Trimester 1

17 Juni 2021

Berat Badan Turun Saat Hamil, Normalkah?

Umumnya, berat badan ibu hamil akan terus naik, tapi bagaimana kalau berat badan justru menurun?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Moms, saat masa kehamilan pentingnya untuk terus memantau berat badan. Normalnya, berat badan Moms akan naik kira-kira 10-15 kg selama masa kehamilan. Namun, beberapa ibu hamil juga mungkin mengalami hal sebaliknya atau berat badan turun saat hamil.

Berat badan saat hamil sebaiknya memang meningkat, tetapi tidak berlebihan juga karena bisa mengindikasikan gangguan.

Kenaikan berat badan ditentukan dari body mass index (BMI) Moms sendiri sebelum kehamilan.

Ketika BMI di bawah rata-rata, tentunya membutuhkan kenaikan yang lebih dari 15 kg, sebaliknya apabila BMI di atas rata-rata, ada baiknya Moms memerhatikan kenaikan berat badan agar tidak menjadi obesitas.

Baca Juga: Ini Kenaikan Berat Badan Normal pada Ibu Hamil, Wajib Tahu!

Penyebab Berat Badan Turun Saat Hamil

Berat Badan Turun saat Hamil, Normalkah-1.jpg

Foto: time.com

Berat badan saat hamil umumnya terus meningkat. Lalu, apakah normal apabila berat badan turun saat hamil?

Sebaiknya Moms tidak perlu khawatir, karena kondisi ini masih tergolong normal dan terjadi saat trimester pertama kehamilan.

“Saat trimester pertama, ibu hamil dapat mengalami morning sickness yang sebabkan mual dan muntah hingga mengurangi nafsu makan. Hal ini membuat penyerapan kalori dan nutrisi ke dalam tubuh menjadi berkurang,” ujar Dr. Pooja Shah, dokter kandungan yang berasal dari Arizona, Amerika Serikat, seperti yang dikutip dari The Bump.

Kenaikan berat badan tiap trimester bisa mencapai 4 sampai 5 kilogram. Nah, lalu bagaimana jika berat badan turun saat hamil ini terjadi ketika sudah memasuki trimester kedua dan ketiga?

Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh nutrisi yang dikonsumsi oleh Moms.

Nyatanya, masalah pencernaan pada ibu hamil seperti diare juga bisa membuat berat badan turun saat hamil.

Hal yang terpenting adalah, selalu pantau perkembangan janin agar bertumbuh dengan baik setiap bulannya.

Meskipun begitu, Moms wajib waspada jika berat badan turun saat hamil terjadi drastis karena bisa menjadi gejala dari beberapa gangguan kesehatan.

“Kehilangan beberapa kilo pada awal kehamilan adalah hal yang umum terjadi. Namun, ketika penurunan berat badan berlebihan bisa menjadi tanda yang lebih serius, seperti hiperemesis atau disfungsi tiroid. Sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter kandungan,” ungkap dr. Pooja, menjelaskan.

Baca Juga: Pentingnya Nutrisi Ibu Hamil dan Ini yang Terjadi Ketika Kekurangan

Cukupi Asupan Kalori, Jaga Berat Badan Saat Hamil

Berat Badan Turun saat Hamil, Normalkah-2.jpg

Foto: thriveglobal.com

Cara menjaga berat badan saat hamil dan menghindari berat badan turun saat hamil yang berlebihan adalah memerhatikan kalori yang masuk.

Ketika Moms hamil, bukan berarti jumlah makan jadi bertambah dua kali lipat, melainkan tetap memerhatikan nutrisi seimbang.

American Pregnancy Association mengungkapkan kebutuhan kalori yang dibutuhkan Moms saat hamil agar berat badan tetap normal, yaitu:

  • 1.800 kalori selama trimester pertama
  • 2.200 kalori selama trimester kedua
  • 2.400 selama trimester ketiga

Mengetahui jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi dan makanan yang menjadi pantangan saat hamil sangat penting agar kebutuhan nutrisi saat hamil terjaga dengan baik.

Konsumsi jenis makanan yang mengandung folat, vitamin dan mineral, serat, dan protein agar menunjang perkembangan janin.

Baca Juga: Ini 5 Makanan untuk Ibu Hamil Muda, Menjaga Nutrisi Saat Mengandung!

Cobalah Makan Lebih Sering

ibu hamil makan lebih sering dengan porsi kecil

Foto: Orami Photo Stock

Apabila Moms mengalami berat badan turun saat hamil dan ingin mengatasinya, cobalah untuk makan lebih sering dengan porsi kecil agar berat badan meningkat dan mencapai target yang dianjurkan dokter.

Moms sebaiknya tidak melewatkan waktu makan, meskipun sedang merasa mual dan ingin muntah. Alih-alih makan besar selama tiga kali sehari, cobalah untuk menggantinya dengan makan enam gigitan kecil setiap dua jam atau lebih.

Makan dalam porsi kecil dan sering ini akan membantu Moms mengatasi morning sickness, tetapi bayi yang di dalam kandungan tetap mendapatkan nutrisi.

Baca Juga: Ini 8 Makanan Agar Rambut Bayi Lebat, Yuk Mulai Konsumsi Saat Hamil

Jangan Beralih ke Makanan Cepat Saji

ibu hamil makan fast food

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun Moms mungkin tergoda untuk mengisi celah kalori dengan makanan cepat saji, cobalah untuk menahannya.

Makanan olahan, manis, atau berminyak, seperti pada makanan cepat saji memang akan menambah berat badan, tetapi tidak mengandung nutrisi untuk ibu dan bayi.

Ingatlah bahwa Moms dan bayi dalam kandungan memang membutuhkan kalori, tetapi sebaiknya perhatikan juga nutrisinya. Jadi, usahakan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung kedua hal ini di dalamnya.

Baca Juga: 25 Makanan Sehat untuk Ibu Hamil, Catat!

Tetap Lakukan Aktivitas Fisik dengan Olahraga

olahraga saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Hal yang tidak boleh dilupakan adalah rutin lakukan aktivitas fisik saat hamil. Luangkan 15 menit untuk berolahraga setiap harinya, sebanyak 3 kali seminggu.

Pilih jenis olahraga yang tidak terlalu berat untuk ibu hamil, seperti berenang, berjalan, yoga, pilates, atau senam khusus ibu hamil.

Untuk mengganti sesi berkeringat, makanlah camilan padat nutrisi di sekitar waktu Moms berolahraga. Hal ini sangat penting terutama jika latihan Moms melibatkan latihan intensitas tinggi atau berlangsung lebih dari 45 menit.

Selain itu, tetap cukupkan cairan di dalam tubuh dengan minum air untuk cegah dehidrasi dan miliki kualitas tidur yang baik agar berat badan saat hamil juga tetap normal.

Baca Juga: Bangun Kesiangan? Ini 6 Olahraga Pengganti Jalan Pagi untuk Ibu Hamil yang Bisa Dicoba

Jika Berat Badan Tak Kunjung Bertambah, Segera ke Dokter

Ibu Hamil Melakukan Kontrol ke Dokter

Foto: Orami Photo Stock

Jika beberapa cara di atas tak kunjung membuat berat badan Moms bertambah dan justru tetap berat badan turun saat hamil, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kandungan.

Terkadang, mual dan muntah yang parah dan terus menerus dapat membuat Moms tidak bertambah berat selama kehamilan.

Apabila Moms termasuk di antara 1 hingga 3 persen wanita yang mengalami hyperemesis gravidarum (morning sickness yang parah), bayi dalam kandungan Moms mungkin tidak mendapatkan nutrisi dan vitamin penting yang dibutuhkannya untuk tumbuh.

Moms juga mungkin mengalami dehidrasi, yang bisa menjadi masalah bagi tubuh Moms dan bayi.

Jadi, pastikan untuk memberi tahu dokter jika morning sickness yang Moms alami sangat parah. Tanda-tanda hyperemesis gravidarum, meliputi tidak bisa mengonsumsi makanan atau cairan sehingga menyebabkan penurunan berat badan drastis.

Dalam mengatasinya, dokter kandungan mungkin akan meresepkan perubahan gaya hidup atau obat untuk membantu Moms mengelola kondisi tersebut.

Sementara itu, apabila Moms pernah mengalami gangguan makan di masa lalu, menerima kenaikan berat badan saat hamil mungkin dapat menjadi tantangan. Maka, bicaralah secara jujur ​​dengan dokter kandungan tentang gangguan makan di masa lalu atau saat ini.

Dokter mungkin dapat merekomendasikan Moms untuk menemui ahli diet terdaftar dengan keahlian dalam gangguan makan untuk panduan tambahan.

Selain itu, jika Moms kesulitan dalam menaikan berat badan saat hamil pada trimester kedua, bicarakan dengan dokter. Dokter atau ahli diet terdaftar dapat menawarkan alat untuk membantu Moms dalam mempertahankan jumlah penambahan berat badan yang sehat.

Ingatlah bahwa menambah berat badan sangat penting untuk pertumbuhan dan kesehatan bayi. Jangan sampai hal ini Moms abaikan, ya.

Itu dia beberapa cara yang bisa dilakukan bila Moms mengalami berat badan turun saat hamil. Apa Moms juga mengalami kondisi berat badan turun saat hamil?

  • https://www.thebump.com/a/weight-loss-during-pregnancy
  • https://americanpregnancy.org/pregnancy-health/pregnancy-weight-gain/
  • https://www.whattoexpect.com/pregnancy/not-gaining-enough-weight/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait