22 Juni 2020

Serba Serbi OTG (Orang Tanpa Gejala) yang Perlu Diketahui

Salah satu faktor penyebaran Covid-19 ialah penularan melalui Orang Tanpa Gejala (OTG)

Penyebaran virus Covid-19 kian meluas. Bahkan dalam statistik yang ditampilkan oleh Google pada Senin 22 Juni 2020, tercatat 45.891 warga terinfeksi Covid-19. Salah satu faktor meningkatnya angka penyebaran Covid-19 ialah penularan melalui Orang Tanpa Gejala (OTG).

Bahkan, banyak kasus Covid-19 yang terjadi di beberapa provinsi di Indonesia disebabkan oleh OTG. Beberapa di antaranya ialah Jawa Timur dengan 24.359 kasus OTG, DKI Jakarta 18.420 kasus OTG, dan Sulawesi Tenggara 1.077 kasus OTG.

Tak hanya di Indonesia, kasus OTG ini juga terjadi di banyak negara. Penelitian yang dipublikasikan oleh JAMA Netw Open berjudul Comparison of Clinical Characteristics of Patients with Asymptomatic vs Symptomatic Coronavirus Disease 2019 in Wuhan, China, menjelaskan bahwa 42% mereka yang positif Covid-19 terinfeksi tanpa gejala.

Baca Juga: Menkes Umumkan Kategori OTG Virus Corona, Ini Pengertian dan Bahayanya Jika Tak Lakukan PSBB

Seberapa Cepat Penyebaran Covid-19 dari OTG?

Serba Serbi OTG
Foto: Serba Serbi OTG

Foto: Orami Stock Photos

Dr. William Schaffner, pakar penyakit menular dari Vanderbilt University Medical Center di Tennessee, mengatakan bahwa bukan hal yang aneh apabila virus yang menyerang pernapasan ini menular tanpa sengaja dari OTG.

Schaffner menjelaskan, angka reproduksi Covid-19 sekitar 4. Itu artinya, setiap orang yang terinfeksi Covid-19 memiliki potensi untuk menyebarkannya ke empat orang lain.

"Menurut perhitungan, jumlah orang yang terinfeksi akan berlipat ganda setiap 6 hari bahkan lebih. Data aktual di beberapa negara menyebut bahwa Covid-19 penyebarannya berlipat ganda setiap 3 hari" jelasnya.

Apa Kriteria Orang yang Berpotensi OTG?

Serba Serbi OTG
Foto: Serba Serbi OTG

Foto: Orami Stock Photos

Dalam rilis Kementerian Kesehatan tentang pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 pada 27 Maret 2020 dijelaskan bahwa OTG adalah orang yang tanpa gejala namun memiliki risiko tertular dari mereka yang terinfeksi Covid-19 dan memiliki kontak erat.

Kontak erat yang dimaksud ialah seseorang yang berkontak fisik atau berada dalam satu ruangan dan berada dalam radius 1 meter dengan PDP Covid-19. Berikut kriteria khusus bagi mereka yang berpotensi OTG.

  1. Petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar, hingga membersihkan ruangan di rumah sakit atau tempat isolasi Covid-19 tanpa menggunakan APD atau alat pelindung diri yang sesuai standar.
  2. Orang yang berada dalam satu ruangan bersama orang yang terinfeksi Covid-19 dan dalam dua hingga 14 hari timbul gejala Covid-19.
  3. Orang yang bepergian bersama dengan radius 1 meter dengan gejala, menggunakan transportasi dalam dua hingga 14 hari setelahnya timbul gejala Covid-19.

Jenis-jenis Penyebaran OTG

Serba Serbi OTG
Foto: Serba Serbi OTG

Foto: Orami Stock Photos

Sedikitnya ada tiga jenis penyebaran OTG yang penting untuk Moms waspadai agar tidak terinfeksi dan terlindungi dari Covid-19.

1. Penyebaran Asimtomatik

Penyebaran asimtomatik merupakan penyebaran tanpa gejala yakni penularan virus yang dilakukan oleh orang yang tak memiliki gejala atau orang yang tidak memperlihatkan gejala saat terinfeksi Corona. Meski tak bergejala, mereka bisa menularkan Covid-19 ke orang lain.

2. Penyebaran Presimtomatik

Penyebaran ini disebut juga dengan penyebaran pra gejala yakni penularan virus oleh orang yang tak terlihat sakit atau merasa sakit, namun pada akhirnya tetap memperlihatkan gejala Covid-19 seperti sakit tenggorokan atau meriang.

Selain itu, orang dengan penyebaran ini juga bisa menginfeksi orang lain tanpa sadar bahwa mereka telah positif Covid-19.

3. Penyebaran Simtomatik ringan

Orang yang mengalami penyebaran ini akan mengeluh demam, meriang, batuk, namun dianggap sebagai flu biasa. Sehingga bisa menularkan Covid-19 ke orang lain.

Baca Juga: Jangan Panik, Mayoritas Kasus Virus Corona COVID-19 Ringan dan Bisa Disembuhkan

Apa yang Harus Dilakukan?

Serba Serbi OTG
Foto: Serba Serbi OTG (vox.com)

Foto: Orami Stock Photos

Apabila Moms atau anggota keluarga lainnya mengalami gejala yang menunjukkan OTG, maka harus segera melakukan empat antisipasi penanganan ini.

1. Memeriksakan Diri ke Dokter

Segera memeriksakan diri ke dokter untuk mencegah penularan Covid-19 dan mendapatkan penanganan yang lebih cepat.

2. Isolasi Diri

Selain itu, Moms atau keluarga harus segera melakukan isolasi diri secara ketat selama 14 hari atau lebih. Untuk menghentikan penularan Covid-19. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pentingnya mengisolasi diri selama 14 hari karena virus diprediksi akan mati setelah 14 hari.

Namun, apabila selama 14 hari tersebut Moms merasakan panas, batuk, pernapasan tersengal-sengal, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, sakit tenggorokan, muntah, dan diare maka segera menghubungi tenaga medis untuk meminta pertolongan dan penanganan lebih lanjut.

3. Tidak Menerima Tamu

Bagi Moms atau keluarga yang menemukan adanya gejala OTG, tidak disarankan untuk menerima tamu atau berinteraksi dengan orang lain demi memutus rantai penyebaran Covid-19.

4. Jaga Jarak

Jangan lupa untuk selalu jaga jarak dengan anggota keluarga lainnya minimal 1 meter agar tidak menginfeksi anggota keluarga.

Itulah serba-serbi OTG yang penting untuk diketahui agar tak terlambat dalam menangani dan melakukan antisipasi. Ingat, selalu lakukan protokol kesehatan seperti jaga jarak, menggunakan masker, makan makanan bergizi, hingga rajin mencuci tangan untuk menekan laju penyebaran Covid-19

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.