28 Mei 2024

7 Ciri-ciri Ruam HIV dan Bedanya dengan Ruam Biasa

Munculnya ruam bisa jadi salah satu tanda gejala HIV

Berbicara tentang gejala HIV/AIDS, hal ini bisa berkaitan dengan ruam kulit. Apakah Moms tahu seperti apa rupa ruam HIV?

Melansir WebMD, perubahan kulit bisa menjadi tanda pertama bahwa seseorang mengalami HIV.

Hal itu karena virus dapat melemahkan sistem kekebalan dan memudahkan infeksi kuman penyebab masalah kulit.

Selain itu, beberapa pengobatan HIV dapat pula menyebabkan ruam pada kulit.

Lebih lengkapnya soal ruam kulit HIV, Moms dapat menyimak informasi di bawah ini.

Baca Juga: 4 Jenis Kondom Sutra untuk Momen Intim yang Lebih Gereget

Mengenal Virus HIV

Tes HIV
Foto: Tes HIV (Orami Photo Stock)

Perlu dipahami, HIV adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh.

Melansir Journal of Acquired Immune Deficiency Syndromes, gejala HIV disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Virus inilah yang merusak dan menghancurkan sistem kekebalan tubuh.

Kemudian, virus tersebut menggagalkan kemampuan tubuh untuk memerangi infeksi dan jenis kanker tertentu.

Bila tak diatasi dengan cepat dan tepat, infeksi HIV bisa berkembang menjadi Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

Kondisi ini tidak dapat disembuhkan dan angka harapan hidup yang berkurang secara drastis.

Namun, beberapa pengobatan bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi kesehatan.

Baca Juga: Batik Yogyakarta: Filosofi dan Rekomendasi Grosir Batik Terpopuler

Apa Itu Ruam HIV?

Ruam Kulit
Foto: Ruam Kulit (Freepik.com/freepik)

Ruam HIV adalah ruam kulit yang muncul sebagai salah satu gejala infeksi HIV.

Pada tahap awal infeksi HIV, beberapa orang dapat mengalami gejala seperti demam, sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan ruam kulit.

Ruam HIV biasanya muncul beberapa minggu setelah terinfeksi HIV, tetapi bisa juga muncul lebih lama dari itu.

Tahap awal infeksi HIV dikenal sebagai fase akut atau serokonversi.

Pada fase ini, sistem kekebalan tubuh sedang berjuang melawan virus, dan gejala seperti demam, sakit tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar getah bening sering terjadi.

Ruam kulit yang disebabkan oleh HIV adalah salah satu gejala tambahan yang mungkin terjadi.

Perbedaan Ruam HIV dan Ruam Biasa

Perbedaan Ruam HIV dan Ruam Biasa
Foto: Perbedaan Ruam HIV dan Ruam Biasa

Ruam HIV dan ruam biasa memiliki beberapa perbedaan yang signifikan.

Pertama, ruam HIV biasanya muncul pada tahap awal infeksi HIV, sering disebut sebagai sindrom retroviral akut, dan biasanya terjadi dalam 2-4 minggu setelah terinfeksi.

Kedua, ruam HIV cenderung menyebar di seluruh tubuh, terutama pada batang tubuh, wajah, dan leher, serta bisa melibatkan telapak tangan dan telapak kaki.

Ketiga, ruam HIV sering disertai dengan gejala lain seperti demam, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, dan kelelahan.

Sebaliknya, ruam biasa bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti alergi, infeksi virus lain, kondisi kulit seperti eksim atau psoriasis, atau reaksi obat, dan tidak memiliki pola waktu tertentu.

Ruam biasa mungkin terbatas pada area tertentu dan tidak selalu menyebar luas seperti ruam HIV.

Selain itu, ruam biasa mungkin tidak disertai dengan gejala sistemik yang parah seperti pada ruam HIV.

Ruam HIV biasanya berwarna merah atau cokelat dan dapat berbentuk bintik-bintik datar atau sedikit terangkat.

Sedangkan ruam biasa dapat bervariasi dalam warna dan bentuk, tergantung penyebabnya.

Pengobatan dan diagnosis untuk ruam HIV memerlukan tes khusus dan penanganan medis oleh profesional kesehatan.

Sementara ruam biasa sering dapat diobati dengan obat topikal atau antihistamin.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Merek Obat Kudis, Redakan Ruam dan Gatal!

Ciri-ciri Ruam HIV

Ruam HIV
Foto: Ruam HIV (Webmd.com)

Perbedaan antara ruam kulit yang terkait dengan HIV dan ruam kulit biasa tidak selalu mudah untuk diidentifikasi hanya dengan melihatnya.

Berikut ini beberapa ciri-ciri ruam HIV yang mungkin perlu diwaspadai dan diperiksa lebih lanjut ke dokter.

1. Bisa Berbentuk Bercak atau Tersebar Merata

Ruam ini dapat berbentuk patchy (bercak-bercak) atau eksantem (ruam merah yang menyebar di seluruh tubuh).

Biasanya, ruam ini tidak gatal, namun hal ini dapat bervariasi dari satu individu ke individu lainnya.

Ruam HIV juga dapat disertai dengan benjolan kecil yang melingkar di sekelilingnya.

Pada beberapa kasus, ruam HIV dan gejalanya juga dapat terasa menyakitkan.

Melansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejala-gejala ini mungkin muncul 2-4 minggu setelah paparan.

Kemudian, infeksi akan berlangsung antara beberapa hari dan beberapa minggu.

2. Area Muncul Ruam

Ruam HIV cenderung muncul di wajah, dada, lengan, atau tungkai.

Ruam HIV dapat memunculkan warna kemerahan pada orang dengan kulit terang atau lebih ungu juga bisa muncul pada orang dengan kulit gelap.

Baca Juga: 10+ Penyebab Bayi Demam di Kepala, Bisa Akibat Cuaca Panas!

3. Muncul Tanpa Sebab yang Jelas

Biasanya, ruam kulit yang muncul akibat infeksi HIV adalah ruam kulit yang muncul tanpa sebab yang jelas.

Ruam sering kali merupakan tanda pertama dari infeksi HIV, meskipun hanya muncul pada 2 dari setiap 5 orang yang baru terinfeksi.

4. Disertai Gejala Tambahan Lainnya

Ruam HIV juga bisa dilihat dari gejala lain yang ikut muncul.

Melansir dari Medical News Today, gejala awal dari infeksi HIV yang dapat terjadi bersamaan dengan ruam HIV, yaitu:

Siapa pun yang mengalami gejala-gejala ini setelah kemungkinan terpapar HIV sebaiknya harus segera melakukan tes yang dianjurkan.

Apabila Moms mengalami ruam kulit tanpa sebab yang jelas, lebih baik segera lakukan tes untuk diagnosis yang tepat.

5. Rasa Sakit Ruam

Rasa sakit pada ruam HIV bisa bervariasi, tergantung pada jenis ruam dan tingkat keparahannya.

Berikut adalah beberapa kemungkinan rasa sakit yang bisa terjadi pada ruam HIV:

  • Gatal

Ini adalah rasa sakit yang paling umum pada ruam HIV. Gatal bisa ringan atau parah, dan bisa membuat Anda ingin menggaruk ruam, yang dapat memperburuknya.

  • Perih

Rasa perih dapat terjadi pada ruam yang meradang atau terluka. Rasa perih ini bisa terasa panas dan tidak nyaman.

  • Nyeri

Nyeri yang tajam atau menusuk dapat terjadi pada ruam yang berisi nanah (pustular) atau herpes zoster.

  • Pedih

Rasa pedih dapat terjadi pada ruam yang bersentuhan dengan bahan kimia atau iritan lainnya.

  • Terbakar

Rasa terbakar dapat terjadi pada ruam yang terpapar sinar matahari.

Perlu diingat bahwa tidak semua orang dengan ruam HIV akan merasakan sakit.

Beberapa orang mungkin hanya merasakan gatal ringan, sementara yang lain mungkin merasakan sakit yang parah.

Baca Juga: Pengganti Jamur Enoki, Ini 12 Jenis Jamur yang Bisa Dimakan

Ruam HIV biasanya muncul pada tahap awal infeksi dan berlangsung selama beberapa hari hingga...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.