20 Maret 2019

Waspadai Kram Perut Selama Kehamilan!

Meskipun normal namun jangan dianggap sepele

Kram perut saat hamil itu adalah gejala normal pada ibu hamil. Organ-organ tubuh terus bergerak, rahim berkembang, dan ligamen meregang. Dan jangan lupa morning sickness. Tetapi kram perut saat hamil patut diwaspadai sebelum berkembang lebih serius.

Apakah Penyebab Kram Perut Saat Hamil?

Berikut adalah beberapa penyebab kram perut saat hamil.

1. Rahim membesar

Rahim yang berkembang selama kehamilan akan berdampak menekan usus. Moms akan merasa mual, begah atau perasaan mudah kenyang, atau perut kembung. Sebaiknya tetap sering makan, porsi lebih sedikit, olahraga teratur, istirahat cukup, dan buang air kecil sesering mungkin.

2. Nyeri ligamen 

Saat rahim membesar, terjadi peregangan ligamen (jaringan ikat) antara perut bagian bawah hingga pangkal paha.

3. Sembelit dan gas

Sembelit dan gas sering kali merupakan bagian dari kehamilan. Progesteron, hormon yang meningkat selama kehamilan, memperlambat seluruh saluran pencernaan, menyebabkan perjalanan makanan lebih lambat. Untuk memerangi sembelit, minum banyak air dan konsumsi makanan kaya serat.

4. Kontraksi Braxton Hicks

Kontraksi Braxton Hicks tidak terkait dengan pelebaran leher rahim. Namun, Moms perlu membedakan gejala kontraksi ini dan persalinan prematur. Dehidrasi dapat memicu kontraksi Braxton Hicks, jadi pastikan untuk minum banyak cairan.

Apakah Kram Perut Bisa Menjadi Kasus yang Lebih Serius Saat Hamil?

Banyak wanita memiliki kehamilan yang sehat, tetapi komplikasi serius membutuhkan penanganan segera oleh dokter.

1. Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik atau tuba, terjadi ketika pembuahan sel telur oleh sperma terjadi di tempat lain selain rahim, paling sering di tuba falopi.

2. Keguguran

Ketika Moms mengalami kram perut pada trimester pertama, Moms harus selalu waspada akan bahaya keguguran. Gejala keguguran termasuk perdarahan dan kram perut yang lebih sering atau mirip kram menstruasi.

3. Persalinan prematur

Jika Moms mengalami kontraksi sebelum usia kehamilan 37 minggu dan mengalami sakit punggung terus-menerus, Moms bisa saja mengalami persalinan prematur. Jadi sebaiknya kunjungi dokter kapan saja Moms merasakan kontraksi.

4. Solusio plasenta

Yaitu lepasnya plasenta dari dinding rahim bagian dalam sebelum proses persalinan, baik seluruhnya maupun sebagian, dan merupakan komplikasi kehamilan serius yang paling umum pada trimester ketiga. Kram perut bagian bawah akibat solusio plasenta akan bertambah parah dan disertai gejala lainnya.

5. Preeklamsia
Preeklamsia ditandai dengan tekanan darah tinggi dan protein dalam urine. Ketika preeklamsia parah, dapat disertai kram perut di bagian kanan atas serta gejala lainnya.

6. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Sekitar 10 persen ibu hamil menderita infeksi saluran kemih (ISK) selama kehamilan mereka. Selain gejala khas rasa nyeri saat buang air kecil, pada kasus ISK parah juga disertai kram perut.

7. Radang usus buntu

Usus buntu sulit didiagnosis selama kehamilan. Itulah sebabnya ibu hamil berisiko lebih besar meninggal akibat usus buntu selama kehamilan.

8. Batu empedu

Batu di kandung empedu lebih sering terjadi pada wanita, terutama jika mereka kelebihan berat badan, di atas usia 35, atau memiliki riwayat batu empedu.

Bagaimana Cara Meredakan Kram Perut?

1. Makanlah dengan porsi yang sedikit, namun dengan frekuensi yang lebih sering

2. Meskipun sedang hamil, tetap lakukan olahraga yang teratur

3. Konsumsi berbagai makanan yang berserat tinggi

4. Perbanyak minum air

5. Istirahat yang cukup

Jika Moms mengalami kram perut berkepanjangan, atau muncul gejala seperti pendarahan atau kram yang parah, segera periksakan ke dokter.

Apakah yang Moms lakukan untuk membantu meringankan kram perut saat hamil?

(ROS)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.