Scroll untuk melanjutkan membaca

OBAT-OBATAN
27 Januari 2022

Natrium Bikarbonat: Fungsi, Dosis, dan Efek Samping Penggunaan

Mampu atasi berbagai gangguan pencernaan!
Natrium Bikarbonat: Fungsi, Dosis, dan Efek Samping Penggunaan

Foto: www.shopee.co.id

Natrium bikarbonat adalah jenis garam yang terurai.

Garam ini membentuk natrium dan bikarbonat dalam air.

Keduanya adalah larutan bersifat basa, yang mampu menetralkan asam.

Kemampuan natrium bikarbonat menetralkan asam digunakan untuk membantu mengatasi gangguan pencernaan akibat terlalu banyak asam.

Kandungan tersebut biasa digunakan untuk mengatasi sakit maag, kerusakan ginjal, membersihkan plak gigi, perubahan warna gigi, dan lain-lain.

Sebelum menggunakannya, berikut ini beberapa hal yang perlu Moms ketahui terlebih dulu.

Baca Juga: Obat Herbal Agarillus Drop untuk Kesehatan Tubuh, Ini Dosis dan Risiko Efek Sampingnya

Penjelasan Natrium Bikarbonat dan Kegunaannya

baking soda www.kompas.com.jpg

Foto: baking soda www.kompas.com.jpg (www.kompas.com)

Foto: kompas.com

Melansir dari Mayo Clinic, natrium bikarbonat dikenal sebagai soda kue.

Kandungannya mampu meredakan mulas, asam lambung, atau gangguan pencernaan dengan menetralkan asam lambung berlebih.

Natrium bikarbonat termasuk dalam kelompok antasida yang umum digunakan untuk mengobati gejala tukak lambung atau duodenum.

Selain itu, kandungannya biasa digunakan untuk meningkatkan kadar basa dalam.

Tujuannya untuk mengatasi gangguan kesehatan tertentu.

Natrium bikarbonat tidak boleh diberikan kepada anak kecil hingga usianya menginjak 6 tahun tanpa izin dari dokter.

Produk ini tersedia dalam bentuk tablet, butir, dan larutan.

Baca Juga: Acetylcysteine Obat Pengencer Dahak, Ini Dosis dan Efek Sampingnya

Dosis Penggunaan Natrium Bikarbonat

Untuk mendapatkan manfaatnya, Moms harus mengikuti instruksi pemakaian dari dokter dan label kemasan obat.

Dosis masing-masing orang akan berbeda, tergantung pada usia dan tingkat keparahan penyakit yang dialami.

Pemakaian bubuk campuran natrium bikarbonat untuk meredakan sakit maag atau asam lambung, ini dosis yang direkomendasikan:

  • Remaja dan dewasa

Sebanyak 3,9-10 gram. Setara dengan 1-2,5 sendok teh.

Konsumsi bersamaan dengan segelas air dingin setelah makan.

  • Anak-anak di bawah 6 tahun

Dosis penggunaan harus ditentukan langsung oleh dokter.

  • Anak-anak berusia 6-12 tahun

Sebanyak 1-1,9 gram. Setara dengan ¼-1 sendok teh.

Konsumsi bersamaan dengan segelas air dingin setelah makan.

Bubuk natrium bikarbonat untuk meredakan sakit maag atau asam lambung, ini dosis yang direkomendasikan:

  • Remaja dan dewasa

Sebanyak 1,5 sendok teh dalam segelas air, setiap dua jam. Dokter dapat mengubah dosis jika diperlukan.

  • Anak-anak

Dosis harus ditentukan sendiri oleh dokter.

Bubuk natrium untuk meningkatkan kadar basa pada urine, ini dosis yang direkomendasikan:

  • Remaja dan dewasa

1 sendok teh dalam segelas air, setiap empat jam.

Dokter dapat mengubah dosis jika diperlukan, tetapi tidak lebih dari 4 sendok teh per hari.

  • Anak-anak

Dosis harus ditentukan sendiri oleh dokter.

Baca Juga: 6 Makanan yang Baik Dikonsumsi saat Asam Lambung Naik

Tablet natrium bikarbonat untuk meredakan sakit maag atau asam lambung, ini dosis yang direkomendasikan:

  • Remaja dan dewasa

Sebanyak 325 miligram hingga 2 gram, 1-2 kali sehari.

  • Anak-anak hingga usia 6 tahun

Dosis harus ditentukan sendiri oleh dokter.

  • Anak-anak berusia 6-12 tahun

Sebanyak 520 miligram.

Obat dapat dikonsumsi kembali dalam 30 menit.

Tablet natrium bikarbonat untuk meningkatkan kadar basa pada urine, ini dosis yang direkomendasikan:

  • Remaja dan dewasa

Sebanyak 4 gram.

Kemudian, konsumsi 1-2 gram setiap empat jam.

Dosisnya tidak lebih dari 16 gram per hari.

  • Anak-anak

Dosis disesuaikan dengan berat badan.

Biasanya 23-230 miligram per kilogram berat badan sehari.

Jika melewatkan dosis konsumsi, Moms bisa sesegera mungkin mengonsumsinya.

Namun, jika sudah hampir memasuki jadwal dosis selanjutnya, lewati dosis yang terlewat dan kembali ke jadwal dosis biasanya.

Jangan menggandakan dosis, karena bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Moms juga disarankan untuk menyimpan obat dalam wadah tertutup pada suhu kamar, jauh dari panas, lembap, dan cahaya langsung.

Obat juga tidak boleh disimpan dalam kulkas atau freezer.

Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Buang obat jika sudah tidak diperlukan lagi.

Baca Juga: Ini Cara Mudah Mengatasi Maag saat Hamil

Efek Samping Penggunaan Natrium Bikarbonat

Umbi Garut untuk Sakit Perut (post.healthline.com).jpg

Foto: Umbi Garut untuk Sakit Perut (post.healthline.com).jpg (Shutter Stock)

Foto: post.healthline.com

Sama dengan jenis obat lainnya, natrium bikarbonat dapat menyebabkan beberapa efek yang tidak diinginkan.

Meskipun jarang terjadi, efek samping bisa dialami jika dikonsumsi dalam dosis besar, untuk waktu yang lama, atau pada penderita penyakit ginjal.

Beberapa efek samping biasanya tidak memerlukan perhatian medis, karena dapat hilang sendirinya selama perawatan berlangsung.

Pasalnya, tubuh dapat menyesuaikan diri dengan obat.

Melansir dari Medline Plus, berikut ini efek samping yang bisa saja terjadi:

  • Kram perut
  • Peningkatan rasa haus
  • Sakit kepala parah
  • Mual
  • Muntah yang menyerupai bubuk kopi
  • Penurunan selera makan
  • Cepat marah
  • Lemas dan lemah
  • Sering ingin buang air kecil
  • Pernapasan melambat
  • Pembengkakan kaki atau tungkai bawah
  • Tinja berdarah, hitam, atau lembek
  • Darah dalam urine

Tenaga medis juga perlu memberitahu tentang cara mencegah atau mengurangi efek samping yang mungkin dialami.

Baca Juga: Cari Tahu Dosis Neuralgin RX, Obat untuk Nyeri dan Peradangan

Efek samping lain yang tidak tercantum bisa saja terjadi pada beberapa pasien.

Oleh karena itu, periksakan diri ke dokter jika terjadi gejala yang tidak biasa setelah mengonsumsi obat jenis ini, ya!

https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1470/sodium-bicarbonate

https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682001.html

https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/sodium-bicarbonate-oral-route-intravenous-route-subcutaneous-route/description/drg-20065950