23 Januari 2023

4 Penyebab Ibu Hamil Sensitif Terhadap Suami

Salah satunya karena perubahan hormon, nih Moms!

Kehamilan adalah saat yang menantang dan menyenangkan. Namun terkadang, ibu hamil sensitif terhadap suami dan bahkan jadi lebih mudah marah.

Biasanya, yang paling merasakan perubahan ini (dan paling sering menjadi korban) adalah para suami.

Nah, kira-kira apa saja yang menyebabkan para ibu hamil sensitif terhadap suami di masa tersebut? Simak ulasan lengkapnya pada artikel ini.

Baca Juga: Ternyata Ini Waktu yang Tepat Melakukan USG Kehamilan

Penyebab Ibu Hamil Sensitif Terhadap Suami

Ibu Hamil
Foto: Ibu Hamil (Freepik.com)

Simak beberapa penyebab ibu hamil sensitif terhadap suami berikut ini.

1. Perubahan Hormon

Penyebab utama ibu hamil sensitif terhadap suami selama masa kehamilan adalah karena adanya perubahan hormon.

Hormon memicu perasaan sensitif selama kehamilan, di mana perubahan tersebut dapat menyebabkan perasaan ibu hamil berubah-ubah.

Terkadang dapat menjadi murung, lalu mudah marah, perubahan yang secara tiba-tiba tersebut digambarkan layaknya roller coaster.

"Kehamilan adalah masa transisi dalam kehidupan seorang wanita dan selama masa transisi tersebut, keadaan bisa naik turun," kata dr. Mary Kimmel, seorang Medical Director di NC Maternal Mental Health, Amerika Serikat.

Kadar estrogen akan melonjak selama 12 minggu pertama kehamilan, dan dapat meningkat lebih dari 100 kali lipat.

Fluktuasi mood ibu hamil mirip dengan saat menjelang haid atau premenstrual syndrome (PMS).

"Beberapa wanita merasa sensitif terhadap perubahan hormon estrogen, sementara sebagian wanita hamil lainnya dapat dipengaruhi oleh adanya peningkatan kadar progesteron," jelas Kimmel.

Progesteron adalah hormon yang dapat membuat seseorang bisa menjadi sangat sensitif hingga menangis.

Maka dari itu, secara keseluruhan, kecemasan dan iritabilitas dapat disebabkan oleh hormon estrogen, lalu kelelahan dan rasa sedih hingga menangis didalangi oleh hormon progesteron.

Perasaan yang menjadi lebih sensitif tersebut, seringkali akan diikuti dengan kecemasan dan depresi yang bisa memengaruhi kehidupan ibu hamil sehari-hari.

Perhatikan gejala kecemasan dan depresi ini selama kehamilan:

  • Serangan panik (jantung berdebar kencang, jantung berdebar-debar, sesak napas)
  • Kekhawatiran yang terjadi secara terus-menerus, seperti kekhawatiran akan kesehatan atau kesejahteraan bayi
  • Perilaku obsesif atau kompulsif
  • Perubahan suasana hati yang terjadi secara tiba-tiba
  • Mudah merasa sedih, atau menangis terus menerus tanpa alasan yang jelas
  • Menjadi mudah gugup, gelisah, atau panik

Jika gejala berlangsung lebih dari dua minggu, segera lakukan konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga: 15+ Jus untuk Ibu Hamil yang Baik untuk Ibu dan Janin di Setiap Trimester Kehamilan

2. Perubahan Bentuk Tubuh

Perubahan bentuk tubuh selama masa kehamilan sedikit banyak dapat memengaruhi perasaan ibu hamil

Beberapa wanita menyukai perubahan fisik selama masa kehamilan dan tetap merasa nyaman dengan perubahan tubuh tersebut.

Sedangkan bebeapa wanita hamil lainnya tidak menyukai perubahan tubuh yang mereka alami sehingga dapat memengaruhi perasaan mereka.

Hal tersebut dapat terjadi karena merasa khawatir tentang kenaikan berat badan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menurunkannya.

Kehamilan juga sering kali menimbulkan rasa sakit di beberapa bagian tubuh atau membuat tubuh merasa lelah, sehingga memengaruhi suasana hati.

Untuk mengatasinya, cobalah untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri, meskipun wajar jika Moms merasa sedikit cemas tentang perubahan tubuh yang dialami selama hamil.

Agar perasaan tersebut tidak berlanjut, lakukanlah konsultasi ke ahlinya untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga: Bahaya dan Risiko Sauna Saat Hamil, Hati-Hati Moms!

3. Kelelahan dan Kesulitan Tidur

Penyebab ibu hamil sensitif terhadap suami berikutnya adalah karena kelelahan atau insomnia.

Tidur memainkan peran penting dalam kesejahteraan dan kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya.

Dilansir dari What to Expect, saat memasuki trimester kedua hingga ketiga masa kehamilan, sering kali ibu hamil akan mengalami kesulitan untuk tidur, yang menyebabkan kelelahan.

Selain dari perubahan hormon, insomnia atau kesulitan untuk tidur selama kehamilan, dapat disebabkan beberapa hal berikut ini.

  • Sering buang air kecil di malam hari.
  • Mulas, sembelit, atau mual di pagi hari.
  • Sakit dan nyeri, seperti sakit kepala dan nyeri ligamen.
  • Kram kaki.
  • Mimpi yang mengganggu.
  • Metabolisme yang meningkat yang membuat tubuh kepanasan.
  • Merasa tidak nyaman karena ukuran perut yang terus membesar.
  • Bayi dalam kandungan yang terlalu aktif menendang-nendang.
  • Kecemasan dan kekhawatiran sebelum melahirkan.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Dokter Kandungan Manado untuk Pemeriksaan Kandungan di Masa Kehamilan

4. Merasa Takut dan Cemas

Penyebab ibu hamil sensitif terhadap suami selanjutnya adalah karena adanya rasa cemas dan takut.

Ketakutan dan kecemasan adalah emosi yang normal, dan setiap orang dapat mengalaminya karena suatu alasan.

Selama kehamilan, kehadiran emosi tersebut dapat membantu memastikan atau menandakan bahwa seorang wanita hamil dapat menjaga, merawat, dan melindungi bayinya setelah proses melahirkan.

Dilansir dari Live Science, sistem rasa takut dan cemas yang ada di otak dapat meningkat selama masa kehamilan.

Salah satu yang menimbulkan rasa takut selama hamil adalah takut merasa kesakitan atau terjadi sesuatu yang salah selama persalinan.

"Terdapat banyak hal yang tidak dapat dikendalikan oleh seorang wanita selama kehamilan," ungkap Kimmel, dan ketidakpastian tersebut dapat memicu pikiran-pikiran yang menakutkan bagi wanita hamil.

Selain itu, jika seorang wanita hamil pernah mengalami gangguan kecemasan di masa lalu, maka dia lebih berisiko dapat mengalaminya kembali selama kehamilan.

Hal ini karena peningkatan stres yang mungkin terjadi saat hamil, terutama di masa pandemi sekarang ini.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di Advancement of Science, menjelaskan bahwa wanita hamil atau yang melahirkan selama pandemi COVID-19 mengalami peningkatan rasa cemas dan takut.

Di studi tersebut, juga ditemukan bahwa hampir 15 persen lebih banyak wanita mengalami gejala depresi pascamelahirkan setelah melahirkan selama pandemi.

Penelitian telah menunjukkan bahwa kecemasan seorang ibu selama kehamilan dapat memengaruhi calon buah hati.

Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah studi di Brain, Behavior, and Immunity tahun 2013, bayi yang lahir dari ibu yang memiliki tingkat kecemasan tinggi selama kehamilan memiliki respons kekebalan tubuh yang lemah terhadap vaksin pada usia enam bulan.

Kondisi ini dibandingkan dengan bayi dengan ibu yang tidak mengalami gangguan kecemasan.

Jika gangguan kecemasan yang dialami selama masa kehamilan tidak ditangani dengan tepat dan sesegera mungkin, maka hal tersebut ditakutkan dapat berdampak bagi calon bayi.

Itu sebabnya, Moms yang mengalami masalah tersebut harus segera berkonsultasi dengan ahlinya.

Baca Juga: Inilah 6 Hormon Kehamilan Utama yang Ibu Hamil Wajib Tahu

Menghadapi Perasaan Sensitif saat Hamil

Ibu Hamil Sensitif
Foto: Ibu Hamil Sensitif (Freepik.com)

Jika para suami tergolong pihak yang sering jadi korban amukan pasangan yang sedang hamil, maka sebaiknya tak perlu ikut tersulut emosi juga.

Cobalah menerima, beradaptasi, dan bersabar. Untuk para suami yang mendapati mood istri naik turun seperti roller coaster. Tetaplah tenang dan beri senyuman.

Selain itu, simak beberapa tips di bawah ini yang bisa para suami lakukan untuk meringankan perasaan sensitif dari ibu hamil.

Baca Juga: Kenali Siklus Menstruasi Normal serta Fase Ovulasi untuk Moms yang Merencanakan Kehamilan

1. Buat Istri Merasa Nyaman

Untuk para suami, buatlah para istri merasa nyaman karena perkembangan janin yang baik juga tergantung kepada ibu yang mengandungnya.

Saat istri mulai marah-marah, para suami bisa mencoba bercanda dengan kalimat seperti, "Kalau kamu marah-marah terus, nanti si dedek jadi mirip sama yang dimarahi, lho."

Suami juga bisa melakukan hal romantis seperti memberi istri hadiah kecil, mengajaknya makan malam di luar, atau memberikan apa yang sedang istri inginkan.

Hal-hal tersebut bisa membuat ibu hamil merasa dihargai, lho. Peka pada perasaan istri juga bisa mencegah istri mengamuk dan marah tidak jelas.

2. Curhat Tentang Kekhawatiran Kepada Orang Lain

Banyak wanita merasa bahwa berbicara dengan seseorang yang mereka percayai, seperti keluarga, pasangan, atau sahabat.

Membahas segala kekhawatiran mereka dapat sangat membantu untuk memperbaiki suasana hati.

Dilansir dari Tommy.org, bahwa berbicara dengan orang lain tentang bagaimana perasaan Moms bisa sangat melegakan dan membantu mengingatkan bahwa Moms tidak sendirian.

Beberapa wanita hamil akan menggunakan forum kehamilan online.

Adanya forum online untuk berbagi cerita sangat membantu Moms dalam menemukan ide mengenai cara mengatasi perasaan sensitif atau mengetahui bahwa terdapat orang lain yang juga mengalami hal yang sama.

Namun, bila belum merasa lega setelah berbagi cerita dengan orang lain, mungkin yang Moms butuhkan adalah berkonsultasi dengan ahlinya.

Baca Juga: Multiguna, Mari Mengenal Manfaat Pilates untuk Pra-Kehamilan, Kehamilan, dan Pasca Kehamilan

3. Mencari Tahu Informasi yang Dibutuhkan

Ibu hamil terkadang dapat menjadi cemas dan stres tentang hal-hal terkait kehamilan yang tidak diketahui, sehingga menimbulkan ketakutan yang dapat menguasai diri mereka.

Maka dari itu, mendapatkan informasi penting tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kehamilan dapat membantu Moms dapat merasa lebih percaya diri dan terkendali.

Berikut adalah beberapa informasi yang harus diketahui saat memasuki masa kehamilan, antara lain:

  • Kesehatan ibu dan bayi dapat diketahui dengan berkonsultasi ke dokter atau bidan.
  • Mencari tahu tentang pilihan persalinan yang tersedia dan perawatan yang tepat pasapersalinan.
  • Mempersiapkan biaya.

4. Melakukan Me Time

Kehamilan dapat menguras emosi dan fisik. Salah satu tips untuk memerangi perubahan suasana hati selama kehamilan yaitu dengan menjadwalkan waktu yang bisa Moms gunakan untuk "me time"

Beberapa contoh aktivitas di mana Moms dapat melakukan hal yang berfokus pada diri sendiri, seperti tidur, tepat waktu mendapatkan pijat kehamilan, membeli pakaian kehamilan sesuai selera, dan beristirahat.

Baca Juga: Birthing Ball untuk Ibu Hamil, Ini Manfaat dan Cara Menggunakannya

5. Menghindari Informasi yang Menambah Beban Pikiran

Saat mengalami suatu gejala yang terjadi pada tubuh, biasanya kita akan segera mencari tahu melalui mesin pencari seperti Google untuk menemukan jawabannya.

Nah, selama masa kehamilan, sebaiknya untuk menghindari mencari gejala penyakit di mesin pencari ya, Moms.

Hal ini disebabkan karena internet terkadang memiliki informasi yang tidak akurat dan bisa memicu kepanikan.

Jika Moms mengalami sesuatu atau gejala yang tidak normal, maka segera hubungi bidan atau dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

Demikianlah beberapa alasan mengapat ibu hamil lebih sensitif dan sejumlah tips untuk mengatasinya.

Satu hal yang paling penting selama kehamilan adalah dengan meningkatkan komunikasi dengan orang terdekat atau ahli kesehatan guna menjaga kesehatan selama masa kehamilan.

Sekarang, Moms sudah tahu penyebab ibu hamil sensitif terhadap suami, kan. Ini tugas para Dads untuk bisa memahami kondisi tersebut dan membuat ibu hamil merasa lebih nyaman. Semangat!

  • https://www.tommys.org/pregnancy-information/im-pregnant/mental-wellbeing/emotional-changes-pregnancy
  • https://www.livescience.com/51043-pregnancy-emotions.html
  • https://www.eurekalert.org/news-releases/722159
  • https://greatist.com/health/pregnancy-mood-swings#dealing-with-pregnancy-mood-swings
  • https://www.verywellfamily.com/mood-swings-during-pregnancy-4159590
  • https://www.parents.com/pregnancy/my-body/pampering/pamper-your-pregnant-body/
  • https://www.whattoexpect.com/pregnancy/symptoms-and-solutions/insomnia.aspx#:~:text=It's%20normal%20to%20have%20trouble,to%20get%20comfortable%20in%20bed.
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23439080/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.