Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
25 Mei 2022

Kemenkes Umumkan Waspada Virus Cacar Monyet, Ketahui 5 Fakta Penyakit Menular Ini

Cacar monyet menular melalui darah, air liur, cairan tubuh, lesi kulit atau cairan pada cacar, dan droplet pernapasan
Kemenkes Umumkan Waspada Virus Cacar Monyet, Ketahui 5 Fakta Penyakit Menular Ini

Foto: Parents.com

Melalui siaran pers, World Health Organization (WHO) meminta masyarakat untuk waspada terhadap virus cacar monyet.

Sejak 13 Mei 2022, kasus cacar monyet telah dilaporkan ke WHO dari 12 Negara anggota yang tidak endemik virus cacar monyet, di tiga wilayah WHO.

Saat ini, investigasi epidemiologis sedang berlangsung, namun, kasus yang dilaporkan sejauh ini tidak memiliki hubungan perjalanan ke daerah endemik.

Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, kasus terutama tetapi tidak secara eksklusif telah diidentifikasi di antara laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) yang mencari perawatan di perawatan primer dan klinik kesehatan seksual.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Kesehatan RI pun memberikan agar masyarakat waspada terhadap virus cacar monyet meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasusnya di Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH mengatakan belum ada laporan kasus cacar monyet (monkeypox) di Indonesia. Kemenkes tetap melakukan sejumlah kewaspadaan untuk mencegah terjadinya penularan di Indonesia.

“Hingga saat ini belum ada kasus (cacar monyet) yang dilaporkan dari Indonesia,” katanya pada konferensi pers secara virtual di Jakarta pada Selasa, 24 Mei 2022 seperti dikutip dari situs web resmi Kemenkes RI.

Kemenkes juga menyiapkan surat edaran untuk meningkatkan kewaspadaan di setiap wilayah melalui dinas kesehatan, kantor kesehatan pelabuhan, dan rumah sakit.

Revisi pedoman pencegahan dan pengendalian cacar monyet pun dilakukan untuk menyesuaikan situasi dan informasi baru dari WHO, khususnya mengenai surveilans, tatalaksana klinis, komunikasi risiko, dan pengelolaan laboratorium.

Baca Juga: Agar Bisa Dicegah, Cari Tahu Waktu Terbaik Vaksin Cacar Air

Fakta Virus Cacar Monyet

Karenanya, ketahui fakta tentang virus cacar monyet, dikutip dari Surat Edaran Kemenkes RI Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tentang Kewaspadaan Importasi Penyakit Monkeypox.

1. Penularan Melalui Hewan

cacar monyet-1

Foto: cacar monyet-1 (passporthealthusa.com)

Foto: passporthealthusa.com

Cacar monyet disebabkan oleh virus human monkeypox (MPXV) orthopoxvirus dari famili poxviridae yang bersifat highlipatogenik atau zoonosis.

Virus Ini pertama kali ditemukan pada monyet di tahun 1958, sedangkan kasus pertama pada manusia (anak-anak) terjadi pada tahun 1970.

Menurut data WHO, negara Afrika Tengah dan Barat menjadi daerah endemis virus cacar monyet. Penyakit ini ditularkan oleh hewan, terutama hewan pengerat yang mengandung virus cacar monyet.

Penularan bisa terjadi melalui gigitan, cakaran, kontak langsung dengan darah, cairan tubuh atau lesi di kulit atau mukosa hewan, juga konsumsi daging yang tidak dimasak dengan baik.

Penularan cacar monyet dari manusia ke manusia mungkin terjadi namun sangat terbatas, bisa melalui saluran pernapasan atau lesi pada kulit.

Mengutip dari situs WHO, infeksi cacar monyet di Afrika telah ditemukan pada banyak spesies hewan seperti tupai pohon, tikus Gambia, tikus bergaris, dormice, dan hewan primata.

2. Penularan pada Manusia

Penularan melalui kontak erat dengan hewan atau manusia yang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi virus.

“Penularan dapat melalui darah, air liur, cairan tubuh, lesi kulit atau cairan pada cacar, kemudian droplet pernapasan,” kata dr Syahril.

3. Masa Inkubasi

181106-chickenpox-al-1236_e57f4cf83864d0745fb59be610aada9a.jpg

Foto: 181106-chickenpox-al-1236_e57f4cf83864d0745fb59be610aada9a.jpg

Foto: Nbcnews.com

Masa inkubasi virus cacar monyet biasanya 6 sampai 16 hari tetapi dapat mencapai 5 sampai 21 hari. Fase awal gejala yang terjadi pada 1 sampai 3 hari yaitu demam tinggi, sakit kepala hebat, limfadenopati atau pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot, dan lemas.

Pada fase erupsi atau fase paling infeksius terjadinya ruam atau lesi pada kulit biasanya dimulai dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Secara bertahap mulai dari bintik merah seperti cacar makulopapula, lepuh berisi cairan bening (blister), lepuh berisi nanah (pustule), kemudian mengeras atau keropeng lalu rontok.

“Biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai periode lesi tersebut menghilang dan rontok,” ucap dr Syahril.

Baca Juga: 10 Kiat Mengatasi Anak Sulit Makan Saat Sakit

4. Penyakit yang Bisa Sembuh Sendiri

Cacar monyet adalah penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14-21 hari.

Kasus yang parah sering terjadi pada anak-anak dan terkait dengan tingkat paparan virus, status kesehatan pasien, dan tingkat keparahan komplikasi.

Kasus kematian akibat cacar monyet bervariasi, tetapi kurang dari 10 persen kasus yang dilaporkan, sebagian besar diantaranya adalah anak-anak. Kelompok usia yang lebih muda tampaknya lebih rentan terhadap cacar monyet.

5. Belum Ada Vaksin yang Bisa Membasmi

image-20160804-12207-1flp6oj.jpg

Foto: image-20160804-12207-1flp6oj.jpg

Foto: Theconversation.com

Mengutip dari situs WHO, tidak ada perawatan khusus atau vaksin yang tersedia untuk infeksi cacar monyet, tetapi wabah dapat dikendalikan.

Vaksinasi terhadap cacar telah terbukti 85 persen efektif dalam mencegah cacar monyet di masa lalu, tetapi vaksin ini tidak lagi tersedia untuk masyarakat umum dan dihentikan setelah pemberantasan cacar secara global.

Itulah beberapa fakta penting yang perlu Moms ketahui tentang penyakit cacar monyet. Jika Si Kecil atau anggota keluarga ada yang menunjukkan gejala-gejala tersebut, segera mencari bantuan medis ya Moms!

  • https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20220524/0139947/kemenkes-tetap-waspada-walau-belum-ada-laporan-kasus-cacar-monyet-di-indonesia/
  • https://www.who.int/emergencies/disease-outbreak-news/item/2022-DON385