04 April 2024

Ini Cara Mengetahui Selaput Dara Sudah Robek atau Belum

Selaput dara bisa robek karena aktivitas fisik

Sering jadi perbincangan, bagaimana cara mengetahui selaput dara sudah robek atau belum?

Selaput ini dimiliki oleh setiap wanita, Moms. Namun, bentuk dan ukuran dari setiap selaput dara yang dimiliki tentu berbeda.

Menjadi bagian dari organ intim wanita, ini pun memiliki fungsi tertentu yang jarang dikenali.

Agar tidak misinformasi, mari kenali penjelasan mengenai penyebab selaput dara robek pada wanita.

Untuk itu, simak informasi mengenai selaput dara selengkapnya di bawah ini, ya Moms.

Baca Juga: Nyeri Ovulasi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

Apa Itu Selaput Dara Wanita?

Selaput Dara Wanita
Foto: Selaput Dara Wanita (Orami Photo Stocks)

Selaput dara adalah selaput tipis yang membentang di sepanjang vagina perawan. Biasanya berbentuk seperti cincin dengan bukaan kecil.

Selaput dara terbentuk oleh fragmen jaringan yang tersisa dari perkembangan janin.

Ukuran, bentuk, dan ketebalan selaput dara setiap orang akan berbeda-beda dan berubah seiring waktu.

Menurut jurnal Reproductive Health selaput dara adalah jaringan membran kecil yang belum diketahui fungsi biologisnya.

Banyak orang menganggap bahwa, selaput dara merupakan ciri dari vagina keperawanan seorang wanita.

Namun, pemeriksaan selaput dara bukanlah tes yang akurat terkait aktivitas seksual.

"Selaput dara adalah lapisan atau sekat yang melindungi daerah sekitar vagina," jelas dr. Putri Deva Karimah, Sp.OG Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan.

"Terkadang, kebanyakan masyarakat mengaitkan robeknya selaput dara dengan tanda seorang wanita tidak perawan," lanjut dokter yang praktek di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan, ini.

Bahkan, saat ini dokter ahli forensik diminta untuk menghindari diagnosa terkait kondisi selaput dara terhadap korban kekerasan seksual.

Baca Juga: Mengenal Infundibulum, Bagian dari Organ Reproduksi Wanita

Mengenal Bentuk Selaput Dara

Bagian Vagina Perempuan
Foto: Bagian Vagina Perempuan (Womentalk.com)

Melansir self.com, bentuk dan ukuran selaput dara setiap wanita berbeda. Secara umum selaput dara memiliki bentuk seperti bulan sabit.

Saat masih bayi, selaput dara biasanya lebih tebal dan seiring bertambahnya usia akan menipis.

Penting untuk diketahui bahwa tidak semua wanita dilahirkan dengan selaput dara.

Meski demikian, peluangnya relatif rendah sekitar 1:1000, tetapi hal itu mungkin saja terjadi.

Terlahir tanpa selaput dara tidak akan memengaruhi kesehatan seksual dan reproduksi Moms sama sekali.

Selain itu, ada juga wanita yang memiliki selaput elastis dan dapat menutupi sebagian jalan masuk ke vagina.

Bahkan, atau secara tidak disadari telah merobeknya jauh sebelum hubungan seksual pertama.

Moms juga perlu tahu, beberapa wanita memiliki selaput dara yang elastis dan mungkin saja tidak robek atau berdarah saat berhubungan seks pertama.

Pada dasarnya seorang wanita tidak mungkin untuk melihat selaput dara sendiri, meski ia menggunakan cermin dan senter.

Kemudian selaput dara juga memiliki warna yang serupa dengan bagian dalam vagina yang membuatnya sulit dibedakan dan terlihat menyatu.

Bahkan Moms juga hampir tidak mungkin untuk merasakan selaput dara dengan jari.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Dokter Andrologi Jakarta untuk Periksa Reproduksi Pria

Jenis Selaput Dara

Selaput Dara
Foto: Selaput Dara (Herzindagi.com)

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, setiap orang memiliki selaput dara dengan bentuk yang berbeda-beda.

Bentuk atau jenis selaput dara ini terbentuk saat Moms masih berada dalam kandungan.

Meski memiliki ragam bentuk, mengutip dari Clevelandclinic terdapat lima klasifikasi umum dari selaput dara antara lain:

  • Selaput dara berbentuk annular atau bulan sabit, ini dianggap sebagai bentuk khas selaput dara
  • Cribriform hymen atau kondisi di mana selaput dara mengandung banyak lubang kecil
  • Selaput dara imperforata kondisi dimana selaput dara benar-benar menutupi lubang vagina
  • Selaput dara berlubang mikro atau selaput dara yang menutupi seluruh lubang vagina kecuali lubang kecil
  • Selaput dara septate atau selaput yang memiliki jaringan ekstra yang membuatnya tampak seperti dua selaput dara

Penyebab Selaput Dara Robek

Kebersihan Organ Intim Wanita
Foto: Kebersihan Organ Intim Wanita (Orami Photo Stocks)

Masih banyak orang percaya bahwa selaput dara rusak disebabkan oleh aktivitas seksual.

Akibatnya, banyak yang menilai keperawanan dilihat dari masih ada atau tidaknya selaput dara di dalam vagina.

"Robeknya selaput dara tidak dapat disimpulkan sebagai tanda seorang wanita sudah tidak perawan," kata dr. Putri Deva.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan selaput dara robek, salah satu penyebab terbesarnya adalah aktivitas fisik dan olahraga tertentu.

Seperti bersepeda, berkuda, senam, dan olahraga berat lainnya.

Penyebab robeknya selaput dara tidak hanya terjadi karena wanita sudah berhubungan seksual.

"Ini dapat juga disebabkan oleh cedera saat berolahraga, penggunaan tampon, dan kecelakaan lainnya," tambah dr. Putri Deva.

Selain itu, ketika selaput dara sudah rusak, baik secara alami atau operasi, tidak dapat tumbuh kembali.

Beberapa kondisi medis atau perubahan hormonal tertentu dapat menyebabkan perubahan pada selaput dara, yang membuatnya lebih rentan terhadap robekan.

Penting untuk diingat bahwa selaput dara bukanlah indikator pasti keperawanan seseorang.

Kemudian, keberadaannya atau tidaknya selaput dara yang utuh tidak selalu mencerminkan sejarah aktivitas seksual seseorang.

Setiap wanita memiliki bentuk dan elastisitas selaput dara yang berbeda, dan tidak semua selaput dara akan robek saat pertama kali berhubungan seksual.

Baca Juga: Apakah Selaput Dara Bisa Tertutup Lagi? Ini Kata Ahli!

Apakah Selaput Dara Bisa Tertutup Lagi dengan Alami?

Keperawanan Wanita
Foto: Keperawanan Wanita (Yourtango.com)

Menurut penjelasan medis, selaput dara bisa tertutup lagi dengan berbagai tindakan dari para ahli dengan sejumlah alasan penting.

Seperti yang sudah disinggung di atas, selaput dara bisa robek dengan atau tanpa berhubungan seksual.

Selaput dara atau dikenal dengan hymen adalah lapisan kulit tipis atau selaput membran mukosa yang berada di depan liang vagina.

"Selaput yang robek dapat direstorasi dan dirapikan atau dijahit kembali dengan indikasi atau berdasarkan penilaian medis dan dilakukan oleh tenaga medis," ungkap dr. Putri.

Tindakan menutup selaput dara pada wanita tersebut disebut hymenoplasty.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait hymenoplasty, setiap orang harus tahu kelebihan dan kekurangannya.

Sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu secara langsung dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

"Meski demikian, selaput dara yang sudah robek tidak dapat tertutup kembali secara alami," jelas dr. Putri.

Oleh karena itu, diperlukan tindakan medis untuk merestorasi atau memperbaiki robekan pada selaput dara pada wanita.

Baca Juga: Mengenal Gaya Helikopter yang Bikin Hubungan Seks Menantang

Membicarakan keperawanan, tentunya tidak lepas dari selaput dara.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb