07 April 2023

Kateterisasi Jantung: Fungsi, Prosedur, dan Kisaran Biaya

Bukan hanya untuk diagnosis, tapi juga dipakai untuk pengobatan penyakit jantung

Pernahkah Moms mendengar istilah kateterisasi jantung?

Ini adalah metode medis untuk melihat seberapa baik kerja pembuluh darah.

Metode ini juga bisa mendeteksi berbagai penyakit jantung.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini informasi seputar kateterisasi jantung dan biayanya.

Baca Juga: Serba-serbi Penyakit Jantung Lemah, Bisa Sebabkan Gagal Jantung Jika Tak Diobati

Fungsi Kateterisasi Jantung

Ilustrasi Detak Jantung
Foto: Ilustrasi Detak Jantung (Freepik.com/jannoon028)

Mengutip Mayo Clinic, kateterisasi jantung adalah prosedur yang digunakan untuk mendiagnosis dan mengobati kondisi kesehatan kardiovaskular.

Saat proses berlangsung, tabung tipis panjang (kateter) akan dimasukkan ke pembuluh darah melalui arteri atau vena di paha, leher, atau lengan.

Pembuluh darah pada anggota tubuh tersebut menuju langsung ke jantung.

Dengan menggunakan kateter ini, dokter dapat melakukan rangkaian tes yang diperlukan.

Tak hanya untuk diagnosis, kateterisasi jantung juga sering dipakai dalam pengobatan penyakit jantung, seperti angioplasti koroner dan pemasangan cincin koroner.

Waktu pemulihan untuk kateterisasi jantung tergolong cepat, dan risiko komplikasi cukup rendah.

Siapa yang Memerlukan Kateterisasi Jantung?

Biasanya, prosedur kateterisasi jantung direkomendasikan dokter untuk orang riwayat penyakit jantung, dan/atau memiliki kelainan pada jantung.

Moms bisa bertemu dengan salah satu spesialis jantung atau kardiovaskular di rumah sakit untuk berkonsultasi sebelum melakukan prosedur kateterisasi jantung.

Baca Juga: 13 Efek Sering Berhubungan, Bisa Meningkatkan Risiko Serangan Jantung!

Tahapan Prosedur Kateterisasi Jantung

Stetoskop
Foto: Stetoskop (Orami Photo Stock)

Sebelum memulai memasukkan kateter ke pembuluh darah, pasien harus terlebih dahulu menjalani pemeriksaan rekam jantung atau electrocardiogram (EKG).

Pasien yang akan menjalani kateterisasi jantung akan diminta untuk berpuasa paling tidak 6 jam sebelum prosedur ini dilakukan.

Hal ini untuk menghindari munculnya efek samping akibat obat bius selama prosedur berlangsung.

Ada pun beberapa tahapan prosedur kateterisasi jantung, yaitu:

1. Persiapan

Sebelum prosedur kateterisasi jantung dilakukan, perawat akan memasang saluran infus ke pembuluh darah di lengan.

Hal ini bertujuan agar pasien bisa mendapatkan obat anestesi (bius) agar tubuh lebih relaks.

Dengan demikian, Moms tidak akan merasakan nyeri meski dalam kondisi terjaga saat melakukan prosedur kateterisasi jantung.

Melansir American Heart Association, kateter umumnya dimasukkan melalui paha atau selangkangan.

Pasien akan ditempatkan di ruang khusus sambil berbaring di atas ranjang.

Terdapat kamera besar dan beberapa monitor TV di dalam ruangan, agar dokter dan pasien bisa melihat gambar kondisi jantung.

Perawat juga akan meletakkan elektroda (plester) di dada untuk melihat aktivitas listrik pada jantung.

2. Anestesi Lokal

Langkah berikutnya adalah melakukan pembiusan atau anestesi lokal dengan jarum suntik.

Mengutip jurnal di National Center for Biotechnology Information, pasien perlu terlebih dahulu memberi tahu dokter atau perawat apabila memiliki riwayat alergi sebelum dibius.

Dengan demikian, dokter dapat memberikan obat khusus untuk mencegah reaksi alergi dari obat bius.

Hal terebut biasanya dilakukan dengan pemberian kortikosteroid dan antihistamin, khususnya pada pasien dengan riwayat alergi material kontras radio-ionisasi.

Baca Juga: 17 Manfaat Daun Dewa, Dapat Mengobati Stroke

3. Proses Kateterisasi Jantung

Pada tahapan ini, dokter akan memasukkan kateter melalui selubung ke pembuluh darah.

Dokter akan dengan lembut memandu kateter (tabung panjang dan tipis) ke dalam pembuluh darah melalui selubungnya.

Layar video akan menunjukkan posisi benda tersebut saat dipasang melalui pembuluh darah utama dan ke jantung.

Pasien mungkin akan merasakan tekanan di area yang ditusuk, atau tidak merasakan nyeri apa pun.

Berbagai instrumen dapat ditempatkan di ujung kateter.

Hal ini untuk membantu diagnosis penyakit jantung, mengambil sampel darah dari berbagai bagian jantung, atau mengambil sampel jaringan (biopsi) dari dalam jantung.

Setelah selesai, dokter akan melepas kateter dan sarungnya.

Biasanya, prosedur kateterisasi jantung berlangsung sekitar 1 jam.

Jenis Prosedur Kateterisasi Jantung

Periksa Detak Jantung
Foto: Periksa Detak Jantung (Freepik.com/snowing)

Kateterisasi jantung biasanya bertujuan untuk menemukan dan/atau memperbaiki masalah pada jantung.

Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang jenis prosedur kateterisasi jantung!

1. Angioplasty

Mengutip John Hopkins Medicine, dokter akan mengembangkan balon kecil di ujung kateter saat melakukan prosedur ini.

Hal tersebut bertujuan untuk menekan penumpukan plak ke dinding arteri, dan meningkatkan aliran darah melalui arteri.

Jika kateter dimasukkan ke dalam arteri di selangkangan, pasien dalam keadaan berbaring rata (tanpa menekuk kaki).

Setelah prosedur selesai, pasien dianjurkan untuk berbaring selama kurang lebih 6 jam untuk mencegah perdarahan.

2. Penempatan Stent

Dalam prosedur ini, dokter akan memperluas tabung jaring logam kecil di ujung kateter di dalam arteri agar tetap terbuka.

Dibandingkan dengan metode kateterisasi jantung lainnya, orang yang menempatkan stent akan merasa sedikit ketidaknyamanan.

Meski begitu, waktu pemulihannya jauh lebih singkat.

Dokter akan menggunakan obat pengencer darah agar stent dapat bekerja dengan baik.

3. Memecah Aliran

Cleveland Clinic menjelaskan, ini adalah teknik kateterisasi jantung yang digunakan untuk melihat seberapa banyak penyumbatan di arteri.

Jika arteri tersumbat karena penumpukan kolesterol, aliran darah ke organ tubuh menjadi terhambat.

Tidak hanya itu, penyumbatan juga dapat terjadi pada pembuluh darah dalam jantung.

Penyumbatan pembuluh darah dalam jantung disebut juga dengan aterosklerosis koroner atau penyakit jantung koroner.

Baca Juga: Sebelum Terlambat, Inilah Pertolongan Pertama Angin Duduk

4. USG Intravaskular (IVUS)

Orang dengan penyakit jantung juga bisa diperiksa menggunakan USG, lho.

Kateterisasi jantung dengan tes USG Intravaskular bertujuan untuk melihat gambaran pembuluh darah.

Dengan menggunakan IVUS, dokter dapat melihat dan mengukur bagian dalam pembuluh darah pasien.

5. Biopsi

Sampel kecil jaringan jantung bisa diambil melalui prosedur biopsi.

Ini juga merupakan bagian dari prosedur kateterisasi jantung.

Dokter mungkin akan mengambil sampel jaringan kecil dan memeriksanya di bawah mikroskop untuk memastikan kondisinya.

Pasien mungkin akan mendengar suara saat sampel jaringan diambil dari jantung, tetapi tidak akan merasakan apa pun.

Hanya sedikit jaringan yang diambil untuk biopsi.

Sebagian orang mungkin merasakan sensasi tarikan saat dokter mengambil sampel jaringan.

Baca Juga: Jantung Berdebar saat Hamil, Berbahayakan untuk Ibu dan Janin?

Efek Samping Kateterisasi Jantung

Ilustrasi Jantung
Foto: Ilustrasi Jantung (Ox.ac.uk)

Mengutip National Heart, Lung & Blood Institute, kateterisasi jantung adalah prosedur yang relatif aman.

Meski demikian, kemungkinan efek samping tetaplah ada meski tergolong kecil.

Efek samping kateterisasi jantung yang mungkin terjadi, misalnya reaksi alergi terhadap pewarna yang digunakan.

Reaksi ini dapat menimbulkan keluhan gatal-gatal atau hal yang lebih serius.

Selain itu, sebagian orang juga mungkin mengalami perdarahan setelah prosedur kateterisasi usai dilakukan.

Bagaimana dengan nyeri? Hal ini tergolong minim, sehingga tak perlu dikhawatirkan.

Masalah dengan irama jantung juga mungkin saja terjadi, namun hanya untuk sementara. Kondisi jantung akan kembali normal setelahnya.

Di samping hal-hal tersebut, kateterisasi jantung juga mungkin menyebabkan komplikasi yang cukup serius, seperti:

  • Iskemia (penurunan aliran darah ke jaringan jantung), nyeri dada, atau serangan jantung.
  • Penyumbatan arteri koroner secara tiba-tiba.
  • Robekan pada lapisan arteri.
  • Kerusakan ginjal akibat pewarna yang digunakan.
  • Stroke.

Baca Juga: 8 Penyebab Tulang Rusuk Sakit Sebelah Kiri, Salah Satunya Tanda Gangguan Jantung!

Biaya Kateterisasi Jantung

Ilustrasi Periksa Jantung
Foto: Ilustrasi Periksa Jantung (Orami Photo Stock)

Lantas, seberapa banyak biaya kateterisasi jantung yang dibutuhkan?

Tentu, setiap rumah sakit akan mematok harga yang beragam, ya, Moms.

Secara umum, biaya prosedur kateterisasi jantung membutuhkan biaya Rp9.000.000.

Meski begitu, angka ini bisa lebih tinggi atau lebih rendah, tergantung metode dan rumah sakit yang dipilih.

Nantinya, pasien harus berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan prosedur kateterisasi jantung yang tepat dari pertimbangan riwayat penyakit.

Dianjurkan untuk mempersiapkan dana lebih guna memenuhi kebutuhan yang tidak terduga.

Biaya tambahan yang perlu dipersiapkan, yaitu sekitar 20–30% dari perkiraan biaya kateterisasi jantung.

Jika Moms sedang hamil, menyusui, atau sedang program kehamilan, beri tahukan kepada dokter sebelum prosedur dilakukan.

Hal ini untuk meminimalkan risiko cedera pada janin dan cacat lahir akibat prosedur kateterisasi jantung.

Baca Juga: Ketahui, Ini 4 Makanan Penyebab Stroke yang Harus Dihindari

Itu dia hal yang perlu Moms ketahui tentang kateterisasi jantung, mulai dari cara kerja hingga perkiraan biayanya.

Selalu jaga kesehatan, ya, Moms!

  • https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/cardiac-catheterization/about/pac-20384695
  • https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/diagnosing-a-heart-attack/cardiac-catheterization
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK531461/
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/cardiac-catheterization
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16898-coronary-artery-disease
  • https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/cardiac-catheterization

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.