29 Maret 2019

Terapi Online, Apakah Sama Dengan Terapi Tatap Muka?

Semua serba online, bahkan terapi juga bisa dilakukan secara online.

Dengan adanya internet semua jadi serba mudah. Mengerjakan tugas kuliah, melakukan riset pembelajaran, belanja, pesan makan pun tinggal ketik-ketik di layar.

Tidak hanya itu, terapi bisa dilakukan secara online juga lho Moms. Nama istilahnya adalah e-therapy.

Terapi online atau e-therapy adalah sarana yang tepat untuk siapapun yang membutuhkan, tapi perlu diketahui Moms, bahwa terapi ini bukanlah psikoterapi ataupun konseling psikologi.

E-therapy adalah pembinaan; membantu seseorang mengatasi masalah dalam kehidupan dengan bimbingan profesional.

Jadi tidak ada urusannya dengan diagnosis gangguan ataupun obat-obatan medis.

Perkembangan Telepsikologi

new best online therapy how are the best online therapy websites ranked 1
Foto: new best online therapy how are the best online therapy websites ranked 1

Foto: betterhelp.com

Psikolog pada umumnya merujuk terapi apa pun yang dibantu dengan alat atau perangkat telekomunikasi sebagai telepsikologi—terapi telepon, terapi teks atau terapi online.

Kapan pun dan di manapun, kita bisa mengobrol dengan psikolog via situs web, ponsel, atau aplikasi seluler, kita bisa ikut serta dalam layanan telepsikologi.

Para peneliti menaruh minat besar pada telepsikologi dan telehealth, mengevaluasi seberapa baik kerjanya, terutama dibandingkan dengan sesi psikoterapi konvensional.

Tetapi seperti halnya teknologi, penelitian ini masih baru, dan ada banyak sisi sains tentangnya yang belum diketahui.

Baca Juga: Kenalan Sama Podcast yuk, Apa sih Isinya?

Kelebihan Terapi Online

chat 1 e1485200366742 1030x552
Foto: chat 1 e1485200366742 1030x552

Foto: patsconsultant.com

Walau bukan pilihan yang paling utama, terapi online terbukti efektif menangani depresi dan kecemasan, gangguan makan, ADHD, dukungan ASD, dan mengurangi stress.

Menurut Dawn Kingston Ph.D, seorang profesor dan praktisioner psikologi, terapi online mendukung banyak hal:

  • Sama efektifnya seperti terapi konvensional. Hal ini diketahui dari ulasan percobaan yang dilakukan selama 20 tahun terakhir terhadap e-therapy yang terpandu.
  • Terapi online adalah pilihan yang terjangkau bagi kita yang membutuhkan jika dibandingkan dengan terapi konvensional.
  • Kita bisa melakukan e-therapy dari rumah dan tak harus menyita banyak waktu lagi untuk bepergian.
  • Terapi online tidak terbatas pada rencana asuransi. Jadi kita bisa memperpanjangnya terus tanpa batasan.
  • Bagi seseorang yang membutuhkan terapi tapi terbatas karena kondisi fisik yang serius, e-therapy adalah solusinya.

Baca Juga: Ini 4 Tanda-Tanda Anda Sudah Kecanduan Gadget!

Kekurangan Terapi Online

bigstock 123997217
Foto: bigstock 123997217

Foto: theravive.com

Sementara itu, ada pula kelemahan terapi online menurut John M Grohol Psy.D, peneliti di bidang psikologi. Tanpa isyarat nonverbal, komunikasi jadi berpotensi besar untuk disalahpahami.

Ini juga mensyaratkan bahwa seseorang harus mahir dan relatif nyaman dengan membaca dan menulis, dan agar dua pihak dapat berkomunikasi pada tingkat pemahaman yang sama.

Baca Juga: 5 Foto Anak yang Tidak Boleh Diupload di Sosial Media dan Alasannya

Perkembangan Terapi Online

skype therapy
Foto: skype therapy

Foto: dalgitytherapy.ca

Kekuatan terapi online terletak pada penggunaan komunikasi berbasis teks, lebih disukai melalui email, tetapi juga dapat mencakup obrolan.

Jadi, jika Moms atau kenalan Moms ingin mencoba terapi online, perlu diingat bahwa terapi ini ibarat pembinaan melalui teks. Tidak ada diagnosis penyakit tertentu, tidak ada obat-obatan medis.

Lakukan riset terlebih dahulu jika benar-benar ingin mencoba terapi online.

(MDA)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.