16 September 2018

Kenali Ciri-ciri Anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

Salah satu karateristiknya adalah hiperaktif

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah salah satu gangguan mental yang sering terjadi pada anak-anak. Mereka yang mengalami ADHD bisa jadi sangat hiperaktif dan tidak mampu mengontrol impulsnya. Atau, mereka kesulitan menaruh perhatian pada suatu hal.

ADHD biasanya terdeteksi pada tahun awal masuk sekolah – ketika anak sulit fokus di kelas. Perilaku ini bisa mengganggu kehidupan anak di sekolah dan di rumah.

Karateristik ADHD bergantung pada faktor genetik dan pengaruh lingkungan, Ma. Ketika membandingkan faktor-faktor tersebut, tiga ciri yang paling dominan adalah sebagai berikut:

Inatensi

adhd 1
Foto: adhd 1

Pengidap ADHD dengan ciri ini sulit memusatkan perhatian. Mereka menunjukkan tingkah laku dan emosi yang tidak peduli pada lingkungan di sekitarnya.

Anak tipe ini biasanya sering melupakan tugas-tugasnya, mudah terdistraksi dengan gangguan kecil, dan cepat bosan dengan pekerjaan yang membutuhkan perhatian terus menerus. Karakteristik ini bisa dibilang istimewa karena biasanya anak tidak berusaha menonjolkan dirinya.

National Institute of Mental Health menyatakan bahwa anak ADHD dengan tipe ini bisa duduk dengan diam, tidak mengganggu orang lain, terlihat seperti fokus pada suatu hal, tapi sebenarnya tidak mengerti arahan atau tugas yang diberikan guru di kelas.

Hiperaktif

adhd 2
Foto: adhd 2

Mereka yang berada pada tipe ini biasanya menunjukkan tanda yang berorientasi pada aktivitas fisik. Ciri khas anak hiperaktif adalah gelisah atau menggeliat saat duduk, tidak berhenti bicara, pindah dari satu kursi ke lainnya, lompat-lompat, hingga sulit melakukan tugas yang melibatkan perencanaan strategis.

Impulsif

adhd 3
Foto: adhd 3

ADHD dengan tipe ini juga memiliki karateristik sendiri. Misalnya, mereka bertindak tidak sabaran, meneriakkan komentar yang tidak sesuai waktu dan konteksnya, menjawab sebelum pertanyaan selesai dilontarkan, sering menyela pembicaraan, dan sulit merasa puas. Contoh lainnya, anak-anak tidak suka mengantre atau bergantian saat bermain.

Meskipun sulit mengasuh anak dengan ADHD, Mama perlu ingat bahwa mereka bukanlah 'anak nakal', 'tukang cari masalah', atau ,sulit dimengerti. Mereka hanya kesulitan untuk mengontrol tingkah laku mereka tanpa bantuan perawatan dan pengobatan. Jadi, butuh kesabaran lebih untuk menghadapi anak berkebutuhan khusus seperti ini, ya, Ma.

Baca Juga: Ini Cara Mengatasi Anak Nakal dan Manja

(GLW)

Foto: Shutterstock

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.