Kesehatan Umum

15 Oktober 2021

Waspadai Penyakit Klamidia, Rentan Mengganggu Kesuburan!

Karena sulit terdeteksi, seringkali tidak ditangani dengan cepat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Adeline Wahyu

Penyakit klamidia merupakan salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis.

Infeksi ini seringkali tidak menimbulkan gejala yang berarti, sehingga kadang terlewat dan tidak ditangani sesegera mungkin.

Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit klamidia mengganggu kesuburan pria mapun wanita, dan mempersulit penderitanya untuk memiliki keturunan.

Klamidia adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri.

Biasanya pemilik kondisi ini tidak akan mengalami gejala pada tahap awal. Biasanya kondisi ini baru akan terasa gejalanya pada minggu 1 hingga minggu ketiga.

Faktanya, 90% perempuan dan 70% laki-laki dengan IMS tidak memiliki gejala. Namun kondisi ini bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani.

Klamidia yang tidak cepat diobati bisa menyebabkan komplikasi. Jadi, sangat penting untuk memeriksakan diri secara rutin untuk menghindari penyakit kelamin.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sebanyak 1,7 kasus klamidia dilaporkan pada tahun 2017.

Meski demikian, angka sebenarnya dari infeksi ini mungkin hampir 3 juta kasus jika dijumlahkan dengan kasus yang tidak dilaporkan.

Dari studi lain yang dilakukan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), perempuan dengan usia 15 - 24 tahun memiliki persentase tertinggi terinfeksi klamedia.

CDC merekomendasikan perempuan di usia 25 tahun ke bawah yang sudah aktif secara seksual untuk memeriksakan kesehatan organ vitalnua setiap tahun.

Fakta Penyakit Klamidia

1 Mengenal Chlamydia.jpg

Foto: today.com

Gejala penyakit klamidia seharusnya dapat terdeteksi mulai dari satu hingga tiga minggu setelah seseorang terinfeksi.

Namun, dikutip dari webmd.com, 75% wanita dan 50% pria yang terinfeksi penyakit klamidia tidak menunjukkan adanya gejala.

Pada wanita, penyakit klamidia akan memiliki gejala seperti keputihan abnormal dengan bau tidak sedap, pendarahan di antara waktu menstruasi, periode menstruasi yang sangat menyakitkan, sakit perut disertai demam, nyeri saat berhubungan seks dan buang air kecil, hingga munculnya rasa gatal di dalam atau sekitar vagina.

Sedangkan pada pria, gejala penyakit klamidia meliputi cairan jernih atau putih dari ujung penis, rasa sakit ketika buang air kecil, rasa terbakar atau gatal di sekitar pembukaan penis, hingga rasa nyeri dan pembengkakan di sekitar testis.

“Jika hasil test menunjukkan positif penyakit klamidia, maka biasanya kamu harus minum antibiotik,” ungkap co-chief Divisi perawatan ambulatori untuk program kesehatan perempuan dan layanan bantuan perawatan prenatal di Northwell Health, New Hyde Park, New York, Jill Rabin, MD, seperti dikutip dari everydayhealth.com.

Penyakit ini sebenarnya mudah disembuhkan, namun jika dibiarkan berlarut-larut, maka penyakit chlamydia mengganggu kesuburan pria maupun wanita.

Baca Juga: Ini Gejala Penyakit Klamidia, si Silent Killer yang Sulit Dideteksi

1. Klamidia Mengganggu Kesuburan Wanita

2 Chlamydia Mengganggu Kesuburan Wanita.jpg

Foto: womenshealth.gov

Jika tidak diberi pengobatan yang tepat, infeksi klamidia dapat menyebabkan penyakit inflamasi panggul.

Penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan pada tuba falopi (tabung yang menghubungkan ovarium ke rahim) atau bahkan penyakit klamidia mengganggu kesuburan wanita menjadi lebih sulit hamil.

Selain itu, penyakit klamidia juga dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik (ketika implan telur dibuahi dan berkembang di luar rahim).

Selanjutnya, penyakit klamidia dapat menyebabkan kelahiran prematur dan infeksi ini juga dapat diturunkan dari Moms kepada bayi saat melahirkan.

Hal ini rentan menyebabkan infeksi mata, kebutaan, hingga pneumonia pada bayi baru lahir.

Baca Juga: Infeksi Saluran Kemih Pada Balita: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

2. Gejala Klamidia pada Perempuan

Klamidia sendiri sering diketahui sebagai infeksi diam-diam. Hal tersebut dikarenakan orang dengan klamidia kemungkinan tak merasakan gejala apapun.

Jika seorang perempyan melakukan kontak dengan pengidap IMS, mungkin gejalanya baru hadir beberapa minggu kemudian.

Biasanya gejala perempuan yang terkena klamidia adalah;

  • Sakit saat berhubungan seksual
  • Keputihan
  • Sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Sakit di perut bagian bawah
  • Pembengkakakn serviks
  • Perdarahan di antara menstruasi

Baca Juga: Apakah Sakit Perut Hebat Saat Menstruasi Bisa Mengganggu Program Hamil?

3. Penyakit Klamidia Mengganggu Kesuburan Pria

3 Chlamydia Mengganggu Kesuburan Pria.jpg

Foto: wmhp.com.au

Tidak hanya pada wanita, penyakit klamidia mengganggu kesuburan pria juga dapat terjadi jika penyakit tersebut tidak diobati dengan tepat.

Dikutip dari webmd.com, sebuah penelitian dalam jurnal Human Reproduction menyebutkan bahwa pasangan yang berpartisipasi dalam penelitian ini, sepertiga kurang berhasil mencapai kehamilan jika pasangan pria-nya memiliki sejarah infeksi chlamydia.

Pada pria, penyakit klamidia pada pria dapat menyebabkan kondisi yang disebut uretritis nongonococcal (Ngu) atau infeksi uretra yang merupakan saluran dimana pria dan wanita mengeluarkan urin, infeksi epididimis (saluran yang membawa sperma dari testis), atau proctitis (peradangan rektum).

"Infeksi penyakit klamidia pada pria jelas sesuatu yang harus dipertimbangkan, ketika pasangan pertama kali ingin melihat kemungkinan infertilitas," ungkap tim peneliti Jan Olofsson, MD, PhD, seperti dikutip dari webmd.com.

Baca Juga: Nyeri Saat Berhubungan Seks, Mungkin Saja Terkena 3 Penyakit Kelamin Ini

4. Gejala Klamdia pada Laki-laki

Seperti yang sudah disebutkan, kondisi ini mungkin tidak menimbulkan gejala. Namun karena organ yang terinfeksi berbeda, gejala penyakit ini juga akan berbeda nih, Moms dan Dads!

Berikut gejala yang bisa dialami oleh laki-laki penderita klamidia!

  • Keluar cairan dari penis
  • Rasa terbakar saat buang air kecil
  • Luka di penis yang terasa gatal atau terbakar
  • Sakit atau bengkak pada salah satu atau kedua buah zakar
  • Klamidia bisa menginfeksi dubur dan ditandai dengan keluarnya cairan atau darah dari dubur

Baca Juga: Menstruasi Normal dan Teratur, Kenapa Tidak Kunjung Hamil?

Klamidia saat Hamil

Klamidia

Foto: Orami Photo Stock

Perlu diwaspadai, Moms. Klamidia juga bisa menyerang kandungan ketika Moms sedang hamil.

Jika hal ini terjadi, Moms perlu cepat diobati dan ditangani agar tidak terjadi hal yang di luar keinginan.

Jika penderita klamidia saat jamil tidak cepat ditangani makan bisa menyebabkan kehamilan ektopik, nyeri panggul kronis serta infertilitas. Karenanya, dokter sangat merekomendasikan ibu hamil untuk menjalani skrining infeksi ini.

Tak sampai sana Moms, ketika melahirkan, bayi juga kemungkinan bisa terinfeksi selama masa persalinan. Si Kecil bisa mengalami infeksi mata atau pneumonia dan mungkin memerlukan antibiotik untuk menyembuhkannya.

Baca Juga: Program Hamil Anak Perempuan, Ini Suplemen dan Rincian Biayanya

Supaya Moms terhindar dari klamidia, diimbau untuk menghindari kontak dengan pembawa bakteri tersebut dan menjalani hidup sehat ya.

Penyakit ini bisa dialami oleh siapa saja yang berada di usia reproduksi danaktif melakukan hubungan seksual, Moms.

Nah, dampak lanjutan pada janin yang terkena infeksi bakteri klamidia adalah ada kemungkinan janin tidak berkembang, mengalami cacat atau terjadi kematian.

American Pregnancy Association mengatakan bahwa bayi dalam kandungan bisa tertular infeksi dari ibu pada proses persalinan atau transmisi perinatal.

Penyakit klamidia berbahaya jika dibiarkan. Sering cek ke dokter dan jaga selalu kesehatan, ya!

  • https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-complications/chlamydia-during-pregnancy/
  • https://www.cdc.gov/std/chlamydia/stdfact-chlamydia-detailed.htm
  • https://www.cdc.gov/std/prevention/screeningreccs.htm
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait