03 April 2019

Kardiomiopati Postpartum, Penyakit Jantung Setelah Melahirkan

Meski tak memiliki faktor risiko penyakit jantung, Moms juga bisa terkena penyakit ini

Penyakit jantung ternyata mengintai wanita hamil atau wanita yang baru melahirkan.

Kardiomiopati postpartum, atau dikenal juga dengan kardiomiopati peripartum, merupakan penyakit jantung yang mengintai wanita di akhir masa kehamilan atau pascamelahirkan.

Menurut Dr. Lili Barouch, Assistant Professor of Medicine, Division of Cardiology, Johns Hopkins School of Medicine, Amerika Serikat, kardiomiopati postpartum akan melemahkan otot jantung dan menyebabkan jantung menjadi membesar.

Baca Juga : 5 Cara Mencegah Penyakit Jantung Saat Hamil

Akibatnya, menurut Dr. Barouch, sebagaimana dikutip dari hopkinsmedicine.org, jantung tidak dapat bekerja dengan optimal dalam memompa darah ke seluruh tubuh.

Meski jarang terjadi, Moms tetap wajib menjaga kesehatan jantung untuk meminimalkan risiko kardiomiopati postpartum ini. Yuk, kenali lebih lanjut penyakit ini.

Penyebab Kardiomiopati Postpartum

Menurut American Heart Association, penyebab pasti dari kardiomiopati postpartum ini belum diketahui. Namun, banyak yang meyakini kalau kardiomiopati postpartum terjadi karena kinerja otot jantung yang bertambah berat selama hamil.

Ya, selama masa kehamilan, otot jantung akan memompa darah hingga 50 persen lebih banyak dibandingkan kerja jantung ketika tidak hamil.

Hal ini dipicu oleh beban tambahan, yaitu janin, yang harus mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi penting.

Faktor Risiko Kardiomiopati Postpartum

Menurut Dr. Barouch, risiko terjadinya penyakit jantung setelah melahirkan ini akan meningkat karena berbagai faktor.

Di antaranya jika Moms memiliki berat badan berlebih, mengalami hipertensi, terkena diabetes gestasional, malnutrisi, dan berusia di atas 30 tahun.

Baca Juga : Waspada Melahirkan di Atas Usia 35 Tahun

Gejala Kardiomiopati Postpartum

Gejala kardiomiopati postpartum mirip dengan gejala gagal jantung, misalnya jantung berdebar-debar, sakit dada, mudah lelah, sesak napas, serta pembengkakan kaki dan pergelangan kaki.

Diagnosis Kardiomiopati Postpartum

shutterstock 249370948
Foto: shutterstock 249370948

Untuk mendapat diagnosis yang tepat, dokter akan meninjau gejala yang Moms alami dan melakukan pemeriksaan fisik, misalnya mendengarkan suara berderak di paru-paru dan suara abnormal di jantung Anda dengan menggunakan stetoskop, serta memeriksa tekanan darah.

Pengobatan Kardiomiopati Postpartum

Jika dokter telah mendiagnosis Moms dengan kardiomiopati postpartum, Moms sebaiknya dirawat di rumah sakit sampai gejala penyakit jantung sudah bisa dikendalikan.

Kardiomiopati postpartum sendiri termasuk kerusakan jantung yang tidak bisa disembuhkan lagi seperti sedia kala. Meski begitu, jantung masih bisa berfungsi untuk waktu yang lama.

Kesehatan Moms seumur hidup juga mungkin akan terpengaruh oleh kondisi ini, tapi semua itu bisa dikendalikan selama Moms disiplin melakukan pemeriksaan rutin dan minum obat sesuai petunjuk dokter.

(VAN/CAR)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.