16 May 2024

Keputihan Setelah Haid, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenali warna setiap keputihan yang dialami, ya

Tidak sedikit wanita yang mengalami keputihan setelah haid. Apakah Moms salah satunya?

Keputihan setelah haid terkadang menimbulkan kekhawatiran. Kondisi ini pun sering dikaitkan dengan gangguan kesehatan pada organ intim wanita.

Namun, tahukah Moms bahwa keputihan setelah haid tidak melulu menandakan adanya penyakit?

Faktanya, keputihan yang terjadi setelah haid bisa menandakan sejumlah arti yang berberda. Hal ini ditentukan dari gejala fisiknya.

Yuk, kenali makna keputihan setelah menstruasi menurut sudut pandang medis!

Baca Juga: Berhubungan Saat Haid, Apakah Berbahaya?

Apa Itu Keputihan?

01 KEPUTIHAN - sumber ABC.jpg
Foto: 01 KEPUTIHAN - sumber ABC.jpg (Orami Photo Stocks)

Keputihan adalah lendir serviks yang keluar dari rahim wanita. Lendir ini bisa memiliki warna yang bebeda-beda.

Penyebab keputihan bisa bermacam-macam, baik normal maupun abnormal.

Pada kasus normal, keputihan biasanya terjadi sebagai tanda berakhirnya menstruasi

Faktanya, selama siklus menstruasi, lapisan rahim akan mengeluarkan kombinasi darah dan jaringan tertentu.

Setelah menstruasi berakhir, tak menutup kemungkinan masih akan dilanjutkan dengan keluarnya cairan dari vagina.

Dalam Healthline dijelaskan, warna dan konsistensi keputihan bisa mengalami perubahan sepanjang siklus ini.

Biasanya, keputihan berwarna cokelat tepat setelah menstruasi selesai, atau bahkan berwarna putih dan bening.

Sebaliknya, keputihan bisa terjadi secara abnormal akibat adanya masalah kesehatan tertentu.

Pada kondisi abnormal, wanita akan mengeluarkan keputihan berwarna hijau atau kuning.

Kondisi tersebut bisa terjadi akibat infeksi jamur, bakteri, atau penyakit lainnya.

Oleh karena itu, setiap wanita perlu mengetahui warna keputihan yang dialami, serta gejala lain yang dirasakan.

Baca Juga: Haid Hanya Flek Coklat Sedikit, Perlukah Khawatir?

Penyebab Keputihan Setelah Haid

Keputihan Setelah Haid dan Penyebabnya.jpg
Foto: Keputihan Setelah Haid dan Penyebabnya.jpg (Orami Photo Stocks)

Melansir Kids Health, keputihan setelah haid dalam rentang 1 minggu adalah hal yang wajar dialami wanita.

Keputihan ini dianggap normal apabila cairan berwarna bening hingga kekuningan, dan berbentuk cair atau tidak menggumpal.

Keputihan setelah haid dengan karakteristik demikian adalah bagian dari proses pembersihan organ intim wanita, yang sekaligus dapat mencegah infeksi bakteri.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan keputihan setelah menstruasi disebabkan oleh hal-hal lain yang berhubungan dengan gangguan kesehatan.

Agar Moms tidak bingung, cek penjelasan tentang penyebab keputihan setelah haid di bawah ini, yuk!

1. Darah Endapan Menstruasi

Penyebab keputihan setelah haid yang paling umum adalah darah lama yang masih dikeluarkan dari lapisan rahim.

Ini dapat terjadi dalam beberapa hari setelah aliran normal atau sekitar 1 minggu pasca haid.

Warna keputihan akibat darah menstruasi ini umumnya merah kecokelatan dalam jumlah dikit dan sedang.

Menggunakan panty liner atau pembalut bisa menjadi solusi untuk mengatasi keputihan yang keluar akibat darah haid.

2. Masa Ovulasi

Keputihan Setelah Haid, Normalkah? 2
Foto: Keputihan Setelah Haid, Normalkah? 2 (Orami Photo Stock)

Umumnya, setelah menstruasi berakhir, wanita akan kembali menyambut masa ovulasi.

Mayo Clinic menjelaskan, siklus pendek 28 hari akan kembali memasuki masa ovulasi dalam waktu 2 minggu setelah hari pertama haid.

Setelah menstruasi, seseorang mungkin mengalami keputihan setelah haid akibat kadar estrogen yang mulai meningkat.

Keputihan setelah masa haid sebagai tanda ovulasi ini adalah hal normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Masa ovulasi sering kali diiringi dengan rasa nyeri di perut dengan intensitas ringan.

Baca Juga: 7 Gangguan Menstruasi yang Wajib Moms Ketahui

3. Penggunaan Pil KB

Penggunaan pil KB membuat wanita mengalami keputihan setelah haid dengan diiringi perubahan fisik.

Pil KB umumnya berguna untuk meningkatkan jumlah estrogen dan progesteron di dalam tubuh.

Kehadiran hormon tersebut sebenarnya bisa menyebabkan lebih banyak keputihan sepanjang bulannya.

Mengonsumsi pil KB tentu akan memberikan efek samping yang berbeda pada setiap wanita.

Keputihan hanyalah salah satu efek yang paling mungkin terjadi.

Terdapat sejumlah bakteri yang hidup di sekitar vagina wanita.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb