19 Juni 2022

Kram Otot, Ketahui Penyebab, Cara Mengatasi dan Cara Mencegahnya

Melakukan peregangan bisa meredakan kondisi kram otot

Pernah mengalami kram otot Moms? Mungkin rasanya akan seperti kontraksi tiba-tiba dan tidak disengaja yang bisa saja terjadi di berbagai otot.

Kontraksi ini sering kali terasa sangat sakit dan susah untuk beraktivitas.

Biasanya, otot-otot yang sering merasakan kram otot seperti bagian belakang kaki bagian bawah, bagian belakang paha, dan bagian depan paha.

Bahkan bisa juga terjadi di dinding perut, lengan, dan juga tangan.

Rasa sakit yang tiba-tiba dan terasa tajam dan berlangsung dari beberapa detik hingga 15 menit, adalah gejala paling umum dari kram otot.

Dalam beberapa kasus, akan terdapat benjolan jaringan otot yang menonjol di bawah kulit saat merasa kram.

Baca Juga: Waspadai Kram Perut Selama Kehamilan!

Penyebab Kram Otot

Penyebab Kram Otot
Foto: Penyebab Kram Otot (https://www.health.harvard.edu/pain/how-to-get-rid-of-muscle-cramps-in-your-legs)

Foto: otot kaki kram (Orami Photo Stock)

Ada banyak hal yang harus diketahui tentang penyebab kram otot. Sebab, ini akan mempengaruhi aktivitas.

“Kram dapat mempengaruhi otot apa pun di bawah kendali Anda,” jelas Carolyn Quist, DO, seorang dokter osteopathic dari Fort Worth, Texas, dilansir dari Osteopathic.org

Dia menambahkan ketika seseorang mengalami kram otot, biasanya otot yang kram terasa lebih keras dari biasanya saat disentuh.

“Atau bahkan mungkin menunjukkan tanda-tanda kedutan yang terlihat,” terangnya. Kram otot bisa terjadi di mana saja, kapan saja kepada siapa saja.

“Tidak ada yang kebal. Anda bisa muda atau tua, aktif atau tidak aktif, dan Anda bisa mengalami kram otot saat melakukan apa saja," katanya.

Namun, dirinya menambahkan bahwa bayi, orang tua, kelebihan berat badan, dan atlet berada pada risiko terbesar untuk sering merasakan kram otot.

“Ketidakseimbangan kadar elektrolit dalam darah, seperti natrium, kalium, klorida, kalsium dan fosfat, juga dapat menyebabkan kram otot,” tambah Carolyn.

Kram otot biasanya memiliki beberapa penyebab. Bisa disebabkan penggunaan otot yang berlebihan yang biasa terjadi saat berolahraga.

Cedera otot dan dehidrasi juga bisa memicu kram. Dehidrasi adalah kehilangan cairan yang berlebih di dalam tubuh.

Rendahnya kadar salah satu mineral berikut yang berkontribusi pada fungsi otot yang sehat juga dapat menyebabkan kram otot, seperti:

  • Kalsium
  • Kalium
  • Sodium
  • Magnesium

Suplai darah yang rendah ke tungkai dan kaki dapat menyebabkan kram di area tersebut saat berolahraga, berjalan, atau melakukan aktivitas fisik lainnya.

Dalam beberapa kasus, kondisi medis juga dapat menjadi penyebab kram otot, di antaranya:

  • Kompresi saraf tulang belakang yang menyebabkan kram otot di kaki saat berjalan atau berdiri
  • Peminum alkolol berat
  • Kehamilan
  • Gagal ginjal
  • Hipotiroidisme atau fungsi kelenjar tiroid yang rendah

Dilansir Mayo Clinic, meskipun umumnya tidak berbahaya, kram otot dapat membuat otot yang terkena tidak dapat digunakan untuk sementara waktu.

Meski kram otot biasanya tidak berbahaya dan tidak memerlukan perhatian medis.

Namun, Moms harus menemui dokter jika kram otot terasa sangat parah, tidak membaik dengan peregangan, atau rasa sakitnya bertahan lama.

Baca Juga: Tangan Sering Kram Saat Mengendarai Motor? Ternyata Ini Penyebabnya!

Cara Mengatasi Kram Otot

Cara Mengatasi Kram Otot
Foto: Cara Mengatasi Kram Otot

Foto: mengatasi otot kram (Orami Photo Stock)

Setelah merasakan kram otot yang mengganggu, tentu Mom mencari-cari cara mengatasi kram otot agar tidak perlu merasakan lagi rasa sakit yang tajam tersebut.

Bisa disesuaikan dengan kebutuhan Moms, beberapa cara ini bisa digunakan untuk mengatasi kram otot.

Moms bisa menggunakan kain panas, bantal pemanas, kain dingin, dan juga es. Peregangan otot yang terkena juga dapat mengurangi rasa sakit kram otot.

Misalnya, jika betis yang terasa kram, Moms bisa menarik kaki ke atas dengan tangan untuk meregangkan otot betis.

Namun jika rasa sakit tidak membaik, Moms bisa mencoba untuk minum obat antiinflamasi yang dijual bebas, seperti ibuprofen.

Ini juga dapat membantu meregangkan otot yang sakit dengan cara yang lebih lembut.

Kram otot dapat mengganggu tidur. Jika ini terjadi, bicarakan dengan dokter tentang resep pelemas otot yang bisa membantu untuk menghilangkannya karena biasanya obat tersebut akan membantu mengendurkan otot dan meredakan kejang.

Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Kram Perut Saat Menstruasi

Mengontrol penyebab kram otot dapat memperbaiki gejala dan meredakan kram.

Misalnya, dokter mungkin merekomendasikan suplemen jika kadar kalsium atau kalium yang rendah memicu kram.

Jadi Moms bisa mulai belanja suplemen kalsium dan kalium.

Moms bisa meregangkan dan pijat perlahan otot yang kram, tahan dalam posisi meregang sampai kram berhenti.

Untuk kram betis, letakkan berat badan di kaki yang kram dan tekuk lutut sedikit.

Jika Moms tidak dapat berdiri, coba tarik bagian atas kaki di sisi yang sakit ke arah kepala saat kaki masih berada dalam posisi lurus.

Ini juga akan membantu meringankan kram paha belakang (hamstring).

Untuk kram paha depan (paha depan), gunakan kursi untuk menenangkan diri dan coba tarik kaki di sisi yang sakit ke arah bokong.

Oleskan juga pereda panas seperti salem atau krim pada otot yang tegang atau ketat, atau krim dingin dingin pada otot yang nyeri.

Carolyn memperingatkan bahwa jika kram parah, sering terjadi, merespon dengan buruk saat diatasi dengan cara sederhana, atau tidak terkait dengan penyebab yang jelas seperti olahraga yang berat, Moms harus segera menemui dokter.

"Ini bisa menjadi gejala masalah dengan sirkulasi, saraf, metabolisme, hormon, obat-obatan, atau nutrisi," katanya.

Baca Juga: Supaya Tidak Kram, Ajarkan Anak 5 Gerakan Pemanasan Sebelum Berenang

Cara Mencegah Kram Otot

Mencegah Kram Otot
Foto: Mencegah Kram Otot (Medicalnewstoday.com)

Foto: minum banyak air (Orami Photo Stock)

Jika Moms adalah orang yang suka berolahraga, Current Sport Medicine Report mengatakan bahwa pemulihan dan pemeliharaan keseimbangan air dan natrium dengan larutan garam oral atau intravena adalah strategi yang terbukti efektif untuk mengatasi dan mencegah kram otot akibat olahraga yang dipicu keringat berlebih dan defisit natrium.

Cara paling sederhana untuk mencegah kram otot adalah dengan menghindari atau membatasi aktivitas yang membuat otot tegang dan menyebabkan kram, termasuk saat berolahraga.

Selain itu, Moms juga bisa melakukan beberapa hal di bawah ini:

1. Peregangan atau pemanasan sebelum berolahraga. Jika tidak pemanasan dengan baik biasanya akan merasakan kram otot bahkan cedera.

2. Jangan langsung berolahraga setelah makan.

3. Kurangi asupan makanan dan minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan cokelat.

4. Pastikan minum cukup cairan untuk menghindari dehidrasi. Tubuh kehilangan lebih banyak air saat aktif secara fisik, jadi tingkatkan asupan cairan saat berolahraga.

5. Tingkatkan asupan kalsium dan kalium secara alami dengan minum susu dan jus jeruk serta makan pisang.

6. Moms juga dapat membantu mencegah kram otot dengan melakukan latihan kelenturan sebelum dan sesudah latihan untuk meregangkan kelompok otot yang paling rentan kram dan dengan minum banyak cairan.

7. Bicaralah dengan dokter tentang keinginan untuk menambahkan suplemen dan juga vitamin untuk memastikan bahwa tubuh menerima pasokan nutrisi dan mineral yang diperlukan.

Baca Juga: 8 Buah untuk Menenangkan Kram Perut saat Haid

Meski bukan penyakit yang serius, namun jika kram otot kerap terjadi bisa menimbulkan masalah, terlebih bagi Moms yang sering beraktivitas. Segera hindari penyebabnya, yuk!

  • https://www.healthline.com/health/muscle-cramps
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/muscle-cramp/symptoms-causes/syc-20350820
  • https://osteopathic.org/what-is-osteopathic-medicine/muscle-cramp/
  • https://journals.lww.com/acsm-csmr/fulltext/2008/07001/muscle_cramps_during_exercise_is_it_fatigue_or.9.aspx

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.