23 Juli 2024

Anak Batuk Pilek, Jangan Asal Inhalasi Pakai Nebulizer!

Si Kecil pilek atau batuk, belum tentu harus inhalasi, lho

Saat anak batuk pilek, kekhawatiran orang tua tentu meningkat. Berbagai cara dilakukan untuk meredakan gejala tersebut, salah satunya dengan menggunakan nebulizer.

Kekhawatiran Moms meningkat karena tak jarang Si Kecil menjadi kesulitan bernafas yang bisa mengganggu aktivitas termasuk tidur pulasnya.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melegakan pernafasan Si Kecil, salah satunya dengan proses inhalasi. Inhalasi atau penguapan bisa dilakukan dengan cara sederhana atau menggunakan alat nebulizer.

Penggunaan nebulizer tidak boleh dilakukan sembarangan karena bisa jadi malah memperburuk kondisi si kecil.

Nah, penggunaan nebulizer ini yang harus Moms cermati, ternyata tak semua masalah pernafasan dapat ditangani penggunaan nebulizer.

Sebelum menggunakan nebulizer saat anak batuk pilek, simak informasi mengenai inhalasi menggunakan nebulizer pada anak batuk pilek di bawah ini!

Baca Juga: 3 Jenis dan Manfaat Nebulizer untuk Pernapasan

Hindari Kesalahan Pakai Nebulizer pada Anak Batuk Pilek

Ilustrasi Penggunaan Nebulizer (Orami Photo Stock)
Foto: Ilustrasi Penggunaan Nebulizer (Orami Photo Stock)

Sejatinya nebulizer dipakai untuk menguapkan obat asma bagi pasien asma yang befungsi untuk membuka jalur nafas secara cepat. Namun saat ini ditemukan kasus penggunaan nebulizer yang tidak tepat guna.

Menurut penjelasan dari dr. Wahyuni Indawati, Sp.A saat ini Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sedang ingin meluruskan kejadian missed used dan over used dari nubulizer.

“Sebenarnya, sejarah terapi inhalasi dengan nebulizer diperuntukkan untuk mengatasi asma saja. Kasus anak selesma tidak harus nebulisasi karena berdasarkan bukti, bahwa dengan diuap anak tidak menjadi lebih baik,” ujarnya.

Dr. Wahyuni juga menegaskan bahwa sejatinya alat nebulizer diproduksi untuk menguapkan obat-obat khusus asma. Indonesia sendiri belum memiliki obat lain yang bisa diuapkan selain obat asma.

Dengan begitu, ketika anak batuk pilek, namun tetap dilakukan proses penguapan dengan nebulizer maka Moms harus mencermati obat apakah yang dipakai dalam penguapan tersebut.

Berikut beberapa kesalahan menggunakan nebulizer yang umum terjadi:

  • Menggunakan Nebulizer Tanpa Rekomendasi Dokter

Salah satu kesalahan umum adalah penggunaan nebulizer tanpa konsultasi atau rekomendasi dari dokter.

Banyak orang tua yang langsung menggunakan nebulizer saat anak mereka batuk pilek, padahal tidak semua kondisi memerlukan inhalasi obat.

  • Tidak Memperhatikan Dosis dan Jenis Obat

Kesalahan lainnya adalah tidak memperhatikan dosis dan jenis obat yang digunakan dalam nebulizer.

Setiap obat yang dihirup melalui nebulizer memiliki dosis yang berbeda, tergantung pada berat badan dan kondisi kesehatan anak.

  • Mengabaikan Kebersihan Nebulizer

Kebersihan nebulizer sangat penting untuk mencegah infeksi sekunder. Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah tidak membersihkan nebulizer setelah digunakan.

  • Penggunaan Nebulizer yang Tidak Tepat

Teknik penggunaan nebulizer yang tidak tepat juga merupakan kesalahan yang sering terjadi.

Misalnya, tidak menutup rapat masker nebulizer pada wajah anak, atau tidak menempatkan anak dalam posisi yang benar saat menghirup obat.

Baca Juga: Napas Anak Cepat saat Batuk Pilek? Ini Kata Dokter!

Pengobatan Tepat untuk Anak Batuk Pilek

Penggunaan Nasal Spray pada Anak (Orami Photo Stock)
Foto: Penggunaan Nasal Spray pada Anak (Orami Photo Stock)

Jika dilihat bahwa nebulizer diperuntukkan untuk mengobati masalah pernapasan bawah atau bronchus.

Sementara untuk anak salesma, permasalahan terjadi pada rongga pernapasan bagian atas, sehingga akan lebih tepat jika menggunakan alat nasal spray untuk mengurangi lendir yang ada pada hidung.

Nasal spray memang diciptakan untuk menyemprotkan cairan yang berfungsi untuk membersihkan hidung.

Atau Moms juga bisa melakukan metode penguapan sederhana untuk melegakan pernapasan Si Kecil di rumah.

Caranya adalah dengan menaruh air panas di baskom, lalu beri beberapa tetes kayu putih atau essential oil lainnya seperti peppermint, lemon oil dan sebagainya.

Tutup baskom dengan kain lebar, diamkan sejenak. Lalu buka sedikit kain, dan masukkan kepala Si Kecil menghadap baskom, biarkan Si Kecil menghirup uap dari minyak-minyakan tersebut.

Cara alami ini ampuh membuat pernapasan hidung menjadi lega. Jika untuk bayi pilek, maka cukup taruh baskom dalam ruangan dan biarkan panas air menguap memenuhi ruangan kamar dan biarkan Si Kecil menghirupnya.

Selamat mencoba, Moms!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.