17 November 2021

Moms, Ini 5 Makanan Penyebab Amandel Bengkak dan Meradang

Beberapa makanan berikut ini mungkin sering dikonsumsi setiap hari

Moms pasti familiar dengan tonsilitis, kondisi amandel bengkak dan meradang. Biasanya, terjadi akibat virus atau bakteri. Namun, adakah makanan penyebab amandel?

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa keberadaan amandel di tenggorokan sebenarnya punya fungsi penting.

Peran utamanya adalah untuk melawan bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh melalui hidung dan mulut.

Sebagian besar kasus peradangan pada amandel terjadi karena infeksi virus. Namun, bisa juga terjadi karena infeksi bakteri.

Lebih jelas tentang makanan yang perlu dihindari penderita amandel, simak dalam pembahasan berikut ini ya, Moms!

Baca juga: Infeksi Bakteri: Penyebab, Gejala Setiap Infeksi, dan Pengobatannya

Makanan Penyebab Amandel Semakin Parah

Penderita radang amandel perlu memerhatikan pola makan. Salah pilih makanan, amandel bisa semakin bengkak dan meradang, lho.

Berikut ini beberapa makanan penyebab amandel semakin parah yang perlu dihindari:

1. Makanan Bertekstur Kasar dan Meninggalkan Potongan Kecil

resep popcorn indomie.jpg
Foto: resep popcorn indomie.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Makanan seperti popcorn dan biji wijen dapat meninggalkan potongan-potongan kecil tersangkut di tenggorokan.

Potongan kecil tersebut dapat mengendap di atas amandel atau di ruang kosong di sekitarnya.

Seiring waktu, hal ini bisa membentuk batu pada amandel, peradangan, bersama dengan iritasi tenggorokan.

Jadi, sebaiknya hindari jenis makanan seperti ini jika tidak ingin amandel meradang.

2. Gula, Kafein, dan Alkohol

Menjaga kesehatan gigi dengan memghindari makanan manis.jpeg
Foto: Menjaga kesehatan gigi dengan memghindari makanan manis.jpeg (https://avalondentalcare.net/foods-to-avoid-to-maintain-oral-health/)

Foto: Orami Photo Stock

Tidak hanya kafein, alkohol, dan makanan olahan, makanan manis juga berkontribusi terhadap produksi lendir dan bisa meningkatkan peradangan amandel.

Jika dikombinasikan dengan konsumsi alkohol berlebih, dapat mengurangi produksi air liur, serta mengeringkan mulut dan tenggorokan.

Area mulut dan tenggorokan yang kering bisa jadi tempat berkembang biak yang sempurna untuk bakteri penyebab radang amandel.

Minuman berkarbonasi atau soda juga bisa memberi efek ini, sehingga sebaiknya dihindari.

3. Makanan Pedas

Makanan pedas dapat mengiritasi dan memicu peradangan
Foto: Makanan pedas dapat mengiritasi dan memicu peradangan

Foto: Orami Photo Stock

Panas yang dihasilkan dari makanan pedas seperti paprika, cabai, dan saus pedas, dapat memicu peradangan dan pertumbuhan batu amandel melalui penumpukan lendir.

Selain itu, makanan pedas juga dapat memperburuk gejala radang amandel yang sudah ada dengan memicu batuk.

Baca juga: 7 Makanan yang Mengandung Vitamin D, Catat Moms!

4. Makanan Padat dan Keras

Keripik Kentang
Foto: Keripik Kentang

Foto: Orami Photo Stock

Makanan penyebab amandel meradang berikutnya adalah makanan padat dan keras. Misalnya:

Makanan seperti ini dapat menyebabkan iritasi amandel dan harus dihindari jika sedang mengalami tonsilitis.

Sebaiknya, pilihlah makanan yang bertekstur lembut seperti kentang tumbuk, pasta, nasi, dan sup.

Hindari juga makanan dan minuman yang panas, untuk mencegah iritasi amandel memburuk.

5. Makanan Berminyak

gorengan.jpg
Foto: gorengan.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Gorengan juga termasuk makanan penyebab amandel bengkak dan meradang. Sebab, makanan yang berminyak karena digoreng dapat memicu iritasi pada amandel.

Tips Perawatan Penyakit Amandel

Selain menghindari makanan penyebab amandel bengkak dan meradang, ada beberapa tips lain yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu meredakan gejala, yaitu:

1. Minum Banyak Cairan Hangat

air hangat untuk dikonsumsi setelah operasi caesar.jpg
Foto: air hangat untuk dikonsumsi setelah operasi caesar.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Cairan hangat, seperti sup, kaldu, dan teh, dapat membantu meredakan sakit tenggorokan.

Teh herbal yang mengandung bahan-bahan seperti madu, pektin, atau gliserin juga dapat membantu.

Menurut studi pada 2013 di jurnal South African Family Practice, bahan-bahan tersebut dapat membentuk lapisan pelindung pada selaput lendir di mulut dan tenggorokan.

Dengan begitu, dipercaya bisa meredakan iritasi. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Baca juga: Kenali Jenis Makanan Penyebab Panas Dalam, Ada yang Sering Moms Konsumsi!

2. Makan Makanan Dingin

esloli.jpg
Foto: esloli.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Makan makanan dingin dan lembut, seperti yoghurt beku atau es krim, dapat membuat tenggorokan mati rasa. Hal ini dapat membuat nyeri mereda untuk sementara.

Beberapa makanan dingin yang baik dikonsumsi saat amandel meradang adalah:

  • Es loli
  • Smoothie dingin
  • Air es dingin

Selain itu, Moms juga bisa mencoba mengonsumsi permen yang mengandung mint atau menthol, yang bisa memberikan sensasi dingin.

3. Berkumur Air Garam

Obat sakit gigi anak gigi berlubang - kumur air garam.jpg
Foto: Obat sakit gigi anak gigi berlubang - kumur air garam.jpg (Healthsite.com)

Foto: Orami Photo Stock

Berkumur dengan air garam untuk sementara dapat meredakan rasa sakit atau geli di bagian belakang tenggorokan.

Moms bisa membuat larutan air garam dengan mencampurkan setengah gelas air hangat dengan 1 sdt garam.

Lalu, berkumurlah selama beberapa detik. Pastikan area amandel dan belakang tenggorokan tersentuh oleh larutan air garam.

Ulangi proses berkumur beberapa kali dalam sehari.

Namun, jika yang mengalami radang amandel adalah anak-anak, kumur air garam tidak disarankan. Sebab, ada risiko mereka menelan cairan kumur dan tersedak.

4. Meningkatkan Kelembapan dalam Ruangan

humidifier-benefits-home (1).jpg
Foto: humidifier-benefits-home (1).jpg

Foto: Orami Photo Stock

Udara kering dapat mengiritasi tenggorokan. Jadi, selain menghindari makanan penyebab amandel meradang, penting juga untuk meningkatkan kelembapan dalam ruangan.

Caranya adalah dengan alat bernama humidifier. Alat ini dapat melepaskan kelembapan kembali ke udara, membantu meringankan ketidaknyamanan di tenggorokan.

Namun, pastikan untuk rutin membersihkan alat ini setiap hari untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri berbahaya.

Baca juga: Penyebab dan Gejala Sakit Rahang Serta Cara Mengatasinya

5. Hindari Meninggikan Suara

Sakit Tenggorokan (www.mydr.com.au).jpg
Foto: Sakit Tenggorokan (www.mydr.com.au).jpg (www.mydr.com.au)

Foto: Orami Photo Stock

Pembengkakan amandel di tenggorokan dapat menyebabkan suara menjadi teredam. Namun, meninggikan suara berisiko menyebabkan iritasi tenggorokan lebih lanjut.

Jadi, jika berbicara terasa menyakitkan, berusahalah untuk mengistirahatkan suara sebanyak mungkin.

6. Istirahat yang Cukup

Tidur yang Cukup (dana.org).jpg
Foto: Tidur yang Cukup (dana.org).jpg (dana.org)

Foto: Orami Photo Stock

Orang yang mengalami peradangan amandel harus mendapatkan istirahat sebanyak mungkin. Istirahat akan memungkinkan tubuh untuk melawan infeksi virus atau bakteri.

Tetap memaksakan beraktivitas bukan hanya bisa meningkatkan kemungkinan sakit lebih lama. Namun juga berisiko membuat orang lain tertular infeksi.

7. Minum Obat Pereda Nyeri OTC

minum obat maag sebelum makan.jpg
Foto: minum obat maag sebelum makan.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Obat pereda nyeri OTC atau yang dijual bebas di apotek, dapat membantu meredakan sakit tenggorokan, demam, dan gejala radang amandel lainnya. OTC antara lain adalah:

Namun, hindari pemberian aspirin untuk anak-anak, karena dapat menyebabkan penyakit yang mengancam jiwa yang disebut sindrom Reye.

Hal ini diungkapkan dalam studi pada 2007 di jurnal Pediatric Drugs.

8. Minum Obat Pelega Tenggorokan

Benarkah Menelan Permen Karet Membahayakan Tubuh 01.jpg
Foto: Benarkah Menelan Permen Karet Membahayakan Tubuh 01.jpg (Rd.com)

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa pelega tenggorokan mengandung obat anestesi untuk mematikan rasa dan menenangkan tenggorokan.

Banyak juga yang mengandung obat anti inflamasi untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan.

Salah satu manfaat pelega tenggorokan adalah obat ini memberikan pereda nyeri langsung ke tempat peradangan.

Beberapa tablet isap juga mengandung agen antiseptik. Ini membantu menargetkan bakteri yang menyebabkan radang amandel.

Namun, konsumsi obat pelega tenggorokan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter.

Terutama pada anak-anak, pelega tenggorokan tidak disarankan untuk diberikan, karena dapat menimbulkan risiko tersedak.

Beberapa obat juga mengandung benzokain yang dapat memiliki dampak buruk bagi anak-anak.

Jadi, hindari memberikan produk yang mengandung benzokain kepada anak-anak di bawah 2 tahun kecuali jika dokter merekomendasikannya.

Baca juga: 13+ Makanan Penambah Berat Badan yang Enak dan Bernutrisi!

9. Coba Semprotan Tenggorokan dan Obat Kumur

05 OBAT KUMUR - sumber mirrorcouk.jpg
Foto: 05 OBAT KUMUR - sumber mirrorcouk.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Semprotan tenggorokan dan obat kumur adalah cara lain untuk memberikan obat anestesi, antiinflamasi, dan antiseptik langsung ke tenggorokan.

Moms bisa mencari semprotan tenggorokan dengan salah satu bahan aktif berikut:

  • Benzidamin
  • Fenol
  • Dibucaine
  • Benzil alkohol
  • Setilpiridinium klorida
  • Klorheksidin glukonat

Bila tidak yakin harus membeli produk apa, Moms bisa tanyakan terlebih dahulu pada dokter atau apoteker yang melayani.

Demikian pembahasan mengenai makanan penyebab amandel bengkak dan meradang, serta pengobatan yang bisa dilakukan. Semoga informasinya bermanfaat ya, Moms!

  • https://doi.org/10.1080/20786204.2013.10874371
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17523700/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/325961
  • https://www.pristyncare.com/blog/food-to-avoid-during-tonsils-pc0113/
  • https://www.livestrong.com/article/412238-the-best-things-to-eat-when-you-have-tonsillitis/
  • https://oladoc.com/health-zone/foods-avoid-tonsillitis-tonsil-stone-prevention/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.