Trimester 1

4 November 2021

Jatuh Saat Hamil, Kenali Penyebab dan Bahayanya untuk Kandungan

Ini perbedaan dampak jatuh saat hamil di trimester 1, 2 dan 3
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Saat sedang hamil, Moms tentu sering mendengar nasihat dari banyak orang untuk selalu berhati-hati. Jangan sampai jatuh saat hamil, karena akan berbahaya bagi janin.

Hal yang paling ditakutkan tentu saja yang utama adalah keguguran akibat terjatuh. Ini bisa menjadi beban pikiran ibu dan membuat Moms stres.

Nah, seberapa berbahaya jatuh saat hamil? Berikut ini informasinya, yuk disimak, Moms!

Baca Juga : Hindari 9 Pekerjaan Rumah Tangga Ini Saat Hamil!

Penyebab Jatuh Saat Hamil

pregnantwoman

Foto: Orami Photo Stock

Ternyata ada alasan medis dibalik fakta jatuh saat hamil lho, Moms. Selain mungkin lantai licin, ada berbagai penyebab kenapa ibu hamil rentan terjatuh.

1. Perubahan Titik Keseimbangan Tubuh

Saat hamil, titik keseimbangan tubuh tentu bergeser. Hal ini mengakibatkan ibu hamil terkadang sulit menyeimbangkan diri dan menjadi faktor penyebab jatuh saat hamil.

Baca Juga: Sakit Perut saat Hamil, Ini 10+ Penyebab dan Cara Mengatasinya

2. Hormon Relaxin

Hormon relaxin muncul saat hamil, berfungsi untuk meregangkan otot-otot tubuh di sekitar rahim dan serviks saat proses persalinan.

Tapi hormon ini juga meregangkan sendi di kaki, Moms. Sehingga kaki ibu hamil tidak stabil dan rawan jatuh saat hamil.

3. Tekanan Darah Rendah

Banyak ibu hamil yang mengalami darah rendah. Hal ini dapat membuat Moms pusing dan kehilangan keseimbangan saat berjalan, sehingga jatuh saat hamil tidak dapat terhindari.

4. Kaki Bengkak

Pada trimester 2 atau 3, Moms mungkin mengalami kaki bengkak yang membuat sedikit sulit untuk menyeimbangkan diri dan menyebabkan jatuh saat hamil.

Baca Juga : Balita Jatuh Saat Ibu Pake High Heels, Ini 5 Bahaya High Heels untuk Wanita

Faktor Risiko Jatuh saat Hamil

kehamilan

Foto: Orami Photo Stock

Asalkan Moms tidak terluka parah ketika jatuh saat hamil, maka kemungkinan besar janin masih dalam kondisi aman.

Kenapa? Karena pada dasarnya tubuh ibu hamil sudah didesain untuk melindungi janin dari berbagai hal, termasuk guncangan.

Dalam perut Moms,  janin dilindungi oleh banyak lapisan, seperti:

  • Cairan ketuban
  • Membran yang kokoh
  • Rahim yang berotot
  • Rongga perut yang terdiri dari tulang dan otot

Nah, kombinasi dari semua lapisan tersebut akan mengurangi risiko guncangan pada janin, jika terjatuh.

Namun, perlu diingat bahwa perlindungan tersebut tetap dapat rusak jika Moms jatuh atau terbentur cukup parah.

Berikut ini adalah faktor yang berisiko jika dialami Moms ketika jatuh sata hamil, dilansir melalui Healthline:

1. Posisi Ibu saat Jatuh

Salah satu faktor yang menentukan adalah posisi ibu saat jatuh.

Posisi sangat penting untuk diperhatikan. Posisi yang menghantam perut ibu dapat lebih berbahaya dibandingkan dengan jatuh miring saat hamil atau jatuh ke belakang.

Jika tidak jatuh ke depan dan perut tidak terkena benturan langsung, maka kemungkinan besar janin dalam kondisi aman.

Beberapa ibu hamil yang jatuh ke belakang atau samping, tidak mengalami masalah dengan janinnya.

Baca Juga: Amankah Pewarna Makanan Selama Merencanakan Kehamilan?

2. Umur ibu saat hamil

Semakin tua usia ibu saat hamil, semakin besar pula kemungkinan komplikasi terjadi.

Jika ibu mengandung saat berumur di atas 35 tahun dan jatuh saat hamil, sebaiknya langsung mendapatkan penanganan medis walaupun tidak menunjukkan gejala atau keluhan tertentu.

3. Usia kehamilan

Usia kehamilan ketika jatuh saat hamil juga dapat menentukan seberapa besar dampak yang bisa diakibatkan pada ibu dan janin.

Risiko semakin meningkat seiring usia kehamilan ibu yang bertambah.

Baca Juga : Peristiwa Anak Jatuh dari Eskalator, Pahami 8 Tips Aman Saat Naik Turun Eskalator

Kapan Harus Khawatir?

jatuh saat hamil, apa yang harus dilakukan 3

Foto: Orami Photo Stock

Dampak jatuh saat hamil beragam, tergantung pada usia kandungan Moms. Jatuh pada trimester pertama akan berbeda jika terjadi pada trimester akhir.

Berikut hal-hal yang perlu diwaspadai:

1. Jatuh pada Trimester Pertama

Pada masa ini, janin sangat dilindungi oleh dasar panggul. Setelah terjatuh, cobalah berbaring dan tenangkan diri.

Segera periksa ke dokter jika merasakan sakit di perut atau punggung setelah jatuh saat lahir ya, Moms.

2. Jatuh pada Trimester Dua

Di trimester kedua, janin tidak lagi menempel pada dasar panggul dan mulai dilindungi oleh cairan ketuban.

Jika Moms terjatuh dan merasakan hal-hal di bawah ini, segera periksakan diri ke dokter:

  • Merasa sangat sakit setelah jatuh
  • Pergerakan janin berkurang
  • Pendarahan
  • Sulit bernapas atau pusing
  • Merasakan kontraksi
  • Keluar cairan ketuban

3. Jatuh Saat Trimester Tiga

Jatuh pada trimester tiga berpotensi pada persalinan prematur. Sebaiknya Moms tetap memeriksakan diri walaupun tidak mengalami hal-hal tersebut.

Mitos tentang Jatuh Saat Hamil

jatuh saat hamil, apa yang harus dilakukan 1

Foto: Orami Photo Stock

Banyak mitos yang beredar tentang kondisi ini. Melansir Mayo Clinic, mitos tentang jatuh saat hamil tidak dan belum teruji kebenarannya.

Namun, Moms tetap bisa menjadikannya arahan agar tetap berhati-hati.

Berikut mitos-mitos yang tidak perlu dikhawatirkan:

  • Jatuh saat hamil akan mengakibatkan keguguran
  • Rahim dan tuba falopi akan rusak
  • Janin akan mengalami patah tulang
  • Otak janin akan rusak

Cegah Jatuh saat Hamil

Manfaat Sirsak untuk Ibu Hamil mencegah mual.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Memang sulit untuk menghindari jatuh saat hamil. Tapi, Moms tetap dapat mengurangi risikonya dengan beberapa tips berikut:

1. Beri Lem pada Karpet

Moms dapat terjatuh jika menginjak permadani yang bergeser karena tidak merekat kuat pada lantai.

Untuk mencegah jatuh saat hamil, rekatkanlah karpet pada lantai dengan menggunakan lem yang cukup kuat.

2. Gunakan Alas Anti-slip di Kamar Mandi

Terpeleset di kamar mandi sangat berisiko terjadi saat bobot kandungan Moms semakin berat.

Untuk mencegah jatuh saat hamil, gunakanlah keset karet pada lantai kamar mandi.

3. Rapikan kabel

Kabel-kabel dari barang elektronik yang malang-melintang di seantero rumah dapat berisiko membuat Moms tersandung.

Untuk mencegahnya, rapikan kabel-kabel tersebut dengan menggunakan selotip atau alat khusus.

Baca Juga: Apakah Normal Jika Moms Pingsan Selama Kehamilan?

4. Gunakan Alas Kaki yang Nyaman

Saatnya meninggalkan sepatu hak tinggi selama hamil untuk menghindari jatuh saat hamil.

Gunakanlah sepatu atau sandal yang berhak rendah dan beralas karet agar lebih nyaman dan mencegah risiko terjatuh.

5. Hindari Ketinggian

Selama hamil, sebaiknya Moms hindari berada di tempat yang tinggi. Misalnya menaiki tangga untuk mengambil barang yang Moms simpan di atas lemari.

Lebih baik meminta bantuan orang lain untuk meraih barang tersebut.

6. Hindari Lantai yang Licin

Lantai yang licin sangat berisiko menyebabkan ibu hamil jatuh terpeleset. Untuk mencegahnya, sebisa mungkin hindarilah lantai licin dan genangan air.

Bila perlu, sebaiknya Moms tidak mengepel dulu selama hamil.

Baca Juga: Lakukan Hal Ini Agar Badan Tak Lemas Saat Hamil

7. Tidak Keluar Rumah saat Hujan

Bukan hanya di dalam rumah, risiko terjatuh juga bisa terjadi di luar rumah.

Saat hujan turun, jalanan akan menjadi lebih licin. Oleh karena itu, sebaiknya Moms tidak keluar rumah dulu untuk mencegah jatuh saat hamil.

8. Atasi Rasa Pusing

Saat hamil, Moms umumnya seringkali merasa pusing. Kondisi tersebut dapat membuat keseimbangan tubuh terganggu.

Kondisi inilah yang meningkatkan resiko jatuh saat hamil. Atasi rasa pusing tersebut dengan mengonsumsi obat-obatan yang sesuai dengan anjuran dokter.

9. Jaga Kadar Gula Darah

Jagalah gula darah Moms agar tetap tetap stabil sehingga tidak cepat lemas dan pusing. Jika mulai terasa pusing, sebaiknya duduk dan tenangkan diri.

10. Perhatikan Pijakan saat Berjalan

Dengan perut yang terus membesar ke depan, tentu Moms lebih sulit untuk melihat kaki atau hal-hal yang ada di bawah saat berjalan.

Jika tidak yakin, mintalah bantuan orang lain untuk menuntun saat berjalan.

Baca Juga: 7 Aktivitas yang Bisa Mengurangi Mual saat Hamil

Nah, itu dia Moms seputar jatuh saat hamil dan beberapa tips yang bisa diikuti. Semoga Moms dapat mengantisipasi hal yang tidak diinginkan ini, ya!

  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/fall-during-pregnancy/faq-20119023
  • https://www.verywellfamily.com/can-falling-during-pregnancy-cause-a-miscarriage-2371489
  • https://www.healthline.com/health/pregnancy/falling-while-pregnant

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait