin menjadi pilihan bagi mereka yang tidak menanggapi perawatan lain.

Pleurektomi, di mana bagian dari lapisan pleura diangkat melalui pembedahan, juga dapat menjadi pilihan dalam kasus-kasus tertentu.

Jenis, penyebab, dan ukuran efusi pleura Moms serta Dads akan menentukan lama rawat inap dan waktu pemulihan untuk bisa beraktivitas juga kembali ke rumah.

Pengobatan efusi pleura biasanya ditargetkan pada kondisi yang mendasarinya, misalnya gagal jantung kongestif atau keganasan.

Pasien simtomatik dengan efusi besar dapat diobati dengan aspirasi terapeutik (thoracentesis).

Moms atau Dads akan memulai pemulihan di rumah sakit, di mana kalian akan menerima pengobatan dan perawatan yang diperlukan untuk membantu mulai pulih.

Banyak orang melaporkan merasa lelah dan lemah pada minggu pertama setelah mereka keluar dari rumah sakit.

Rata-rata, Moms dan Dads akan melihat bekas sayatan dari operasi sembuh dalam waktu dua sampai empat minggu.

Lalu akan membutuhkan perawatan dan tindak lanjut yang berkelanjutan begitu Anda berada di rumah.

Baca Juga: 4 Makanan untuk Membersihkan Paru-Paru, Bisa Tangkal Polusi Udara

Moms dan Dads harus tahu bahwa umum jika merasa lelah dan lemah pada minggu pertama setelah meninggalkan rumah sakit.

Moms juga juga mungkin memerlukan perawatan berkelanjutan dan pemeriksaan kesehatan setelah berada di rumah

Efusi pleura bisa serius dan mengancam jiwa. Sebagian besar memerlukan perawatan di rumah sakit dan beberapa memerlukan pembedahan.

Waktu yang diperlukan untuk pulih dari efusi pleura tergantung pada penyebab, ukuran, dan tingkat keparahan efusi, serta kesehatan secara keseluruhan.

  • https://www.yalemedicine.org/conditions/fluid-around-the-lungs
  • https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/nejmcp010731
  • https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/pleural-effusion
  • https://bestpractice.bmj.com/topics/en-gb/287
  • https://www.uofmhealth.org/health-library/abs2938
  • https://patient.info/chest-lungs/pleural-effusion-leaflet
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17373-pleural-effusion-causes-signs--treatment#:~:text=Pleural%20effusion%2C%20sometimes%20referred%20to,to%20lubricate%20and%20facilitate%20breathing.
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448189/
  • https://www.webmd.com/lung/pleural-effusion-symptoms-causes-treatments
  • https://www.healthline.com/health/pleural-effusion#outlook
  • https://www.aafp.org/afp/2014/0715/p99.html
  • https://radiopaedia.org/articles/pleural-effusion
  • https://www.medicinenet.com/pleural_effusion_fluid_in_the_chest_or_on_lung/article.htm
  • https://www.svhlunghealth.com.au/conditions/pleural-effusion