Scroll untuk melanjutkan membaca

NEWBORN
29 September 2022

15 Kelainan Jantung pada Bayi Baru Lahir, Kenali dan Waspadai!

Beberapa di antaranya termasuk kondisi yang sangat kritis
15 Kelainan Jantung pada Bayi Baru Lahir, Kenali dan Waspadai!

Ada banyak jenis kelainan jantung pada bayi yang merupakan bawaan lahir.

Mulai dari yang sederhana hingga rumit dan kritis.

Apakah Moms sudah mengerti dan tahu semuanya?

Yuk, kenali lebih lanjut untuk mengetahui jenis-jenis kelainan jantung bawaan yang dapat terjadi pada bayi.

Beberapa di antaranya ada yang membutuhkan perawatan serius dan dalam jangka waktu yang lama, lho!

Baca Juga: Serba-serbi Penyakit Jantung Lemah, Bisa Sebabkan Gagal Jantung Jika Tak Diobati

Jenis-Jenis Kelainan Jantung pada Bayi

Membutuhkan diagnosis yang tepat dari dokter, berikut sejumlah penyakit jantung bawaan yang umum ditemukan:

1. Cacat Septum Atrial

Cacat Septum Atrial

Foto: Cacat Septum Atrial (Share.baptisthealth.com)

Dalam laman Department of Surgery UCSF disebutkan, pada kondisi ini terdapat lubang abnormal antara dua ruang atas jantung, di area yang disebut atrium.

Ada empat jenis lubang cacat septum atrial (kebocoran bilik jantung), tergantung pada posisinya di sepanjang septum.

Septum adalah sebuah dinding yang memisahkan kedua sisi jantung.

Dalam banyak kasus, bayi dengan kelainan jantung bawaan ini tidak menunjukkan gejala.

2. Cacat Septum Ventrikel

Cacat Septum Ventrikel

Foto: Cacat Septum Ventrikel (Pediatricheartspecialists.com)

Mengutip National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), kelainan jantung pada bayi yang satu ini juga sering ditemukan.

Kondisi ini terjadi karena adanya lubang di dinding antar ventrikel, yang merupakan dua bilik jantung.

Darah dapat mengalir dari ventrikel kiri dan bercampur dengan darah dari ventrikel kanan, alih-alih mengalir ke seluruh tubuh.

Jika lubangnya besar, hal ini dapat membuat jantung dan paru-paru bekerja lebih keras.

Kondisi tersebut pun dapat menyebabkan penumpukan cairan pada paru-paru.

Baca Juga: Apakah Ibu dengan Penyakit Jantung Bisa Hamil?

3. Koarktasio Aorta

Koarktasio Aorta

Foto: Koarktasio Aorta (Medium.com)

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), koarktasio aorta adalah salah satu cacat lahir pada bayi.

Penyakit jantung bawaan jenis ini terjadi ketika bagian aorta bayi lebih sempit dari yang seharusnya.

Gejala yang umum ditemukan dari koarktasio aorta, meliputi:

  • Sakit dada
  • Sakit kepala
  • Tekanan darah tinggi
  • Kram kaki atau kaki dingin
  • Kelemahan otot
  • Mimisan

Jika penyempitan cukup parah dan tidak didiagnosis, bayi mungkin mengalami masalah serius.

Terkadang, sejumlah kasus memerlukan pembedahan atau prosedur lain yang dilakukan dengan segera setelah lahir.

4. Tetralogi Fallot

Tetralogi Fallot

Foto: Tetralogi Fallot (Checkupnewsroom.com)

Tetralogi of Fallot (ToF) adalah penyakit jantung bawaan (PJB) pada bayi yang mesti diwaspadai.

Sebagaimana dijelaskan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ini adalah cacat lahir yang memengaruhi aliran darah normal melalui jantung.

Kondisi ini terjadi ketika jantung bayi tidak terbentuk dengan sempurna ketika proses tumbuh kembang di dalam rahim selama kehamilan.

Kelainan jantung pada bayi jenis ini dapat menyebabkan oksigen dalam darah yang mengalir ke seluruh tubuh menjadi berkurang.

Oleh karena itu, bayi dengan ToF biasanya memiliki kulit yang tampak kebiruan (sianosis), khususnya pada saat menangis.

5. Cacat Ventrikel Tunggal

Cacat Ventrikel Tunggal

Foto: Cacat Ventrikel Tunggal (Heartmurmurs.childrenshospital.org)

Jantung bocor pada bayi juga bisa merujuk pada penyakit yang dikenal dengan sebutan cacat ventrikel tunggal.

Pjb pada bayi ini ditandai dengan adanya perubahan fisik pada pasien, salah satunya dengan adanya berbagai anomali kongenital.

"Kondisi ini membuat pasien hanya memiliki satu ventrikel fungsional (ruang pemompaan), bukan dua,” kata Dr. D. Byron Holt, kepala bagian kardiologi di Dell Children’s Medical Center di Texas, Austin, dikutip dari Health.usnews.com.

Bayi dengan kondisi ini biasanya memiliki kadar oksigen tubuh yang lebih rendah, sehingga memiliki warna kebiruan pada kulit (sianosis).

Baca Juga: Bayi Lahir dengan Kelamin Ganda (Interseks), Haruskah Operasi?

6. Stenosis Katup Paru

Stenosis Katup Paru

Foto: Stenosis Katup Paru (Semanticscholar.org)

Dalam laman Heart.org disebutkan bahwa stenosis katup paru adalah kondisi ketika katup jantung menebal atau menyatu tapi tidak sepenuhnya terbuka.

Penyakit jantung bawaan pada bayi ini membuat katup paru memungkinkan darah mengalir keluar.

Aliran darah dari jantung ke arteri pulmonalis dan kemudian ke paru-paru termasuk kondisi yang berbahaya.

Ini adalah keadaan darurat medis, di mana prosedur bedah perlu segera dilakukan oleh dokter.

Gejala yang terlihat, seperti sesak napas, nyeri pada bagian dada, dan kehilangan kesadaran.

7. Anomali Ebstein

Anomali Ebstein

Foto: Anomali Ebstein (Ctsnet.org)

Dikutip dari WebMD, ini adalah kerusakan pada katup trikuspid yang membuatnya tidak dapat tertutup rapat.

Bayi yang menderita anomali Ebstein juga sering mengalami pembengkakan dan jantung berdebar kencang.

Sering kali, diagnosis anomali Ebstein dicurigai ketika jantung terlihat besar pada rontgen dada.

Ekokardiogram umumnya digunakan untuk mendiagnosis anomali Ebstein atau pjb pada bayi.

Baca Juga: 7+ Makanan yang Dilarang untuk Jantung, Catat Moms!

8. Truncus Arteriosus

Truncus Arteriosus

Foto: Truncus Arteriosus (Healthprep.com)

Kelainan jantung pada bayi ini terjadi ketika Si Kecil lahir dengan satu arteri untuk membawa darah ke seluruh tubuhnya.

Bayi dengan kondisi ini perlu segera dibedah guna mempertahankan kualitas hidupnya.

Gejala yang paling terlihat dari penyakit jantung bawaan pada bayi yang satu ini, meliputi:

  • Warna biru atau ungu pada bibir, kulit dan kuku
  • Penambahan berat badan yang buruk
  • Napas cepat atau sesak napas
  • Berkeringat berlebihan, terutama saat menyusui

Jika tidak diobati, trunkus arteriosus bisa berakibat fatal di kemudian hari.

Pasalnya, trunkus arteriosus dapat mencegah oksigen untuk mengalir ke paru-paru.

9. Cacat Kanal atau Septum Atrioventrikular

Septum Atrioventrikuler

Foto: Septum Atrioventrikuler (Link.springer.com)

Situs MayoClinic menjelaskan bahwa kelainan jantung pada bayi ini terjadi ketika ada lubang di antara ruang jantung.

Kondisi ini juga berkaitan dengan masalah katup yang mengatur aliran darah di jantung.

Septum atrioventrikular juga sering dikaitkan dengan down syndrome yang terjadi di beberapa kasus.

Banyak ahli jantung merekomendasikan pembedahan untuk memperbaiki defek septum atrium berukuran sedang hingga besar.

Untuk orang dewasa dan anak-anak, operasi perbaikan defek septum atrium melibatkan penutupan lubang di jantung.

Baca Juga: Bronkopneumonia pada Anak, Infeksi Saluran Bronkial Paru-paru

10. Transposisi Arteri Besar (TAB)

Transposisi Arteri Besar

Foto: Transposisi Arteri Besar (Eachmepediatrics.com)

Berdasarkan studi dalam jurnal American Family Physician (AAFP), TAB terjadi pada sekitar 5% bayi dengan kelainan jantung bawaan.

Kelainan jantung pada bayi ini terjadi ketika aorta dan arteri paru-paru ditransposisikan.

Artinya, dua sirkulasi itu terpisah dan sejajar, bukan secara berurutan.

Bayi dengan kondisi ini sering mengalami gagal jantung kongestif.

Pengobatan pada kasus ini terbilang cukup lama dan membutuhkan perawatan bertahun-tahun.

11. Outlet Ganda Ventrikel Kanan (DORV)

Outlet Ganda Ventrikel Kanan (DORV)

Foto: Outlet Ganda Ventrikel Kanan (DORV) (Consumer.healthday.com)

Dijelaskan oleh Stanford Childrens, ini adalah suatu bentuk kelainan jantung pada bayi yang kompleks.

Penyebabnya, yaitu ketika aorta dan arteri pulmonalis terhubung ke ventrikel kanan.

DORV dapat diobati dengan pembedahan atau operasi jantung besar.

Pembedahan juga diperlukan untuk memperbaiki defek pada dinding ventrikel atau memperbaiki cacat jantung lainnya.

Baca Juga: 9 Manfaat Ketumbar untuk Jantung dan Kesehatan

12. Sindroma Hipoplastik Jantung Kiri (HSLS)

Sindroma Hipoplastik Jantung Kiri (HSLS)

Foto: Sindroma Hipoplastik Jantung Kiri (HSLS) (Texaschildrens.org)

Ini merupakan kombinasi beberapa kelainan jantung dan pembuluh darah besar.

Pada HSLS, sebagian besar struktur sisi kiri jantung (ventrikel kiri, katup mitral, aorta, dan katup aorta) berukuran kecil dan kurang berkembang.

Jika tidak segera diobati, HSLS dapat berakibat sangat fatal.

Penyakit jantung bawaan pada bayi ini terbilang cukup jarang terjadi dibandingkan kasus lainnya.

13. Anomali Total Drainase Vena Pulmonalis

Anomali Total Drainase Vena Pulmonalis

Foto: Anomali Total Drainase Vena Pulmonalis (Ox.ac.uk)

Pada cacat lahir ini, vena pulmonalis yang membawa darah merah yang kaya oksigen dari paru-paru bersifat abnormal.

Artinya, darah yang seharusnya dialirkan ke seluruh tubuh kembali ke jantung.

Seperti dikutip dari laman NYU Langone Medical Center, kelainan jantung pada bayi ini memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

Tak cukup hanya beberapa hari, perawatan lanjutan mungkin dibutuhkan apabila ditemukan gangguan kesehatan lainnya.

14. Tricuspid Atresia

Tricuspid Atresia

Foto: Tricuspid Atresia (Chop.edu)

Pada kelainan jantung pada bayi ini, NYU Langone Medical Center memaparkan bahwa jantung memiliki tiga katup, bukan empat.

Katup trikuspid yang menghubungkan atrium kanan dan ventrikel kanan di jantung bersifat abnormal dan tidak terbuka.

Selain itu, septum atrium memiliki celah yang disebut cacat septum atrial.

Pjb pada bayi ini memungkinkan pencampuran darah dari atrium kiri dan kanan.

15. Interrupted Aortic Arch (IAA)

Interrupted Aortic Arch (IAA)

Foto: Interrupted Aortic Arch (IAA) (Practostatic.com)

Kelainan genetik langka ini melibatkan dua defek.

Pertama, lengkungan aorta tidak membentuk tabung lengkap dan terputus, tidak sepenuhnya berkembang.

Kedua, ada lubang yang disebut ventrikel septal defek di dinding otot yang memisahkan dua ventrikel.

Perawatan yang sering digunakan untuk hal ini adalah infus prostaglandin.

Prostaglandin adalah obat yang diberikan untuk memungkinkan aliran darah menyebar ke tubuh bagian bawah.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Kawasaki yang Bahayakan Jantung Bayi

Pengobatan Kelainan Jantung pada Bayi

Cacat Jantung Bawaan

Foto: Cacat Jantung Bawaan (Healthline.com)

Tindakan pengobatan yang dibutuhkan tergantung pada jenis dan tingkat keparahan kondisinya.

Beberapa kondisi tidak memerlukan perawatan, namun beberapa lainnya memerlukan adanya tindakan pengobatan hingga operasi jantung.

"Sekitar 60% kasus lubang pada sekat jantung atau penyakit jantung bawaan sebenarnya bisa menutup dengan sendirinya," terang Prof. dr. Ganesja M. Harimurti, SpJP(K), selaku Dokter Spesialis Bedah Jantung Anak di Siloam Heart Institute.

Namun, sisanya memerlukan tindakan lanjutan dengan cara menutup lubang tersebut.

Ganesja menambahkan, untuk kasus VSD, lubang ditutup menggunakan alat yang disebut double mushroom.

Alat yang digunakan tersebut memiliki banyak ukuran yang akan disesuaikan dengan besar lubang yang ada di sekitar jantung.

Pemasangannya dibantu kateter yang dimasukkan melalui pangkal paha.

Namun, bayi baru boleh menjalani operasi tersebut saat berat badannya sudah mencapai 5 kg dan tidak mengalami masalah kesehatan ginjal.

Baca Juga: Digoxin Obat Gagal Jantung, Ini Dosis dan Efek Sampingnya

Nah, itu dia beberapa jenis kelainan jantung pada bayi yang umum terjadi.

Pada umumnya, kondisi di atas sudah dapat didiagnosis melalui berbagai pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter segera setelah bayi dilahirkan.

  • https://pediatricct.surgery.ucsf.edu/conditions--procedures/atrial-septal-defect.aspx
  • https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/congenital-heart-defects
  • https://www.cdc.gov/ncbddd/heartdefects/coarctationofaorta.html
  • https://www.cdc.gov/ncbddd/heartdefects/tetralogyoffallot.html
  • https://www.aafp.org/afp/1999/0401/p1857.html
  • http://www.nyulmc.congenital.org/?id=tricuspidatresia1
  • http://www.nyulmc.congenital.org/?id=interruptedarch1