05 Desember 2019

Obesitas pada Anak, Ini 3 Miskonsepsi Paling Umum

Yuk, pahami informasi yang benar agar Moms tidak salah paham tentang obesitas pada anak.

Obesitas pada anak telah menjadi salah satu masalah kesehatan paling darurat di dunia. Dalam situs webnya, lembaga kesehatan dunia WHO mencatat bahwa pada 2016, kasus obesitas pada anak balita di seluruh dunia berjumlah 41 juta!

Sementara, jumlah anak berusia 5−19 tahun di dunia, yang memiliki kondisi serupa pada tahun yang sama, mencapai lebih dari 340 juta!

Berat badan berlebih maupun obesitas pada anak dianggap berbahaya karena menyimpan risiko jangka panjang yang dapat muncul saat anak dewasa, di antaranya:

  • Tetap kelebihan berat badan atau obesitas
  • Berisiko menderita penyakit kardiovaskular
  • Berisiko mengalami kematian dini
  • Berisiko mengalami disabilitas

Dalam artikel ilmiah berjudul Myths about Childhood Obesity yang terdapat di pusat kepustakaan ilmu kesehatan PubMed disebutkan, obesitas pada anak adalah kondisi yang rumit dan dipicu oleh berbagai faktor.

Pemahaman yang keliru atas obesitas pada anak, termasuk mitos seputar obesitas pada anak, dapat menyebabkan penanganan yang tidak tepat.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memiliki pemahaman yang tepat seputar obesitas pada anak. Ketahui juga fakta di balik miskonsepsi seputar obesitas pada anak berikut.

Baca Juga: 4 Dampak Jangka Panjang Obesitas terhadap Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

1. Sehat dan Akan Turun Sendiri Beratnya

Obesitas pada Anak, Ini 3 Miskonsepsi Paling Umum 01.jpg
Foto: Obesitas pada Anak, Ini 3 Miskonsepsi Paling Umum 01.jpg

Foto: narayanahealth.org

Faktanya, bayi atau anak balita yang kelebihan berat badan akan kesulitan untuk bergerak secara aktif, yang sebenarnya penting untuk mendukung perkembangannya.

Selain itu, pertambahan berat badan yang drastis dalam setahun pertama usia anak juga meninggikan risikonya untuk menderita obesitas saat dewasa.

2. Baru Perlu Dikhawatirkan Ketika Anak Masuk SD

Obesitas pada Anak, Ini 3 Miskonsepsi Paling Umum 02.jpg
Foto: Obesitas pada Anak, Ini 3 Miskonsepsi Paling Umum 02.jpg

Foto: exercise.co.uk

Mencegah obesitas pada anak balita justru dapat berdampak signifikan dalam menghentikan “wabah” obesitas pada anak secara umum, serta menurunkan risiko obesitas pada orang dewasa.

Dikutip dari lembar fakta Myths and Realities: Early Childhood Obesity terbitan the Institute of Medicine of the National Academies, lebih dari 20 persen anak balita usia 2−5 tahun sudah mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Baca Juga: Hati-Hati, 3 Jenis Infeksi Ini Sering Menyerang Balita Lho!

3. Perlu Diatasi Secara Cepat

Obesitas pada Anak, Ini 3 Miskonsepsi Paling Umum 03.jpg
Foto: Obesitas pada Anak, Ini 3 Miskonsepsi Paling Umum 03.jpg

Foto: sheknows.com

Dikutip dari situs web Healthy Children, obesitas adalah masalah yang tidak bisa diatasi dalam waktu semalam atau bahkan beberapa minggu. Tidak ada cara cepat untuk mengurangi berat badan berlebih pada tubuh si Kecil.

Cara-cara instan yang cukup populer, seperti pil diet atau teh herbal, justru dapat membahayakan kesehatan anak. Untuk memangkas kelebihan berat badan anak secara aman, Moms sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak atau dokter gizi anak.

Melihat besarnya risiko dari obesitas pada anak, orang tua perlu memahami benar bahwa kondisi tersebut tidak boleh disepelekan. Biasakan pola makan yang sehat serta rajin berolahraga di keluarga agar terlindungi dari problem obesitas.

Baca Juga: 4 Dampak Jangka Panjang Obesitas terhadap Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

(AN/DIN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.