06 Maret 2023

Dosis Vitamin C Per Hari Berdasarkan Kelompok Usia, Catat!

Ternyata terlalu banyak vitamin C juga tidak baik lho!

Dosis vitamin C perlu diketahui agar tubuh selalu sehat dan imunitas pun menjadi tinggi untuk mengangkal berbagai jenis penyakit dan juga virus yang menyerang tubuh.

Tahukah Moms bahwa vitamin C adalah salah satu nutrisi penting yang harus kita penuhi setiap hari.

Vitamin C memiliki banyak manfaat yang dibutuhkan oleh tubuh, terutama dalam pembentukan kolagen dan membantu fungsi antioksidan dalam menetralisir radikal bebas.

Khasiat lainnya dari vitamin C adalah membantu meningkatkan kekebalan tubuh, melawan terjadinya infeksi, menjaga kesehatan jantung, hingga mencegah kerusakan otak.

Tak heran, sekarang ini banyak suplemen dan minuman-minuman yang mengandung vitamin C 1000 mg.

Meski memiliki segudang manfaat, kelebihan dosis vitamin C malah bisa menjadi boomerang pada tubuh kita.

Berbagai kondisi seperti sakit kepala hingga kerusakan ginjal bisa terjadi ketika kita mengonsumsi vitamin ini dalam dosis yang tinggi atau berlebihan.

Lalu berapa rata-rata dosis vitamin C dalam sehari?

Baca Juga: Altruisme: Pengertian, Manfaat, dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Dosis Vitamin C Dalam Sehari

Jeruk
Foto: Jeruk

Meski vitamin C mengandung banyak khasiat yang dibutuhkan oleh tubuh, Moms tetap tidak boleh mengonsumsinya secara berlebihan.

Ada dosis vitamin c yang harus kita perhatikan. Dosis vitamin C ini ada aturannya yang dibutuhkan per hari oleh tubuh.

“Penting sekali mengetahui dosis vitamin C untuk tubuh,” ujar Mark Moyad, peneliti dari University of Michigan.

Menurut Mark, vitamin C memang bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung, kanker, stroke, memberikan kesehatan pada mata, dan kekebalan tubuh.

Ketentuan dosis vitamin C oleh tubuh untuk sehari-hari telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia dalam Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2013. Dalam AKG telah diatur standar dosis vitamin C.

Tertulis bahwa Si Kecil yang memiliki usia di atas satu tahun membutuhkan dosis vitamin C sebanyak 40-45 mg per hari.

Sedangkan untuk anak remaja usia di atas 12 tahun, harus mengonsumsi minimal 65-90 mg per hari.

Lebih lanjut, orang dewasa juga perlu dosis vitamin C, orang dewasa di atas 18 tahun membutuhkan dosis vitamin C sebanyak 75-90 mg per hari.

Baca Juga: Manfaat Pap Smear untuk Deteksi Kanker Serviks, Begini Prosesnya!

Dikutip dari Kementerian Kesehatan RI, dosis kebutuhan vitamin C harian orang per hari beda-beda tergantung jenis kelamin dan usia.

Berikut adalah kebutuhan vitamin C per hari yang direkomendasikan: 

1. Bayi / Anak

Bayi usia 0-6 bulan atau sebelum memasuki masa MPASI masih mendapatkan asupan vitamin C dari ASI.

Ibu menyusui bisa mengonsumsi makanan tinggi vitamin C untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil. 

Setelah memasuki masa MPASI, ibu bisa mulai memberikan makanan pendamping yang tinggi kandungan vitamin C dari buah maupun sayur.

Kebutuhan vitamin C untuk anak usia 0-9 tahun adalah sebagai berikut:

  • 0 - 5 bulan = 40 mg
  • 6 - 11 bulan = 50 mg
  • 1 - 3 tahun 40 mg
  • 4 - 6 tahun 45 mg
  • 7 - 9 tahun 45 mg

2. Laki-laki

Kebutuhan vitamin C per hari untuk laki-laki dewasa lebih tinggi dibandingkan kebutuhan vitamin C untuk perempuan.

Kurangnya asupan vitamin C pada laki-laki dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan yang berhubungan dengan memori, fokus, dan penglihatan.

Kebutuhan vitamin C harian untuk laki-laki adalah:

  • 10 - 12 tahun = 50 mg
  • 13 - 15 tahun 75 mg
  • 16 - 18 tahun = 90 mg
  • 19 - 29 tahun 90 mg
  • 30 - 49 tahun 90 mg
  • 50 - 64 tahun 90 mg
  • 65 - 80 tahun 90 mg
  • 80 ke atas = 90 mg

Baca Juga: 9 Penyebab Tenggorokan Kering dan Obat Alaminya, Catat Moms!

3. Perempuan

Kebutuhan vitamin C perempuan usia remaja tidak terlalu berbeda dengan laki-laki.

Namun, kebutuhan vitamin C untuk perempuan dewasa lebih rendah. 

Kurangnya asupan vitamin C pada perempuan bisa menurunkan kemampuan yang melibatkan kemampuan fisik. 

Kebutuhan vitamin C per hari untuk perempuan, adalah:

  • 10 - 12 tahun = 50 mg
  • 13 - 15 tahun 65 mg
  • 16 - 18 tahun = 75 mg
  • 19 - 29 tahun 75 mg
  • 30 - 49 tahun 75 mg
  • 50 - 64 tahun 75 mg
  • 65 - 80 tahun 75 mg
  • 80 tahun ke atas = 75 mg

4. Ibu hamil (dosis tambahan)

Ibu hamil membutuhkan asupan vitamin C yang lebih banyak setiap harinya untuk memenuhi nutrisi bayi dalam kandungan.

Idealnya, kebutuhan vitamin C per hari ibu hamil lebih banyak 10 mg dibandingkan kondisi normal, baik itu trimester 1-3. 

5. Ibu menyusui (dosis tambahan)

Dosis vitamin C harian untuk ibu menyusui juga perlu ditambah dari kebutuhan normal vitamin C per hari.

Selama satu tahun pertama menyusui, ibu menyusui membutuhkan tambahan 45 mg vitamin C per harinya.

Baca Juga: 14+ Cara Menghilangkan Bau Vagina, Mudah dan Ampuh!

Hal Penting Sebelum Konsumsi Suplemen Vitamin C

Ilustrasi Vitamin C
Foto: Ilustrasi Vitamin C

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suplemen vitamin C.

Hal yang patut Moms lakukan dan perhatikan sebelum mengosumsi vitamin C dan juga tengah mengonsumsinya adalah;

  • Diskusikan pada dokter sebelum mengonsumsi suplemen vitamin C.
  • Hati-hati dalam penggunaan suplemen vitamin Cketika memiliki alergi pada makanan ataupun jenis obat tertentu
  • Perlu berhati-hati dalam menggunakan suplemen vitamin C jika Moms dan Dads mengalami riwayat gagal ginjal, batu ginjal, diabetes, hemokromatosis, dan juga defisiensi enzim G6PD
  • Ketika mengonsumsi vitamin C melebihi dosis, hal ini bisa memberikan efek buruk pada ginjal dan organ tubuh lainnya
  • Ketika memiliki rencana untuk menjalani tes gula darah atau tes sampel tinja, beri informasi pada dokter jika sedang mengonsumsi vitamin C. Kadar atau dosis vitamin C yang terlalu tinggi dalam tubuh akibat mengonsumsi suplemen bisa memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil pemeriksaan.

Baca Juga: Hufaxol: Fungsi, Dosis, dan Potensi Efek Sampingnya

Apa Perlu Konsumsi Vitamin C Melebihi 1000 MG?

Ilustrasi Vitamin C
Foto: Ilustrasi Vitamin C

Kebutuhan tubuh akan vitamin C, sebetulnya bisa terpenuhi melalui makanan-makanan yang dikonsumsi sehari-hari, misalnya melalui sayuran dan buah-buahan.

Sayangnya akibat sibuknya aktivitas sehari-hari, tidak semua orang dapat dengan rutin mengonsumsi buah dan sayuran untuk memenuhi kebutuhan vitamin C di tubuhnya.

Oleh karena itu, dimasyarakat mulai beredar banyak suplemen yang mengandung vitamin C.

Bahkan ada suplemen yang menawarkan dosis vitamin C dari 1.000 hingga 2.000 mg untuk suplemen yang dikonsumsi.

Jelas ini jauh berbeda dari aturan yang ditetapkan. Apakah boleh melebihi batas wajar?

Menurut sebuah penelitian dalam American Journal of Clinical Nutrition, tubuh manusia hanya mampu mengolah 120-200 mg vitamin C setiap harinya.

Karenanya, melihat dari standar minimal yang ditetapkan dalam AKG sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kita setiap harinya.

Baca Juga: Penyempitan Tulang Belakang: Gejala hingga Cara Mengobatinya

Efek Samping Vitamin C

Jus Jeruk dan Lemon
Foto: Jus Jeruk dan Lemon (Pexels.com)

Meskipun vitamin C adalah nutrisi penting, namun mengonsumsi terlalu banyak dapat memberikan efek samping bagi tubuh.

Vitamin C adalah vitamin yang larut dalam air yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan normal serta membantu tubuh menyerap zat besi.

Menurut Mayo Clinic, untuk orang dewasa, dosis vitamin C harian yang direkomendasikan adalah 65-90 miligram (mg) sehari, dan batas maksimal adalah 2.000 mg sehari.

Meskipun sumber vitamin C dari makanan mungkin tidak berbahaya, suplemen dosis vitamin C terlalu tinggi dapat menyebabkan:

Ingat, bagi kebanyakan orang, pola makan yang sehat dan mengonsumsi dosis vitamin C dengan jumlah cukup, itu sudah cukup baik.

National Institutes of Health mengungkapkan, selain mengonsumsi vitamin suplemen, vitamin C bisa diraih dari sayur dan buah-buahan.

Buah jeruk, tomat, kentang, paprika merah dan hijau, kiwi, brokoli, strawberry, melon meurupakan sumber utama vitamin C yang bisa Moms konsumsi di rumah.

Mengonsumsi dosis vitamin C melebihi standar yang ditetapkan justru tidak akan memberikan manfaat apa-apa.

Moms harus memilih suplemen dengan dosis, agar vitamin C yang masuk dalam tubuh tidak terbuang sia-sia dan memberikan fungsi maksimal sesuai dengan yang diharapkan.

Baca Juga: Dusun Bambu Lembang: Lokasi, Tiket Masuk, dan Aktivitasnya!

Bolehkah Dicampur dengan Obat Lain?

Minum Obat
Foto: Minum Obat (Shutterstock.com)

Usai memahami mengenai dosis vitamin C yang tepat, yuk ketahui apakah pemakaian vitamin C bisa dilakukan bersama obat lain!

Ternyata mengonsumsi vitamin C berbarengan dengan obat lain terkadang bisa menurunkan khasiat obat, Moms!

  • Mengonsumsi vitamin C bisa menurunkan efektivitas pil KB serta fluphenazine.
  • Mengonsumsi vitamin C bisa menurunkan efektivitas vitamin C ketika dikonsumsi berbarengan dengan aspirin.
  • Menurunkan efek obat kemoterapi, niacin (vitamin B3), warfarin, dan obat golongan statin.
  • Meningkatkan risiko keracunan zat besi terjadap jantung kita dikonsumsi bersamaan dengan obat deferoxamine.

Wah, jadi kita tidak boleh sembarangan mengonsumsi vitamin C ketika sedang minum obat yang lain, ya Moms!

Jangan lupa untuk berkonsultasi dulu dengan dokter, ya!

Baca Juga: Mengenal Candi Ijo Jogja, Suguhkan Pemandangan Indah saat Sunset!

Namun ingat, jangan terlalu bergantung pada suplemen ya.

Konsumsi buah dan sayuran yang mengandung vitamin C lebih baik dan juga dibutuhkan untuk memperoleh kadar vitamin dan mineral lain untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh.

  • https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/by-the-way-doctor-whats-the-right-amount-of-vitamin-c-for-me
  • https://academic.oup.com/ajcn/article/95/5/1079/4576767
  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/vitamin-c/faq-20058030
  • https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminC-HealthProfessional/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.