Trimester 1

14 September 2021

Jangan Asal Percaya, Berikut Fakta Seputar Bahaya Gerhana bagi Ibu Hamil Menurut Ahli

Yuk, kenali mitos dan faktanya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Hingga saat ini, sejumlah peristiwa alam banyak dikaitkan dengan bahaya bagi kehamilan. Salah satunya yakni bahaya gerhana bagi ibu hamil yang dipercaya secara turun temurun. Apakah benar ini faktanya atau hanya mitos belaka, Moms?

Banyak orang mempercayai bahwa tak 'elok' jika perempuan hamil keluar rumah ketika terjadi gerhana, baik itu gerhana bulan atau matahari.

Dipercaya, ini dapat memicu kelainan janin atau gangguan kesehatan pada ibu hamil.

Apakah ini benar terjadi? Nah, untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut terkait ini kita langsung tanya kepada ahlinya saja, yuk!

Tema "Expert Room" kali ini tentang fakta dan mitos bahaya gerhana bagi kehamilan yang akan dijawab dan dijelaskan langsung oleh seorang dokter yang ahli di bidangnya.

Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi RSIA Bina Medika, dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG, akan menjelaskan terkait bahaya gerhana bagi ibu hamil.

Yuk, simak bersama, Moms!

Mengenal Arti Gerhana

bahaya gerhana bulan bagi ibu hamil, ini penjelasan dokter.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Sebelum kita mengetahui kebenaran terkait itu, kenali dulu apa itu arti gerhana.

Gerhana adalah sebuah peristiwa alam yang terjadi karena proses penutupan benda langit oleh benda angkasa lainnya. Biasanya, ini melibatkan matahari, bulan, dan juga bumi.

Gerhana sendiri dapat dibedakan menjadi beberapa kategori, seperti

1.Gerhana Matahari

Melansir National Aeronautics and Space Administration (NASA), gerhana matahari umumnya terjadi 2 kali dalam setahun.

Untuk gerhana matahari total terjadi ketika matahari sepenuhnya tertutup oleh bulan.

Pada masa ini, bulan akan tampak sangat kecil sekali dari bumi. Sedangkan untuk gerhana matahari sebagian, bulan tidak sepenuhnya menutupi matahari.

Gerhana cincin juga salah satu bagian dari gerhana matahari di mana ketika bulan sepenuhnya berada di depan matahari.

2. Gerhana Bulan

Bagaimana dengan proses gerhana bulan, Moms? Gerhana bulan terjadi ketika bayangan bumi menutupi bulan sepenuhnya.

Gerhana bulan total menjadi salah satu peristiwa yang sering terjadi, yakni ditandai dengan warna kemerahan pada sinar matahari.

Hal ini karena matahari sedang menutupi bayangan bumi, lho.

Baca Juga: Minum Es saat Haid Berbahaya? Ini Penjelasan Dokter!

Bahaya Gerhana bagi Ibu Hamil

Bahaya Gerhana Bagi Ibu Hamil, Simak di Sini!.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Apakah benar proses gerhana tidak boleh disaksikan ibu hamil? Sejumlah kepercayaan masih sering dijumpai hingga saat ini.

Tak jarang mereka mengaitkan dengan kelainan janin atau gangguan perkembangan bagi ibu hamil. Lantas, bagaimana kebenaran informasi yang banyak dipercaya ini?

"Fenomena alam gerhana tidak ada kaitannya dengan kehamilan, baik untuk bayi dan ibu hamilnya sendiri," terang dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG.

Mitos yang terjadi pada masyarakat tidaklah sepenuhnya benar. Untuk itu, beberapa mitos di bawah ini perlu diluruskan terkait gerhana bagi ibu hamil, antara lain:

1. Kelainan Janin

Diyakini wanita hamil yang berada di hadapan gerhana dapat menyebabkan bayi mereka memiliki kelainan bentuk wajah atau gangguan kesehatan.

Moms, hingga saat ini tidak ada penelitian yang terbukti bahwa gerhana dapat membahayakan kondisi janin.

Jadi, ibu hamil tentu dibolehkan untuk menyaksikan gerhana dari luar rumah.

2. Memicu Kebutaan

Bagaimana dengan bahaya gerhana bagi ibu hamil terkait kesehatan mata?

Ternyata, ini benar terjadi dan berlaku tak hanya untuk ibu hamil, Moms.

"Tidak hanya ibu hamil, seseorang yang tidak hamil pun bisa mengalami mata sakit jika tidak menggunakan pelindung saat menyaksikan gerhana," tambah dr. Dinda.

Mengutip Prevent Blindness, menyaksikan gerhana matahari tanpa pelindung mata dapat menyebabkan kebutaan atau luka bakar pada retina.

Paparan cahaya ini dapat menyebabkan kerusakan atau bahkan menghancurkan sel-sel dalam jaringan mata, lho.

3. Memicu Bibir Sumbing

Bibir Sumbing-1.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Bibir sumbing sering dikaitkan dengan bahaya gerhana bagi ibu hamil. Faktanya, ini tidak terbukti kebenarannya, Moms.

Bibir atau langit-langit mulut sumbing diduga disebabkan oleh kombinasi genetik dan faktor lain.

Misalnya terkait asupan yang dimakan ibu hamil atau obat-obatan tertentu yang digunakannya selama kehamilan.

Baca Juga: 9 Jenis Vaksin Dewasa untuk Meningkatkan Imun Tubuh Menurut Ahlinya, Catat!

4. Kelainan Tulang Bayi

Dipercayai, paparan gerhana dapat menyebabkan gangguan tulang pada bayi.

Akhirnya, banyak ibu hamil berusaha mencegah hal ini dengan bersembunyi. Bahkan, ada yang hingga bersembunyi di bawah kasur.

Mulai sekarang, tak perlu lagi bersembunyi di bawah kolong tempat tidur saat gerhana ya, Moms.

Hal ini tidak ada kaitannya untuk mencegah persendian yang bengkok pada bayi.

5. Gangguan Pencernaan

Katanya, gerhana matahari membuat adanya penurunan suhu dan memicu perkembangbiakan bakteri pada makanan.

Sehingga ibu hamil dilarang mengonsumsi makanan apapun saat gerhana berlangsung.

Tentu ini adalah mitos dan tak perlu dipercayai ya, Moms.

Ibu hamil tetap boleh makan atau minum selagi gerhana matahari terjadi.

Perbanyak buah dan sayur untuk menjaga stamina ibu hamil dan juga janin, ya.

Nah, itu dia Moms, penjelasan mengenai bahaya gerhana bagi ibu hamil yang perlu diketahui.

Jika Moms memiliki pertanyaan lain, dapat langsung dikonsultasikan dengan dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi terdekat ya!


Artikel ini merupakan kerjasama dengan RSIA Bina Medika Bintaro.

jadwal dokter-11.jpg

  • https://www.nasa.gov/audience/forstudents/5-8/features/nasa-knows/what-is-an-eclipse-58
  • https://preventblindness.org/solar-eclipse-and-your-eyes/#:~:text=Exposing%20your%20eyes%20to%20the,you%20see%20to%20the%20brain.
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait