Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
19 Desember 2022

20 Cara Mengatasi Vagina Gatal Akibat Iritasi atau Infeksi Bakteri serta Jamur

Yuk, simak deretannya!
20 Cara Mengatasi Vagina Gatal Akibat Iritasi atau Infeksi Bakteri serta Jamur

Vagina yang terasa gatal tentu tidak mengenakkan, jika sedang mengalaminya, segera cari tahu cara mengatasi vagina gatal pada artikel ini.

Gatal pada vagina merupakan hal yang sering terjadi pada wanita.

Terdapat beberapa kemungkinan penyebabnya, seperti terjadinya iritasi, infeksi jamur, dan kondisi kulit tertentu.

Vulva adalah bagian luar alat kelamin wanita, yang terdiri dari bibir vagina, klitoris, lubang kencing, dan lubang vagina.

Vagina adalah saluran internal yang menghubungkan dari rahim dan vulva.

Umumnya rasa gatal timbul dari area di sekitar vulva atau di dalam vagina. Gejala dan perawatannya pun akan tergantung pada penyebabnya.

Baca Juga: Mengenal Global Jaya School, Sekolah dengan International Baccalaureate di Bintaro

Penyebab Vagina Gatal

Vagina Sakit

Foto: Vagina Sakit (Istockphoto.com)

Sebelum mengetahui cara mengatasi vagina gatal, Moms perlu tahu juga apa penyebabnya agar pengobatan efektif.

Pada beberapa kasus gatal pada area kemaluan wanita didapati rasa seperti digigit semut antara lain ditandai dengan:

  • Bercak merah tanpa peradangan
  • Tidak ada nanah
  • Tidak ada cairan
  • Gigitannya kecil tetapi bisa menyebabkan infeksi dan menyebabkan komplikasi

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab potensial terjadinya gatal pada kemaluan wanita seperti digigit semut yang bisa menjadi bahan pertimbangan untuk memutuskan jenis terapi yang tepat, antara lain:

1. Infeksi

Infeksi oleh bakteri, jamur, ataupun virus dapat menyebabkan vagina gatal.

Normalnya, vagina memang dihuni oleh bakteri dan jamur dalam jumlah tertentu.

Jika jumlah jamur atau bakteri di vagina tersebut menjadi berlebih, infeksi dapat terjadi dan menyebabkan vagina gatal.

2. Penyakit Menular Seksual

Vagina gatal juga dapat disebabkan oleh penyakit menular seksual, seperti kulit kelamin, gonorea, klamidia, herpes, atau trikomoniasis.

Hal ini sering terjadi akibat hubungan seksual yang tidak aman.

3. Menopause

Saat menopause, kadar hormon estrogen dalam tubuh menurun.

Salah satu akibatnya adalah atrofi vagina, yaitu menipisnya dinding vagina.

Seringkali vagina menjadi lebih kering dan menyebabkan gatal.

4. Iritasi

Vagina gatal dapat disebabkan oleh iritasi akibat pemakaian berbagai zat kimia, seperti: sabun, douche, detergen pakaian, pelembut pakaian, tisu mengandung parfum, bahkan pembalut.

5. Stres

Stres psikis maupun fisik dapat memicu iritasi dan vagina gatal.

6. Kanker Vulva

Kanker vulva jarang terjadi, namun juga dapat menyebabkan vagina gatal.

Gejala lain yang dapat menyertai adalah pendarahan dan nyeri di area vulva.

Baca Juga: Bisnis Online Tanpa Modal untuk Ibu Rumah Tangga dan Pelajar di HP

Cara Mengatasi Vagina Gatal

Vagina Gatal (Orami Photo Stock)

Foto: Vagina Gatal (Orami Photo Stock)

Berikut beberapa cara mengatasi vagina gatal yang bisa dilakukan.

1. Menggunakan Sabun yang Tepat

Vulva setiap wanita merupakan area yang sensitif.

Menurut dr. Jonathan Schaffir, MD, seorang Dokter Obgyn di Ohio State University Wexner Medical Center, beberapa sabun, terutama yang mengandung wewangian, dapat membuat vagina menjadi gatal, seperti dilansir dari Womenshealthmag.com

Cobalah beralih ke sabun yang hipoalergenik (sabun dengan formulasi yang tidak menimbulkan reaksi alergi).

2. Penggunaan Pembalut

Beberapa wanita mengalami reaksi alergi terhadap pembalut yang digunakan selama menstruasi yang dapat memicu rasa gatal dalam tingkat yang serius.

Hal tersebut terjadi karena beberapa pembalut menstruasi mengandung parfum yang dapat mengiritasi area kelamin, ungkap dr. Schaffir.

Jika Moms merasakan sensasi gatal saat sedang menstruasi dan menggunakan pembalut, segera hentikan penggunaan pembalut tersebut.

Pilihlah pembalut yang tidak mengandung parfum.

Selain itu, terdapat alternatif lainnya yang bisa Moms gunakan saat sedang menstruasi, seperti tampon dan pembalut kain.

3. Mandi Air Hangat

Mandi air hangat dapat memberikan relaksasi pada vagina yang terasa gatal.

Tidak lupa untuk menggunakan sabun yang ringan dengan bahan yang aman dari reaksi alergi. Moms juga bisa mencoba berendam menggunakan air dengan campuran oatmeal.

Berdasarkan penelitian di Journal of Drugs in Dermatology , terungkap bahwa mandi dengan menggunakan oatmeal koloid dapat mengatasi gangguan kulit, seperti rasa gatal.

Setelah selesai mandi, Moms bisa mengeringkan area vagina menggunakan handuk bersih atau dengan hair dryer yang diatur dalam kecepatan rendah.

Baca Juga: Kiki Amalia Dilamar Pengusaha Batu Bara, Akan Menikah Tahun Ini!

4. Mengompres dengan Es Batu

Mengompres dengan Es Batu (Healthline.com)

Foto: Mengompres dengan Es Batu (Healthline.com)

dr. Alyssa Dweck, MD, seorang dokter Obgyn, mengatakan cara mengatasi vagina gatal bisa juga dengan mengompres menggunakan es batu.

Sebab, dapat memberikan rasa lega dan nyaman di area vagina.

Pastikan untuk menggunakannya dengan pelindung kain seperti pakaian dalam atau handuk.

Hindari mengoleskan es batu atau berkontak langsung dengan ke kulit, karena hal tersebut dapat memperparah iritasi.

5. Menggunakan Celana Dalam dengan Kain yang Nyaman

Beberapa jenis kain tertentu dapat menyebabkan iritasi dan gatal pada vagina.

Karena itu, cara mengatasi vagina gatal yang disebabkan iritasi, bisa dilakukan dengan menggunakan celana dalam berbahan katun yang nyaman dan aman.

6. Menggunakan Pelembap pada Area Vagina

Bisa jadi penyebab vagina gatal yang dialami disebabkan oleh kulit di sekitar area tersebut mengalami kekeringan.

"Cobalah pertimbangkan untuk menggunakan pelembab hipoalergenik tanpa bahan petrolatum yang dapat memperburuk masalah pada area kewanitaan,” kata dr. Dweck.

7. Melakukan Terapi Hormon

Rasa gatal yang dialami juga bisa disebabkan oleh rendahnya hormon estrogen yang terjadi akibat menopause, penggunaan kontrasepsi hormonal, menyusui, atau minum obat tertentu.

Jika seperti itu, lakukanlah konsultasi dengan dokter terkait untuk mendapatkan penaganan yang tepat, misalnya dengan terapi hormon estrogen.

"Anda akan memerlukan resep, jadi bicarakan dengan dokter kandungan Anda jika Anda ingin mempertimbangkan pilihan terapi ini," jelas dr. Dweck.

Baca Juga: 8 Jenis Waxing, Treatment Kecantikan untuk Menghilangkan Bulu di Tubuh, Bikin Kulit Mulus!

8. Menggunakan Krim Infeksi Jamur

Salep untuk Gatal

Foto: Salep untuk Gatal (Orami Photo Stocks)

Umumnya, banyak yang berasumsi bahwa infeksi jamur adalah alasan utama di balik gatal pada vagina.

Maka dari itu, sering kali cara mengatasi vagina gatal yang dilakukan adalah dengan penggunaan krim infeksi jamur yang dijual secara bebas.

Cara menggunakannya pun termasuk mudah, cukup oleskan salep ke area vagina setelah membersihkan area tersebut secara menyeluruh hingga dalam kondisi kering.

Penggunaan salep ini membantu membunuh perkembangan jamur, sehingga dapat menurunkan rasa gatal.

Sebagai tambahan, kenakanlah pantyliner jika menggunakan krim tersebut.

9. Mengonsumsi Makanan Probiotik

Dilansir dari Healthline, konsumsi makanan yang mengandung probiotik dapat mendorong pertumbuhan bakteri "baik" tidak hanya pada usus, namun juga di vagina.

Adapun beberapa makanan probiotik yang bisa Moms konsumsi, meliputi:

Jika Moms memiliki infeksi jamur, makan makanan tersebut dapat membantu tubuh dalam mencegah perkembangan jamur.

10. Mengonsumsi Suplemen Probiotik

Cara mengatasi vagina gatal berikutnya adalah dengan mengonsumsi suplemen probiotik.

Selain dari makanan, probiotik juga bisa Moms dapatkan dari mengonsumsi suplemen.

Moms dapat menemukan beragam suplemen probiotik dalam bentuk kapsul atau tablet yang bisa ditemukan di berbagai apotek offline dan online.

Baca Juga: Bisnis Online Tanpa Modal untuk Ibu Rumah Tangga dan Pelajar di HP

11. Menjaga Kebersihan Vagina

Gatal di vagina bisa karena adanya jamur.

Untuk itu cara mengatasi vagina gatal yang paling penting adalah menjaga kebersihannya agar terhindar dari gatal akibat jamur.

Ini dapat dilakukan dengan tidak membersihkan vagina secara berlebihan.

Selain itu, hindari penggunaan sabun, gel, atau pembersih yang beraroma, bahkan jika produk tersebut memiliki klaim dapat membersihkan kewanitaan.

12. Mandi dengan Baking Soda

Baking Soda (Orami Photo Stock)

Foto: Baking Soda (Orami Photo Stock)

Melansir Current Microbiology, baking soda ampuh dalam membunuh jamur Candida albicans, yang merupakan jamur penyebab infeksi pada vagina.

Untuk mendapatkan manfaat baking soda, Moms tentu harus mandi dengan cara yang benar.

Berikut cara mengatasi vagina gatal dengan baking soda:

  • Sebelum berendam, bersihkan badan dengan scrub atau sikat badan. Ini akan membersihkan kulit mati yang menempel pada kulit.
  • Siapkan air bersuhu suam-suam kuku untuk berendam.
  • Tuangkan ¼ hingga 2 cangkir (100–400 gram) baking soda ke dalam air, larutkan hingga rata.
  • Setelah air dan baking soda tercampur rata, berendamlah selama tidak lebih dari 40 menit.
  • Begitu selesai berendam, bilas badan dengan air.
  • Keringkan badan dengan menepuk-nepuknya menggunakan handuk yang bersih dan lembut.
  • Gunakan losion, pelembap, atau minyak alami untuk melembapkan kulit.

13. Cuka Sari Apel

Cara mengatasi vagina gatal juga bisa dengan bahan alami seperti cuka sari apel.

Cuka sari apel memiliki sifat antibakteri dan antijamur yang sangat baik karena mampu membantu menghilangkan rasa gatal yang disebabkan oleh jamur atau bakteri.

Hal itu disebabkan cuka sari apel dapat membuat vagina asam sehingga bakteri tidak dapat berkembang.

Cuka sari apel mengandung asam organik dan senyawa fenolik yang mencegah bakteri berkembang dan dan meringankan inflamasi.

Caranya sederhana, Moms hanya perlu menambahkan setengah cangkir cuka sari apel ke bak air mandi, setelah itu berendamlah dalam bak mandi tersebut selama 10 - 40 menit.

14. Menggunakan Garam

Cara mengatasi vagina gatal selanjutnya adalah menggunakan garam.

Hal itu disebabkan garam memiliki sifat antibakteri.

Moms dapat mencuci kemaluan dengan air garam setiap kali terasa gatal. Selain dapat memberikan rasa lega juga dapat mencegah perkembangan bakteri.

Baca Juga: Mengalami Jantung Berdebar Saat Tidur, Berbahayakah?

15. Menggunakan Minyak Kelapa

Cara mengatasi vagina gatal selanjtunya adalah menggunakan minyak kelapa.

Melansir Scientifica minyak kelapa dapat membunuh Candida albicans, yang menyebabkan infeksi jamur atau kandidiasis.
Cara penggunaannya pun mudah, Moms bisa membalurkan minyak kelapa langsung ke area vagina.

Pastikan untuk menggunakan minyak kelapa murni yang berkualitas tinggi ya, Moms.

Selain itu, saat menggunakan minyak kelapa, gunakanlah pembalut untuk melindungi pakaian agar tetap bersih.

16. Perhatikan Jenis Sabun

Bisa saja gatal pada miss V Moms disebabkan oleh sabun yang digunakan.

Cobalah cek jenis sabun yang Moms pakai, apakah mengandung parfum atau bahan iritan yang bisa memicu gatal. 

Lebih baik gunakan sabun yang berbahan lembut atau hypoallergic, terutama jika kulit Moms termasuk sensitif.

Dengan begitu, risiko vagina gatal akan menurun.

17. Ganti Pakaian Dalam Secara Berkala

Celana Dalam (Orami Photo Stock)

Foto: Celana Dalam (Orami Photo Stock)

Cara mengatasi vagina gatal selanjutnya adalah ganti pakaian dalam secara berkala.

Jika Moms termasuk orang yang mudah berkeringat, cobalah untuk mengganti pakaian dalam setiap beberapa jam sekali.

Hal ini penting dilakukan, apalagi jika keluhan vagina gatal sudah terlanjur terjadi.

Di samping itu, Moms juga dianjurkan untuk tidak menggunakan pakaian dalam yang sama berkali-kali, khususnya jika belum dicuci hingga bersih.

Celana dalam yang digunakan berkali-kali tanpa dicuci adalah media pertumbuhan bakteri jahat yang baik.

Bakteri-bakteri tersebut nantinya bisa bisa menyebabkan gatal pada vagina, serta menyebabkan munculnya aroma tak sedap dari organ kewanitaan.

18. Mengonsumsi Greek Yoghurt

Greek yoghurt adalah makanan yang dikenal dapat mengatasi infeksi jamur.

Kaya akan kandungan probiotik, greek yoghurt diketahui dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri baik pada vagina.

Bakteri baik ini dapat membunuh sebagian jamur penyebab gatal dan menjaga vagina agar tetap sehat.

Baca Juga: 8 Manfaat Kelapa Kopyor bagi Kesehatan, Baik untuk Bumil!

19. Minum Air yang Cukup

Salah satu cara mengatasi vagina gatal seperti digigit semut adalah memenuhi kebutuhan air putih dengan sebaik mungkin.

Minum air yang cukup bisa mengatasi dehidrasi yang sangat mungkin mengakibatkan vagina menjadi kering dan membantu pemulihan dari infeksi bakteri pada vagina.

Jadi, pastikan minum air putih cukup dan tidak minum lebih dari 1000 mili dalam 1 jam.

20. Tea tree oil

Bahan alami lain yang ampuh atasi vagina gatal akibat infeksi jamur, bakteri, atau eksim adalah tea tree oil.

Alasannya karena minyak ini bersifat antibakterial, antijamur, serta antiradang.

Selain itu, kombinasi minyak kelapa dan tea tree ini juga ampuh atasi gatal pada payudara. 

Menurut informasi dalam jurnal Clinical Microbiology Reviews, yang membuat tea tree oil berkhasiat adalah komponen bernama terpinen-4-ol.

Agen antimikroba ini efektif mengatasi kuman penyebab infeksi.

Ada beberapa cara menghilangkan vagina gatal pada wanita secara alami dengan tea tree oil:

  • Isilah mangkuk kecil dengan air hangat, lalu tambahkan beberapa tetes minyak tea tree, aduk rata. Gunakan air ini untuk membilas Miss V setiap hari.
  • Alternatif lain adalah seperti yang disebutkan, yakni tambahkan beberapa tetes tea tree oil ke tampon yang sudah direndam minyak kelapa, lalu diamkan itu selama 30-60 menit.

Baca Juga: 15 Jenis Pisau Dapur Sesuai Fungsinya, Plus Tips Merawat Agar Awet

Kapan Harus ke Dokter?

Perempuan Periksa Kesehatan

Foto: Perempuan Periksa Kesehatan (Freepik.com/partystock)

Jika dilihat dari penyebab, vagina yang gatal tidak selalu menandakan masalah serius.

Meski begitu, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter saat rasa gatalnya tak lagi wajar.

Moms juga perlu tetap berhati-hati dan peka terhadap perubahan yang terjadi.

Pasalnya, rasa gatal ini biasanya muncul hanya sebagai gejala penyakit utama.

Dokter dapat menentukan apa penyebab gatal yang Moms alami melalui pemeriksaan dan tes tertentu.

Setelah itu, barulah dokter akan merekomendasikan perawatan yang tepat sesuai kondisi.

Berikut berbagai tanda dan gejala yang membuat Moms perlu segera pergi ke dokter, yaitu:

  • Rasa gatal tak kunjung hilang padahal sudah lebih dari satu minggu
  • Rasa sakit di area cagina
  • Kemerahan atau pembengkakan di area kelamin
  • Sulit buang air kecil
  • Keputihan yang tidak normal
  • Rasa sakit saat berhubungan seks
  • Munculnya bisul atau lecet pada vulva

Gejala dan penyebab vagina gatal biasanya berbeda pada tiap wanita.

Oleh karena itu, Moms perlu berkonsultasi ke dokter jika mengalami berbagai gejala lain yang tidak disebutkan.

Baca Juga: Mengenal Weton Rabu Wage, Mulai dari Watak, Jodoh, dan Rezeki!

Itu dia beberapa tips dan cara mengatasi vagina gatal.

Pastikan Moms lakukan penuh kehati-hatian dengan berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter.

Karena, jangan sampai cara mengatasi vagina gatal yang dilakukan justru memperparah kondisinya.

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25607551/
  • https://www.ccsenet.org/journal/index.php/gjhs/article/view/43971
  • https://www.hindawi.com/journals/scientifica/2016/7061587/
  • https://link.springer.com/article/10.1007/s00284-014-0585-9
  • https://www.womenshealthmag.com/health/a19966078/home-remedies-for-vaginal-itch/
  • https://www.healthline.com/health/womens-health/itching-vagina-home-remedies#home-remedies
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/316595
  • https://www.healthline.com/nutrition/colloidal-oatmeal#uses
  • https://www.hindawi.com/journals/ijmicro/2021/6087671/