Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN MENTAL
09 Agustus 2022

Kenali Jenis Bullying yang Bisa Dialami Anak Beserta Contoh Tindakannya

Ada penindasan fisik, relasional, emosional, seksual hingga perundungan siber
Kenali Jenis Bullying yang Bisa Dialami Anak Beserta Contoh Tindakannya

Sekolah dan lingkungan bermain anak seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak. Sayangnya, hingga saat ini berbagai jenis-jenis bullying atau penindasan masih kerap terjadi dalam kehidupan anak-anak.

Baik itu di sekolah, dalam lingkungan pergaulan anak, atau di lingkungan tempat tinggal keluarga Moms.

Kadang anak yang menjadi korban bullying tidak berani memberi tahu orangtua, entah karena takut semakin ditindas atau karena merasa dirinya pantas diperlakukan secara tidak adil.

Penting bagi Moms dan Dads untuk membangun komunikasi yang baik dengan anak sehingga bullying dapat dicegah.

Menurut Steven Pastyrnak, Ph.D., Kepala Divisi Psikologi di Rumah Sakit Anak Helen DeVos di Grand Rapids, MI, orang tua perlu mengajukan pertanyaan dan buatlah anak-anak berbicara secara terbuka tentang situasi sosial mereka.

Ketahui teman mana yang cocok dengan mereka dan mana yang tidak. Selain itu, orangtua juga harus peka melihat ciri-ciri dari jenis bullying yang bisa saja dialami oleh anak-anak.

Baca Juga: Peran Penting Orang Tua dalam Perilaku Bullying Anak

Jenis-jenis Bullying

Perlu Moms ketahui, tidak semua pelaku bully itu sama.

Masing-masing memiliki gaya yang berbeda dan menggunakan taktik yang berbeda untuk mengintimidasi dan mengendalikan korbannya.

Beberapa pelaku mungkin akan menggertak sangat licik tentang bagaimana mereka menyerang target mereka, sementara yang lain benar-benar jahat.

Dengan menyadari tidak hanya jenis-jenis bullying yang mungkin dihadapi anak, Moms akan lebih siap untuk membantu anak dalam situasi apa pun.

Adapun beberapa jenis-jenis bullying yang bisa menimpa anak-anak, yakni:

1. Penindasan Verbal

Penindasan Verbal

Foto: Penindasan Verbal (Orami Photo Stocks)

Foto: jenis-jenis bullying (Orami Photo Stock)

Anak yang ditindas lewat kata-kata biasanya diberi julukan yang negatif, misalnya "si bodoh", "si gendut", "si jelek", dan sebagainya.

Anak juga sudah sering menerima makian atau ejekan yang menyakitkan hati.

Biasanya, pengganggu verbal akan menggunakan penghinaan tanpa henti untuk meremehkan, merendahkan, dan menyakiti orang lain.

Mereka memilih target mereka berdasarkan cara mereka melihat, bertindak, atau berperilaku. Penindas verbal juga biasa menargetkan anak-anak berkebutuhan khusus.

Bullying verbal sering kali sangat sulit untuk diidentifikasi karena serangan hampir selalu terjadi ketika orang dewasa tidak ada.

Akibatnya, sering kali perkataan seseorang bertentangan dengan perkataan orang lain.

Selain itu, banyak orang dewasa merasa bahwa hal-hal yang dikatakan anak-anak tidak memengaruhi orang lain secara signifikan.

Akibatnya, mereka biasanya menyuruh korban bullying untuk “mengabaikannya”.

Padahal, bullying verbal harus ditanggapi dengan serius.

Hal ini karena korban jenis bullying verbal biasanya tidak percaya diri, mudah tersinggung, dan menarik diri dari pergaulan.

Bahkan, penelitian dalam Journal of Adolescent Health menunjukkan bahwa intimidasi verbal dan pemanggilan nama atau julukan tertentu yang bermakna buruk memiliki konsekuensi serius dan dapat meninggalkan bekas luka emosional yang dalam.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengatasi Jika Anak Jadi Korban Bullying?

2. Penindasan Fisik

Penindasan Fisik

Foto: Penindasan Fisik

Foto: jenis-jenis bullying, penindasan fisik (Orami Photo Stock)

Jenis bullying ini dampaknya sangat terlihat.

Bullying fisik terjadi ketika anak-anak menggunakan tindakan fisik untuk mendapatkan kekuatan dan kendali atas target mereka.

Contoh intimidasi fisik termasuk menendang, memukul, meninju, menampar, mendorong, dan serangan fisik lainnya.

Anak mungkin mengalami memar atau luka dengan alasan yang tidak jelas seperti jatuh dari tangga. Namun, kadang bekas-bekas serangan si pelaku tidak tampak.

Maka, perhatikan tanda-tanda lain seperti anak tidak mau pakai baju yang agak terbuka atau ketika Moms menyentuh bagian tubuh tertentu, anak meringis kesakitan atau mengaduh.

Biasanya anak yang bertubuh kecil atau fisiknya lemah rentan mengalami penindasan jenis ini.

Baca Juga: 6 Penyebab Anak Suka Marah, Salah Satunya karena Perilaku Orang Tua Juga

3. Pengucilan atau Bullying Relasional

Pengucilan

Foto: Pengucilan

Foto: jenis-jenis bullying, pengucilan (Orami Photo Stock)

Meskipun tidak diejek-ejek secara langsung atau disakiti secara fisik, pengucilan masuk dalam jenis bullying.

Anak mungkin difitnah atau disudutkan sehingga tak ada yang mau berteman dengannya.

Terkadang, pengucilan juga disebut sebagai intimidasi emosional atau agresi relasional.

Pengganggu relasional atau pelaku bullying jenis ini sering mengucilkan orang lain dari suatu kelompok, menyebarkan desas-desus, memanipulasi situasi, dan menghancurkan kepercayaan.

Tujuan dari pelaku pengucilan adalah untuk meningkatkan status sosial mereka sendiri dengan mengendalikan atau menindas orang lain.

Perhatikan jika anak lebih senang menyendiri dan sibuk main video game daripada bermain bersama teman-temannya.

Anak yang dikucilkan juga cenderung tidak percaya diri dan mudah tersinggung.

Baca Juga: Kenali Dampak Jangka Panjang dan Jangka Pendek Bullying pada Korban

4. Cyberbullying

Cyberbullying

Foto: Cyberbullying

Foto: jenis-jenis bullying, perundungan siber (Orami Photo Stock)

Maraknya penggunaan media sosial dan internet perlu ditanggapi dengan bijak.

Pasalnya, penindasan pada anak juga bisa terjadi di dunia maya. Penindasan ini dikenal dengan istilah cyberbullying.

Misalnya, ketika akun media sosial anak dibanjiri komentar negatif yang menyakitkan atau data pribadi seperti foto dan video disebarkan tanpa seizin anak.

Pelaku cyberbullying sering mengatakan hal-hal yang tidak berani mereka katakan secara langsung.

Teknologi membuat mereka merasa anonim, terisolasi, dan terlepas dari situasi.

Hingga tak heran, pelakunya mungkin menggunakan nama samaran sehingga tindakannya sangat keterlaluan karena pengganggu dapat melecehkan target mereka dengan risiko tertangkap yang jauh lebih kecil.

Sementara itu, korban akan merasa bahwa peristiwa tidak nyaman ini berlangsung terus-menerus dan tak pernah berakhir.

Hal ini karena penindas dapat mendatangi mereka kapan saja dan di mana saja melalui internet.

Bila anak sering menghabiskan waktu di dunia maya tapi selalu tampak resah atau sedih, Moms perlu berhati-hati dan bicarakan baik-baik dengan anak.

Barangkali, mereka menjadi korban dari cyberbullying.

Baca Juga: Anak Ussy Sulistiawaty Dibully di Medsos, Begini 7 Cara Hadapi Cyberbullying Pada Anak

5. Penindasan Seksual

Penindasan Seksual

Foto: Penindasan Seksual

Foto: jenis-jenis bullying, penindasan seksual (Orami Photo Stock)

Jenis bullying yang satu ini lebih sering dialami anak perempuan daripada anak laki-laki.

Penindasan seksual terdiri dari tindakan berulang, berbahaya, dan memalukan yang menargetkan seseorang secara seksual.

Biasanya si korban menerima ejekan atau julukan yang bernada seksual atau melecehkan. Misalnya, tubuh anak sudah lebih dewasa dari anak perempuan seusianya.

Termasuk juga pemanggilan nama secara seksual, komentar kasar, gerakan vulgar, sentuhan tanpa diundang, proposisi seksual, dan materi pornografi.

Seorang penindas mungkin membuat komentar kasar tentang penampilan, daya tarik, perkembangan seksual, atau aktivitas seksual teman sebayanya.

Selain itu, sexting juga dapat menyebabkan intimidasi dan penindasan seksual.

Jika seorang gadis mengirim foto dirinya ke pacar, dia mungkin membagikan foto itu secara luas jika mereka putus.

Dia menjadi sasaran intimidasi seksual karena orang-orang mengolok-olok tubuhnya, memanggilnya dengan nama yang kasar, dan membuat komentar vulgar tentang dirinya.

Anak Moms mungkin mengalami penindasan ini dari teman-temannya di sekolah.

Jadi, waspadai jenis bullying ini karena jika tidak ditanggapi secara serius, bullying bisa berujung pada kekerasan seksual.

Biasanya korban bullying secara seksual akan menutup diri.

Ciri-ciri ini didukung oleh fakta dari Harvard Graduate School of Education pada tahun 2017 yang menunjukkan bahwa salah satu masalah terbesar dengan intimidasi dan pelecehan seksual adalah kenyataan bahwa remaja yang menjadi korban sering menyimpannya untuk diri mereka sendiri.

Korban juga mungkin menolak memakai pakaian terbuka, takut menghadapi lawan jenis, dan merasa tidak percaya diri.

Baca Juga: 1000 Hari Pertama Kehidupan, Jendela Awal untuk Dukung Perkembangan Anak yang Optimal

6. Penindasan Secara Emosional

Penindasan Secara Emosional

Foto: Penindasan Secara Emosional

Foto: jenis-jenis bullying, penindasan emosi (Orami Photo Stock)

Penindasan secara emosional mengacu pada tindakan nonfisik yang bertujuan untuk merusak status sosial atau reputasi orang lain, ketika mencoba untuk meningkatkan status sosialnya sendiri.

Penindasan secara emosional ditandai dengan verbalisasi yang kejam dan manipulatif.

Berbagai bentuk penindasan secara emosional dapat digunakan untuk merusak reputasi atau status sosial seseorang. Dilansir dari Study.com, beberapa contohnya seperti:

  • Bergosip, merupakan tindakan dengan membicarakan seseorang di belakang mereka.
  • Mengejek, merupakan tindakan menghina atau mengkritik orang lain untuk membuatnya terlihat buruk.

Baca Juga: 11 Cara Mencegah dan Menghentikan Anak Jadi Pembully

Tipe-Tipe Penindas

Tipe-Tipe Penindas

Foto: Tipe-Tipe Penindas

Foto: tipe penindas (Orami Photo Stock)

Penindas memiliki gaya, kepribadian, tujuan, dan perilaku yang berbeda-beda.

Motivasi mereka melakukan tindakan bullying tentunya bervariasi. Sehingga para penindas tersebut dapat dibagi dalam beberapa kategori, seperti:

1. Pernah Menjadi Korban Penindasan

Tampaknya, seseorang yang pernah menjadi korban bully juga bisa menjadi seseorang yang hobi menindas orang lain.

Mereka sering kali dapat menggertak orang lain yang lebih lemah dari mereka.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan kembali rasa kekuasaan dan kendali dalam hidup mereka.

Penindasan mereka adalah cara untuk membalas rasa sakit yang mereka rasakan.

Bisa juga penindas tipe ini pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga atau mengalami pelecehan dari orang terdekatnya.

Kebanyakan tipe ini merupakan seseorang yang penyendiri yang menambah rasa ketidakberdayaan dan kemarahan yang mereka rasakan.

Baca Juga: Nam Joo Hyuk Dituduh Melakukan Bullying, Ini 5+ Faktanya!

2. Penindas yang Populer

Penindas yang Populer

Foto: Penindas yang Populer

Foto: tipe penindas yang populer (Orami Photo Stock)

Penindas jenis ini merupakan orang-orang populer yang memiliki ego tinggi. Mereka memiliki kepercayaan diri yang tinggi sehingga sering merendahkan orang lain.

Biasanya tipe ini memiliki kelompok yang merasa seperti mereka adalah penguasa sekolah.

Penindas seperti ini biasanya memiliki privilege seperti popularitas, pendidikan, atau status sosial ekonomi.

Baca Juga: Profil Jo Byung Gyu, Anggota Termuda di The Uncanny Counter yang Sempat Kena Kasus Bullying

3. Tipe yang Melakukan Penindasan untuk Kesenangan

Penindas tipe ini sering kali tidak dapat merasakan empati terhadap orang lain.

Mereka akan tampak dingin, tidak berperasaan, dan tidak menunjukkan adanya penyesalan atas apa yang mereka lakukan terhadap orang lain.

Meskipun tipe ini kurang umum dibandingkan jenis penindas lainnya, namun bisa dianggap sebagai tipe yang paling berbahaya, sebab mereka dapat menindas orang lain hanya untuk kesenangan semata.

Ada kemungkinan tipe ini memiliki masalah psikologis yang mendalam dan perlu ditangani oleh seorang profesional.

Itulah beberapa jenis-jenis bullying serta tipe anak yang sering menindas orang lain.

Menurut Moms, jenis-jenis bullying apa lagi yang mungkin saja dialami anak? Mari pelajari tanda-tandanya dan cegah bullying di sekolah atau lingkungan pergaulan anak.

  • https://www.parents.com/kids/problems/bullying/bully-proof-your-child-how-to-deal-with-bullies/
  • https://www.verywellfamily.com/types-of-bullying-parents-should-know-about-4153882
  • https://www.jahonline.org/article/S1054-139X(09)00138-4/fulltext
  • https://www.verywellfamily.com/what-is-sexual-bullying-and-why-do-kids-engage-in-it-460499
  • https://static1.squarespace.com/static/5b7c56e255b02c683659fe43/t/5bd51a0324a69425bd079b59/1540692500558/mcc_the_talk_final.pdf
  • https://study.com/learn/lesson/relational-aggression-examples.html