Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
01 Desember 2022

Ciri-Ciri Ruam HIV, Kenali dan Obati Sebelum Muncul Komplikasi!

Ruam HIV pada kulit bisa terasa menyakitkan
Ciri-Ciri Ruam HIV, Kenali dan Obati Sebelum Muncul Komplikasi!

Berbicara tentang gejala HIV/AIDS, hal ini bisa berkaitan dengan ruam kulit. Apakah Moms tahu seperti apa rupa ruam HIV?

Dilansir WebMD, perubahan kulit bisa menjadi tanda pertama bahwa seseorang mengalami HIV.

Hal itu karena virus dapat melemahkan sistem kekebalan dan memudahkan infeksi kuman penyebab masalah kulit.

Selain itu, beberapa pengobatan HIV dapat pula menyebabkan ruam pada kulit.

Nah, lebih lengkapnya soal ruam kulit HIV, Moms dapat menyimak informasi di bawah ini.

Baca Juga: 10 Jenis Penyakit Menular Seksual, Tak Hanya HIV/AIDS!

Mengenal Virus HIV

Tes HIV

Foto: Tes HIV (Orami Photo Stock)

Perlu dipahami, HIV adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh.

Melansir Journal of Acquired Immune Deficiency Syndromes, gejala HIV disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Virus inilah yang merusak dan menghancurkan sistem kekebalan tubuh.

Kemudian, virus tersebut menggagalkan kemampuan tubuh untuk memerangi infeksi dan jenis kanker tertentu.

Bila tak diatasi dengan cepat dan tepat, infeksi HIV bisa berkembang menjadi Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

Kondisi ini tidak dapat disembuhkan dan angka harapan hidup yang berkurang secara drastis.

Namun, beberapa pengobatan bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi kesehatan.

Baca Juga: 10 Latihan Kekuatan Tangan untuk Membentuk Otot Lengan, Yuk Coba!

Ciri-Ciri Ruam HIV

HIV pada Anak

Foto: HIV pada Anak (Orami Photo Stocks)

Ruam HIV adalah kulit yang teriritasi yang memengaruhi orang yang memiliki virus.

Kondisi ini bisa terasa gatal, berwarna kemerahan atau keunguan, atau terasa menyakitkan.

Kebanyakan orang yang memiliki HIV mendapatkan ruam di beberapa titik.

Kondisi adalah gejala umum yang dapat terjadi pada tahap awal (akut) atau selanjutnya dari infeksi HIV.

Dilansir dari Medical News Today, gejala awal dari infeksi HIV yang dapat terjadi bersamaan dengan ruam HIV, yaitu:

Ruam HIV bisa menjadi salah satu tanda pertama infeksi.

Namun, pada kasus ruam yang disebabkan oleh infeksi HIV akut, ruam ini sering terlihat pada beberapa area kulit.

Di antaranya, seperti muncul pada area wajah, terkadang juga muncul di bagian tangan dan kaki.

Munculnya ruam ini dapat menjalar dari wajah hingga ke seluruh tubuh, termasuk bagian kaki dan tangan.

Ruam HIV dapat memunculkan warna kemerahan pada orang dengan kulit terang atau lebih ungu juga bisa muncul pada orang dengan kulit gelap.

Baca Juga: Menangani Ruam Kulit Balita yang Disertai Demam

Perbedaan Ruam HIV dan Ruam Kulit Biasa

Ruam HIV

Foto: Ruam HIV (Webmd.com)

Hal yang mungkin menjadi pertanyaan bagi Moms, yaitu apakah gejala ruam HIV sama dengan gejala ruam kulit pada umumnya?

Sebenarnya, dalam beberapa kondisi bisa saja sama penampakannya.

Namun, ada beberapa hal yang perlu Moms perhatikan mengenai gejala dari ruam HIV ini.

Biasanya, ruam kulit yang muncul akibat infeksi HIV adalah ruam kulit yang muncul tanpa sebab yang jelas.

Ruam sering kali merupakan tanda pertama dari infeksi HIV, meskipun hanya muncul pada 2 dari setiap 5 orang yang baru terinfeksi.

Munculnya ruam HIV ini dapat berbentuk seperti bintik-bintik yang berubah warna dan tersebar merata.

Ruam HIV juga dapat disertai dengan benjolan kecil yang melingkar di sekelilingnya.

Pada beberapa kasus, ruam HIV dan gejalanya juga dapat terasa menyakitkan.

Jika dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejala-gejala ini mungkin muncul 2-4 minggu setelah paparan.

Kemudian, infeksi akan berlangsung antara beberapa hari dan beberapa minggu.

Siapa pun yang mengalami gejala-gejala ini setelah kemungkinan terpapar HIV sebaiknya harus segera melakukan tes yang dianjurkan.

Apabila Moms mengalami ruam kulit tanpa sebab yang jelas, lebih baik segera lakukan tes untuk diagnosis yang tepat.

Baca Juga: 18 Penyebab Vagina Gatal dan Cara Mengatasinya

Penularan HIV yang Harus Diwaspadai

Penyakit AIDS

Foto: Penyakit AIDS (Pixabay.com)

Ruam HIV menjadi salah satu gejala dari infeksi HIV yang perlu diwaspadai.

HIV adalah virus yang merusak sel dalam sistem kekebalan tubuh dan virus ini akan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit sehari-hari.

Pahami cara penularan HIV berikut ini agar Moms dapat mencegah kondisi ini terjadi, yaitu:

1. Hubungan Seks yang Tidak Aman

Cara penularan HIV/AIDS yang paling mudah dengan melakukan seks tanpa kondom.

Melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan seseorang yang mengidap HIV, terutama hubungan seks vagina dan seks anal tanpa kondom.

Berhubungan seks tanpa disadari bisa menjadi cara penularan HIV AIDS.

Oleh karena itu, Moms sebaiknya melakukan praktik hubungan seks yang aman dan tidak bergonta-ganti pasangan.

Baca Juga: 9 Kesalahan Memakai Kondom yang Membuat Kebobolan

2. Transfusi Darah atau Organ yang Terkontaminasi

Menerima transfusi darah, produk darah, atau transplantasi organ atau jaringan dari mereka yang sudah terinfeksi HIV bisa menjadi cara penularan HIV/AIDS.

Namun, risiko ini sangat kecil karena kebanyakan negara menguji produk darah dan organ untuk HIV terlebih dahulu.

Untungnya tidak ada cukup virus HIV dalam cairan tubuh lainnya, seperti air liur, keringat atau air seni, untuk menularkannya dari satu orang ke orang lain.

Maka dari itu, perlu ditegaskan bahwa berpelukan dan berciuman tak bisa menjadi cara penularan HIV/AIDS.

3. Kehamilan, Persalinan, dan Menyusui

Kegiatan seperti persalinan, menyusui, bahkan kehamilan bisa menjadi salah satu cara penularan HIV/AIDS.

Perlu dipahami bahwa seorang ibu yang terinfeksi HIV dapat menularkan virus ke bayinya melalui darahnya selama kehamilan.

Tak hanya itu, penularan juga bisa melalui ASI saat menyusui menurut beberapa penelitian.

4. Berbagi Peralatan Suntik

Cara penularan HIV/AIDS selanjutnya adalah berbagi peralatan suntik.

Selain itu, Moms bisa tertular HIV jika berbagi jarum suntik atau peralatan lain yang digunakan untuk mempersiapkan dan menyuntikkan narkoba dengan seseorang yang mengidap HIV.

Baca Juga: 15 Manfaat Daun Jarak, Bisa Mengencangkan Payudara!

Cara Mengatasi Ruam HIV

Infeksi HIV pada Si Kecil

Foto: Infeksi HIV pada Si Kecil (Orami Photo Stocks)

Perlu dipahami, jika seseorang positif mengidap HIV, ia akan diresepkan obat antiretroviral yang akan digunakan untuk mengobati HIV.

Obat ini bekerja dengan menghentikan replikasi virus di dalam tubuh.

Artinya, obat ini memungkinkan sistem kekebalan untuk memperbaiki dirinya sendiri dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, yang harus diminum setiap hari.

HIV dapat mengembangkan resistansi terhadap satu obat untuk mengatasi kondisi tersebut.

Namun, menggunakan kombinasi obat yang berbeda dari dokter dapat membantu memperkecil risiko hal tersebut.

Karenanya, sangat penting untuk mengonsumsi obat-obatan tersebut setiap hari dan sesuai dengan rekomendasi dari dokter.

Baca Juga: Waspadai Berbagai Cara Penularan HIV AIDS dan Pencegahannya

Itulah cara penularan HIV/AIDS yang harus diperhatikan, sehingga Moms dapat melakukan pencegahan yang tepat.

Perhatikan kesehatan kulit dengan baik, serta segera melakukan tes apabila menemukan kejanggalan pada kulit, ya, Moms.

  • https://www.cdc.gov/hiv/basics/whatishiv.html
  • https://www.webmd.com/hiv-aids/ss/slideshow-hiv-aids-skin
  • https://www.verywellhealth.com/top-signs-you-may-have-hiv-49428
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/315963#other-symptoms
  • https://journals.lww.com/jaids/fulltext/2018/08151/a_global_research_agenda_for_pediatric_hiv.3.aspx

Copyright © 2023 Orami. All rights reserved.