Newborn

23 April 2021

Bibir Sumbing: Gejala, Penyebab, Komplikasi, dan Cara Mengobati

Ketahui penyebab, cara mengatasi, dan pencegahan bibir sumbing pada anak.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Kondisi bibir sumbing adalah cacat lahir wajah yang dapat dialami oleh bayi sejak ia dilahirkan. Moms perlu mengetahui penyebab, cara mencegah, serta penanganan bibir sumbing secara tepat.

Sebab, kesehatan anak adalah hal yang paling diperhatikan oleh orang tua bahkan sejak Si Kecil masih dalam kandungan.

Namun, terkadang bayi dalam kandungan tidak berkembang dengan sempurna sehingga saat lahir, ada bagian tubuh tertentu yang “berbeda” dengan bayi normal kebanyakan.

Salah satu kasus gangguan kesehatan anak yang mungkin terjadi adalah bibir sumbing. Kondisi ini biasanya terjadi saat kehamilan menginjak usia 3 bulan.

Rasio kejadian bibir sumbing ini adalah 1-2 dari 1.000 kelahiran bayi. Kondisi ini banyak dialami oleh bayi ras Asia, Latin dan Amerika dengan berbagai bentuk sumbing yang berbeda.

Dikutip dari National Health Service UK (NHS UK), bibir sumbing bisa terlihat pada bagian atas bibir yang terbelah hingga ke dalam lubang hidung. Masalah kesehatan anak ini dikatakan parah ketika belahan sudah mencapai bagian dalam mulut.

Baca Juga: 9 Fakta Penyebab dan Risiko yang Terjadi Pada Bayi Prematur

Tanda Anak Mengalami Bibir Sumbing

Tanda Anak Mengalami Bibir Sumbing.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Anak yang mengalami bibir sumbing mungkin saja dapat terlihat dengan jelas. Namun, pada beberapa kasus justru tidak dapat terlihat secara kasat mata.

Dilansir dari Mayo Clinic, ada beberapa hal yang perlu Moms pahami tentang gejala bibir sumbing pada Si Kecil:

  • Belahan di bibir dan langit-langit mulut yang memengaruhi satu atau kedua sisi wajah.
  • Belahan di bibir yang muncul sebagai takik kecil di bibir atau memanjang dari bibir melalui gusi atas dan langit-langit ke bagian bawah hidung.
  • Belah di langit-langit mulut yang tidak memengaruhi penampilan wajah.

Pada kasus yang jarang terjadi, celah hanya terdapat pada otot-otot langit-langit lunak (celah langit-langit submukosa), yang berada di bagian belakang mulut dan ditutupi oleh lapisan mulut.

Jenis sumbing ini sering luput dari perhatian saat lahir dan mungkin tidak terdiagnosis sampai tanda-tanda berkembang di kemudian hari.

Beberapa gejala yang dapat dirasakan Si Kecil saat memiliki bibir sumbing, yaitu:

Jika anak mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, maka Moms harus segera membicarakan penanganan yang tepat dengan konsultasi ke dokter. Tenang saja, kondisi bibir sumbing bisa diatasi.

Nah, apakah Moms ingin tahu sebenarnya apa yang menjadi penyebab terjadinya bibir sumbing pada Si Kecil? Simak ulasan berikutnya, ya!

Baca Juga: Ini Pentingnya Terapi Wicara pada Anak dengan Langit dan Bibir Sumbing

Penyebab Terjadinya Bibir Sumbing

Penyebab Terjadinya Bibir Sumbingjpg

Foto: Orami Photo Stock

Secara general, kondisi bibir sumbing pada anak-anak ini dibagi menjadi 3 macam, yaitu :

  • Belahan pada bibir saja
  • Belahan pada bagian dalam mulut
  • Belahan pada bagian hidung, bibir hingga dalam mulut.

Ketiga kondisi ini terjadi karena adanya bagian wajah bayi tidak menyatu dengan baik selama perkembangan di dalam rahim.

Penyebab pastinya sebenarnya belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang disebabkan menjadi penyebabnya.

Bibir sumbing disebabkan oleh sebuah sindrom yang bisa muncul pada saat bayi masih dalam kandungan dan memiliki kemungkinan menyerang bagian tubuh lain.

Beberapa sindrom yang dapat berpengaruh dan menjadi penyebab bibir sumbing pada anak, yaitu sindrom DiGeorge dan sindrom Pierre Robin.

Namun, tidak hanya sindrom-sindrom itu saja. Selain karena sindrom, kondisi kesehatan anak ini juga mungkin diturunkan dari kedua orang tua melalui gen yang sangat memengaruhi perkembangan janin.

Melansir dari NHS UK, ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan sang buah hati mengalami bibir sumbing, yaitu:

  • Faktor gen yang diwarisi anak dari orang tuanya.
  • Paparan zat tertentu selama hamil. Kondisi ini bisa terjadi karena kebiasaan merokok atau minum minuman beralkohol selama kehamilan.
  • Mengalami obesitas atau kelebihan berat badan selama masa kehamilan
  • Kurangnya asam folat selama hamil.
  • Ibu hamil mengonsumsi obat-obatan tertentu di awal masa kehamilan, seperti beberapa obat anti kejang dan tablet steroid.

Bibir sumbing memengaruhi anak-anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari, seperti berbicara dan makan. Terkait hal ini, bibir sumbing akan membuat makanan masuk ke dalam rongga hidung.

Anak juga akan mengalami kesulitan minum susu sehingga ketika mengonsumsi makanan, posisi terbaik adalah dengan duduk tegak supaya tidak tersedak. Sedangkan saat berbicara, kondisi kesehatan anak ini akan menghalanginya untuk mengucapkan beberapa huruf mati seperti ‘s’, ‘sh’, ‘ch’ dan ‘j’.

Tidak hanya beberapa kondisi di atas, bibir sumbing pada anak yang dibiarkan dapat mengakibatkan komplikasi yang berbahaya untuk Si Kecil. Simak pembahasannya.

Baca Juga: 3 Jenis Spina Bifida, Cacat Lahir pada Tulang Belakang

Komplikasi Bibir Sumbing yang Dapat Terjadi

Komplikasi Bibir Sumbing yang Dapat Terjadi.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Idealnya, kondisi bibir sumbing disarankan untuk segera ditangani sebelum anak berusia 1 tahun. Sebab, apabila dibiarkan dan tidak segera diatasi, maka dapat berdampak berbahaya untuk kesehatan anak ke depannya.

Dilansir dari WebMD, berikut ini beberapa komplikasi bibir sumbing yang dapat terjadi pada anak, yaitu:

  • Kesulitan makan. Ini menjadi salah satu masalah yang paling mendesak setelah lahir adalah menyusui. Meskipun sebagian besar bayi dengan bibir sumbing dapat menyusu, celah langit-langit dapat membuatnya kesulitan untuk menyusu.
  • Infeksi telinga dan gangguan pendengaran. Bayi dengan celah langit-langit berisiko mengalami cairan telinga tengah dan gangguan pendengaran.
  • Masalah gigi. Jika celah meluas melalui gusi atas, perkembangan gigi mungkin berpengaruh. Anak juga berisiko lebih tinggi untuk mengalami tooth decay.
  • Kesulitan berbicara. Sebab, langit-langit mulut digunakan untuk membentuk suara, perkembangan bicara normal dapat dipengaruhi oleh celah langit-langit. Suara yang diucapkan anak mungkin akan terdengar terlalu sengau.
  • Anak-anak dengan sumbing mungkin menghadapi masalah sosial, emosional, dan perilaku karena perbedaan penampilan dan tekanan perawatan medis intensif.

Untuk itu, lebih baik segera lakukan penanganan bibir sumbing yang tepat. Selanjutnya, akan dijelaskan mengenai beberapa pengobatan bibir sumbing pada anak yang perlu dipahami oleh orang tua.

Baca Juga: Anak-anak Penyandang Disabilitas Ini Memiliki Prestasi yang Luar Biasa, Lo!

Cara Mengobati Bibir Sumbing pada Anak

Cara Mengobati Bibir Sumbing pada Anak.jpg

Foto: whattoexpect.com

Untuk menanggulangi masalah bibir sumbing ini, Moms sebaiknya rutin memeriksakan anak ke dokter anak, dokter spesialis THT, dan dokter gigi sebagai langkah penyembuhan pertama.

Setelah memeriksakan kesehatan secara rutin, anak bisa memulai untuk menjalani proses operasi pada usia 3-12 bulan tergantung dari seberapa parah kondisi bibir sumbingnya.

Operasi ini mengembalikan kemampuan anak untuk berbicara secara normal dan jika diperlukan, operasi kedua yang biasa disebut pharyngoplasty bisa dilakukan saat buah hati berusia 5 tahun ke atas.

Kesehatan anak tidak akan langsung pulih setelah menjalani dua operasi tadi. Oleh karena itu, dokter anak akan menganjurkan untuk melakukan operasi tambahan agar bentuk bibir dan kondisi mulut anak menjadi lebih baik dan sempurna.

Jika bentuk bibirnya sudah sempurna nanti, buah hati tidak akan merasa kesulitan lagi dalam menjalani aktivitas sehari-hari seperti makan dan berbicara, bahkan lebih percaya diri bertemu dengan orang banyak.

Selama masa pengobatan bibir sumbing, lakukan beberapa cara berikut ini untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang dialami oleh anak:

  • Dukungan menyusui. Moms mungkin memerlukan nasihat tentang memosisikan bayi di payudara untuk membantunya menyusu. Moms juga mungkin perlu memberinya makan dengan menggunakan jenis botol khusus.
  • Memantau pendengaran. Pemantauan pendengaran dapat dilakukan dengan alat bantu dengar yanf dipasang pada telinga anak.
  • Terapi wicara dan bahasa. Tujuannya untuk memantau perkembangan bicara dan bahasa anak.
  • Kebersihan gigi yang baik dan perawatan ortodontik untuk anak.

Cara mengobati dan menangani bibir sumbing pada anak sudah dijelaskan. Lantas, adakah cara untuk mencegah bibir sumbing?

Baca Juga: 2 Jenis Infeksi Kehamilan yang Bahayakan Janin dan Cara Mencegahnya

Cara Mencegah Bibir Sumbing pada Anak

Cara Mencegah Bibir Sumbing pada Anak

Foto: Orami Photo Stock

Kondisi bibir sumbing sebenarnya memang tidak dapat sepenuhnya dicegah. Namun, ada beberapa hal yang bisa orang tua lakukan untuk mengurangi faktor risikonya.

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut ini langkah-langkah untuk menurunkan risiko:

  • Pertimbangkan konseling genetik. Jika Moms memiliki riwayat keluarga dengan bibir sumbing, segera beri tahu dokter sebelum Moms hamil.
  • Konsumsi vitamin prenatal. Jika Moms sedang berencana untuk hamil, tanyakan kepada dokter tentang mengonsumsi vitamin prenatal yang tepat.
  • Hindari merokok dan alkohol selama masa kehamilan. Penggunaan alkohol atau tembakau selama kehamilan meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan cacat lahir.

Itulah penjelasan tentang bibir sumbing pada anak. Semoga tidak khawatir lagi, ya, Moms!

  • https://www.nhs.uk/conditions/cleft-lip-and-palate/
  • https://www.webmd.com/oral-health/cleft-lip-cleft-palate
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cleft-palate/symptoms-causes/syc-20370985
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait