01 Desember 2022

Kenali Prosedur Tes HIV di Puskesmas, Yuk Cegah HIV/AIDS Sejak Dini!

Dianjurkan dilakukan sejak usia produktif

Mencegah HIV penting untuk dilakukan sejak dini. Hal ini bisa diwujudkan dengan melakukan tes HIV di puskesmas terdekat, lho.

Awalnya, pemeriksaan HIV hanya bisa dilakukan di berbagai rumah sakit besar.

Namun, berkat perkembangan teknologi kesehatan, saat ini Moms dan keluarga dapat melakukan tes HIV di puskesmas.

Pemeriksaan akan dibantu oleh para ahli kesehatan yang berkompeten, serta berbagai tindakan medis yang diperlukan.

Yuk, cari tahu selengkapnya, Moms!

Baca Juga: Hydrophobia, Rasa Takut Ekstrem pada Air Akibat Virus Rabies

Mengenal Program Tes HIV Pemerintah

Infeksi HIV pada Si Kecil
Foto: Infeksi HIV pada Si Kecil (Orami Photo Stocks)

Pemerintah memiliki program Voluntary Counseling and Testing (VCT). yang salah satunya adalah tes HIV di puskesmas secara gratis.

Program ini ditujukan agar masyarakat bisa mencegah infeksi penyebaran virus HIV sejak dini.

Proses pemeriksaan dilakukan secara sukarela dan melalui proses konseling dengan dokter maupun perawat berkompeten.

Dalam program ini, setiap informasi dan data pasien akan dirahasiakan selama proses pemeriksaan serta pengobatan.

Konseling dilakukan untuk memberikan informasi lengkap mengenai HIV dan AIDS terhadap setiap pasien yang melakukan pemeriksaan.

Sebelum tes HIV, pasien akan dibekali dengan keuntungan dan kerugian VCT, faktor risiko HIV, serta cara pencegahan HIV/AIDS.

Setiap puskemas akan memberikan konseling gratis untuk pasien sebagai bagian dari pengobatan.

Baca Juga: 13 Obat Alami Sakit Pinggang serta Pantangannya, Bisa Dicoba di Rumah!

Tujuan Program Skrining HIV

Cairan Infus
Foto: Cairan Infus

Dalam Databoks Katadata, jumlah kasus HIV pada tahun 2021 adalah sebanyak 36.902 kasus.

Angka tersebut menunjukkan bahwa penderita terbanyak termasuk di usia produktif, yakni 25-29 tahun dengan persentase 69,7%.

Guna menurunkan kasus tersebut, pemerintah mengadakan program VCT atau tes HIV di puskesmas.

Selain itu, tujuan program skrining HIV di puskesmas ini adalah seperti berikut:

  • Menurunkan jumlah kasus HIV/AIDS (ODHA)
  • Mempercepat diagnosis HIV
  • Meningkatkan penggunaan layanan kesehatan dan mencegah infeksi lainnya
  • Meningkatkan atau mempromosikan perilaku hidup sehat

Setiap pasien yang terkonfirmasi positif HIV akan mendapatkan pengobatan yang sepenuhnya hingga pulih.

Semakin dini untuk didiagnosis, maka tingkat peluang untuk memperbaiki kualitas hidup akan semakin baik.

Baca Juga: 14 Manfaat Donor Darah untuk Kesehatan, Bantu Lancarkan Aliran Darah dan Kurangi Stres

Syarat-Syarat Pemeriksaan HIV di Puskesmas

HIV pada Anak
Foto: HIV pada Anak (Orami Photo Stocks)

Sebelum melakukan tes HIV di puskesmas, Moms perlu tahu syarat-syarat yang mesti dipenuhi.

Dikutip dari situs Puskesmas Sangkrah Surakarta, berikut ini sejumlah persyaratan yang perlu dipahami setiap pasien:

  • Kartu Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) atau BPJS Kesehatan
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Kartu Identitas Berobat (khusus pasien lama)
  • Surat Keterangan Domisili (bagi yang tidak memiliki JKN KIS)

Biaya untuk melakukan tes HIV di puskesmas adalah gratis alias tidak dipungut uang sepeser pun.

Baca Juga: Penyebab dan Gejala HIV pada Anak, Sering Tidak Disadari Karena Menyerupai Penyakit Lainnya

Tata Cara Tes HIV di Puskesmas

Tes HIV
Foto: Tes HIV (Orami Photo Stock)

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menjelaskan beberapa syarat dan tata cara tes HIV di puskesmas terdekat.

Tata cara yang perlu diikuti, yakni seperti berikut:

  1. Pasien melakukan pendaftaran di loket pendaftaran di puskesmas.
  2. Anamnesa dan pemeriksaan oleh dokter di Poli Umum dan Poli KIA.
  3. Pasien Suspek HIV dari Poli Umum dan pasien kebidanan dari Poli KIA dianjurkan skrining HIV di Ruang Konseling.
  4. Petugas P2 HIV mendaftarkan pasien yang ikut tes HIV di puskesmas.
  5. Pasien yang diskrining akan dirujuk melakukan pemeriksaan laboratorium.
  6. Hasil tes positif HIV akan dirujuk ke dokter Poli Umum untuk mendapatkan pengobatan.
  7. Pasien akan menerima surat rujukan untuk konsultasi ke RS terdekat sesuai rekomendasi.

Hasil dari tes HIV akan keluar dalam kurun waktu 20-30 menit atau tergantung pemeriksaan yang dilakukan.

Apabila hasil reaktif, beberapa pasien akan diminta untuk melakukan tes HIV ulang untuk memastikan diagnosis.

Baca Juga: Surat Keterangan Sakit dari Dokter, Lengkap dengan Tahapan Pembuatan dan Contoh!

Waktu Tepat Melakukan Skrining HIV

Konsultasi dengan Dokter
Foto: Konsultasi dengan Dokter (Orami Photo Stock)

CDC merekomendasikan agar setiap orang yang berusia antara 13 dan 64 tahun menjalani tes HIV setidaknya sekali seumur hidup.

Skrining HIV ini adalah bagian dari perawatan kesehatan rutin yang perlu dilakukan, terutama di usia produktif.

Untuk orang dengan faktor risiko tertentu, CDC merekomendasikan untuk melakukan tes setidaknya setahun sekali.

Alat tes untuk skrining HIV ada berbagai macam dengan tujuan yang berbeda.

HIV adalah infeksi virus, sehingga dapat terdeteksi melalui tes antibodi.

Virus dapat dideteksi hanya dalam 2 minggu setelah terpapar dengan tingkat akurasi hingga 99%.

Baca Juga: 5 Penyebab Sakit Tenggorokan Pada Anak dan Tips Mengatasinya

Siapa yang Membutuhkan Tes Skrining HIV?

Ruam HIV (Orami Photo Stocks)
Foto: Ruam HIV (Orami Photo Stocks)

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memaparkan bahwa HIV (human immunodeficiency virus) adalah infeksi virus yang mematikan.

Infeksi virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia tanpa pandang bulu.

Jika HIV tidak diobati, dapat menyebabkan AIDS (acquired immunodeficiency syndrome).

Ada beberapa golongan yang berisiko tinggi dapat terinfeksi virus HIV. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Berhubungan seksual tanpa kondom
  • Bertukar jarum suntik bekas pengidap HIV
  • Melalui kehamilan atau proses menyusui

Saat ini tidak ada obat yang efektif benar dapat mengobati HIV secara sepenuhnya.

Tetapi dengan perawatan medis yang tepat, HIV dapat dikendalikan.

Orang dengan HIV yang mendapatkan pengobatan HIV yang efektif dapat berumur panjang, hidup sehat dan tetap memiliki anak.

Baca Juga: Serba-serbi Isprinol, Obat untuk Obati Berbagai Infeksi Virus

Demikian penjelasan mengenai tata cara tes HIV di puskesmas.

Berkat adanya layanan ini, diharapkan Moms dan keluarga bisa lebih waspada akan bahaya HIV/AIDS, ya!

  • https://www.cdc.gov/hiv/basics/whatishiv.html
  • https://sippn.menpan.go.id/pelayanan-publik/sulawesi-selatan/kabupaten-soppeng/uptd-puskesmas-batu-batu/standar-pelayanan-skrining-hiv--aids
  • https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/08/29/kemenkes-pengidap-kasus-hiv-mayoritas-usia-produktif#:~:text=Kementerian%20Kesehatan%20mencatat%2C%20jumlah%20kasus,69%2C7%25%20pada%202021.
  • https://pkm-sangkrah.surakarta.go.id/pelayanan-pemeriksaan-hiv/
  • https://prepdaily.org/facts-about-at-home-hiv-testing/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.