11 Oktober 2023

Arti Janin Cegukan, Calon Ibu Wajib Tahu!

Janin cegukan rasanya seperti ia sedang menendang namun dalam irama yang konstan

Tahukah Moms, bayi dalam kandungan juga ternyata bisa mengalami cegukan, lho. Lantas apa penyebab janin cegukan dalam kehamilan? Yuk ketahui bersama di bawah ini!

Penyebab Janin Cegukan

Ibu Hamil Kelelahan
Foto: Ibu Hamil Kelelahan (Scarymommy.com)

Cegukan pada bayi dalam kandungan bisa dirasakan oleh sebagian ibu hamil.

Rasanya seperti perut terasa 'berdetak' dan agak menganggetkan untuk pertama kalinya.

Apakah kondisi ini normal terjadi pada kehamian?

Serta usia kehamilan berapa janin cegukan bisa terasa? Berikut penjelasannya, Moms.

Bayi di dalam kandungan cegukan ternyata adalah hal normal yang terjadi, Moms.

Ini merupakan tanda kandungan Moms dalam keadaan baik-baik saja.

Lantas apa penyebabnya?

Menurut salah satu artikel peneliti 2012 di BMC Pregnancy and Childbirth menjelaskan, penyebab janin cegukan di dalam rahim mungkin disebabkan oleh tarikan pada tali pusat.

Artinya, cegukan terjadi ketika janin jaraknya menjauh dari tali pusat.

Penyebab lain dari janin cegukan karena ia sedang dalam proses pematangan paru-paru.

Namun, tidak perlu khawatir, cegukan ini adalah refleks yang normal dan merupakan bagian dari kehamilan.

Dilansir dari Baby Centre, bayi mungkin sudah mulai cegukan di akhir trimester pertama atau di awal trimester kedua.

Namun, Moms mungkin tidak akan merasakan cegukannya sampai usia kehamilan Moms 27 minggu.

Atau ini akan dirasakan sekitar usia kehamilan mencapai 6 bulan.

Pada saat itu, Moms akan terbiasa dengan bayi yang mulai bergerak.

Baca Juga: 4 Penyebab Ibu Hamil Sensitif Terhadap Suami

Arti Lain Janin Cegukan

Janin Cegukan saat Hamil
Foto: Janin Cegukan saat Hamil (Spineuniverse.com)

Menurut Karen Gill, MD, dokter anak di San Fransisco, California, beberapa bayi mungkin akan mengalami cegukan beberapa kali sehari.

Namun, ada pula bayi yang mungkin tidak mengalaminya.

Selain ini adalah hal normal dalam kehamilan, ada tanda-tanda lain dalam mengartikan janin cegukan.

Berikut tanda-tanda yang perlu diketahui:

1. Tanda Kelainan Janin

Lalu, perlukah Moms mengonsultasikan cegukan janin ini ke dokter?

Meski jarang terjadi, janin cegukan bisa saja merupakan tanda ada sesuatu yang salah dengan kehamilan atau janin.

Terutama jika cegukan pada janin terjadi setiap hari dan lebih dari 4 kali per hari selama 28 minggu.

Setelah minggu ke-32 kehamilan, kecil kemungkinan Moms akan merasakan cegukan janin di dalam rahim setiap hari.

Walaupun cegukan sering kali bukan merupakan penanda masalah, tapi cegukan bisa saja terjadi karena adanya tekanan atau putus pada tali pusat atau plasenta.

Pasokan darah dan oksigen ke janin dapat menjadi terbatas atau berhenti sama sekali dalam situasi ini.

2. Plasenta Bermasalah Sebabkan Komplikasi

Tanda lain dari janin cegukan juga bisa ciri-ciri ia sedang dalam keadaan tidak baik, lho.

Ini bisa tanda bahwa plasenta dalam perut sedang terlilit.

Plasenta yang putus atau tertekan atau terlilit dapat menyebabkan komplikasi, termasuk di antaranya:

Untuk kasus yang tidak segera diatasi, dapat menyebabkan kematian pada janin, Moms.

Baca Juga: 6 Fakta tentang Keadaan Janin saat Berhubungan Intim

3. Mirip dengan Tendangan Bayi

Janin cegukan akan terasa seperti gerakan menendang, tetapi dalam irama yang lebih konstan dan teratur.

Beberapa Moms menggambarkannya sebagai perasaan berdenyut yang mirip dengan otot yang berkedut.

Gerakan ini awalnya mungkin dikira sebagai tendangan yang lembut, tetapi terus terjadi dan berulang dengan ritme yang mirip cegukan pada orang dewasa.

Menurut Anne Brown, MD, direktur medis layanan kesehatan wanita di Rumah Sakit Inova Loudoun di Leesburg, Virginia,

“Usia kehamilan trimester ketiga adalah saat kebanyakan wanita mulai merasakan janin cegukan, tetapi Moms dapat melihatnya melalui USG sedini mungkin,"

Khususnya saat trimester pertama pada saat diafragma bayi mulai berkembang.

4. Fungsi Saraf Bekerja

Tanda janin cegukan bisa menandakan bahwa saraf otaknya berfungsi dengan baik, lho.

Menurut Brandi Ring, MD, seorang dokter kandungan dan ginekolog di Mile High OB-GYN di Denver, cegukan janin menunjukkan aktivasi saraf yang mengontrol diafragma.

Ini bantu memastikan bahwa otak dan sumsum tulang belakang normal dan melakukan tugasnya.

Dengan kata lain, janin cegukan berarti bayi cukup berkembang dengan baik untuk bertahan hidup.

Baca Juga: Macam-Macam USG Kehamilan, Dari Manfaat Hingga Harganya!

Cegukan janin, meski tidak menyakitkan, kadang bisa mengganggu.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb