30 Juni 2022

PPCM atau Peripartum Cardiomyopathy, Kondisi Gagal Jantung pada Ibu Hamil

Lebih berisiko bagi penderita diabetes, waspada Moms
PPCM atau Peripartum Cardiomyopathy, Kondisi Gagal Jantung pada Ibu Hamil

Foto: freepik.com/Drazen Zigic

Peripartum cardiomyopathy atau disingkat PPCM adalah kondisi gagal jantung yang berhubungan dengan kehamilan. Sayangnya kondisi ini belum diketahui penyebabnya secara pasti.

Menurut dr. Wibisono Firmanda, Sp.JP, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Pondok Indah – Pondok Indah, PPCM adalah kondisi abnormal penurunan pompa jantung yang terjadi pada ibu hamil tanpa penyakit dasar yang jelas.

Abnornal jantung dapat terjadi pada 1 bulan terakhir sebelum persalinan, sampai 5 bulan setelah persalinan.

Kondisi ini juga kerap dikaitkan dengan penyakit kardiopati peripartum atau jantung menjadi lebih lemah dan lebih besar dari biasanya.

PPCM sering ditemukan pada trimester terakhir kehamilan atau bulan pertama setelah melahirkan, tetapi tidak jarang ditemukan pada 6 bulan setelah melahirkan.

"Kondisi PPCM dapat terjadi pada 1 bulan terakhir sebelum persalinan, sampai 5 bulan setelah persalinan," jelas dr. Wibisono Firmanda.

Sama seperti gagal jantung lainnya, peripartum cardiomyopathy mengakibatkan pompa jantung melemah dan menyebabkan suplai darah ke seluruh organ-organ tubuh ibu menurun, termasuk suplai darah ke janin.

Yuk, Moms simak selengkapnya mengenai penyakit ini, di sini!

Baca Juga: Serba-serbi Penyakit Jantung Lemah, Bisa Sebabkan Gagal Jantung Jika Tak Diobati

Penyebab dan Faktor Risiko PPCM

Ketahui Mengenai Penyakit Jantung Bawaan Saat Hamil 2.jpg
Foto: Ketahui Mengenai Penyakit Jantung Bawaan Saat Hamil 2.jpg (https://www.babyinfo.com.au/)

Foto ilustrasi ibu hamil dengan kondisi PPCM (Sumber: Orami Photo Stock)

Nah, setelah Moms mengetahui pengertian dari PPCM, kini saatnya mengetahui penyebab dari kondisi ini.

Meskipun pada dasarnya peripartum cardiomyopathy tidak diketahui penyebab pastinya, namun ada beberapa penyebab yang diyakini menjadi andil terjadinya kondisi ini.

Melansir dari artikel jurnal yang terbit pada 2019 berjudul Peripartum Cardiomyopathy, ada penyebab yang kemudian menjadi faktor risiko dari kondisi ini.

Dua diantaranya adalah kondisi pre-eklampsia dan hamil kembar. Namun penyebab ini masih dalam tahap penelitian lebih lanjut.

Sementara menurut dr. Wibisono Firmanda, peripartum cardiomyopathy merupakan kelainan yang jarang terjadi pada ibu hamil dan belum diketahui penyebab kelainan ini.

Kemudian, melansir dari Healthline, beberapa kondisi bisa meningkatkan faktor risiko kondisi ini, seperti:

  • Kegemukan
  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes
  • Riwayat penyakit jantung termasuk miokarditis (radang otot jantung)
  • Malnutrisi
  • Merokok
  • Alkoholik
  • Kehamilan kembar
  • Berusia di atas 30
  • Obat persalinan untuk prematur

Hal ini senada dengan penjelasan dr. Wibisono Firmanda "Faktor risiko PPCM antara lain adalah ibu hamil yang berusia di atas 30 tahun (50 persen penderita PPCM berusia 30 tahun ke atas), perokok, kurang gizi, hingga mempunyai riwayat hipertensi," ungkap dr. Wibisono Firmanda.

Baca Juga: Detak Jantung Janin Lemah, Apa Penyebabnya?

Gejala PPCM

5 Cara Mengurangi Kelelahan selama Kehamilan, Moms Perlu Tahu
Foto: 5 Cara Mengurangi Kelelahan selama Kehamilan, Moms Perlu Tahu

Foto kelelahan salah satu gejala PPCM (Sumber: Orami Photo Stock)

Ada beberapa gejala dan tanda-tanda yang bisa menunjukkan kondisi ini. Tapi jika Moms merasakan kondisi di bawah, jangan cemas terlebih dahulu, ya dan pastikan segera periksakan ke dokter.

Melansir dari The New York Heart Association, berikut beberapa gejala yang bisa menunjukkan kondisi PPCM:

  • Kelelahan atau malaise.
  • Perasaan jantung berdebar kencang atau palpitasi
  • Sering buang air kecil di malam hari
  • Sesak napas saat beraktivitas, maupun sedang berbaring
  • Bengkak di pergelangan kaki
  • Pembengkakan pembuluh darah vena di leher
  • Tekanan darah rendah, atau tekanan darah bisa tiba-tiba menurun ketika hendak berdiri

The New York Heart Association juga mengklasifikasikan tingkat keparahan gejala pada pasien dengan PPCM.

  • Kelas I: peripartum cardiomyopathy tanpa gejala.
  • Kelas II: timbul gejala ringan yang terjadi pada fungsi jantung atau gejala yang hanya muncul ketika melakukan aktivitas ringan hingga sedang.
  • Kelas III: gejala semakin diperparah ketika melakukan aktivitas sedang hingga berat.
  • Kelas IV: gejala yang timbul semakin parah bahkan disaat sedang istirahat.

Baca Juga: 18 Buah yang Bagus untuk Jantung, Ada Buah Delima!

Pengobatan PPCM

diuretik
Foto: diuretik

Foto obat diuretik untuk pengobatan PPCM (Sumber: Orami Photo Stock)

Moms tentunya bertanya-tanya tentang apakah kondisi ini bisa sembuh total? Nah, pengobatan PPCM sendiri hanya bertujuan untuk menjaga agar kondisi tidak semakin parah.

Tujuan lainnya dari pengobatan adalah untuk menjaga agar cairan tidak berkumpul di paru-paru dan untuk membantu jantung bekerja semaksimal mungkin seperti jantung sehat pada umumnya.

Ada beberapa ibu hamil yang bisa memulihkan fungsi jantung kembali normal dengan hanya mengonsumsi obat-obatan.

Namun kondisi yang tidak terkontrol bisa menyebabkan kegagalan jantung parah hingga membutuhkan transplantasi jantung.

"Pada pasien yang terkontrol dengan pemberian obat, sekitar 50 persen pasien mengalami perbaikan fungsi pompa jantung dalam waktu 6 bulan setelah persalinan," jelas dr. Wibisono Firmanda.

Baca Juga: 9 Manfaat Ketumbar untuk Jantung dan Kesehatan

Berikut obat yang umum digunakan bagi penderita PPCM.

  • Angiotensin converting enzyme (ACE) inhibitors, obat ini berfungsi untuk membantu jantung bekerja lebih maksimal dan efisien.
  • Beta blocker, berfungsi untuk membuat jantung berdetak lebih lambat sehingga jantung memiliki waktu untuk pemulihan.
  • Obat diuretik, berfungsi untuk mengurangi retensi cairan dan biasanya dikeluarkan melalui urin.
  • Obat digitalis, obat ini berasal dari tanaman foxglove dan telah digunakan selama lebih dari 200 tahun untuk mengobati gagal jantung. Digitalis berfungsi untuk memperkuat kemampuan memompa jantung.
  • Antikoagulan, untuk membantu mengencerkan darah. Sebab penderita PPCM berisiko lebih tinggi mengalami pembekuan darah.

Namun, obat yang diberikan bisa berbeda untuk setiap pasien, ya Moms! Sebab dokter perlu memeriksa kondisi fisik sekaligus memeriksa tingkat keparahan dari PPCM.

PPCM yang parah mungkin tidak bisa diobati dengan hanya mengonsumsi obat-obatan saja.

Nah, sebagai tambahan informasi, hampir seluruh pasien PPCM akan mengalami PPCM berulang di kehamilan selanjutnya. Jadi bagi Moms yang mengalami kondisi ini di kehamilan sebelumnya, konsultasikan ke dokter, ya!

"Satu hal yang harus diwaspadai adalah dari seluruh pasien yang mengalami PPCM, sebesar 56 persen pasien mengalami kembali PPCM pada periode kehamilan berikutnya,

sehingga disarankan untuk berdiskusi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan serta dokter spesialis jantung dan pembuluh darah sebelum merencanakan kehamilan selanjutnya," kata dr. Wibisono Firmanda.

Baca Juga: Begini Cara Kerja dan Biaya Kateterisasi Jantung

Bahaya yang Ditimbulkan PPCM

heart-failure.jpg
Foto: heart-failure.jpg

Foto ilustrasi PPCM (Sumber: Orami Photo Stock)

PPCM yang tidak terkontrol akan menimbulkan bahaya yang cukup serius, lho Moms!

Sebab kondisi ini mengakibatkan pompa jantung melemah dan menyebabkan suplai darah ke seluruh organ-organ tubuh ibu menurun.

Termasuk suplai darah ke janin, otomatis Si Kecil yang berada di dalam kandungan akan merasakan dampaknya.

"Pada kondisi hamil, PPCM dapat membuat ibu hamil menjadi sesak dan suplai darah ke janin terganggu yang mengakibatkan gawat janin dan kelahiran prematur.

Pada kondisi setelah persalinan, PPCM yang berkelanjutan membuat pasien mudah lelah dan sesak saat beraktivitas sehari-hari," tambah dr. Wibisono Firmanda.

Nah itu dia Moms, informasi mengenai PPCM atau peripartum cardiomyopathy yang umum ditemui pada ibu hamil.

Jika Moms merasakan kondisi ini, segera hubungi dokter, ya agar kondisi tidak menjadi lebih parah!

  • https://www.heart.org/en/health-topics/cardiomyopathy/what-is-cardiomyopathy-in-adults/peripartum-cardiomyopathy-ppcm#:~:text=Peripartum%20cardiomyopathy%20(PPCM)%2C%20also,literally%20means%20heart%20muscle%20disease.
  • https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/circulationaha.115.020491#d3e438
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17356-peripartum-cardiomyopathy#symptoms-and-causes
  • https://www.healthline.com/health/peripartum-cardiomyopathy#symptoms
  • https://www.bmj.com/content/364/bmj.k5287

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.