03 Mei 2023

Muncul Banyak Selulit saat Hamil? Ini Cara Menguranginya!

Muncul selulit saat hamil adalah hal yang normal

Moms mungkin tak bisa menghindari kondisi selulit saat hamil. Namun, jika mengalaminya Moms tak perlu khawatir.

Salah satu ciri khas selulit adalah hadirnya lemak di bawah kulit yang muncul ke permukaan kulit dan terlihat bergelombang.

Timbul selulit saat hamil merupakan hal yang normal.

Tubuh mengalami banyak perubahan fisik, dan peningkatan lemak subkutan sehingga dapat menyebabkan timbulnya selulit.

Cadangan lemak akan meningkat saat tubuh mempersiapkan peningkatan kebutuhan energi selama kehamilan dan menyusui.

Menurut studi di International Journal of Cosmetic Science tentang selulit, lebih banyak penumpukan lemak memastikan ketersediaan kalori yang cukup untuk kehamilan dan menyusui.

Perlu diketahui, selulit merupakan masalah kecantikan dan bukan penyakit yang perlu dikhawatirkan.

Baca Juga: 5 Jenis Vitamin pada Skincare dan Manfaatnya

Apa itu Selulit?

Selulit
Foto: Selulit (Orami Photo Stock)

Secara garis besar, selulit adalah tampilan kulit yang bergelombang atau tidak rata yang disebabkan oleh timbunan lemak di bawah permukaan kulit.

Atau singkatnya, selulit merupakan sebuah lemak yang terkumpul di kantong di bawah kulit.

Kondisi ini terjadi akibat serat kolagen yang menghubungkan lemak ke kulit meregang, memecah atau menarik, memungkinkan sel-sel lemak menonjol keluar dan terlihat.

Sehingga membuat selulit memiliki penampilan yang khas digambarkan sebagai seperti kulit jeruk.

Selulit umumnya berada di pinggul, paha, dan bokong, tetapi juga bisa muncul di lutut, perut, dan di bawah lengan atas.

Walaupun bukan masuk ke dalam masalah kesehatan, selulit dapat mengganggu dan memengaruhi kepercayaan diri Moms.

Dibandingkan pria, wanita memiliki risiko lebih besar untuk mengalami selulit.

Bukan tanpa sebab, ini karena wanita memiliki lebih banyak lemak tubuh daripada pria, terutama di sekitar perut, paha, dan bokong.

Kemudian, wanita dengan berat apa pun bisa terkena selulit, karena kita semua memiliki sel lemak di kulit kita.

Diperkirakan sebanyak 85–98% wanita memiliki selulit.

Baca Juga: Sakit Perut saat Hamil? Tenang, Ini Obat Sakit Perut untuk Ibu Hamil

Apakah Normal Muncul Selulit saat Hamil?

Selulit
Foto: Selulit (Orami Photo Stock)

Tak perlu khawatir, ternyata selulit saat hamil ternyata adalah suatu kondisi yang normal, lho Moms.

Namun, setiap Moms akan memiliki bentuk dan jumlah selulit yang berbeda bergantung pada banyak faktor seperti genetika, persentase lemak tubuh, dan usia.

Sehingga dengan normalnya mendapatkan selulit saat hamil, membuat Moms tidak perlu khawatir dan merasa sedih.

Menormalkan selulit dapat membantu wanita merasa percaya diri selama masa perubahan selama kehamilan.

Baca Juga: 6 Masalah Saat Menyusui yang Sering Dihadapi Ibu Baru dan Solusinya

Penyebab Munculnya Selulit saat Hamil

Penyebab Selulit
Foto: Penyebab Selulit (Orami Photo Stock)

Sebagian Moms mendapatkan selulit atau selulit yang memburuk selama kehamilan karena perubahan fisik yang terjadi pada tubuh.

Namun, perkembangan jumlah yang Moms miliki, serta visibilitasnya, ditentukan oleh berbagai faktor.

Berikut ini beberapa penyebab atau faktor yang memperburuk kondisi selulit saat hamil yang bisa Moms ketahui.

1. Penambahan Berat Badan dan Peningkatan Lemak Tubuh

Selulit terbentuk di area dengan lemak paling banyak di tubuh.

Dengan adanya penaikan berat badan atau meningkatnya lemak pada tubuh berhasil meningkatkan pembentukan selulit selama kehamilan.

2. Penuaan Alami dan Elastisitas Kulit

Penyebab perkembangan selulit saat hamil selanjutnya adalah karena penuaan alami dan elastisitas kulit saat hamil.

Protein kolagen adalah protein yang paling melimpah di tubuh kita.

Manusia mungkin memproduksi kolagen sekitar 1% lebih sedikit di kulit setiap tahun setelah usia 20 tahun.

Itulah sebabnya tendon, ligamen, dan kekencangan kulit melemah seiring bertambahnya usia.

Hilangnya elastisitas pada kulit berkontribusi pada pembentukan selulit yang lebih terlihat.

Baca Juga: Berhubungan Saat Hamil 6 Bulan, Bahayakah?

3. Genetika

Penyebab perkembangan selulit saat hamil selanjutnya adalah genetika.

Ini adalah salah satu faktor utama perkembangan selulit baik pada wanita hamil maupun yang tidak hamil.

Beberapa orang lebih cenderung mengalami selulit terlepas dari penambahan berat badan atau perubahan fisik lainnya.

Jika orang tua Moms memiliki selulit, kemungkinan besar Moms juga akan mengalaminya.

4. Perubahan Hormon

Tingkat hormon yang meningkat selama kehamilan, menjadi penyebab wanita hamil lebih rentan mengembangkan selulit atau selulit yang ada memburuk.

Peningkatan kadar estrogen terutama bertanggung jawab atas selulit yang lebih terlihat selama kehamilan karena mendorong tubuh untuk membangun dan menyimpan lemak.

Baca Juga: Pelupa saat Hamil, Ini 9+ Cara Mengatasinya!

5. Kurang Olahraga

Olahraga, khususnya latihan kekuatan, dapat membantu mengurangi selulit dengan meningkatkan kekencangan otot dan mengurangi lemak tubuh.

Mungkin Moms khawatir untuk berolahraga atau melatih kekuatan selama kehamilan

Namun, ternyata olahraga dan latihan kekuatan ini memiliki manfaat sangat besar dan bahkan dapat membantu mengatasi selulit.

Kecuali jika Moms memiliki komplikasi kehamilan, latihan sebelum melahirkan aman dan direkomendasikan untuk semua ibu hamil, terlepas dari tingkat kebugaran sebelumnya.

Baca Juga: Berat Badan Turun Saat Hamil, Normalkah?

Cara Alami Mengurangi Selulit saat Hamil

Meskipun Moms tidak dapat menghindari selulit selama kehamilan, ada banyak cara alami untuk membantu mengurangi pembentukan selulit.

Berikut beberapa cara untuk mengurangi selulit secara alami yang bisa Moms lakukan.

1. Latihan Kekuatan

Olahraga saat Hamil
Foto: Olahraga saat Hamil (Orami Photo Stocks)

Berolahraga secara teratur, khususnya latihan kekuatan adalah cara terbaik untuk memperbaiki tampilan selulit selama kehamilan.

Bahkan rutin melakukan olahraga juga dapat mencegah atau memperburuk selulit.

Memperkuat jaringan otot dapat secara signifikan meningkatkan warna, penampilan kulit dan akumulasi lemak pada tubuh Moms.

Selain itu, berusaha tetap aktif juga membantu meningkatkan aliran darah, mengelola retensi cairan, melawan depresi, dan mempertahankan berat badan yang sehat.

2. Memulai Pola Makan dan Gaya Hidup Sehat

Mengonsumsi makanan sehat dan melakukan perubahan sederhana seperti menghindari makan gorengan dan daging tanpa lemak dapat membuat perbedaan besar pada kesehatan dan penampilan kulit.

Selain itu, Moms juga perlu menghindari makanan yang tinggi protein, rendah sodium dan gula olahan membantu mencegah retensi air dan penambahan berat badan berlebih.

Karena jika badan Moms mengalami peningkatan berat badan dapat menjadi faktor penyebab selulit.

Sebaiknya hindari diet ekstrem yang dapat menghilangkan nutrisi penting yang penting bagi Moms dan bayi selama kehamilan.

Tak hanya pola makan, selama kehamilan Moms juga disarankan untuk memulai gaya hidup sehat.

Pilihan gaya hidup yang buruk seperti kurang olahraga, kebiasaan tidur yang buruk, stres dan kelebihan konsumsi makanan olahan dan kalori dapat menyebabkan lebih banyak selulit selama kehamilan.

Untuk itu, Moms perlu fokus menciptakan gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat, mengurangi stres, menghindari kenaikan berat badan yang berlebihan, dan berolahraga yang cukup.

3. Tetap Terhidrasi

Minum Air Putih
Foto: Minum Air Putih (Freepik.com/pressfoto)

Meningkatkan asupan air membantu mengurangi munculnya selulit dengan mencegah retensi cairan.

Pastikan untuk tetap terhidrasi dapat membantu mengontrol konsumsi kalori berlebih dan mencegah kontraksi dini.

4. Konsumsi Suplemen dengan Kandungan Kolagen

Cara menghilangkan selulit saat hamil selanjutnya adalah dengan mengonsumsi suplemen dengan kolagen.

Melengkapi dengan protein kolagen dapat membantu meningkatkan elastisitas kulit dan menjaga jaringan ikat tetap kuat dan kenyal.

Salah satu manfaat utama mengonsumsi suplemen ini adalah untuk menggantikan kolagen yang hilang dan membantu memperbaiki tampilan selulit.

Baca Juga: Bahaya dan Risiko Sauna Saat Hamil, Hati-Hati Moms!

Apakah Efektif Menggunakan Krim Selulit saat Hamil?

Selulit di Paha
Foto: Selulit di Paha (Freepik.com/freepik)

Ketika simpanan lemak meningkat saat hamil, selulit bisa muncul.

Krim selulit mungkin tampak seperti cara yang efektif dan praktis digunakan untuk mengurangi tampilan selulit.

Namun, menurut studi di Handbook of Experimental Pharmacology bahan utamanya yaitu methylxanthines, dianggap tidak aman digunakan selama kehamilan.

Methylxanthines, merupakan stimulan yang biasa disebut kafein, akan mendehidrasi ruang antara sel-sel lemak dan memecah lemak yang disimpan dalam sel.

Krim selulit mengklaim memiliki konsentrasi methylxanthines yang cukup untuk mengurangi tampilan selulit.

"Ada banyak krim yang dipasarkan untuk mengurangi selulit saat hami, tapi sebagian besar penelitian tidak melaporkan perubahan yang signifikan," ujar Jamie Goldberg, Dermatolog di Maryland, Amerika Serikat seperti melansir dari MetroKids.

Baca Juga: Stretch Mark Setelah Melahirkan? Ini Cara Alami Menghilangkannya

Perawatan untuk Selulit

Ilustrasi Perawatan untuk Selulit
Foto: Ilustrasi Perawatan untuk Selulit (Orami Photo Stock)

Penghapusan selulit belum terbukti efektif, terutama dalam jangka panjang.

Perawatan ini harus dihindari selama kehamilan dan hanya ada sedikit data untuk membuktikan perawatan ini efektif dalam mengurangi selulit secara permanen.

Beberapa opsi perawatan meliputi:

1. Krim Selulit

Jika ingin menggunakannya pastikan Moms konsultasi terlebih dulu dengan dokter kandungan Moms.

Namun, untuk menjaga kehalusan kulit selama kehamilan Moms bisa gunakan pelembap kulit yang aman, seperti yang bebas pengharum dan zat kimia berbahaya lainnya.

2. Perawatan Laser

Perawatan laser digunakan untuk memecah pita keras dan jaringan lemak di bawah kulit yang menyebabkan selulit terlihat.

3. Subcision

Prosedur medis yang dilakukan oleh dokter kulit yang memasukkan jarum tepat di bawah kulit untuk membantu memecah pita keras di bawah kulit.

4. Carboxytherapy

Perawatan medis yang memasukkan gas karbon dioksida (CO2) di bawah kulit.

5. Perawatan Spa

Namun, beberapa perawatan ini memiliki kelemahan yaitu mahal, memakan waktu, memerlukan beberapa sesi untuk mendapatkan hasil dan mungkin hanya memberikan perbaikan sementara.

Baca Juga: Menggunakan Body Scrub saat Hamil, Amankah?

Nah, jadi menggunakan krim selulit saat hamil tidak dianjurkan.

Sebelum menggunakan berbagai produk kecantikan saat hamil, selalu diskusikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan ya, Moms

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18489274/
  • https://www.babycentre.co.uk/x562999/will-pregnancy-make-cellulite-worse
  • https://www.strugglesofafitmom.com/cellulite-during-pregnancy/
  • https://www.nsdaesthetics.com/will-cellulite-disappear-after-pregnancy-mill-creek-women-want-to-know/
  • https://www.metrokids.com/pregnancy-and-skin/
  • https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-3-642-13443-2_14

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.