Kesehatan Umum

29 November 2021

Mengenal Sianosis, Kulit Ungu Kebiruan pada Bayi

Jangan panik dulu Moms, kenali penyebab dan gejalanya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Adeline Wahyu

Mari mengenal lebih jauh penyebab dan cara mengatasi sianosis pada balita.

Menurut jurnal Pediatric Annals, sianosis didefinisikan sebagai perubahan warna kebiruan pada kulit dan mukosa. Hal ini terjadi di area dimana darah pada pembuluh darah permukaan memiliki tingkat oksigen yang lebih rendah.

Sianosis sirkumoral mengacu pada perubahan warna biru yang hanya terjadi di sekitar mulut. Biasanya terlihat pada bayi, terutama di atas bibir atas. Jika Si Kecil memiliki kulit yang lebih gelap, perubahan warna mungkin terlihat abu-abu atau putih. Moms, juga dapat menemukannya pada tangan dan kaki Si Kecil.

Munculnya sianosis sirkumoral dapat mengkhawatirkan. Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang dapat Moms periksa dengan cepat untuk mencegah kondisi darurat medis.

Baca Juga: Mengenal Fenilketonuria, Kelainan Genetika Langka pada Bayi Sejak Lahir

Gejala Sianosis pada Bayi

cyanosis.jpg

Foto: medexplosion

Beberapa cacat jantung menyebabkan sianosis pada bayi. Gejala utamanya adalah warna kebiruan pada bibir, jari tangan, dan jari kaki yang disebabkan oleh rendahnya kadar oksiden dalam darah. Hal ini dapat terjadi saat bayi sedang aktif maupun tidak beraktivitas.

Beberapa anak juga mengalami masalah pernapasan (dyspnea). Anak mungkin berjongkok setelah melakukan aktivitas fisik untuk meredakan sesak napas.

Gejala lainnya termasuk kecemasan, bernapas terlalu cepat, dan kulit berubah menjadi kebiruan secara tiba-tiba. Bayi mungkin lelah atau berkeringat saat menyusu dan mungkin berat badannya tidak mencapai angka yang seharusnya. Nyeri dada hingga pingsan juga sangat mungkin terjadi.

Gejala lainnya yang muncul tergantung pada jenis sianosis, dan dapat meliputi:

  • Nafsu makan menurun sehingga menyebabkan pertumbuhan yang buruk
  • Kulit abu-abu
  • Mata atau wajah pucat
  • Lelah sepanjang waktu

Baca Juga: Cara Mencegah Ruam Popok pada Bayi, Penting untuk Diperhatikan!

Penyebab Sianosis pada Bayi Tergantung Jenisnya

sianosis pada bayi.jpg

Foto: iStock

Menurut dr. Kaka Renaldi, Sp.PD-KGEH, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterohepatologi RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, ada 2 jenis sianosis, yaitu sianosis sentral dan sianosis perifer.

Berikut penjelasan mengenai kedua jenis sianosis pada bayi yang perlu Moms pahami.

1. Sianosis Sentral

"Sianosis sentral adalah perubahan warna biru keunguan yang ditemukan di lidah, bibir, dan membran mukosa," kata dr. Kaka Renaldi.

Sianosis sentral dapat terjadi karena darah berubah warna berdasarkan ada (atau tidak adanya) oksigen. Darah merah kaya akan oksigen, tetapi darah dengan penurunan oksigen berubah menjadi biru atau ungu.

Darah merah yang mengalir melalui pembuluh-pembuluh kecil di kulit menghasilkan warna merah muda yang sehat. Sementara darah biru yang minim oksigen bisa menyebabkan warna ungu kebiruan pada kulit.

Selain itu, biru atau keabu-abuan pada kulit wajah atau sebagian besar tubuh biasanya merupakan tanda bahwa tidak ada cukup oksigen di dalam darah karena adanya masalah seperti:

Pada beberapa kasus, sianosis sentral dapat ditemukan pada pasien dengan gangguan darah seperti methemoglobinemia yang dapat timbul akibat efek samping obat. Kelainan pada darah dapat menurunkan kemampuannya dalam menyerap oksigen.

Tak hanya disebabkan oleh kelainan jantung dan darah, perubahan warna kulit menjadi biru keunguan juga dapat disebabkan oleh paru-paru.

Dalam kondisi normal, setelah menerima oksigen dari paru-paru, darah merah (kaya oksigen) dikirim dari jantung ke seluruh tubuh. Ketika kembali ke jantung, darah biru (minim oksigen) dikirim ke paru-paru untuk mengumpulkan lebih banyak oksigen.

Kelainan pada paru-paru dapat mencegah oksigen masuk ke dalam darah, yang dapat menyebabkan sianosis. Beberapa contoh kelainan paru-paru yang dapat menyebabkan sianosis antara lain:

  • Peristiwa yang membatasi jumlah oksigen yang dapat dihirup (menghirup asap dari kebakaran rumah, keracunan karbon monoksida, dll)
  • Penyumbatan di saluran napas yang membatasi jumlah oksigen yang masuk ke paru-paru (tersedak benda asing, croup, dll.)
  • Penyakit paru primer (asma, pneumonia, bronkiolitis, dll)

Semua kelainan tersebut bisa menyebabkan darah biru yang minim oksigen dipompa ke tubuh sehingga Si Kecil mengalami sianosis.

Baca Juga: 9 Penyakit Kulit pada Bayi dan Cara Mengatasinya, Cari Tahu Yuk Moms!

2. Sianosis Perifer

Sementara itu, sianosis perifer adalah perubahan warna biru keunguan di ujung jari tangan dan kaki. Tungkai biasanya juga akan terasa dingin saat kulit bayi kebiruan karena sianosis perifer.

Hal itu terjadi saat peredaran darah memburuk disebabkan oleh:

  • Fenomena Raynaud – dimana suplai darah ke jari tangan dan kaki berkurang
  • Masalah arteri yang mempengaruhi suplai darah ke kaki
  • Bekuan darah yang menghentikan suplai darah ke atau dari anggota tubuh
  • Cuaca dingin karena pembuluh darah di ujung jari-jari akan menyempit untuk mempertahankan suhu sehingga jari tampak kebiruan

"Sianosis perifer juga dapat ditemukan pada penyakit gagal jantung, penyakit autoimun, dan sumbatan pembuluh darah," tambah dr. Kaka Renaldi.

Baca Juga: Bintik Merah pada Pipi Bayi, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Diagnosis Sianosis pada Bayi dan Anak-anak

pemeriksaan sianosis bayi

Foto: Orami Photo Stock

Untuk mengetahui penyebabnya, dokter akan memberi beberapa pertanyaan, melakukan pemeriksaan fisik, dan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang.

Beberapa pemeriksaan yang dilakukan antara lain:

  • Mengukur kadar saturasi oksigen dan hemoglobin dalam darah.
  • Pemeriksaan X-Ray dada.
  • Pemeriksaan EKG.
  • Ekokardiografi.
  • Pemeriksaan lainnya berdasarkan kecurigaan dokter.

Tergantung pada hasil pemeriksaannya, dokter dapat langsung memberikan kepastian atau mereka mungkin memutuskan perlu adanya evaluasi lebih lanjut atau konsultasi.

Dokter mungkin juga memutuskan untuk berkonsultasi dengan spesialis. Misalnya, mereka mungkin meminta layanan spesialis jantung atau paru-paru, ruang gawat darurat, atau dokter yang berspesialisasi dalam perawatan intensif.

Sekali lagi, hal ini dilakukan bergantung pada hasil pemeriksaan pasien.

Baca Juga: Moms, Ini 7 Tanda Bayi Dehidrasi yang Harus Diwaspadai!

Apakah Sianosis Membutuhkan Pengobatan?

pengobatan sianosis

Foto: Orami Photo Stock

Sianosis sirkumoral pada anak biasanya akan hilang dengan sendirinya. Bagi bayi, ini terjadi beberapa hari setelah kelahiran. Untuk anak yang lebih tua, kondisi ini terjadi saat anak demam.

Namun, jika Moms menemukan gejala lain yang tidak biasa, terutama yang berkaitan dengan pernapasan, sebaiknya segera bawa si kecil ke ruang gawat darurat. Dokter mungkin perlu menstabilkan saluran pernapasan, pernapasan, dan sirkulasi sebelum mencoba mencari tahu apa penyebabnya.

Tata laksana sianosis juga berbeda-beda tergantung dari penyebabnya. Pada sianosis akibat penurunan kadar oksigen darah, tata laksana awal umumnya melalui pemberian suplementasi oksigen.

"Oksigen dapat diberikan melalui kanula hidung atau masker oksigen yang tersambung dengan tabung atau suplai oksigen. Pada kasus berat, dapat dilakukan intubasi (pemasangan selang napas) dan disambungkan dengan mesin ventilator," kata dr. Kaka Renaldi.

Baca Juga: 6+ Penyebab Mata Bayi Berair, Ketahui Cara Pengobatannya

Itu dia Moms, informasi seputar kulit ungu kebiruan yang bisa dialami oleh bayi dan anak-anak. Semoga bermanfaat, ya!

  • https://journals.healio.com/doi/10.3928/00904481-20150203-12
  • https://www.cincinnatichildrens.org/health/c/cyanosis
  • https://www.aboutkidshealth.ca/article?contentid=896&language=english
  • https://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/c/cyanosis
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2598396/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait