19 Maret 2020

Ketahui Perbedaan ODP, PDP, dan Suspect COVID-19

Agar Moms tidak bingung lagi saat membaca berita pasien COVID-19 di Indonesia

Pemberitaan mengenai virus corona memberikan beberapa istilah baru yang mungkin sebelumnya tidak terdengar familiar. Salah satunya yang paling disebutkan adalah istilah ODP, PDP, dan suspect.

Sebelum seseorang dinyatakan positif terinfeksi COVID-19, mereka akan masuk dalam salah satu dari ketiga kelompok ini. Lalu, apa yang menjadi perbedaan ODP, PDP, dan suspect?

Istilah ini digunakan untuk orang-orang yang mungkin sudah terpapar virus setelah pulang dari luar negeri, atau telah melakukan kontak dengan pasien positif corona.

Cari tahu apa perbedaan dari ketiga istilah berikut ini Moms.

Baca Juga: Tom Hanks Positif COVID-19, Berikut 4 Publik Figur Lain yang Terinfeksi Virus Corona

Perbedaan ODP, PDP, dan Suspect Virus COVID-19

perbedaan ODP, PDP, dan suspect-1
Foto: perbedaan ODP, PDP, dan suspect-1

Foto: Orami Photo Stock

Supaya Moms tidak lagi bingung dalam membaca berita tentang pasien positif corona di Indonesia, berikut ini arti dan perbedaan ODP, PDP, dan suspect orang dengan COVID-19.

1. ODP (Orang Dalam Pemantauan)

ODP adalah singkatan dari "orang dalam pemantauan." Seseorang dikatakan masuk dalam kategori ODP bila ia sempat bepergian ke negara lain yang merupakan pusat penyebaran virus corona.

Moms dapat masuk sebagai ODP bila pernah berkontak langsung dengan pasien yang positif COVID-19. Orang yang masuk dalam kelompok ini adalah mereka yang belum menunjukkan gejala sakit.

2. PDP (Pasien Dalam Pengawasan)

PDP adalah singkatan dari "pasien dalam pengawasan." Artinya, orang yang masuk ke dalam kategori ini sudah dirawat oleh tenaga kesehatan (menjadi pasien) dan menunjukkan gejala sakit seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas.

Baca Juga: Idris Elba Positif COVID-19, Unggah Video Kondisi Terbarunya

3. Suspect

Sementara itu, suspect corona adalah orang yang diduga kuat terjangkit infeksi COVID-19, dengan menunjukkan gejala virus corona dan pernah melakukan kontak dekat dengan pasien positif corona.

Pasien yang masuk dalam kategori ini akan diperiksa menggunakan dua metode, yaitu Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Genome Sequencing. Pemeriksaan ini akan dilakukan untuk melihat status infeksi corona di tubuh suspect tersebut: positif atau negatif.

Status ODP, PDP, dan suspect, didapat dari proses pelacakan atau tracking yang dilakukan pemerintah dengan mengaitkan data-data yang ada di lapangan.

Pasien yang masuk sebagai salah satu dari ketiga kelompok tersebut akan diberitahu oleh petugas kesehatan terkait, dan umumnya diinstruksikan untuk menjalani karantina selama 14 hari.

Baca Juga: 5 Tips Bekerja di Rumah Agar Tetap Fokus di Tengah Pandemi COVID-19

Hal yang Harus Dilakukan Selama Pandemi COVID-19

perbedaan ODP, PDP, dan suspect-2
Foto: perbedaan ODP, PDP, dan suspect-2

Foto: Orami Photo Stock

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sudah mengeluarkan protokol kesehatan yang bisa Moms ikuti untuk mengantisipasi penyebaran infeksi virus corona.

Sehingga, meskipun Moms bukan termasuk dalam ODP, PDP, ataupun suspect corona, sebaiknya ikuti langkah-langkah di bawah ini.

1. Jika Merasa Sakit

Bagi Moms yang merasa kurang sehat dan mengalami demam 38°C dan batuk atau pilek, istirahat yang cukup di rumah, dan bila perlu minum obat. Jika keluhan tidak kunjung reda dan mulai muncul sesak napas, segera berobat ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.

Saat berobat ke faskes, Moms harus melakukan langkah-langkah di bawah ini untuk mencegah penyebaran penyakit.

  • Gunakan masker selama di perjalanan dan selama menunggu giliran diperiksa dokter.
  • Apabila tidak memiliki masker, ikuti etika batuk dan bersin yang benar, yaitu dengan tidak menutup mulut menggunakan telapak tangan melainkan dengan siku bagian dalam.
  • Usahakan tidak menggunakan transportasi umum.

Setelah pemeriksaan, jika ternyata tidak memenuhi kriteria sebagai suspect COVID-19, Moms akan dirawat sesuai kondisi penyakit yang diderita.

2. Jika Positif atau Negatif COVID-19

Sementara itu, apabila Moms memenuhi kriteria untuk masuk sebagai suspect COVID-19, maka petugas akan merujuk ke rumah sakit rujukan yang telah ditunjuk pemerintah dan urutan langkah penanganan seperti di bawah ini.

  1. Suspect COVID-19 akan diantar ke rumah sakit rujukan menggunakan ambulan dari faskes terkait, didampingi oleh petugas yang menggunakan alat pelindung diri (APD).
  2. Di rumah sakit rujukan, petugas akan mengambil sampel untuk pemeriksaan laboratorium dan melakukan isolasi.
  3. Sampel tersebut akan dikirim ke laboratorium dan hasil akan keluar 24 jam setelah pemeriksaan dilakukan.

Jika hasilnya positif, maka Moms akan dinyatakan sebagai pasien positif COVID-19. Lalu, selama dirawat, sampel akan diambil setiap hari.

Seseorang akan dinyatakan sembuh apabila hasil dari pemeriksaan sampel sudah negatif selama dua kali berturut-turut.

Jika hasilnya negatif, Moms akan dirawat sesuai dengan penyebab penyakit.

Baca Juga: 3 Manfaat Temulawak, Salah Satu Bahan Jamu Empon-Empon Anti Corona, untuk Kesehatan

3. Jika Tidak Sakit

Bila Moms merasa sehat tapi pernah melakukan perjalanan ke negara dengan banyak warga yang terjangkit COVID-19 atau merasa pernah berkontak dengan pasien positif COVID-19, segera hubungi hotline corona di 119 ext. 9 untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut.

Status ODP, PDP, dan suspect memang bisa didapatkan selain karena peran pemerintah yang terus melakukan pelacakan. Namun sebagai masyarakat, Moms juga harus aktif memeriksakan diri dan melaporkan bila merasakan gejala COVID-19.

Jangan sampai Moms menjadi carrier (individu pembawa virus) yang menularkan ke orang-orang sekitar tanpa disadari.

Kesadaran untuk terus menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan dan tidak menyentuh wajah, walaupun terlihat sederhana, tapi menjadi langkah penting agar penyebaran penyakit ini bisa ditekan.

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.