23 Juli 2023

Ketahui 4 Penyebab Anak Mimpi Buruk Dan Cara Mengatasinya

Kenali penyebab mimpi buruk supaya bisa dicegah dan dikurangi.

Anak mimpi buruk memang tidak menimbulkan efek psikologis jangka panjang, tapi sering terbangun akibat mimpi buruk bisa mengganggu kualitas kesehatan dan istirahat anak, serta kemampuannya untuk fokus dan konsentrasi saat belajar.

Secara umum, mimpi buruk sendiri bisa dipicu oleh kondisi fisik, emosional, ataupun mental yang sedang dialami anak.

Dengan mengetahui berbagai kemungkinan penyebabnya, Moms bisa membantu mencegah dan mengurangi frekuensi mimpi buruk pada anak.

Apa saja penyebab anak mimpi buruk dan bagaimana cara mencegahnya? Simak informasi berikut untuk tahu jawabannya ya, Moms?

Baca Juga: 8 Arti Mimpi Jatuh dari Motor, Mimpi Moms yang Mana?

Anak Mimpi Buruk, Apakah Tanda Bahaya?

Anak Mimpi Buruk
Foto: Anak Mimpi Buruk (Orami Photo Stock)

Sebelum membahas lebih lanjut, Moms perlu mengetahui bahwa menurut definisi National Health Services, mimpi buruk adalah mimpi tidak menyenangkan yang terasa sangat nyata dan memicu reaksi emosional kuat sampai membangunkan seseorang dari tidurnya.

Mimpi buruk adalah pengalaman yang umum dialami oleh banyak orang, termasuk anak-anak.

Biasanya terjadi selama fase REM (rapid eye movement) dalam siklus tidur, yang cenderung terjadi pada tengah malam atau dini hari.

Pada saat ini, otak aktif dalam memproses emosi dan pikiran yang kompleks, yang dapat menghasilkan adegan yang menakutkan dalam mimpi.

Anak-anak seringkali mengalami mimpi buruk yang berkaitan dengan hal-hal yang membuat mereka takut.

Adegan-adegan ini mungkin melibatkan situasi di mana mereka merasa dikejar, diledek, dimarahi, atau bahkan dipukul oleh karakter dalam mimpi mereka.

Hal ini dapat terkait dengan ketakutan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari, seperti ketakutan akan monster, hantu, atau bahkan situasi sosial yang menegangkan.

Mimpi buruk pada anak-anak sebenarnya bisa menjadi hal yang normal dalam perkembangan mereka. Ini adalah cara otak mereka untuk memproses emosi dan mengatasi ketakutan yang mereka alami.

Namun, sebagai orang tua, penting untuk memberikan dukungan dan kenyamanan kepada anak-anak ketika mereka mengalami mimpi buruk.

Mengajarkan mereka strategi untuk menghadapi dan mengatasi ketakutan, seperti bernapas dalam-dalam atau berbicara tentang mimpi buruk mereka, dapat membantu mereka merasa lebih aman dan tenang saat tidur.

Baca Juga: 8 Arti Mimpi Melihat Pesawat Jatuh, Pertanda Buruk?

Penyebab Mimpi Buruk

Penyebab Anak Mimpi Buruk
Foto: Penyebab Anak Mimpi Buruk (Romper.com)

Menurut sebuah studi yang dilansir National Institutes of Health, puncak kasus anak mimpi buruk terjadi pada usia 3-6 tahun, dan umumnya dipicu oleh faktor perkembangan, genetik, organik, dan psikologis anak.

Nah, berikut adalah berbagai penyebab anak mimpi buruk yang perlu Moms ketahui.

1. Konflik Emosional

Konflik emosional atau stres psikologis yang dialami anak dapat menjadi pemicu mimpi buruk.

Anak-anak dapat merespons secara emosional terhadap situasi yang sulit, seperti menghadapi bullying di sekolah, perceraian orang tua, atau kematian orang terdekat.

Emosi negatif yang terkait dengan pengalaman tersebut dapat mempengaruhi kualitas tidur mereka, termasuk meningkatkan kemungkinan mereka mengalami mimpi buruk.

Penting untuk diingat bahwa anak-anak seringkali sulit mengekspresikan dan mengelola stres secara verbal atau melalui mekanisme penanganan yang dewasa.

Oleh karena itu, mimpi buruk dapat menjadi salah satu cara otak anak untuk memproses dan mengatasi konflik emosional yang mereka hadapi.

2. PTSD

Kejadian traumatis seperti kekerasan, pelecehan seksual, penculikan, kecelakaan tragis, menjalani operasi, atau dirawat di rumah sakit dalam waktu lama dapat menyebabkan mimpi buruk pada anak.

Terutama jika mereka mengalami PTSD (post-traumatic stress disorder).

PTSD adalah gangguan mental yang dapat terjadi setelah pengalaman traumatis yang mengancam keselamatan atau integritas seseorang.

Anak-anak yang mengalami PTSD dapat mengalami mimpi buruk yang intens dan berulang tentang pengalaman traumatis mereka.

Baca Juga: Demam Rematik: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Beberapa kondisi kesehatan dan faktor lingkungan tertentu dapat menyebabkan atau mempengaruhi...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb