Gizi

25 November 2021

Waspada, Ini 7 Makanan yang Dilarang untuk Penyakit Jantung

Makanan cepat saji dan makanan olahan harus dihindari
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Widya Citra Andini

Mengetahui makanan yang dilarang untuk penyakit jantung sangat penting untuk dilakukan.

Memang benar, ada kaitan antara pola makan dan risiko mengalami sakit jantung.

Dilansir dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, selama bertahun-tahun, penelitian telah menghubungkan antara diet dan penyakit jantung berfokus pada nutrisi individu.

Seperti kolesterol, jenis lemak,vitamin, dan mineral tertentu.

Banyak jenis makanan yang disebut-sebut pantang untuk dikonsumsi oleh pengidap jantung dan sebaiknya dihindari untuk mencegah sakit jantung.

Untuk itu, lebih lengkapnya Moms bisa memahami ulasan berikut ini, ya!

Baca Juga: Makanan Tinggi Protein Bisa Sebabkan Kerusakan Jantung? Ini Penjelasannya

Deretan Makanan yang Dilarang untuk Penyakit Jantung

Cara mudah menjaga kesehatan jantung dapat dimulai dari asupan makanan yang tepat.

Berikut ini deretan makanan yang dilarang untuk penyakit jantung, yaitu:

1. Makanan Cepat Saji

Makanan Cepat Saji.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Makanan cepat saji, atau disebut juga fast food dan junk food adalah makanan yang dilarang untuk penyakit jantung.

Rasanya yang gurih, disajikan dalam waktu yang instan, dan mudah untuk didapatkan di mana saja, membuat makanan cepat saji menjadi favorit banyak orang.

Namun, sebaiknya mulai dari sekarang Moms membatasi asupan makanan cepat saji untuk mencegah terjadinya penyakit jantung.

Dilansir dari Journal of the Royal Society of Medicine, sudah diakui bahwa konsumsi makanan cepat saji dalam waktu lama sudah dikaitkan dengan risiko mengalami penyakit jantung.

Hal ini karena adanya lemak jenuh dalam makanan ini yang meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan hiperlipidemia.

Makanan cepat saji mengandung kalori yang ekstra, namun minim nutrisi atau bahkan tidak ada sama sekali.

The American Heart Association (AHA) menyarankan hanya makan 100 hingga 150 kalori gula tambahan per hari atau sekitar 6 sampai 9 sendok teh.

Makanan cepat saji juga memiliki kandungan garam yang tinggi. Pada gilirannya, kandungan garam yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah yang berisiko sebabkan penyakit jantung.

Kombinasi lemak, gula, dan banyak natrium (garam) bisa membuat makanan cepat saji lebih enak bagi sebagian orang.

Namun, pola makan tinggi natrium dapat menyebabkan retensi air. Itulah sebabnya Moms mungkin merasa kembung setelah makan makanan cepat saji.

Pola makan tinggi natrium juga berbahaya bagi penderita kondisi tekanan darah.

Natrium dapat meningkatkan tekanan darah dan memberi tekanan pada jantung dan sistem kardiovaskular.

Makanan cepat saji juga mengandung lemak trans yang tinggi.

Lemak trans adalah lemak yang diproduksi selama pemrosesan makanan dan tidak ada jumlah lemak trans yang baik atau sehat.

Dengan semua alasan tersebut, sebaiknya Moms mulai membatasi asupan makanan cepat saji mulai dari sekarang.

Baca Juga: 6 Alasan Moms Harus Membatasi Junk Food Saat Hamil, Simak di Sini!

2. Makanan Olahan

Makanan Olahan

Foto: Orami Photo Stock

Makanan olahan, atau yang disebut dengan processed foods sudah sering dikaitkan sebagai makanan yang dilarang untuk penyakit jantung.

Sebenarnya, apa saja jenis makanan yang disebut sebagai processed foods?

Makanan olahan adalah makanan yang telah diubah dalam beberapa cara selama persiapan.

Bisa melalui proses pembekuan, pengalengan, pembakaran, atau pengeringan.

Tidak semua makanan olahan tidak sehat tetapi beberapa makanan olahan mungkin mengandung kadar garam, gula, dan lemak yang tinggi.

Jenis makanan olahan sebagai makanan yang dilarang untuk penyakit jantung, di antaranya seperti sereal sarapan, keju, roti, keripik, sosis, kue, biskuit, serta minuman ringan.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, mengonsumsi makanan olahan, seperti makanan ringan kemasan, sereal dan minuman manis, nugget ayam, dan sup instan dapat membuat orang lebih rentan terhadap penyakit jantung dan risiko kematian dini.

Studi yang mendukung dari American College of Cardiology juga menyebutkan bahwa setiap porsi harian makanan olahan dikaitkan dengan 7% peningkatan risiko mengalami penyakit kardiovaskular.

Perlu dipahami bahwa ketika makanan diproses dapat menghilangkan nutrisi yang bermanfaat dan manfaat alami lainnya.

Ditambah juga dengan nutrisi yang tidak bermanfaat dan bahan tambahan makanan. Pengolahan juga mengubah struktur fisik makanan.

Selain penyakit jantung, konsumsi makanan olahan juga dikaitkan dengan kelebihan berat badan atau obesitas, tekanan darah tinggi, sindrom metabolik, dan risiko mengalami penyakit diabetes tipe 2.

Baca Juga: Makanan yang Harus Dihindari Penderita Aritmia Jantung

3. Margarin

Margarin

Foto: Orami Photo Stock

Margarin juga sebaiknya dihindari untuk mencegah penyakit jantung.

Makanan olahan yang menggunakan margarin juga menjadi makanan yang dilarang untuk penyakit jantung.

Dilansir dari Cleveland Clinic, margarin dapat mengandung lemak trans, yang meningkatkan kolesterol LDL (jahat), menurunkan kolesterol HDL (baik) dan membuat trombosit darah lebih lengket.

Pada gilirannya, semua hal ini mampu meningkatkan risiko penyakit jantung.

Margarin yang mengandung minyak terhidrogenasi atau terhidrogenasi sebagian mengandung lemak trans dan harus dihindari.

Selain itu, lemak trans secara umum banyak terdapat dalam margarin.

Alternatif yang lebih aman, pilihlah margarin yang tidak mengandung minyak terhidrogenasi parsial, atau lebih baik gunakan minyak zaitun sebagai gantinya.

Pilihan lainnya, Moms juga bisa menggunakan minyak avokad, bunga matahari, canola, safflower, kacang tanah, kedelai, dan minyak wijen.

Baca Juga: 10 Makanan Prebiotik yang Bisa Bantu Sehatkan Pencernaan

4. Makanan dengan Senyawa Tyramine

Makanan dengan Senyawa Tyramine

Foto: Orami Photo Stock

Makanan dengan senyawa tyramine juga menjadi jenis makanan yang dilarang untuk penyakit jantung.

Menurut Dr. Chester Hedgepeth, kepala kardiologi di Kent Hospital di Warwick, makanan dengan senyawa tyramine mampu meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan risiko gejala aritmia jantung.

Nah, apa saja jenis makanan yang mengandung senyawa tyramine?

Makanan yang memiliki tyramine tingkat tinggi meliputi keju tua, seperti cheddar, daging yang diawetkan, kubis yang difermentasi, saus tertentu, termasuk kecap dan kecap ikan.

Sebaiknya, batasi pengonsumsi jenis makanan tersebut untuk menjaga kesehatan jantung dengan baik.

5. Es Krim

Es Krim.png

Foto: Orami Photo Stock

Makan es krim memang sangat lezat, ya? Sebenarnya, tidak ada salahnya untuk menikmati manisnya es krim dalam waktu tertentu.

Namun, hindari kebiasaan makan es krim secara terus-menerus karena berpengaruh pada kesehatan jantung.

Dilansir dari laman WebMD, es krim mengandung gula, kalori, dan lemak jenuh yang tinggi.

Kebiasaan makan es krim juga dapat menyebabkan penambahan berat badan.

Kebiasaan buruk ini juga dapat menaikkan kadar trigliserida dan menyebabkan serangan jantung.

6. Saus Salad

Saus Salad.jpeg

Foto: Orami Photo Stock

Salad mungkin menjadi makanan yang menyehatkan bagi tubuh.

Namun, berbagai jenis saus salad seperti sering kali menjadi sumber gula dan garam yang tersembunyi.

Inilah menjadi makanan yang dilarang untuk penyakit jantung.

Pola makanan yang mengandung gula bisa meningkatkan penyimpanan lemak sementara asupan natrium tinggi dapat meningkatkan tekanan darah dua risiko utama untuk mengembangkan penyakit kardiovaskular.

Sebagai alternatifnya, Moms bisa memakai minyak zaitun extra virgin, lemon, dan sedikit garam sebagai saus atau topping dari salad yang dikonsumsi.

Baca Juga: Sayangi Jantung dengan Hindari 5 Makanan dan Minuman Ini

7. Soda

Soda.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Selain memahami makanan yang dilarang untuk penyakit jantung, minuman bersoda juga tidak bisa terlepas dari risiko peningkatan penyakit jantung.

Para peneliti menemukan bahwa orang yang minum lebih banyak minuman manis, termasuk soda, dikaitkan dengan risiko kematian akibat penyakit jantung.

Dibandingkan dengan orang yang jarang minum soda, seseorang yang minum lebih dari dua porsi sehari memiliki risiko kematian 31% lebih tinggi akibat kesehatan jantung yang buruk.

Ternyata, hal ini juga berlaku untuk soda diet yang disebut-sebut lebih baik untuk kesehatan.

Itulah penjelasan tentang jenis makanan yang dilarang untuk penyakit jantung. Jaga kesehatan jantung mulai dari sekarang, ya, Moms!

  • https://www.eatthis.com/heart-disease-foods/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3842860/
  • https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/what-are-processed-foods/
  • https://www.webmd.com/heart-disease/ss/slideshow-foods-bad-heart
  • https://health.clevelandclinic.org/margarine-or-butter-the-heart-healthiest-spreads-infographic/
  • https://www.acc.org/about-acc/press-releases/2021/03/22/18/46/ultra-processed-foods-are-breaking-your-heart
  • https://www.health.harvard.edu/heart-health/ultra-processed-foods-linked-to-poor-heart-health
  • https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/disease-prevention/cardiovascular-disease/preventing-cvd/
  • https://www.heart.org/HEARTORG/HealthyLiving/HealthyEating/Nutrition/Added-Sugars_UCM_305858_Article.jsp
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait