27 Mei 2023

Mengenal Tabel Menstruasi, Cara untuk Mengetahui Siklus Haid

Tabel menstruasi ini juga bisa membantu mendeteksi masalah haid lho, Moms!

Tidak semua perempuan memiliki siklus haid yang beraturan. Oleh karena itu, jika Moms termasuk perempuan yang memiliki yang haid tidak teratur, penggunaan tabel menstruasi dapat menjadi patokan.

Biasanya, penggunaannya dianjurkan bagi Moms yang sedang menjaga jarak kehamilan, mengalami kondisi kesehatan tertentu, dan sebagainya.

Baca Juga: Sering Sakit Kepala saat Haid? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Fase Menstruasi

Siklus Menstruasi
Foto: Siklus Menstruasi (Orami Photo Stocks)

Setiap datang siklus menstruasi, sel telur akan berkembang dan dilepaskan dari ovarium yang mengakibatkan lapisan rahim menumpuk.

Jika kehamilan tidak terjadi, lapisan rahim akan luruh selama periode menstruasi.

Kemudian siklus dimulai lagi. Siklus menstruasi seorang perempuan dibagi menjadi empat fase:

  • Fase Menstruasi
  • Fase Folikel
  • Fase Ovulasi
  • Fase Luteal

Panjang setiap fase dapat berbeda untuk setiap perempuan, dan dapat berubah seiring waktu.

Fase menstruasi adalah tahap pertama dari siklus menstruasi. Ini adalah saat Moms mendapatkan menstruasi.

Fase ini dimulai ketika sel telur dari siklus sebelumnya tidak dibuahi.

Karena kehamilan belum terjadi, kadar hormon estrogen dan progesteron turun.

Lapisan menebal dalam rahim yang mendukung kehamilan, tidak lagi diperlukan sehingga luruh melalui vagina.

Selama menstruasi, Moms melepaskan kombinasi darah, lendir, dan jaringan dari rahim.

Panjang rata-rata siklus adalah 28 hari, tetapi dapat bervariasi dari 21 hingga 40 hari, dilansir National Health Service (NHS) .

Selama rentang itu, Moms mungkin akan memiliki gejala menstruasi seperti ini:

  • Kram
  • Kulit payudara yang terasa lembut
  • Kembung
  • Perubahan suasana hati
  • Sifat lekas marah
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Nyeri punggung bawah

Rata-rata, perempuan berada dalam fase menstruasi dari siklus mereka selama 3 hingga 7 hari.

Beberapa perempuan memiliki periode lebih lama daripada yang lain.

Baca Juga: Haid Hanya Flek Coklat Sedikit, Perlukah Khawatir?

Tabel Menstruasi

Tabel Menstruasi -1.jpg
Foto: Tabel Menstruasi -1.jpg (Momjunction.com)

Siklus menstruasi setiap perempuan berbeda-beda.

Beberapa perempuan mendapatkan menstruasi mereka pada waktu yang sama setiap bulan, namun yang lainnya lebih tidak teratur.

Beberapa perempuan juga mengalami pendarahan lebih banyak atau waktu yang lebih lama dari yang lain.

Siklus menstruasi juga dapat berubah selama waktu-waktu tertentu dalam hidup.

Misalnya, ini bisa menjadi lebih tidak teratur saat Moms mendekati menopause.

Salah satu cara untuk mengetahui apakah Moms mengalami masalah dengan siklus menstruasi adalah dengan melacaknya.

Tuliskan kapan menstruasi dimulai dan berakhir.

Catat juga setiap perubahan pada jumlah hari dan apakah Moms memiliki bercak di antara periode menstruasi tersebut.

Perempuan mengalami menstruasi kira-kira setiap 28 hari.

Namun, ada beberapa variasi dalam siklus ini, mulai dari siklus 24 hari hingga 35 hari.

Menstruasi adalah bagian dari siklus menstruasi perempuan.

Ini adalah tanda bahwa tubuh bekerja secara normal, menurut Womens Health.

Dari tabel menstruasi di atas, dapat diketahui cara menghitung siklus haid.

Ini akan cocok digunakan untuk Moms yang menggunakan KB kalender sebagai patokan sebelum berhubungan dengan Dads.

Cara menghitung siklus haid dapat dimulai dari hari pertama darah menstruasi Moms di bulan ini.

Namun, bercak atau flek yang biasanya muncul beberapa hari menjelang haid tidak termasuk di dalamnya.

Misalnya saja, hari pertama menstruasi di Januari jatuh pada tanggal 12, segera tandai di kalender dan tunggu hingga menstruasi berakhir, kemudian tandai kembali tanggalnya.

Ketika bulan depan Moms menstruasi kembali, jangan lupa catat kembali tanggalnya.

Misalnya Moms menstruasi pada tanggal 10 Februari, maka inilah awal siklus haid Moms yang baru.

Setelah itu, hitung rentang waktu antara hari pertama menstruasi sebelumnya (12 Januari) sampai satu hari sebelum menstruasi bulan berikutnya (9 Februari).

Jangan hitung sampai tanggal 10, karena pada hari itu Moms sudah menstruasi lagi dan hal ini sudah terhitung ke dalam siklus haid selanjutnya.

Setelah dihitung, dari tanggal 12 Januari sampai 10 Februari ada 29 hari. Ini yang menjadi panjang siklus menstruasi Moms, yakni per 29 hari sekali.

Baca Juga: Haid Lebih dari 2 Minggu, Benarkah Akan Sulit Hamil?

Tanda Masalah Menstruasi

Ilustrasi Menstruasi
Foto: Ilustrasi Menstruasi (Orami Photo Stock)

Mengutip Women Health, suatu periode umumnya berlangsung sekitar 5 hari.

Pendarahan cenderung lebih berat selama 2 hari pertama.

Bahkan ketika aliran darah tampak deras, jumlah darah yang hilang biasanya sekitar 5 hingga 12 sendok teh.

Oleh karena itu, Moms harus mengetahui tanda jika terjadi masalah saat menstruasi.

Berikut adalah beberapa tanda masalah dengan siklus menstruasi, yakni:

  • Moms telah melewatkan waktu menstruasi, atau menstruasi telah berhenti sepenuhnya.
  • Haid tidak teratur.
  • Moms berdarah selama lebih dari 7 hari.
  • Periode menstruasi kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari.
  • Moms mengalami pendarahan di antara periode karena terlihat lebih berat dari bercak.

Jika Moms memiliki masalah ini atau masalah lain dengan siklus atau periode menstruasi, segera bicarakan dengan dokter untuk diketahui penyebabnya.

Ingat ya Moms, tabel menstruasi ini hanya patokan dan bisa berbeda untuk setiap perempuan.

Jadi untuk Moms yang menggunakan KB sistem kalender, cara ini bisa digunakan.

  • https://www.healthline.com/health/womens-health/stages-of-menstrual-cycle
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2834565/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4436586/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/154699
  • https://www.womenshealth.gov/menstrual-cycle
  • https://www.womenshealth.gov/publications/our-publications/fact-sheet/menstruation.html
  • https://www.nhs.uk/conditions/irregular-periods/
  • https://www.always.co.uk/en-gb/tips-and-advice-for-girls-and-parents/my-period/how-to-calculate-your-menstrual-cycle/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.