Scroll untuk melanjutkan membaca

TRIMESTER 1
06 Mei 2022

Keputihan saat Hamil Muda, Normal atau Tidak? Ini Penjelasannya

Peningkatan estrogen juga jadi penyebab keputihan saat hamil muda
Keputihan saat Hamil Muda, Normal atau Tidak? Ini Penjelasannya

Pernah mengalami keputihan saat hamil muda? Ya, setiap wanita dewasa tentu pernah mengalami yang namanya keputihan.

Proses ini membantu membersihkan area kewanitaan dengan mengeluarkan bakteri dan sel-sel mati.

Keluarnya cairan keputihan biasanya terjadi menjelang menstruasi.

Perubahan keputihan dapat dimulai sedini atau dua minggu setelah pembuahan, bahkan sebelum melewatkan menstruasi.

Namun, tak hanya pada wanita biasa, wanita hamil juga bisa keputihan.

Bahkan ketika hamil muda, keputihan yang terjadi dapat mengalami peningkatan.

Lantas, apakah keputihan saat hamil muda ini termasuk kondisi yang normal atau berbahaya?

Baca Juga: Keseleo saat Hamil Muda, Begini 3 Cara Tepat Menanganinya

Keputihan saat Hamil Muda, Normal atau Tidak?

keputihan saat hamil muda

Foto: keputihan saat hamil muda

Foto: Orami Photo Stock

Keputihan merupakan salah satu hal normal yang terjadi selama kehamilan, termasuk saat hamil muda.

Melansir International Research Journal of Pharmacy, keputihan normal dikenal sebagai leukorea, tipis, bening, atau putih susu dan berbau ringan.

Volume keluarnya keputihan akan meningkat sepanjang kehamilan untuk mengurangi risiko infeksi vagina dan rahim.

Keputihan bahkan menjadi semakin berat di minggu-minggu terakhir kehamilan.

Keputihan dengan keluar lendir seperti putih telur saat hamil muda juga merupakan kondisi yang wajar.

Kondisi ini dapat menjadi tanda bahwa serviks mulai melebar untuk mempersiapkan persalinan.

Keluar keputihan yang lebih banyak terkadang membuat Moms harus menggunakan panty liner.

Meski tergolong normal, perlu waspada karena keputihan yang terjadi bisa mengindikasikan masalah kesehatan tertentu.

Keputihan dianggap abnormal jika memiliki ciri-ciri, seperti:

  • Berbau menyengat
  • Vagina terasa gatal dan terbakar
  • Keputihan yang berwarna hijau, kuning, abu-abu, coklat, pink, atau merah.

Warna dan bau keputihan yang tidak biasa sering menandakan terjadinya infeksi.

Segera periksakan diri ke dokter karena kondisi tersebut dapat menjadi masalah yang serius.

Penyebab Keputihan saat Hamil Muda

Meskipun mungkin itu adalah hal normal, Moms mungkin beratanya-tanya apa penyebab keputihan saat hamil muda?

Sebelum Moms tambah bingung, yuk simak ulasan mengenai penyebab keputihan saat hamil muda di bawah ini.

Perlu diingat, beberapa penyebab keputihan saat hamil muda tidak boleh dianggap remeh lho Moms karena bisa berdampak pada kehamilan dan janin.

1. Peningkatan Estrogen

Hormon Estrogen.jpg

Foto: Hormon Estrogen.jpg (Medicalnewstoday.com)

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab keputihan saat hamil yang pertama adalah karena adanya peningkatan estrogen.

Saat Moms tengah hamil muda, peningkatan kadar estrogen menyebabkan peningkatan aliran darah ke area panggul.

Lebih banyak aliran darah merangsang selaput lendir tubuh, yang menyebabkan peningkatan keputan pada awal kehamilan dan seterusnya.

Melansir Obstetrics and Gynecology International, keputihan saat hamil muda berperan penting, yaitu mengeluarkan sel-sel mati dari vagina, melindungi jalan lahir dari infeksi dan menjaga keseimbangan bakteri dalam vagina.

2. Progesteron Vagina

Penyebab keputihan saat hamil yang selanjutnya adalah adanya progesteron pada vagina.

Moms, dalam beberapa kasus ibu hamil perlu mengonsumsi progesteron yang membantu mengentalkan lapisan rahim serta mempertahankan kehamilan.

Hal ini membuat gumpalan yang tidak diserap dan terlihat seperti cairan yang tidak biasa keluar dari vagina.

3. Infeksi Vagina

Infeksi vagina

Foto: Infeksi vagina (https://peopledotcom.files.wordpress.com/2019/02/keto.jpg)

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab keputihan saat hamil muda yang selanjutnya adalah infeksi vagina.

Infeksi vagina bisa disebabkan oleh dua hal, yakni bakteri dan jamur.

Apabila vagina mengeluarkan aroma tak sedap atau aneh, merasa gatal atau sakit, nyeri saat buang air kecil, segera hubungi dokter.

Gejala ini dapat menunjukkan infeksi vagina.

Keputihan bisa menjadi hal yang menyebalkan dan tidak bisa dihindari.

Apalagi kalau cairannya bening atau putih dan bebas bau, kemungkinan besar disebabkan oleh hormon kehamilan, yang menandakan vagina itu sehat.

Tetapi kadang-kadang keputihan yang berlebihan menandakan infeksi, yang terjadi ketika keseimbangan alami bakteri yang hidup di vagina terganggu.

Kabar baiknya adalah bahwa ketika infeksi vagina didiagnosis dengan segera, umumnya mudah untuk diobati oleh dokter.

4. Perubahan Serviks

Dikutip dari Texas Children's, perubahan serviks yang terjadi selama kehamilan adalah peningkatan jumlah keluarnya cairan keputihan.

Ini karena serviks dan vagina mengalami perubahan hormon yang diatur dalam kehamilan yang menyebabkan peningkatan produksi lendir serviks dan keputihan.

Baca Juga: 8 Olahraga Tangan di Rumah dan Manfaatnya

5. Klamidia

penyebab keputihan saat hamil muda

Foto: penyebab keputihan saat hamil muda

Foto: Orami Photo Stock

Menurut American Pregnancy Association, dalam kebanyakan kasus klamidia saat hamil tidak menunjukkan gejala.

Gejala klamidia sering dikenal dengan infeksi senyap atau tersembunyi.

Sebab, memang penderita tidak menyadari dan merasakan gejala yang berarti.

Namun, beberapa wanita mungkin mengalami keputihan dan/atau nyeri panggul atau perut.

Jadi, jika mengalami keputihan saat hamil muda, bisa jadi Moms menderita klamidia.

Jangan ragu untuk konsultasikan dengan dokter, ya!

6. Gonore

Jika tertular selama kehamilan, gonore dapat menyebabkan keputihan, rasa terbakar saat buang air kecil, atau sakit perut.

Gonore bisa ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh penderita yang terinfeksi.

Wanita yang sedang dalam kondisi hamil dan menderita penyakit gonore bisa menularkan infeksi tersebut pada bayinya selama persalinan.

Jika gonore yang diderita wanita hamil tidak segera diobati, berbagai komplikasi akan muncul .

7. Herpes Genital

penyebab keputihan saat hamil muda

Foto: penyebab keputihan saat hamil muda

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab keputihan saat hamil muda selanjutnya adalah herpes genital.

Pada ibu hamil yang menderita herpes genital, keputihan muncul diikuti dengan bercak dan lepuhan khas herpes di area kelamin.

Wanita dengan herpes sebelum kehamilan biasanya mengharapkan memiliki bayi yang sehat dan persalinan normal.

Namun, jika Moms memiliki herpes genital selama kehamilan, ada risiko bayi dapat terjangkit penyakit serius yang disebut herpes neonatal.

Ini bisa berakibat fatal, tetapi kebanyakan bayi pulih dengan pengobatan antivirus.

Selain melalui hubungan seksual, penularan virus ini biasa terjadi melalui kontak skin-to-skin dengan orang yang memiliki virus tersebut atau dengan orang yang memiliki luka terbuka.

Virus herpes juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui mulut, labia, atau kulit biasa yang terdapat luka kecil.

Pada banyak kasus, wabah herpes pertama biasanya terjadi dalam waktu dua minggu setelah tertular virus dari orang yang terinfeksi.

8. Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis, sejenis organisme bersel tunggal atau protozon.

Parasit penyebab trikomoniasis ini juga tumbuh subur di lingkungan yang lembab, terutama uretra, vagina dan vulva.

Menurut Disease Control and Prevention (CDC), sebanyak 70 hingga 85 persen orang dengan trikomoniasis tidak mengalami gejala apa pun.

Namun, salah satu tanda yang bisa diwaspadai adalah keputihan.

Pada ibu hamil dengan trikomoniasis, keputihan muncul dengan bau busuk dan warnanya bisa putih, abu-abu, kuning, atau kehijauan.

Baca Juga: Hormon Adrenalin, Hormon yang Berfungsi Memicu Aksi Melawan dan Melarikan Diri

9. Kanker Serviks

penyebab keputihan saat hamil muda

Foto: penyebab keputihan saat hamil muda

Foto: Orami Photo Stock

Kehamilan dengan kanker serviks dini sebagian besar tidak memiliki gejala klinis yang jelas.

Namun, melansir Cancer Medicine, beberapa pasien dengan gejala sebagian besar menunjukkan keputihan dengan bau busuk, sekresi bernanah atau berdarah, dan perdarahan tidak teratur pada vagina.

Selain keputihan, pada stadium awal, ciri-ciri kanker serviks hampir sulit untuk dirasakan.

Di antaranya, yaitu muncul kutil di tubuh, sakit saat buang air kecil, penurunan berat badan, anemia, panggul terasa nyeri, dan perdarahan.

Baca Juga: Birthing Ball untuk Ibu Hamil, Ini Manfaat dan Cara Menggunakannya

Berapa Lama Keputihan saat Hamil Muda?

keputihan saat hamil muda

Foto: keputihan saat hamil muda (parentinghealthybabies.com)

Foto: Orami Photo Stock

Keputihan saat hamil muda umumnya berlangsung satu hingga dua minggu setelah pembuahan.

Cairan vagina biasanya akan kembali keluar di trimester akhir kehamilan.

Di akhir minggu kehamilan, Moms akan mengeluarkan lendir tebal yang disertai dengan bercak darah dan terkadang dianggap sebagai tanda awal persalinan.

Berbahayakah bagi Janin?

keputihan saat hamil muda

Foto: keputihan saat hamil muda

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari Mayo Clinic, keputihan saat hamil muda normal dan tidak bahaya untuk janin.

Namun, jika keputihan tidak berwarna putih melainkan berwarna hijau atau kekuningan, berbau tajam, dan disertai kemerahan atau gatal, Moms mungkin mengalami infeksi vagina.

Menurut American Pregnancy, salah satu infeksi vagina yang paling umum selama kehamilan adalah kandidiasis, yang juga dikenal sebagai infeksi jamur.

Penyebab lainnya dari keputihan yang tidak normal juga bisa menjadi penyakit menular seksual.

Segera konsultasi ke dokter jika mendapati keputihan berwarna cokelat saat hamil muda karena bisa jadi tanda pendarahan.

Keputihan saat hamil muda yang terkait penyakit perlu diobati sampai tuntas untuk mencegah komplikasi kehamilan dan berdampak pada janin.

Perawatan medis yang tepat dapat melindungi kesehatan Moms dan janin dalam kandungan.

Hindari minum obat tanpa pengawasan dokter.

Baca Juga: 5 Tanda Hamil Muda yang Sering Luput dari Perhatian

Cara Mengatasi Keputihan saat Hamil Muda

keputihan saat hamil muda

Foto: keputihan saat hamil muda

Foto: Orami Photo Stock

Selama keputihan tidak berbau menyengat, gatal, dan memiliki warna yang tidak biasa, Moms tidak perlu khawatir karena itu normal terjadi.

Meski demikian, keputihan saat hamil muda mungkin dapat membuat tidak nyaman.

Oleh sebab itu, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi keputihan saat hamil muda, di antaranya:

  • Hindari menggunakan tampon karena dapat memasukkan kuman ke dalam vagina.
  • Hindari vagina douching karena mengganggu keseimbangan mikroorganisme dalam vagina yang dapat menyebabkan vaginosis bakteri.
  • Kenakan panty liner untuk menyerap keputihan berlebih.
  • Hindari menggunakan produk perawatan area kewanitaan atau tisu yang beraroma karena mengganggu keseimbangan pH vagina.
  • Menyeka area genital dari depan ke belakang dengan bersih setelah buang air kecil atau besar.
  • Mengeringkan area kewanitaan secara menyeluruh setelah mandi.
  • Gunakan pakaian dalam yang berbahan katun.
  • Mengonsumsi makanan yang sehat. Hindari mengonsumsi banyak gula karena mendorong pertumbuhan jamur.
  • Mengonsumsi makanan atau suplemen probiotik yang aman dikonsumsi selama kehamilan untuk mencegah ketidakseimbangan bakteri di vagina.

Itulah penjelasan mengenai keputihan saat hamil muda.

Selalu konsultasikan pada dokter jika keputihan saat hamil muda yang dialami dirasa semakin parah, bau, atau gatal.

  • https://irjponline.com/admin/php/uploads/1610_pdf.pdf
  • https://www.hindawi.com/journals/ogi/2013/590416/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6745864/#
  • https://www.cdc.gov/std/tg2015/trichomoniasis.htm
  • https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-complications/chlamydia-during-pregnancy/#
  • https://www.healthline.com/health/pregnancy/vaginal-discharge-during-pregnancy#1
  • https://www.healthline.com/health/vaginal-discharge#causes
  • https://www.webmd.com/women/guide/vaginal-discharge-whats-abnormal#1
  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/signs-of-labor/art-20046184