Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
29 September 2022

Ring Jantung: Prosedur, Manfaat, Risiko, Durasi Pemakaian, dan Efek Samping

Ternyata memiliki efek samping lho, Moms
Ring Jantung: Prosedur, Manfaat, Risiko, Durasi Pemakaian, dan Efek Samping

Moms mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah ring jantung, bukan?

Beberapa orang yang mengidap penyakit jantung koroner (PJK) harus menggunakan alat bantuan ini.

Penyakit jantung koroner merupakan gangguan pada arteri koroner untuk mengirimkan darah yang kaya oksigen ke otot jantung.

Seiring waktu, plak dapat menumpuk di arteri koroner dan membatasi aliran darah.

Kondisi ini dapat merusak otot jantung dan membuat Moms berisiko mengalami serangan jantung.

Lantas, apa itu ring jantung? Apa saja manfaat dan efek sampingnya?

Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak penjelasan di bawah ini, Moms!

Baca Juga: 12 Gerakan Senam Aerobik untuk Pemula yang Mudah Dilakukan dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Apa itu Ring Jantung?

Bentuk Ring Jantung

Foto: Bentuk Ring Jantung (Nwths.com)

Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, ring jantung atau stent adalah tabung jaring kecil yang menahan saluran terbuka di tubuh, seperti arteri yang lemah atau sempit.

Alat ini sering digunakan untuk mengobati penyempitan arteri koroner yang memasok darah kaya oksigen ke jantung.

Ring jantung membuka arteri yang menyempit untuk memungkinkan darah yang cukup mengalir ke jantung.

Selain itu juga terkadang digunakan untuk mengobati aorta jika terdapat aneurisma atau tonjolan di dalamnya.

Aorta adalah sebuah jaringan yang membawa darah dari sisi kiri jantung ke tubuh.

Pemasangan ring jantung juga dapat digunakan di arteri karotis di leher untuk mencegah atau mengobati stroke.

Selain itu, ring jantung juga terkadang untuk mengobati saluran udara yang menyempit di paru-paru.

Baca Juga: 4 Teknik Dasar Bola Basket, Mulai dari Passing dan Catching, Dribbling, hingga Shooting

Manfaat Pemasangan Ring Jantung

Manfaat Ring Jantung

Foto: Manfaat Ring Jantung (Thecardiologyadvisor.com)

Bagi banyak orang, pemasangan alat bantu ini berdampak positif pada kualitas hidup.

Kombinasi angioplasti dan stenting bisa menjadi penyelamat, terutama bila dilakukan tepat setelah serangan jantung.

Ini secara substansial dapat meningkatkan aliran darah dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada otot jantung.

Selain itu juga dapat memperbaiki gejala penyakit jantung, seperti nyeri dada (angina) dan sesak napas.

Dalam beberapa kasus, pemasangan alat ini dapat menghilangkan kebutuhan untuk operasi bypass koroner.

Ring jantung jauh lebih tidak invasif dibandingkan operasi bypass. Waktu pemulihan juga jauh lebih singkat.

Hanya perlu beberapa hari untuk pulih dari pemasangan alat bantu ini, sementara Moms mungkin membutuhkan waktu 6 minggu atau lebih untuk pulih dari operasi bypass.

Baca Juga: Mengenal SDIT Citra Az Zahra, Mulai dari Kurikulum, Fasilitas, hingga Biaya

Perbedaan Tindakan Kateterisasi Jantung dan Pemasangan Ring Jantung (Stent)

Kateterisasi Jantung

Foto: Kateterisasi Jantung (Istockphoto.com)

Terlihat mirip, tahukah perbedaan kateterisasi jantung dan pasang ring (stent)?

Kateterisasi dan pemasangan ring jantung sama-sama melibatkan alat untuk mendukung kerja jantung yang mengalami gangguan.

Akan tetapi, keduanya memiliki perbedaan terkait tujuan pemasangan dan metode yang dilakukan.

  • Kateterisasi jantung

Kateterisasi jantung melibatkan pemasangan selang selebar 2 mm ke pembuluh darah yang kemudian dibawa menuju jantung.

Prosedur ini biasanya digunakan untuk membesarkan pembuluh darah yang tersumbat.

Lalu, memperbaiki katup jantung (atau mendukung prosedur pemasangan katup buatan) dan memperbaiki penebalan otot jantung.

Akan tetapi, kateterisasi jantung juga digunakan untuk keperluan diagnosis, seperti:

  • memeriksa penyumbatan pembuluh darah
  • mengambil sampel jaringan dari jantung
  • diagnosis kondisi jantung bawaan pada bayi
  • mengecek kemampuan bilik jantung untuk memompa darah

Memeriksa kadar oksigen dan tekanan jantung juga menjadi bagian dari kateterisasi jantung.

  • Ring jantung

Tidak seperti kateterisasi jantung, pemasangan ring jantung bersifat murni pengobatan.

Ring jantung dimasukkan ke dalam pembuluh darah yang menyempit dengan bantuan kateter atau semacam “balon”.

Setelah pembuluh darah dilebarkan, balon atau kateter tersebut ditarik keluar, tetapi ring ditinggal di dalam.

Ring jantung berbentuk mirip silinder dengan permukaan berongga.

Pemasangan ring bersifat permanen dan tidak akan dikeluarkan lagi.

Hal ini karena ring membuka pembuluh darah yang sudah menyempit.

Pemasangan ring jantung dilakukan pada pasien yang tidak bisa menjalani operasi bypass jantung.

Baca Juga: Alami Kulit Kusam? Kenali Ciri-Ciri sampai Perawatan yang Tepat untuk Moms

Kapan Membutuhkan Ring Jantung?

Nyeri Dada Tengah

Foto: Nyeri Dada Tengah

Berdasarkan Cleveland Clinic, pemasangan ring jantung biasanya diperuntukan bagi pasien yang hanya memiliki satu atau dua arteri yang tersumbat.

Jika Moms memiliki lebih dari dua arteri yang tersumbat, operasi bypass mungkin merupakan pilihan yang lebih baik.

Selain itu, jika Moms mengalami serangan jantung, pemasangan ring jantung diperlukan.

Hal ini karena gumpalan telah memblokir arteri sepenuhnya dan otot jantung kekurangan oksigen.

Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan permanen jika tidak segera ditangani.

Namun, Moms mungkin tidak memerlukan alat bantuan ini, jika memiliki penyakit jantung yang stabil.

Baca Juga: Prosedur Operasi Caesar, Ketahui Persiapan, Proses, Hingga Perawatan Setelah Operasi

Artinya, meskipun Moms memang memiliki gejala, seperti nyeri dada atau sesak napas ketika berolahraga atau stres.

Melansir New England Journal of Medicine, ring jantung pada pasien tertentu membantu meredakan gejala dan meningkatkan kualitas hidup.

Namun, alat bantu ini dijadikan pengobatan yang terakhir.

Sebab, gaya hidup sehat dan terapi obat adalah obat terbaik daripada menggunakan ring jantung.

Persiapan Pemasangan Ring Jantung

Jantung Sehat

Foto: Jantung Sehat (Healthcareglobal.com)

Perlu diingat sebelum pemasangan ring jantung di pembuluh darah, Moms akan melakukan persiapan.

Beberapa persiapan yang perlu dikenali antara lain sebagai berikut:

  • Beri tahu dokter tentang obat, herbal, atau suplemen yang dikonsumsi.
  • Jangan mengonsumsi obat apa pun yang mempersulit pembekuan darah, seperti aspirin, clopidogrel, ibuprofen, dan naproxen.
  • Ikuti petunjuk dokter tentang obat lain yang harus dihentikan.
  • Berhentilah merokok.
  • Beri tahu dokter tentang penyakit apa pun, termasuk pilek atau flu biasa.
  • Jangan minum air atau cairan lain pada malam sebelum operasi.
  • Minum obat yang diresepkan dokter.
  • Tiba di rumah sakit dengan banyak waktu untuk mempersiapkan operasi.
  • Ikuti instruksi lain yang diberikan dokter.

Moms akan diberikan obat mati rasa di lokasi sayatan.

Moms juga akan mendapatkan obat intravena (infus) untuk membantu merasa rileks selama prosedur.

Baca Juga: Mengulik 10+ Wisata Pasuruan yang Terkenal dan Instagramable

Prosedur Pemasangan Ring Jantung

Pemasangan Ring Jantung

Foto: Pemasangan Ring Jantung (Heartfoundation.org.au)

Health Harvard Education mengatakan, ring jantung adalah tabung kawat kecil yang dimasukkan ke dalam arteri koroner yang menyempit atau tersumbat.

Ketika memasukkan alat bantu ini, dokter akan memasukkan ring jantung dengan anestesi lokal.

Dokter akan melakukan beberapa prosedur ketika pemasangan ring jantung, yaitu:

  • Pertama, dokter membuat sayatan kecil di selangkangan, lengan, atau leher.
  • Kemudian, tim medis akan memasukkan kateter dengan stent dan balon di ujungnya.
  • Dokter akan menggunakan pewarna dan monitor khusus untuk memandu kateter melalui pembuluh darah ke arteri koroner yang menyempit atau tersumbat.
  • Saat mencapai area yang menyempit atau tersumbat, balon akan mengembang.
  • Ini akan memperluas ring dan meregangkan arteri, memungkinkan peningkatan aliran darah.
  • Setelah selesai, dokter akan mengempiskan balon, melepas kateter, dan meninggalkan ring jantung di tubuh Moms.

Selama prosedur ini, filter akan mencegah plak dan gumpalan darah terlepas dan mengambang bebas di aliran darah.

Baca Juga: Senam Irama: Jenis Gerakan, Prinsip, hingga Manfaatnya untuk Moms dan Si Kecil!

Berapa Lama Ring Jantung Bisa Bertahan?

Proses Pasang Ring Jantung

Foto: Proses Pasang Ring Jantung (Istockphoto.com)

Moms mungkin bertanya-tanya: ring jantung bertahan berapa lama?

Faktanya, sekali pasang ring jantung, sifatnya permanen atau untuk jangka waktu yang sangat lama.

Terlebih bila stent itu berbahan logam. Hanya ada 2-3% stent berisiko membuat pembuluh darah kembali tersumbat.

Bila terjadi pun biasanya dalam 6-9 bulan kemudian.

Jika ada sumbatan atau penyempitan lagi, dokter akan menanganinya dengan memasang ring jantung lain.

Ring jantung bukanlah obat untuk penyakit jantung koroner.

Fungsinya hanya sebagai pengontrol gejala, tidak menyembuhkan penyakit jantung yang melatari gejala tersebut.

Karena itu, prosedur pasang ring jantung hanyalah salah satu cara untuk menangani masalah jantung.

Baca Juga: Review Toner Emina Bright Stuff oleh Moms Orami, Murah dan Terjangkau!

Efek Samping Pemasangan Ring Jantung

Alergi pada Kulit

Foto: Alergi pada Kulit (Shutterstock.com)

Setiap prosedur pembedahan memiliki risiko. Memasukkan ring jantung mungkin memerlukan akses ke arteri jantung atau otak.

Hal ini menyebabkan peningkatan risiko efek samping. Risiko yang terkait dengan pemasangan ring, yaitu:

  • Reaksi alergi terhadap obat atau pewarna yang digunakan dalam prosedur ini
  • Masalah pernapasan karena anestesi atau penggunaan stent di bronkus
  • Pendarahan
  • Penyumbatan arteri
  • Pembekuan darah
  • Serangan jantung
  • Infeksi pembuluh darah
  • Batu ginjal karena menggunakan stent di ureter
  • Penyempitan kembali arteri
  • Efek samping yang jarang terjadi termasuk stroke dan kejang

Beberapa komplikasi telah dilaporkan mengenai pemasangan alat bantu ini.

Namun, ada sedikit kemungkinan tubuh akan menolak pemasangan ring jantung.

Risiko ini harus didiskusikan dengan dokter. Sebab, ring jantung memiliki komponen logam, dan beberapa orang alergi atau sensitif terhadap logam.

Baca Juga: Ini Penyakit-Penyakit yang Mengganggu Kesuburan Wanita, Moms Harus Tahu!

Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Komplikasi Serangan Jantung

Foto: Komplikasi Serangan Jantung (Shutterstock.com)

Prosedur ring jantung akan sedikit sensitif jika ada orang yang memiliki kepekaan terhadap logam.

Bicaralah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut sebelum melakukan pemasangan ring jantung.

Jika Moms mengalami masalah pendarahan, perlu dievaluasi terlebih dahulu oleh dokter.

Komplikasi potensial tetapi jarang terjadi, yaitu serangan jantung, gagal ginjal, dan stroke.

Ada pun kelemahan pasang ring jantung, yaitu jaringan parut dapat terbentuk di dalam ring jantung tersebut.

Jika terjadi, prosedur kedua mungkin diperlukan untuk mengobatinya.

Ada juga risiko pembentukan gumpalan darah di dalam ring.

Moms perlu minum obat untuk membantu mencegahnya dan laporkan setiap nyeri dada ke dokter.

Baca Juga: Review Garnier Micellar Cleansing Water Pink oleh Moms Orami, Riasan Bersih Sempurna!

Perawatan Lanjutan Ring Jantung

Menjaga Kesehatan Jantung

Foto: Menjaga Kesehatan Jantung (Orami Photo Stocks)

Pemulihan dari angioplasti dan implantasi stent biasanya cepat.

Sebagian besar pasien dapat melanjutkan aktivitas normal 24 jam setelah prosedur.

Beberapa orang mengalami memar, yang akan hilang dalam beberapa hari. Namun, ada juga yang merasakan sedikit nyeri di lokasi sayatan.

Beberapa perawatan yang mungkin ditempuh untuk meredakan gejala pemasangan ring jantung seperti berikut:

1. Konsumsi Obat Rutin

Obat penghilang rasa sakit ringan bisa mengatasinya. Dokter akan meresepkan obat antikoagulan untuk mencegah pembekuan.

Dokter biasanya ingin Moms menjalani perawatan di rumah sakit semalaman.

Hal ini membantu memastikan tidak ada komplikasi.

Moms mungkin perlu tinggal lebih lama jika membutuhkan ring jantung karena kejadian koroner, seperti serangan jantung atau stroke.

2. Gaya Hidup Sehat

Meskipun pemasangan ring dapat menghasilkan peningkatan yang luar biasa, ini bukanlah obat untuk penyakit jantung.

Moms tetap perlu mengatasi faktor-faktor penyebabnya, seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan kelebihan berat badan.

Dokter mungkin meresepkan obat atau perawatan lain untuk membantu mengatasi masalah ini.

Dokter juga akan menganjurkan Moms untuk:

  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang
  • Berolahraga secara teratur
  • Berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol

Mengambil langkah untuk mengontrol kolesterol dan tekanan darah, serta menjalani gaya hidup jantung sehat dapat membantu mengobati dan mencegah penyakit jantung.

Baca Juga: 20+ Rangkaian dan Arti Nama Askara, Umumnya Bermakna Berjiwa Pemimpin, Optimis, dan Berwibawa

Nah, sekarang Moms sudah lebih paham tentang ring jantung, bukan? Semoga bermanfaat, ya, Moms!

  • https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/stents
  • https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/16833-cardiac-catheterization--coronary-angioplasty-and-stent-interventional-procedures#doctors-who-treat
  • https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMe1610485
  • https://www.health.harvard.edu/heart-health/when-do-you-need-a-heart-stent
  • https://www.healthline.com/health/stent#uses
  • https://www.healthline.com/health/heart-attack/aspirin-for-heart-attack