Kesehatan Umum

25 November 2021

5+ Makanan Penyebab BAB Berdarah, Salah Satunya karena Makanan Pedas!

Makanan mengandung gluten juga bisa jadi penyebab lainnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Tengah mengonsumsi makanan kegemaran, kemudian tak sengaja mulas. Lalu, mengalami diare hingga berdarah tapi mungkinkah makanan penyebab bab berdarah?

Kotoran yang sehat biasanya padat, lunak, dan berwarna cokelat. Sedangkan, Bab berdarah bisa terjadi karena diare yang disebabkan oleh patogen, seperti virus atau bakteri. Penyebab paling umum diare pada orang dewasa adalah norovirus.

Alih-alih memiliki waktu untuk membentuk massa padat, materi melewati dalam bentuk cair. Bab berdarah malah terlihat sebagai gantinya.

Makanan Penyebab BAB Berdarah

Ilustrasi bab berdara

Foto: Orami Photo Stock

Penggunaan antibiotik juga dapat menyebabkan diare hingga bab berdarah. Itu karena antibiotik mengganggu bakteri di lapisan lambung. Namun, berikut ini beberapa makanan penyebab bab berdarah:

1. Mengkonsumsi Makanan Berwarna Merah

Moms atau Dads, tahukah makanan penyebab bab berdarah juga bisa berasal dari warnanya. Seperti anggur, jus buah, permen merah hingga kool-aid. Selain itu, makanan berwarna merah juga bisa seperti cranberry, tomat, bit, atau makanan yang diwarnai merah.

Pewarna makanan seperti Merah 40 menyebabkan reaksi hipersensitivitas pada beberapa orang. Gejalanya meliputi gatal-gatal, kulit bengkak dan hidung tersumbat hingga menjadi makanan penyebab bab berdarah menurut International Journal Of Occupational and Environmental Health.

Baca Juga: 9 Penyebab dan Cara Rumahan Mengatasi Ingus Berdarah

2. Sering Konsumsi Makanan Pedas

Makanan pedas sebenarnya bukan makanan penyebab bab berdarah. Namun, makanan pedas bisa menyebabkan masalah pencernaan yang bisa menyebabkan tinja berdarah.

Sering makan makanan pedas bisa menyebabkan wasir hingga fisura anus. Wasir adalah peradangan pada pembuluh darah di anus. Pembuluh darah yang membengkak ini rentan robek dan berdarah saat seseorang mengalami diare atau sembelit.

Diare akibat makan makanan pedas terjadi ketika pencernaan seseorang tidak bisa mentolerir kandungan capsaicin dalam cabai, paprika, dan bumbu pedas lainnya.

Nah, jika diarenya semakin parah, bisa langsung menyebabkan wasir semakin parah. Ciri-ciri wasir tidak hanya bisa dilihat dari buang air besar berdarah, tetapi Moms atau Dads juga merasakan gatal, panas, dan nyeri di bagian anus yang tergores atau sesak.

Baca Juga:Gusi Berdarah, Wajib Tahu Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya!

3. Susu dan Produk Susu

Laktosa adalah gula yang ditemukan dalam susu dan produk susu. Ini dipecah dalam tubuh oleh enzim yang disebut laktase, yang diperlukan agar laktosa dapat dicerna dan diserap dengan baik.

Intoleransi laktosa disebabkan oleh kekurangan enzim laktase, yang menyebabkan ketidakmampuan untuk mencerna laktosa dan mengakibatkan gejala pencernaan.

Bahkan, diperkirakan 65% populasi dunia mengalami kesulitan mencerna laktosa. Intoleransi dapat didiagnosis dengan beberapa cara, termasuk tes toleransi laktosa, tes napas laktosa atau tes PH tinja.

Jika merasa memiliki intoleransi terhadap laktosa, hindari produk susu yang mengandung laktosa, seperti susu dan es krim.

Keju tua dan produk fermentasi seperti kefir mungkin lebih mudah ditoleransi oleh mereka yang memiliki intoleransi laktosa, karena mengandung lebih sedikit laktosa daripada produk susu lainnya menurut informed health.

4. Makanan yang Mengandung Gluten

Gluten adalah nama umum yang diberikan untuk protein yang ditemukan dalam gandum, barley, rye dan triticale.

Beberapa kondisi berhubungan dengan gluten, termasuk penyakit celiac, sensitivitas gluten non-celiac dan alergi gandum.

Penyakit celiac melibatkan respons imun, itulah sebabnya penyakit ini diklasifikasikan sebagai penyakit autoimun. Ketika orang dengan penyakit celiac terkena gluten, sistem kekebalan menyerang usus kecil dan dapat menyebabkan kerusakan serius pada sistem pencernaan.

Alergi gandum sering dikacaukan dengan penyakit celiac karena gejalanya yang mirip. Mereka berbeda dalam hal alergi gandum menghasilkan antibodi penghasil alergi terhadap protein dalam gandum, sedangkan penyakit celiac disebabkan oleh reaksi imun abnormal terhadap gluten pada khususnya.

Namun, banyak orang mengalami gejala yang tidak menyenangkan bahkan ketika mereka dites negatif untuk penyakit celiac atau alergi gandum.

Untuk itu, maka Moms dan Dads harus menjauhi makanan penyebab bab berdarah dari gluten seperti roti, spaghetti, sereal, makanan yang dipanggang, biscuit dan beberapa saus terutama kecap.

Baca Juga:

5. Makanan yang Mengandung Fruktosa

Fruktosa, yang merupakan jenis FODMAP, adalah gula sederhana yang ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran, serta pemanis seperti madu, agave, dan sirup jagung fruktosa tinggi.

Konsumsi fruktosa, terutama dari minuman manis, telah meningkat secara dramatis dalam empat puluh tahun terakhir dan dikaitkan dengan peningkatan obesitas, penyakit hati, dan penyakit jantung.

Selain peningkatan penyakit terkait fruktosa, juga terjadi lonjakan malabsorpsi dan intoleransi fruktosa.

Pada orang dengan intoleransi fruktosa, fruktosa tidak diserap secara efisien ke dalam darah.

Sebaliknya, fruktosa yang tidak diserap berjalan ke usus besar, di mana ia difermentasi oleh bakteri usus, menyebabkan gangguan pencernaan dan tak jarang menjadi makanan penyebab bab berdarah.

Adapun makanan yang harus dihindari dengan kandungan fruktosa yaitu seperti soda, apel, jus apel, sari apel, makanan mengandung sirup jagung fruktosa tinggi, buah-buahan seperti semangka, ceri, dan pir dan sayuran tertentu seperti kacang polong.

Bab berdarah mungkin mengindikasikan sesuatu yang serius, seperti pendarahan gastrointestinal, atau sesuatu yang tidak terlalu parah seperti makanan penyebab bab berdarah. Tapi, kemerahan bisa sedikit berbeda.

6. Efek Samping Obat

Obat-obatan tertentu dapat menyebabkan perdarahan gastrointestinal atau mengganggu bakteri di perut. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan atau infeksi yang dapat jadi penyebab bab berdarah.

Segera ke dokter bila Moms atau Dads bahkan Si Kecil telah mengonsumsi makanan penyebab bab berdarah dan gejala seperti demam, dehidrasi hingga tak membaik sama sekali.

  • https://www.mindbodygreen.com/articles/find-blood-in-your-stool-possible-causes-and-natural-treatments
  • https://www.buoyhealth.com/learn/bloody-diarrhea#bacterial-infection
  • https://gi.org/topics/diarrhea-acute-and-chronic/
  • https://www.mwhtc-stl.com/blog/best-and-worst-foods-for-hemorrhoids
  • https://www.parents.com/baby/care/gas/what-causes-bloody-stool-in-babies-and-what-to-do/
  • https://childrensgimd.com/child-blood-poop/
  • https://www.healthline.com/nutrition/common-food-intolerances#TOC_TITLE_HDR_12
  • https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1179/1077352512Z.00000000034
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK310267/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/321283
  • https://uihc.org/health-topics/stools-blood
  • https://www.beaumont.org/services/oncology/colorectal-cancer/blood-in-your-stool
  • https://www.livestrong.com/article/542615-foods-that-can-cause-blood-in-stool/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait