19 November 2022

Malaise, Kondisi saat Moms Merasa Tidak Enak Badan dan Kurang Gairah

Kondisi ini membuat Moms lesu dan kehilangan gairah

Pernahkah Moms merasa lesu dan tidak bergairah? Mungkin Moms sedang mengalami kondisi yang disebut malaise.

Setiap orang pasti pernah mengalami malaise, yang disebabkan karena berbagai hal.

Meski tidak selalu berbahaya, kondisi ini tetap perlu diwaspadai.

Yuk, cari tahu penyebab dan cara mengatasi malaise, Moms!

Baca Juga: 7 Penyebab Badan Lemas yang Mungkin Moms Alami dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Malaise?

Badan Lemas (Orami Photo Stocks)
Foto: Badan Lemas (Orami Photo Stocks)

Malaise adalah perasaan tidak nyaman, merasa lelah, lesu, atau sering dikenal dengan istilah "tidak enak badan".

Sensasi ini kerap dirasakan tanpa Moms tahu apa penyebabnya.

Pasalnya, malaise kadang datang begitu saja tanpa diundang.

Umumnya orang dengan malaise merasakan berbagai gejala, seperti:

Biasanya, penyebabnya bukan masalah serius.

Namun, jika sudah berlangsung lama dan tak kunjung mereda, Moms perlu berkonsultasi ke dokter.

Menentukan penyebab malaise juga tak semudah itu.

Pasalnya, kondisi ini gejala dari hampir semua penyakit.

Baca Juga: 5 Obat Alami untuk Mengatasi Kelelahan dan Keletihan, Coba di Rumah!

Penyebab Malaise

Kurang Bergairah
Foto: Kurang Bergairah (Shutterstock,com)

Ada banyak sekali kemungkinan penyebab malaise.

Ini karena setiap kali tubuh mengalami gangguan seperti cedera, penyakit, trauma, Moms bisa mengalami malaise.

1. Penyakit Fisik

Berbagai penyakit fisik bisa ditandai dengan malaise.

Gangguan muskuloskeletal yang menyerang tulang, sendi, dan otot bisa memicu penderitanya mengalami malaise.

Selain itu, radang sendi seperti osteoarthritis atau rheumatoid arthritis juga menyebabkan kondisi ini.

Penyakit yang disebabkan oleh virus juga bisa memicu malaise muncul, di antaranya:

  • Fibromyalgia
  • Hepatitis
  • Penyakit Lyme
  • HIV
  • AIDS

Berbagai penyakit kronis juga bisa menjadi penyebab sekumpulan gejala ini muncul, seperti:

  • Anemia
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati
  • Gagal jantung kongestif
  • Diabetes
  • Kanker

Tak hanya penyakit fisik, gangguan mental seperti serangan kecemasan dan depresi sering kali dapat menyebabkan malaise.

2. Efek Samping Obat

Semua obat pasti memiliki efek samping.

Nah, malaise bisa juga muncul sebagai efek dari obat yang sedang Moms minum.

Adapun obat-obatan itu di antaranya:

  • Antikonvulsan, obat untuk mengobati tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, khususnya beta blocker.
  • Obat untuk mengatasi masalah kejiwaan.
  • Antihistamin, untuk mengatasi reaksi alergi.

Sebagian obat mungkin hanya menyebabkan malaise jika dikonsumsi berbarengan dengan obat lain.

Untuk itu, beri tahu dokter obat-obatan yang Moms konsumsi saat berkonsultasi tentang malaise yang dirasakan.

Baca Juga: Kenapa Bangun Tidur Kepala Pusing, Ya?

3. Kelelahan

Kelelahan sering kali terjadi berbarengan dengan malaise.

Sama seperti malaise, kelelahan juga memiliki banyak penyebab.

Bisa jadi karena kegiatan yang sangat padat, gaya hidup, penyakit yang diderita, hingga obat-obatan tertentu.

Kapan Harus ke Dokter?

Meski sering hilang dengan sendirinya, adakalanya Moms perlu ke dokter jika sudah merasa sangat tidak enak badan tanpa tahu alasan jelasnya.

Melansir dari laman Medline Plus, cobalah pergi ke dokter jika kelelahan berlangsung lebih dari 7 hari.

Selain itu, Moms juga perlu ke dokter jika kondisi ini disertai dengan gejala lain yang tidak biasa.

Jelaskan selengkap-lengkapnya gejala yang Moms rasakan dan sudah berapa lama mengalaminya.

Jangan lupa beri tahu dokter seputar riwayat kesehatan dan obat yang sedang Moms minum.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Kondisi Ini?

Diagnosis Dokter
Foto: Diagnosis Dokter (Orami Photo Stock)

Pertama-tama, dokter kemungkinan akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari petunjuk awal penyebab malaise.

Setelah itu, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan seputar gejala yang Moms alami.

Jelaskan sedetail-detailnya untuk memudahkan dokter menemukan titik terang penyebabnya.

Berikan penjelasan mulai dari kapan gejala muncul, berapa lama, apakah terus-menerus dirasakan atau justru datang dan pergi.

Kemungkinan dokter juga akan menanyakan berbagai kegiatan yang Moms baru-baru ini lakukan.

Baca Juga:4 Penyebab Insomnia karena Faktor Psikologis dan Cara Mengatasinya

Selain itu, dokter juga akan mengecek berbagai hal seperti pertanyaan tentang:

  • Pola makan dan olahraga
  • Kebiasaan tidur
  • Penggunaan zat terlarang
  • Kebiasaan minum alkohol
  • Obat resep dan bebas yang sedang diminum termasuk suplemen
  • Riwayat medis keluarga untuk mendeteksi penyakit keturunan
  • Gejala lain yang dirasakan

Jika informasi ini masih belum lengkap, dokter akan meminta Moms melakukan tes tambahan seperti tes darah, rontgen, dan lainnya.

Baca Juga: 5+ Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin C, Bukan Hanya Lemas dan Lesu!

Pengobatan untuk Malaise

malaise
Foto: malaise (Freepik.com)

Pengobatan untuk malaise sangat tergantung pada penyebabnya.

Oleh karena itu, penting untuk tahu akar masalahnya agar pengobatan yang diberikan tepat sasaran.

Jika disebabkan oleh kelelahan kronis, misalnya dokter akan meresepkan stimulan, seperti kafein atau modafinil (Alertec).

Obat-obatan ini bantu mengurangi kelelahan jangka pendek.

Nah, jika malaise ternyata disebabkan oleh depresi, dokter akan meresepkan obat antidepresan, yang bisa meringankan gejala.

Selain memberikan obat, dokter juga akan menyarankan Moms untuk rajin berolahraga dan makan makanan sehat.

Baca Juga: 7+ Cara Mengatasi Mata Lelah, Ada Ampas Kopi!

Nah, sekarang Moms sudah lebih tahu tentang kondisi yang disebut malaise, bukan?

Segera berobat ke dokter apabila kondisi ini tidak kunjung membaik, ya, Moms!

  • https://kidshealth.org/Hackensack/en/parents/az-malaise.html
  • https://www.healthline.com/health/malaise#diagnosis
  • https://www.webmd.com/a-to-z-guides/malaise-causes-symptoms
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/327062#treatment
  • https://medlineplus.gov/ency/article/003089.htm

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.