22 Juni 2023

13 Penyebab Badan Kurus Meskipun Sudah Makan Banyak

Simak tips menambah berat badan yang sehat berikut ini

Penyebab badan kurus penting untuk diketahui, terutama jika berat badan Moms terlalu rendah atau underweight.

Tubuh yang terlalu kurus tidak hanya berdampak pada penampilan secara fisik, tetapi juga rentan terhadap berbagai penyakit.

Meski sudah makan banyak, tetapi berat badan tak juga naik.

Terkadang, kondisi ini pun membuat Moms frustrasi dan badan yang terlalu kurus juga bisa menurunkan percaya diri.

Ternyata, ada berbagai penyebab badan kurus, lho.

Mulai dari faktor keturunan, kegiatan olahraga, hingga penyakit yang menyertainya.

Berikut penjelasan lengkapnya tentang penyebab badan kurus yang dikutip dari berbagai sumber.

Baca Juga: 9 Manfaat Licorice untuk Kesehatan, Bisa Menurunkan Obesitas

Penyebab Badan Kurus

Memiliki berat tubuh yang ideal sudah pasti jadi impian hampir semua orang.

Bukan hanya soal penampilan, berat tubuh yang ideal diyakini mampu menjauhkan tubuh dari berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan berat badan, seperti diabetes, jantung, kolesterol, dan strok.

Untuk itu, tak sedikit orang yang rela melakukan usaha apa pun untuk mendapatkan massa tubuh yang ideal.

Tapi yang mengherankan dan terkadang membuat frustrasi adalah saat kita sudah berusaha makan banyak, tetapi berat badan tidak kunjung naik.

Faktanya, berikut penyebab badan kurus meskipun sudah makan banyak:

1. Faktor Genetik

Badan Kurus
Foto: Badan Kurus (Orami Photo Stocks)

Salah satu penyebab badan kurus, yakni faktor genetik.

Hal ini pun dibenarkan oleh Michael Cowley, direktur Monash University Obesity and Diabetes Institute yang mengatakan bahwa 70% postur tubuh dipengaruhi oleh faktor genetik.

Jadi, jika Moms dan Dads memiliki postur tubuh yang kurus, kemungkinan akan melahirkan keturunan dengan postur tubuh yang sama.

Selain itu, kebiasan sehari-hari, seperti pola makan, meniru porsi makan orang tua, atau kebiasaan orang tua yang menjalankan pola hidup sehat juga bisa mempengaruhi seseorang memiliki badan yang kurus.

Baca Juga: 15 Makanan Penambah Berat Badan Bayi hingga Tips Menaikkan Berat Badan Si Kecil agar Sehat!

2. Sistem Metabolisme

Faktor pendukung bagi mereka yang bertubuh kurus meski makan banyak adalah metabolisme tubuh.

Banyak yang mempengaruhi cepat atau lambatnya sistem metabolisme dalam tubuh.

Mulai dari usia, jenis kegiatan, sampai dengan pengaruh hormon dalam tubuh.

Semakin cepat metabolisme seseorang, maka asupan makanan tidak akan ditimbun dalam bentuk lemak, tapi sebagai energi.

3. Kebiasaan Olahraga

Aktivitas Padat Menyebabkan Badan Kurus
Foto: Aktivitas Padat Menyebabkan Badan Kurus (Orami Photo Stock)

Penyebab badan kurus selanjutnya, yakni pengaruh kebiasaan olahraga.

Misalnya, seseorang yang memiliki aktivitas padat dan sering bergerak, biasanya akan tetap kurus meski mereka makan dalam jumlah banyak.

Hal ini karena sumber makanan yang dimakan tidak menjadi lemak, tetapi terus dibakar dalam aktivitas yang aktif.

Aktivitas fisik yang dimaksud bukan hanya pergi olahraga ke gym, naik turun tangga, membersihkan rumah, atau berjalan kaki juga termasuk dari bagian dari aktivitas aktif.

Intinya, seseorang yang banyak berdiri akan membakar lebih banyak kalori daripada orang yang lebih banyak duduk (tidak aktif).

Baca Juga: 10 Olahraga Mengencangkan Payudara yang Efektif

4. Hipertiroidisme

Hipertiroidisme juga bisa menjadi penyebab badan kurus.

Kondisi ini ditandai dengan tiroid yang terlalu aktif sehingga menyebabkan kelebihan hormon tiroid dalam tubuh.

Perlu Moms ketahui, hormon tiroid bertanggung jawab atas banyak elemen metabolisme manusia, termasuk pengaturan laju metabolisme.

Jadi, seseorang yang menderita hipertiroidisme akan memiliki metabolisme yang terlalu aktif, pada akhirnya sering membakar lebih banyak kalori sepanjang hari.

Apabila masalah ini tidak diobati, hipertiroidisme dapat menyebabkan kesulitan menambah berat badan, bahkan ketika asupan makanan meningkat.

5. Diabetes Tipe 1

Diabetes Penyebab Badan Kurus
Foto: Diabetes Penyebab Badan Kurus (lifepack.id)

Diabetes tipe 1 adalah jenis kondisi autoimun di mana tubuh menghancurkan sel-sel di pankreas yang bertanggung jawab untuk produksi insulin.

Insulin sendiri merupakan hormon yang bertanggungjawab untuk metabolisme glukosa.

Ketika diabetes tipe 1 ini tidak dikelola, maka dapat menyebabkan kadar glukosa darah tinggi, yang kemudian diekskresikan dalam urine.

Ekskresi glukosa berlebih inilah yang dapat menyebabkan penurunan berat badan yang tidak disengaja sehingga bisa menjadi salah satu penyebab badan kurus.

Baca Juga: Nefropati Diabetik: Penyakit Saraf yang Menyerang Penderita Diabetes

6. Penyakit Radang Usus

Penyakit radang usus (IBD) adalah istilah umum untuk serangkaian kondisi yang ditandai dengan peradangan usus.

Kondisi ini, seperti penyakit Crohn dan kolitis ulserativa, dapat berdampak negatif pada kemampuan seseorang untuk mempertahankan berat badan.

Kondisi ini dapat membatasi jenis dan jumlah makanan yang dapat dimakan seseorang.

Bahkan terkadang, juga dapat menyebabkan sering diare sehingga menyebabkan penurunan berat badan dalam beberapa kasus.

Hingga para penderitanya cenderung memiliki badan yang kurus.

7. Gangguan Makan

Gangguan Makan Menyebabkan Badan Kurus
Foto: Gangguan Makan Menyebabkan Badan Kurus (Orami Photo Stock)

Penyebab badan kurus lainnya, yakni adanya gangguan makan.

Meskipun ada banyak jenis gangguan makan yang berbeda, orang dengan gangguan makan apapun cenderung membatasi asupan makanan mereka.

Sehingga mereka mengalami kesulitan mempertahankan berat badan yang sehat.

Dalam bentuknya yang paling ekstrem, anoreksia nervosa menyebabkan penurunan berat badan yang ekstrem dan terkadang ketidakmampuan untuk menambah berat badan sepenuhnya.

Kondisi lain, seperti bulimia, juga dapat mempersulit seseorang untuk mempertahankan kalori yang cukup untuk mempertahankan berat badan mereka.

Baca Juga: Cerai saat Hamil, Bagaimana Hukumnya dalam Islam dan Menurut Negara?

8. Obat-obatan dan Perawatan Tertentu

Obat-obatan dan perawatan tertentu yang menyebabkan hilangnya nafsu makan, mual, muntah, dan diare dapat membuat Moms mengalami penyebab badan kurus.

Misalnya, obat-obatan seperti antibiotik dan perawatan seperti kemoterapi yang umumnya diketahui menyebabkan efek samping gastrointestinal.

Biasanya, orang yang memerlukan jenis perawatan ini akan mengalami penurunan berat badan dan kesulitan menambah berat badan selama menjalani perawatan mereka.

Hal ini pun didukung oleh salah satu penelitian yang dipublikasikan dalam The British Journal of Nutrition.

Peneliti mengatakan bahwa pasien kanker yang menerima kemoterapi memiliki risiko tinggi malnutrisi sekunder akibat penyakit dan pengobatan.

Sekitar 40-80% pasien kanker menderita malnutrisi dengan derajat yang berbeda, tergantung pada subtipe tumor, lokasi, stadium dan strategi pengobatan.

9. Menu Makanan yang Salah

Penyebab Badan Kurus
Foto: Penyebab Badan Kurus (Motherandbaby.co.uk)

Penyebab badan kurus selanjutnya adalah salah memilih menu makanan.

Prinsip utama dalam menambah berat badan yakni menambah asupan energi (kalori) yang masuk ke tubuh.

Jadi, coba perhatikan jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Bisa saja jumlah kalorinya tidak cukup untuk menambah berat badan.

Untuk menambah berat badan dengan cara yang sehat, pilihlah makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks, protein, serta lemak menyehatkan.

Hindari makanan tinggi kalori yang miskin zat gizi, seperti junk food dan makanan instan.

10. Kekurangan Nutrisi

Kurangnya nutrisi yang diterima atau biasa disebut dengan malanutrisi juga menjadi penyebab badan kurus.

Kurangnya nutrisi akan membuat tubuhnya selama masa pertumbuhan akan menjadi kurus apabila malanutrisi menderanya.

Akibatnya tubuh akan terlihat kurus dan proses pertumbuhannya tidak selayaknya pada umumnya.

Selain kurus, Moms juga akan rentan terkena serangan penyakit lainnya.

Baca Juga: 5+ Makanan Penyebab BAB Berdarah, Salah Satunya Karena Makanan Pedas!

11. Gangguan Pencernaan

Gangguan Pencernaan Menyebabkan Badan Kurus
Foto: Gangguan Pencernaan Menyebabkan Badan Kurus (Pixabay.com)

Penyebab badan kurus berikutnya adalah gangguan pencernaan.

Melansir Nutrients, akibatnya tidak optimalnya fungsi sistem pencernaan ini membuat nutrisi dan vitamin yang sangat dibutuhkan dalam masa pertumbuhan tidak disalurkan dengan baik.

Ini juga menjadi salah satu alasan mengapa Moms banyak makan namun tubuhnya kurus.

Segera periksa ke dokter guna mendapat penanganan tepat agar gangguan pencernaannya tidak lagi mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan.

12. Stres

Penyebab badan kurus selanjutnya adalah stres.

Stres yang dialami entah lantaran pekerjaan atau mungkin masalah di rumah, akan mempengaruhi kesehatan tubuhnya yang juga termasuk dalam penyebab badan menjadi kurus.

Akibat stres ini maka Moms akan cenderung tidak nafsu makan dan mudah terserang berbagai penyakit.

Apabila dibiarkan begitu saja, maka berat badan akan mengalami penurunan drastis dan menjadi terlihat lebih kurus atau bahkan sangat kurus.

13. Lingkungan Tak Sehat

Faktor Lingkungan Menyebabkan Badan Kurus
Foto: Faktor Lingkungan Menyebabkan Badan Kurus (Freepik.com/freepik)

Penyebab badan kurus selanjutnya juga bisa tergantung pada lingkungan yang tidak sehat.

Sebab, lingkungan yang tidak sehat dan higienis notabenenya terdapat banyak virus dan bakteri akan menyebabkan Moms berisiko terserang infeksi.

Akibatnya Moms akan menderita penyakit yang salah satu dampaknya membuat berat badan mereka menurun dan tubuh menjadi kurus.

Nah, oleh sebab itu pastikan untuk selalu menjaga kebersihan rumah atau pun lingkungan sekitar untuk meminimalisir penyebab badan menjadi kurus.

Baca Juga: 12+ Penyebab Depresi yang Jarang Disadari, Waspada!

Risiko Makan Banyak Tapi Tetap Kurus

Badan Kurus Meski Banyak Makan
Foto: Badan Kurus Meski Banyak Makan (Unsplash.com)

Kekurangan berat badan dapat mewakili banyak masalah kesehatan bagi seseorang sama seperti saat kelebihan berat badan.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan Indeks Masa Tubuh (Body Mass Index atau BMI) untuk menghitung apakah Moms kekurangan berat badan, normal, atau kelebihan berat badan.

BMI dianggap sebagai cara mengukur yang baik, karena membandingkan berat badan dengan tinggi badan.

Kisaran untuk BMI meliputi:

  • Berat badan kurang: kurang dari 18,5
  • Berat badan normal / sehat: 18,5 hingga 24,9
  • Kegemukan: 25,0 hingga 29,9
  • Obesitas: 30 atau lebih tinggi

Perhitungan ini mungkin sedikit tidak akurat untuk seseorang yang merupakan atlet yang tubuhnya memiliki banyak otot. Ini karena otot lebih berat daripada lemak.

Baca Juga: Bolehkah Anak Makan Durian dan Nanas?

Selain melihat penyebab badan kurus, Moms juga harus mengetahui risiko yang menghampiri saat kekurangan berat badan. Ini dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Meski tidak semua orang yang kekurangan berat badan mengalami efek samping atau risiko tertentu.

Namun, beberapa orang mengalami gejala berikut yang berkaitan dengan kekurangan berat badan:

  • Osteoporosis

Menurut studi International Journal of Clinical Practice melaporkan, kekurangan berat badan meningkatkan risiko osteoporosis pada wanita, karena dapat mengakibatkan tulang rapuh dan lebih rentan patah.

  • Masalah Kulit, Rambut, atau Gigi

Jika seseorang tidak mendapatkan nutrisi yang cukup dalam makanan sehari-harinya, mungkin akan ada masalah fisik.

Hal ini seperti kulit yang menipis, rambut rontok, kulit kering, atau kesehatan gigi yang buruk.

  • Sering Sakit

Jika tidak mendapatkan cukup energi dari makanan untuk mempertahankan berat badan yang sehat, ini memungkinkan untuk tidak mendapatkan cukup nutrisi saat melawan infeksi.

Akibatnya mungkin lebih sering sakit, dan penyakit umum, seperti pilek, dapat bertahan lebih lama dari biasanya.

  • Merasa Lelah Sepanjang Waktu

Kalori adalah ukuran energi yang dapat diberikan makanan.

Tidak mendapatkan kalori yang cukup untuk mempertahankan berat badan yang sehat, dapat membuat seseorang merasa lelah.

Baca Juga: 6+ Rekomendasi Minuman Penurun Berat Badan, Aman dan Ampuh!

  • Anemia

Seseorang yang kekurangan berat badan lebih cenderung memiliki jumlah darah rendah yang dikenal sebagai anemia, yang menyebabkan pusing, sakit kepala, dan kelelahan.

  • Haid Tidak Teratur

Wanita yang kekurangan berat badan mungkin mengalami menstruasi yang tidak teratur.

Moms mungkin mendapati menstruasi berhenti, atau menstruasi pertama remaja mungkin tertunda atau tidak ada sama sekali. Ini bahkan dapat menyebabkan kemandulan.

  • Kelahiran Prematur

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam An International Journal of Obstetrics & Gynaecology, seorang wanita yang hamil dan kekurangan berat badan memiliki risiko lebih tinggi untuk persalinan prematur.

  • Pertumbuhan Lambat atau Terganggu

Saat seseorang kurus dan tidak mendapatkan cukup kalori bisa berarti seseorang mungkin tidak berkembang seperti yang diharapkan.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMC Public Health, kekurangan berat badan dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian jika dibandingkan dengan orang memiliki BMI rata-rata.

Kekurangan berat badan juga dapat mengganggu proses penyembuhan seseorang setelah kecelakaan atau trauma, dibandingkan dengan orang yang memiliki BMI rata-rata.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Kanker Darah pada Anak dan Cara Mengatasinya

Tips Menambah Berat Badan

Rajin Olahraga dapat Menggemukkan Badan
Foto: Rajin Olahraga dapat Menggemukkan Badan (Orami Photo Stock)

Bagi beberapa orang yang memiliki badan kurus, cenderung kesulitan dalam menambah berat badan.

Namun, ada tips yang bisa diterapkan untuk mengatasi penyebab badan kurus.

1. Menambah Massa Otot

Jika Moms termasuk individu yang memiliki badan kurus dan ingin sedikit berisi, cobalah untuk rutin berolahraga sehingga massa otot bertambah.

Jenis olahraga yang disarankan, yakni latihan kardio dan latihan beban.

Karena otot lebih berat daripada lemak, maka latihan beban ini dapat membantu Moms dalam meningkatkan berat badan secara keseluruhan.

2. Makan Lebih Sering

Cara lain yang bisa Moms lakukan untuk menambah berat badan, yakni makanlah dengan lebih sering.

Dengan makan lebih sering, maka tubuh Moms akan mendapatkan asupan kalori yang lebih tinggi dari biasanya.

Memecah makanan yang lebih besar menjadi porsi yang kecil dan sering, dapat memungkinkan Moms untuk mendapatkan lebih banyak kalori.

Ini tanpa harus menderita perasaan yang tidak nyaman pada perut.

Sebagai rekomendasi, Moms dapat mengonsumsi makanan dari biji-bijian yang mengandung kalori tinggi dan lemak sehat.

Mulailah setiap makan dengan setidaknya secangkir biji-bijian, dan cobalah untuk memasukkan berbagai lemak, seperti minyak, kacang-kacangan, atau bumbu lainnya.

Terakhir, selesaikan dengan protein tanpa lemak dan setidaknya beberapa porsi sayuran.

3. Konsumsi Suplemen

Mengonsumsi protein shake dan suplemen juga dapat membantu Moms dalam menambah kalori ekstra pada asupan harian.

Shake pengganti makanan cenderung mengandung lebih tinggi kalori dan biasanya ditujukan untuk menjaga berat badan bagi orang yang tidak bisa mengonsumsi makanan biasa.

Selain itu, beberapa protein shake juga diformulasikan khusus untuk membangun massa tubuh.

Jadi, Moms bisa mempertimbangkannya jika ingin menambah berat badan.

Baca Juga: 12 Makanan Penambah Berat Badan yang Enak dan Bernutrisi!

Itu dia Moms, penyebab badan kurus dan tips menambah berat badan yang sehat. Tertarik mencobanya?

  • https://familydoctor.org/healthy-ways-to-gain-weight-if-youre-underweight/
  • https://www.researchgate.net/publication/225300106_Gastrointestinal_symptoms_and_weight_loss_in_cancer_patients_receiving_chemotherapy
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7231022/
  • https://www.healthline.com/health/why-cant-i-gain-weight
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/321612
  • https://www.medicinenet.com/weight_loss/symptoms.htm
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/321612#when-to-see-a-doctor
  • https://www.cdc.gov/healthyweight/assessing/bmi/adult_bmi/english_bmi_calculator/bmi_calculator.html
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27163650/
  • https://obgyn.onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/1471-0528.14027
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4021191/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.