Pernikahan & Seks

PERNIKAHAN & SEKS
13 Januari 2021

13 Efek Sering Berhubungan, Bisa Meningkatkan Risiko Serangan Jantung!

Karenanya jangan berlebihan ya Moms dan Dads!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Adeline Wahyu

Daftar isi artikel

Definisi setiap orang tentang kehidupan seks yang baik berbeda, dan sementara beberapa orang baik-baik saja untuk jarang berhubungan seks, namun yang lain lebih suka melakukannya beberapa kali sehari.

Tapi, pasti terlintas di pikiran Moms atau Dads apakah mungkin melakukan terlalu banyak sekes? Adakah efek sering berhubungan terutama jika kalian masih dalam fase bulan madu atau tengah menikmati waktu liburan berdua disamping mengetahui manfaat berhubungan seksual.

Baca Juga: 6 Ciri-Ciri Hamil Anak Perempuan, Adakah Salah Satunya Moms Alami?

"Tidak ada batasan jumlah hubungan seks yang bisa dilakukan siapa pun, tetapi ada masalah fisik yang mungkin membuat Anda sedikit, harus kami katakan, beberapa hari kemudian tidak nyaman," kata Diana Bitner, dokter kandungan.

Meskipun Moms atau Dads bisa berhubungan seks sebanyak yang kalian mau, ada banyak tanda pasti bahwa tubuh sudah mencapai limitasi sehingga efek sering berhubungan ini akan membawa banyak dampak buruk.

Efek Sering Berhubungan

Tidak ada jawaban khusus ketika ada pertanyaan soal efek sering berhubungan. Namun, Moms dan Dads dapat mencari indikasi tertentu yang mungkin diberikan tubuh yang menunjukkan bahwa melakukan terlalu banyak seks. Berikut ini dampak buruk sering berhubungan seks yang bisa diketahui:

1. Vagina Kering

Efek sering berhubungan, Foto : Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Efek sering berhubungan yang pertama adalah vagina kering. Jika ada yang terasa kering di bagian bawah, itu mungkin karena tubuh Moms telah mengalami kontak atau penetrasi yang terlalu lama. Ketika ini terjadi, air mata mikro kecil di vagina bisa terjadi, yang bisa menjadi penyebab rasa sakit yang parah.

Robekan vagina bisa terjadi dengan terlalu banyak berhubungan seks. Terutama bila Moms ada di kondisi lain seperti kekeringan vagina akibat pil KB dosis rendah. Walaupun begitu, menurut Hippokratia Quarterly Medical Journal, robekan rektovaginal setelah hubungan seksual, sangat jarang terjadi.

2. Pembengkakan Vagina dan Labia

Efek sering berhubungan, Foto : Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Efek sering berhubungan akan menyebabkan pembengkakan vagina dan labia yang berlebihan. “Dengan banyak rangsangan seksual, vagina dan labia menjadi penuh dengan darah, dan ini dapat menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit yang berlebihan saat berhubungan seksual,” ujar dokter kandungan dan ahli kesehatan wanita di Santa Monica, California, Sherry A. Ross.

Jika Moms mengalami pembengkakan vagina dan labia sebagai dampak buruk sering berhubungan, maka hentikan sesegera mungkin. Jika pembengkakan tampak berlebihan, cobalah kompres es untuk meredakan nyeri.

Lain kali hendak melakukan hubungan seksual maka pertimbangkan untuk menggunakan pelumas atau minyak kelapa ekstra virgin untuk membuat vagina ekstra basah untuk sesi seks yang lama.

Baca Juga: Banyak Manfaatnya Bila Dilakukan Rutin, Ini Trik Agar Jadwal Berhubungan Intim Menjadi Teratur

3. Kelelahan

Efek sering berhubungan, Foto : Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Efek sering berhubungan selanjutnya adalah merasa lelah. Jika Moms atau Dads terlalu banyak berhubungan seks, maka tubuh akan melepaskan norepinefrin, adrenalin, dan kortisol ke dalam aliran darah yang menyebabkan peningkatan detak jantung, metabolism glukosa, dan tekanan darah.

Tentunya hubungan seksual menjadi olahraga bagi tubuh dan membuat kalian merasa lelah jika dilakukan sesekali. Kelelahan sepanjang hari bisa menjadi dampak buruk sering berhubungan seks dan tentunya kesalahan saat berhubungan intim.

4. Kecanduan

Efek sering berhubungan, Foto : Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Hal lain yang terjadi sebagai efek sering berhubungan adalah Moms atau Dads bisa kecanduan seks. Seseorang yang kecanduan seksual dapat merusak hubungannya dengan pasangannya karena menjadi terobsesi dengan seks atau memiliki dorongan seks yang intens secara tidak normal.

Bahkan jika pasangan tidak ingin berhubungan seks, keinginan Moms atau Dads bisa jadi tidak terkendali.

5. Penis Nyeri dan Bengkak

Efek sering berhubungan, Foto : Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Tak hanya Moms, Dads pun bisa mengalami penis nyeri, bengkak dan lecet hingga kesulitan buang air kecil sebagai efek sering berhubungan. Biasanya nyeri ini berlangsung beberapa detik yang normal.

Ketika Dads sering melakukan hubungan seks, hal itu bisa menyebabkan penis sakit karena rangsangan manual yang berkepanjangan, atau ejakulasi paksa, dan sebagainya.

Jika rasa nyeri berlangsung lebih lama selama beberapa jam atau beberapa hari, maka kemungkinan besar terdapat infeksi pada testis, prostat, epididimis, atau mungkin telah terjangkit penyakit menular seksual.

Baca Juga: Apakah Ukuran Penis Menentukan Kualitas Hubungan Seks?

6. Risiko Infeksi Saluran Kemih

Efek sering berhubungan, Foto : Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Efek sering berhubungan lainnya yang tak kalah tidak menyenangkan adalah peningkatan risiko infeksi saluran kemih dan vagina. Cairan tubuh dapat merusak tingkat pH alami vagina Moms, membuat lebih rentan terhadap infeksi.

Moms harus selalu ke kamar mandi sebelum dan sesudah berhubungan seks untuk membantu menjaga kesehatan vagina, tetapi efek sering berhubungan seksual masih dapat menyebabkan infeksi dan ada kemungkinan Moms tidak menyadarinya sampai beberapa hari kemudian.

Semen memiliki pH tujuh yang dapat mendukung bakteri tidak sehat di dalam vagina ditambah dengan gesekan dari hubungan seks maka dapat memungkinkan bakteri dari vagina dan anus menemukan jalan ke kandung kemih sehingga sebabkan infeksi saluran kemih.

Menurut Prevention, tanda-tanda umum infeksi saluran kemih termasuk peningkatan keinginan untuk buang air kecil dengan sedikit atau tidak ada yang keluar, sensasi terbakar saat buang air kecil, dan urin yang keruh, merah muda, atau ada darah di dalamnya, serta keluarnya cairan yang tidak biasa, nyeri, dan bau. Tetapi gejala ini tidak selalu muncul, jadi tanyakan kepada dokter jika Moms tidak yakin.

7. Luka di Dekat Genital

Efek sering berhubungan, Foto : Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Jika pasangan menyukai seks yang kasar maka berhati-hatilah. Efek sering berhubungan yang kasar setiap hari dapat sebabkan luka yang terjadi ketika panas dari gesekan sehingga merusak kulit. Tentunya ini dapat membuat Moms atau Dads tidak nyaman sehingga tidak dapat berhubungan seks dalam posisi tertentu.

8. Nyeri Punggung Bagian Bawah

Efek sering berhubungan, Foto : Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Jika Dads melakukan terlalu banyak hubungan seks maka indikasi nyeri punggung bagian bawah bisa menjadi tandanya. Mengalami nyeri punggung bawah adalah hal yang wajar jika ada gerakan tiba-tiba yang membuat punggung bagian bawah menjadi stres. Tapi, bila gerakan tiba-tiba ini menjadi ekstrim dari waktu ke waktu, bisa menyebabkan nyeri punggung bawah yang kronis.

Jika Dads ingin mencoba mempertahankannya seperti kelinci, coba posisi yang cenderung membutuhkan gerakan lebih lambat, seperti variasi berdampingan. Pastikan juga untuk saling memijat, menikmati mandi air hangat, dan berlatih Reiki, suatu bentuk penyembuhan energi, untuk membantu kembali ke bentuk prima.

Baca Juga: Vagina Keluar Darah setelah Berhubungan Intim, Wajar Atau Malah Berbahaya?

9. Saraf yang Terluka

Efek sering berhubungan, Foto : Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun titik panas tubuh dapat menahan banyak hal, terlalu banyak stimulasi langsung pada saraf mereka terkadang dapat sedikit menyakitkan. Pacu diri Moms dan Dads namun dengarkan tubuh serta apa yang dikatakan salah satu dari kalian tentang hal langsung versus tidak langsung, atau terlalu cepat.

10. Kesulitan Mencapai Klimaks

Efek sering berhubungan, Foto : Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa Dads akan berpikir bahwa ini termasuk dalam bagian berikutnya di efek sering berhubungan, tetapi ini adalah reaksi yang sangat normal sebagai dampak buruknya. Tingkat air mani laki-laki dan cadangan sperma keduanya turun jika Dads tidak memberikan waktu pada tubuhnya untuk mengisi ulang.

11. Penglihatan Menurun

dampak buruk sering berhubungan

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa pasangan suami dan istri mengeluhkan efek sering berhubungan adalah penglihatan menurun. Bahkan, mereka diketahui merusak darah di mata selama aktvitas seksual. Namun tak perlu khawatir karena penglihatan menurun ini akan sembuh serta tak akan merugikan sama sekali.

Baca Juga: Benarkah Bulu Kemaluan Lebat Membuat Hubungan Intim Semakin Nikmat?

12. Serangan Jantung

dampak buruk sering berhubungan

Foto: Orami Photo Stock

Bukan sekedar cerita efek sering berhubungan adalah serangan jantung terutama dalam waktu singkat. Ketika datang ke konsekuensi kesehatan negatif utama dari seks, Moms dan Dads biasanya mendengar tentang yang satu ini.

Namun meskipun serangan jantung dapat menyerang selama aktivitas kardiovaskular seperti seks, sebenarnya hal itu jarang terjadi. Jika ada, seks yang teratur dan baik meningkatkan kesehatan jantung.

13. Fraktur Penis

dampak buruk sering berhubungan

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun Dads tidak dapat mematahkan penis karena tidak ada tulang di dalamnya. Namun, kalian dapat mengalami patah tulang ketika mendengar bunyi seperti “pop” atau “snap” yang diikuti dengan hilangnya ereksi serta pembengkakan pangkal dan skrotum. Mereka mungkin juga merasakan memar dan mengalami rasa sakit yang menyiksa.

Jangan berhubungan seks sampai sembuh dan segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:12 Cara Membesarkan Penis Agar Dads Lebih Percaya Diri

Baik itu berhubungan seks, hampir semua yang kita lakukan memiliki potensi risiko dan dampak buruk sering berhubungan.

Ketika berencana untuk melakukan aktivitas seksual selama Moms dan Dads merencanakan ke depan, membuat keputusan yang sadar risiko dan bersama suka hati melakukannya maka manfaat keintiman dan kesenangan dapat jauh lebih besar daripada efek sering berhubungan.

Artikel Terkait