20 Maret 2023

7+ Penyakit Akibat Pola Makan Tidak Teratur, Bisa Jantungan!

Kenali dan waspadai akibatnya!

Pola makan tidak teratur tak hanya menyebabkan berat badan bertambah.

Faktanya, perilaku tersebut juga bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan.

Pola makan tidak teratur yang dimaksud, misalnya makan terlalu sedikit atau terlalu banyak, serta tidak mengonsumsi cukup makanan bergizi.

Akibat pola makan tidak teratur ini, kebutuhan tubuh akan energi, protein, karbohidrat, asam lemak esensial, vitamin dan mineral, serat dan cairan bisa tidak terpenuhi.

Ingin tahu apa saja bahaya pola makan tidak teratur bagi kesehatan tubuh? Cek di bawah ini, ya, Moms!

Baca Juga: 5 Trik Menumbuhkan Selera Makan Anak

Penyakit yang Disebabkan Pola Makan Tidak Teratur

Jika Moms memiliki pola makan tidak teratur, beberapa hal ini bisa mengintai tubuh kita.

1. Jantung Koroner

Grafik Denyut Jantung
Foto: Grafik Denyut Jantung (Orami Photo Stock)

Dilansir dari laman BBC, akibat pola makan tidak teratur, seperti makan terlalu banyak lemak hewani adalah penyebab utama masalah kesehatan.

Tubuh kita membutuhkan sangat sedikit asupan ini, tetapi kebanyakan dari kita makan terlalu banyak.

Moms mungkin pernah mendengar tentang lemak jenuh.

Ini ditemukan terutama dalam daging sapi, babi dan domba dan dalam produk yang termasuk daging dan lemak, seperti sosis, pai daging dan burger sapi.

Terlalu banyak makan lemak jenuh dapat menyebabkan penyakit jantung koroner.

Jadi, lebih baik membeli sedikit daging tanpa lemak daripada daging berlemak atau lemak padat.

2. Stres dan Kelelahan

Stres (todayparents.com)
Foto: Stres (todayparents.com)

Berdasarkan jurnal The Risks of Poor Nutrition yang diterbitkan Government of South Australia, nutrisi yang buruk dapat mengganggu kesehatan dan kesejahteraan kehidupan sehari-hari.

Pola makan buruk juga mengurangi kemampuan kita untuk menjalani kehidupan yang menyenangkan dan produktif.

Dalam jangka pendek, pola makan tidak teratur dapat mengakibatkan stres, kelelahan, dan kemampuan kita untuk bekerja berkurang, dan seiring waktu.

Baca Juga: Kenali Bahaya dari 5 Makanan Berlemak Jenuh Tinggi Ini

3. Malnutrisi dan Penyakit Kudis

Kurang Nutrisi
Foto: Kurang Nutrisi (todaysparent.com)

Malnutrisi adalah salah satu akibat pola makan tidak teratur dalam waktu lama yang harus kita pertimbangkan.

Berdasarkan wawancara Civil Eats dengan Hilal Elver, Pelapor Khusus PBB untuk Hak atas Makanan, junk food dan makanan cepat saji adalah penyebab utama kekurangan gizi.

Malnutrisi adalah salah satu bahaya terbesar dari pola makan yang tidak sehat dan dapat menyebabkan penyakit seperti penyakit kudis.

Penyakit ini disebabkan oleh kekurangan vitamin C, penyakit kudis bisa terjadi pada mereka yang menghindari buah dan sayuran segar.

4. Diabetes Tipe 2

Diabetes Tipe 2
Foto: Diabetes Tipe 2

Pola makan tidak teratur, seperti mengonsumsi gula dan karbohidrat sederhana dalam jumlah yang banyak (seperti permen, jus buah, roti putih, tepung putih, soda, dll.), kadar gula yang tinggi ini dapat mengembangkan diabetes tipe 2.

Temuan itu dibuat dalam tinjauan studi sebelumnya tentang pola makan yang berbeda.

Peninjauan tersebut dilakukan oleh para peneliti dari King's College London, Universitas Newcastle, Universitas Surrey dan Pusat Penelitian Nestlé dan kedua makalah tersebut diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the Nutrition Society.

Para peneliti mengatakan makan pada waktu yang berbeda dapat memengaruhi jam tubuh internal atau dikenal sebagai 'ritme sirkadian', yang biasanya mengikuti siklus 24 jam.

Jam sentral diatur oleh siklus gelap dan terang yang juga dapat mempengaruhi asupan makanan.

Junk food atau makanan apa pun dengan kadar gula putih murni yang sedikit hingga tanpa kandungan nutrisi akan memaksa tubuh untuk memompa lebih banyak insulin.

Insulin yang berlebihan menyebabkan metabolisme tubuh mengalami stres, sehingga rentan terhadap penyakit.

Bahkan makan terlalu banyak junk food (atau makanan apa pun tanpa protein atau karbohidrat kompleks), walaupun jangka pendek, dapat merusak suasana hati dan perasaan kita.

Baca Juga: Sering Dialami Anak, Apa Perbedaan Panu, Kurap, dan Kudis?

5. Kelebihan Berat Badan

Menimbang Berat Badan
Foto: Menimbang Berat Badan (shutterstock.com)

Beberapa orang cenderung berpikir bahwa jika mereka melewatkan sarapan dan makan siang, mereka akan dapat menikmati makan malam lebih banyak tanpa melebihi batas kalori mereka untuk hari itu.

Tetapi pola makan tidak teratur itu tidak sehat, dan bahkan sebenarnya tidak membuat kita menjadi kurus, malah bisa menyebabkan penambahan berat badan.

Ini dikarenakan pola makan tidak teratur juga dapat menyebabkan metabolisme tubuh Moms melambat, yang dapat menyebabkan penambahan berat badan atau mempersulit penurunan berat badan.

"Ketika melewatkan makan atau tidak makan dalam waktu lama, tubuh kita memasuki mode bertahan hidup (survival mode)," kata Haley Robinson, ahli diet klinis Piedmont

Menurutnya, ini menyebabkan sel dan tubuh kita 'ngotot' membutuhkan makanan, sehingga menyebabkan kita makan berlebihan.

Ketika sangat lapar, Moms juga biasanya cenderung menginginkan makanan yang tidak sehat, instan, dan tinggi gula atau garam.

6. Gula Darah Rendah

Pemeriksaan Gula Darah
Foto: Pemeriksaan Gula Darah (shutterstock.com)

Pola makan tidak teratur juga bisa menyebabkan penyakit gula darah rendah.

"Pertama, gula darah akan menurun, yang menyebabkan gangguan pada kemampuan untuk berpikir jernih," ujar Robinson.

Otak kita menggunakan glukosa untuk bekerja secara efisien dan jika tidak ada cukup glukosa untuk digunakan otak, maka tubuh tidak akan berfungsi 100 persen.

Gula darah rendah juga bisa menyebabkan kita merasa mudah tersinggung, bingung dan merasa lelah.

Tubuh mulai meningkatkan produksi kortisol, membuat kelaparan juga.

7. Gangguan Pencernaan

Sakit Perut
Foto: Sakit Perut (Internethaber.org)

Meskipun pola makan tidak teratur adalah kebiasaan yang sangat tidak sehat, ini mungkin tampak seperti satu-satunya pilihan bagi orang-orang dengan jadwal yang sangat sibuk.

Makan terlalu cepat dapat menyebabkan mulas dan gangguan pencernaan, karena kita tidak mengunyah makanan dengan benar, maka dibutuhkan lebih banyak asam lambung untuk membantu mencernanya di kemudian hari.

Baca Juga: 5 Masalah Pencernaan Bayi yang Paling Umum Beserta Solusinya

Selain itu, saat menelan makanan, Moms akan menelan banyak udara yang juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan.

Selain itu, mungkin juga akan makan berlebihan karena membutuhkan waktu 20 menit untuk makanan mencapai perut dan kemudian perut memberi tahu otak bahwa kita sudah kenyang.

8. Sering Ngemil

Makan Camilan
Foto: Makan Camilan (http://english.alarabiya.net)

Pola makan tidak teratur bisa menyebabkan kita sering ngemil.

Makan sambil menelepon, menonton TV, atau membaca artikel online bukanlah ide yang baik.

Penting untuk memperhatikan tubuh kita, rasa lapar dan seberapa banyak kita benar-benar sering ngemil dapat menjadi faktor besar dalam penambahan berat badan.

Ini karena ketika Moms tidak memerhatikan apa yang dimakan, lebih sulit bagi tubuh untuk menyadari kapan kita harus berhenti karena benar-benar kenyang.

Jadi ada kecenderungan untuk terus ngemil sampai semuanya hilang.

Selain memperhatikan lebih banyak tentang apa dan berapa banyak yang kita konsumsi, cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah dengan menghindari makan langsung dari kemasan agar bisa berhenti makan.

Baca Juga: Baik untuk Diet, Berapa Kalori Kentang Rebus?

Meski terdengar sepele, akibat pola makan tidak teratur nyatanya membawa banyak dampak negatif.

Jadi, agar asupan nutrisi tetap terpenuhi, pastikan untuk menghindari pola makan tidak teratur dan mulailah mengonsumsi makanan bergizi seimbang, ya!

  • https://www.sahealth.sa.gov.au/wps/wcm/connect/public+content/sa+health+internet/healthy+living/is+your+health+at+risk/the+risks+of+poor+nutrition
  • https://civileats.com/2016/12/06/in-the-battle-against-malnutrition-un-expert-says-junk-food-is-the-real-culprit/
  • https://www.cambridge.org/core/journals/proceedings-of-the-nutrition-society/article/meal-irregularity-and-cardiometabolic-consequences-results-from-observational-and-intervention-studies/1969DB83C64B09E221A4B8929B7D8A8C

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.