Trimester 2

8 September 2021

Arti Janin Cegukan, Calon Ibu Wajib Tahu!

Janin cegukan rasanya seperti ia sedang menendang namun dalam irama yang konstan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Tahukah Moms, bayi dalam kandungan juga ternyata bisa mengalami cegukan, lho. Lantas apa penyebab janin cegukan dalam kehamilan? Yuk ketahui bersama di bawah ini!

Penyebab Janin Cegukan

penyebab janin cegukan

Foto: Orami Photo Stocks

Cegukan pada bayi dalam kandungan bisa dirasakan oleh sebagian ibu hamil.

Rasanya seperti perut terasa 'berdetak' dan agak menganggetkan untuk pertama kalinya.

Apakah kondisi ini normal terjadi pada kehamian? Serta usia kehamilan berapa janin cegukan bisa terasa? Berikut penjelasannya, Moms.

Bayi di dalam kandungan cegukan ternyata adalah hal normal yang terjadi, Moms.

Ini merupakan tanda kandungan Moms dalam keadaan baik-baik saja.

Lantas apa penyebabnya? Menurut salah satu artikel peneliti 2012 di BMC Pregnancy and Childbirth menjelaskan, penyebab janin cegukan di dalam rahim mungkin disebabkan oleh tarikan pada tali pusat.

Artinya, cegukan terjadi ketika janin jaraknya menjauh dari tali pusat.

Penyebab lain dari janin cegukan karena ia sedang dalam proses pematangan paru-paru.

Namun, tidak perlu khawatir, cegukan ini adalah refleks yang normal dan merupakan bagian dari kehamilan.

Dilansir dari Baby Centre, bayi mungkin sudah mulai cegukan di akhir trimester pertama atau di awal trimester kedua.

Namun, Moms mungkin tidak akan merasakan cegukannya sampai usia kehamilan Moms 27 minggu.

Atau ini akan dirasakan sekitar usia kehamilan mencapai 6 bulan. Pada saat itu, Moms akan terbiasa dengan bayi yang mulai bergerak.

Baca Juga: Cerdas Cegah Cacat Janin Sejak Dini Dengan 5 Cara Ini

Arti Lain Janin Cegukan

Menurut Karen Gill, MD, dokter anak di San Fransisco, California, beberapa bayi mungkin akan mengalami cegukan beberapa kali sehari.

Namun, ada pula bayi yang mungkin tidak mengalaminya.

Selain ini adalah hal normal dalam kehamilan, ada tanda-tanda lain dalam mengartikan janin cegukan. Berikut tanda-tanda yang perlu diketahui:

1. Tanda Kelainan Janin

Janin Cegukan, Apa Penyebabnya 2.jpg

Foto: pixabay.com

Lalu, perlukah Moms mengonsultasikan cegukan janin ini ke dokter?

Meski jarang terjadi, janin cegukan bisa saja merupakan tanda ada sesuatu yang salah dengan kehamilan atau janin.

Terutama jika cegukan pada janin terjadi setiap hari dan lebih dari 4 kali per hari selama 28 minggu.

Setelah minggu ke-32 kehamilan, kecil kemungkinan Moms akan merasakan cegukan janin di dalam rahim setiap hari.

Walaupun cegukan sering kali bukan merupakan penanda masalah, tapi cegukan bisa saja terjadi karena adanya tekanan atau putus pada tali pusat atau plasenta.

Pasokan darah dan oksigen ke janin dapat menjadi terbatas atau berhenti sama sekali dalam situasi ini.

2. Plasenta Bermasalah Sebabkan Komplikasi

Tanda lain dari janin cegukan juga bisa ciri-ciri ia sedang dalam keadaan tidak baik, lho.

Ini bisa tanda bahwa plasenta dalam perut sedang terlilit.

Plasenta yang putus atau tertekan atau terlilit dapat menyebabkan komplikasi, termasuk di antaranya:

Untuk kasus yang tidak segera diatasi, dapat menyebabkan kematian pada janin, Moms.

Baca Juga: Memahami 5 Penyebab Kelamin Ganda Pada Bayi dan Faktor Risikonya

3. Mirip dengan Tendangan Bayi

Janin Cegukan, Apa Penyebabnya 3.jpg

Foto: pixabay.com

Janin cegukan akan terasa seperti gerakan menendang, tetapi dalam irama yang lebih konstan dan teratur.

Beberapa Moms menggambarkannya sebagai perasaan berdenyut yang mirip dengan otot yang berkedut.

Gerakan ini awalnya mungkin dikira sebagai tendangan yang lembut, tetapi terus terjadi dan berulang dengan ritme yang mirip cegukan pada orang dewasa.

Menurut Anne Brown, MD, direktur medis layanan kesehatan wanita di Rumah Sakit Inova Loudoun di Leesburg, Virginia, “Usia kehamilan trimester ketiga adalah saat kebanyakan wanita mulai merasakan janin cegukan, tetapi Moms dapat melihatnya melalui USG sedini mungkin,"

Khususnya saat trimester pertama pada saat diafragma bayi mulai berkembang.

4. Fungsi Saraf Bekerja

janin cegukan saat usia kehamilan 6 bulan.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Tanda janin cegukan bisa menandakan bahwa saraf otaknya berfungsi dengan baik, lho.

Menurut Brandi Ring, MD, seorang dokter kandungan dan ginekolog di Mile High OB-GYN di Denver, cegukan janin menunjukkan aktivasi saraf yang mengontrol diafragma.

Ini bantu memastikan bahwa otak dan sumsum tulang belakang normal dan melakukan tugasnya.

Dengan kata lain, janin cegukan berarti bayi cukup berkembang dengan baik untuk bertahan hidup.

Baca Juga: Bayi Ngorok saat Tidur, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Janin Cegukan

Cegukan janin, meski tidak menyakitkan, kadang bisa mengganggu.

Sentakan halus ini dapat membuat Moms menjadi tidak nyaman dan sulit merasa rileks atau tertidur.

Beberapa tips yang bisa dilakukan Moms untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat cegukan janin, di antaranya:

1. Berbaring Menyamping ke Kiri

Janin Cegukan, Apa Penyebabnya 1.jpg

Foto: pixabay.com

Moms, yuk coba atur posisi tidur untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat janin cegukan!

Dengan tidur menghadap kiri, dipercaya akan lebih meningkatkan kualitas tidur Moms saat beristirahat.

Gunakan bantal kehamilan untuk menopang perut dan mengurangi tekanan dari tulang belakang.

Cara ini terbilang ampuh untuk sebagian ibu hamil dalam membuat tubuh tetap terasa nyaman.

Patuhi waktu tidur, termasuk jika Moms terbiasa tidur siang, ya.

2. Konsumsi Makanan Sehat

Selain itu, perubahan pola hidup juga perlu diutamakan dalam mengurangi rasa tidak nyaman akibat cegukan.

Salah satunya yakni konsumsi makanan yang bervariasi dan menyehatkan.

Ketika kebutuhan nutrisi terpenuhi, ini akan mencegah dari hal-hal yang tak diinginkan seperti komplikasi kehamilan.

Jadi, selalu perhatikan jenis makanan yang dikonsumsi setiap harinya ya, Moms.

Baca Juga: 12 Penyebab Terlambat Haid, Tidak Selalu Karena Hamil Lho

3. Olahraga Ringan

Merasa tidak nyaman akibat janin cegukan? Yuk, kita atasi dengan olahraga ringan secara rutin!

Melansir National Health Services, olahraga pada kehamilan juga dapat mengurangi kesulitan yang mungkin terjadi saat persalinan, lho.

Namun, tidak semua jenis olahraga bisa dilakukan saat kehamilan.

Berikut beberapa olahraga yang aman dilakukan oleh ibu hamil, seperti:

Pilihlah olahraga yang Moms rasa mampu untuk dijalani. Ingat, kemampuan setiap ibu hamil itu tentu berbeda ya, Moms.

4. Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi

Mengurangi rasa tidak nyaman karena janin cegukan bisa dengan minum air putih.

Membuat tubuh tetap terhidrasi adalah cara sederhan dalam membuat tubuh tetap prima dalam beraktivitas.

Melansir The American College of Obstetricians and Gynecologist, selama kehamilan direkomendasikan untuk minum 8 sampai 12 gelas per harinya.

Selain menjaga tubuh tetap terhidrasi, air putih juga membantu melancarkan pencernaan dan membantu membentuk cairan ketuban di sekitar janin.

Baca Juga: 4 Kebiasaan Makan Saat Hamil yang Ternyata Berisiko Untuk Kesehatan Janin

Itulah beberapa hal tentang janin cegukan yang perlu Moms ketahui. Intinya, janin cegukan adalah hal yang normal dan tak perlu dikhawatirkan, ya, Moms.

  • https://bmcpregnancychildbirth.biomedcentral.com/articles/10.1186/1471-2393-12-S1-A7
  • https://www.babycenter.com/pregnancy/your-body/is-it-normal-for-my-baby-to-have-hiccups-in-the-womb_2647
  • https://www.acog.org/womens-health/experts-and-stories/ask-acog/how-much-water-should-i-drink-during-pregnancy#:~:text=During%20pregnancy%20you%20should%20drink,helps%20waste%20leave%20the%20body.
  • https://www.thebump.com/a/does-baby-have-hiccups
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait