23 Juni 2023

Paracetamol untuk Ibu Menyusui, Ketahui Efek Sampingnya!

Minum dengan dosis yang disarankan ya, Moms

Pada dasarnya, konsumsi paracetamol untuk ibu menyusui sebenarnya aman. Hanya saja Moms harus memilih jenis dan dosis yang aman.

Tidak hanya penting memerhatikan asupan makanan yang penuh nutrisi sehingga didapati ASI berkualitas. Di masa menyusui, Moms tentu ingin berhati-hati dalam memilih obat yang perlu dikonsumsi.

Salah satu obat yang kerap menjadi pilihan dalam mengatasi rasa sakit adalah paracetamol.

Lalu, seperti apa penggunaan paracetamol untuk ibu menyusui? Adakah dosis dan apa efek samping dari obat ini?

Moms bisa mencari tahu lebih lanjut tentang paracetamol untuk ibu menyusui di artikel berikut ini.

Pengertian dan Fungsi Paracetamol untuk Ibu Menyusui

Parasetamol
Foto: Parasetamol (Orami Photo Stock)

Sebelum mengetahui seperti apa anjuran penggunaan paracetamol untuk ibu menyusui, Moms perlu tahu arti dan fungsi paracetamol secara umum.

Mengutip Drugs, paracetamol (acetaminophen) adalah obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas di apotek atau toko obat terdekat untuk meredakan sakit kepala atau demam.

Obat ini bekerja terutama di sistem saraf pusat (otak dan tulang belakang).

Paracetamol diduga dapat mengurangi intensitas sinyal nyeri ke otak.

Obat ini dapat mencegah pelepasan zat, yang disebut prostaglandin, yang meningkatkan rasa sakit dan suhu tubuh.

Biasanya, paracetamol digunakan untuk mengobati berbagai kondisi seperti nyeri otot, radang sendi, sakit punggung, sakit gigi, masuk angin, dan demam.

Obat ini juga mengurangi rasa sakit pada arthritis ringan, tetapi tidak berpengaruh pada peradangan dan pembengkakan sendi yang mendasarinya.

Paracetamol juga dapat digunakan untuk tujuan lain yang tidak tercantum dalam panduan pengobatan.

Baca Juga: 18 Obat untuk Puting Lecet Alami dan yang Tersedia di Apotek

Penggunaan Paracetamol untuk Ibu Menyusui

Paracetamol
Foto: Paracetamol (Istockphoto.com)

National Health Service (NHS) mengatakan bahwa ibu menyusui bisa mengonsumsi paracetamol.

Hanya sedikit dari obat ini yang masuk ke ASI dan kemungkinan juga tidak akan membahayakan Si Kecil.

Namun, Moms perlu memerhatikan dosis yang sesuai agar obat bekerja dengan maksimal dan tidak berbahaya.

Moms akan menemukan anjuran pemakaiannya pada kemasan atau di selebaran di dalam kemasannya.

Tetapi, meskipun paracetamol untuk ibu menyusui dapat digunakan, sebaiknya Moms berkonsultasi dengan ahli kesehatan, seperti dokter umum.

Terlebih, jika Si Kecil mengalami kondisi: lahir prematur, berat badan lahir rendah, punya kondisi medis.

Selain itu, berhati-hatilah tentang paracetamol yang dikombinasikan dengan obat lain.

Baca Juga: Benarkah Batuk Bisa Jadi Tanda Gagal Jantung? Kenali Gejala Lain dan Pengobatannya

Paracetamol juga sering dikombinasikan dengan obat lain, termasuk kodein.

Paracetamol yang dikombinasikan dengan kodein dapat disebut co-codamol atau Solpadeine.

Kodein dan obat-obatan lain mungkin tidak cocok untuk dikonsumsi pada ibu menyusui.

Karena itu, agar keamanan terjamin, pastikan berkonsultasi dengan dokter dahulu sebelum mengonsumsi paracetamol untuk ibu menyusui.

Selain itu, penting dicatat bahwa obat sakit kepala juga mengandung paracetamol, obat yang memiliki aktivitas sebagai antipyretic sekaligus analgetik, propyphenazone, dan obat anti inflamasi.

Analgetik sekaligus mempunyai efek antipiretik, kafein, suatu stimulan sistem saraf pusat yang berguna mencegah rasa kantuk, dan dexchlorpheniramine maleate obat anti alergi yang termasuk golongan antihistamin.

Paracetamol membutuhkan waktu hingga satu jam untuk bekerja.

Selain itu, dosis paracetamol yang biasa adalah satu atau dua tablet 500mg sekaligus.

Penting dicatat agar jangan minum paracetamol dengan obat lain yang mengandung paracetamol.

Paracetamol aman dikonsumsi selama kehamilan dan saat menyusui, dengan dosis yang dianjurkan.

Beberapa nama merek obat paracetamol yang terkenal termasuk Disprol, Hedex, Medinol dan Panadol.

Baca Juga: 9 Obat Asam Urat Alami, Mulai dari Pisang hingga Tanaman Tradisional!

Efek Samping Paracetamol untuk Ibu Menyusui

Ibu Hamil Minum Obat
Foto: Ibu Hamil Minum Obat (Istockphoto.com)

Setiap obat memiliki efek yang bermacam-macam jika dikonsumsi oleh ibu menyusui karena dapat berpengaruh ke ASI.

Studi tahun 2017 yang diterbitkan di EBioMedicine menjelaskan bahwa paracetamol adalah obat bebas dan dijual dengan merek berbeda, murni, atau dalam kombinasi dengan vitamin C dan kafein.

Parasetamol aman digunakan pada dosis terapeutik.

Dalam jurnal British Journal of Clinical Pharmacology, disebutkan bahwa paracetamol saat ini dipasarkan sebagai analgesik dan antipiretik, untuk digunakan tidak lebih dari 3 hari tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Namun, karena dimasukkan dalam jenis analgesik di WHO, serta pengalaman klinis puluhan tahun, paracetamol juga diresepkan dalam kondisi kronis seperti osteoartritis dan nyeri punggung bawah.

Sama seperti obat lainnya, penggunaan paracetamol untuk ibu menyusui juga dapat memberikan efek samping.

Mengutip dari Alcohol and Drug Foundation, efek samping paracetamol yang paling umum adalah mengantuk dan kelelahan, serta ruam dan gatal.

Pada anak-anak, terkadang mengalami gula darah rendah dan tremor, serta merasa lapar, pingsan, dan bingung setelah mengonsumsi paracetamol.

Jadi, berhenti menggunakan paracetamol dan hubungi dokter jika Moms masih mengalami demam setelah 3 hari penggunaan, masih merasakan nyeri setelah 7 hari penggunaan (atau 5 hari jika merawat anak).

Selain itu, bila Moms mengalami:

Jika gejala memburuk, atau jika Moms memiliki gejala baru, konsultasikan langsung ke dokter.

Tes glukosa urin mungkin memberikan hasil yang salah saat Moms menggunakan paracetamol.

Bicaralah dengan dokter jika Moms pengidap diabetes dan melihat perubahan kadar glukosa selama perawatan.

Simpan paracetamol pada suhu kamar jauh dari panas dan lembap.

Supositoria rektal dapat disimpan pada suhu kamar atau di lemari es.

Baca Juga: Aturan Pakai dan Efek Samping Flucadex, Obat untuk Atasi Flu

Berikut beberapa efek samping yang jarang terjadi setelah minum paracetamol:

  1. Urine menjadi keruh atau tinja berdarah dan berwarna gelap.
  2. Tubuh merasa lelah.
  3. Demam dengan atau tanpa menggigil dan kondisi ini tidak terjadi sebelum minum obat.
  4. Muncul rasa nyeri di punggung bagian bawah atau samping.
  5. Muncul ruam kulit dan gatal-gatal di daerah sekitar.
  6. Muncul luka, bisul, atau bintik-bintik putih di bibir dan mulut.
  7. Mata atau kulit berubah menjadi kuning

Overdosis Pemakaian Paracetamol untuk Ibu Menyusui

Obat-obatan
Foto: Obat-obatan (Freepik.com/Freepik)

Jika Moms mengonsumsi dengan dosis yang berlebih, sebaiknya segera berkunjung ke dokter untuk mencegah overdosis.

Gejala overdosis, biasanya hanya terjadi 24 jam setelah mengonsumsi obat.

Penangkal dapat diberikan jika ambulans dipanggil segera setelah minum paracetamol.

Overdosis paracetamol untuk ibu menyusui juga bisa menimbulkan efek samping, seperti:

Kematian akibat overdosis paracetamol bisa memakan waktu antara dua dan empat hari dan biasanya karena gagal hati.

Sementara, efek jangka panjang dari penggunaan paracetamol untuk ibu menyusui secara teratur dapat menyebabkan efek seperti:

  • Kelelahan
  • Sesak napas
  • Jari dan bibir berwarna kebiruan
  • Anemia
  • Kerusakan hati dan ginjal.

Baca Juga: Paracetamol untuk Bayi dan Anak-anak, Ketahui Dosis yang Tepat serta Cara Pemberiannya di Sini!

Anjuran Pemakaian Paracetamol untuk Ibu Menyusui

Ibu Hamil Minum Obat
Foto: Ibu Hamil Minum Obat (Istockphoto)

Jika ingin menggunakan paracetamol untuk ibu menyusui, konsumsi sesuai dengan anjuran persis seperti yang tertera pada label, atau seperti yang diresepkan oleh dokter.

Jangan gunakan lebih banyak obat ini dari yang direkomendasikan.

Overdosis paracetamol dapat menyebabkan bahaya serius.

Jumlah maksimal untuk orang dewasa adalah 1 gram (1.000 mg) per dosis dan 4 gram (4.000 mg) per hari.

Mengonsumsi lebih banyak paracetamol untuk ibu menyusui dapat menyebabkan kerusakan pada hati.

Jika Moms minum lebih dari tiga minuman beralkohol per hari, bicarakan dengan dokter sebelum menggunakan paracetamol dan jangan pernah menggunakan lebih dari 2 gram (2.000 mg) per hari.

Penggunaan paracetamol untuk ibu menyusui sebaiknya gunakan bentuk paracetamol khusus pediatrik.

Ikuti petunjuk dosis dengan hati-hati pada label obat. Jangan berikan obat kepada anak di bawah 2 tahun tanpa nasihat dokter.

Paracetamol jika dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan jarang sekali menimbulkan efek samping.

1. Paracetamol Jenis Cair

Jika Moms mengonsumsi paracetamol untuk ibu menyusui jenis cair, takar paracetamol dengan sendok takar atau cangkir takar khusus, bukan sendok makan biasa.

Bila tidak memiliki alat pengukur dosis, tanyakan pada apoteker.

Moms mungkin perlu mengocok obatnya sebelum digunakan.

Ikuti petunjuk pada label obat, Moms bisa mengonsumsi paracetamol sebanyak 3-4 kali.

2. Paracetamol Jenis Tablet

Sementara, pada paracetamol tablet 500 mg. Tablet paracetamol harus dikunyah secara menyeluruh sebelum Moms menelannya.

Paracetamol tablet dapat diminum tiap 4–6 jam sekali untuk meredakan demam.

Pastikan tangan kering saat memegang tablet penghancur paracetamol.

Letakkan tablet di lidah, karena obat ini akan mulai larut segera. Jangan menelan tablet seluruhnya.

Biarkan tablet ini larut di mulut tanpa dikunyah.

Baca Juga: Dilema Sandwich Generation, Moms dan Dads Juga Salah Satunya?

3. Paracetamol Jenis Effervescent

Untuk menggunakan butiran effervescent paracetamol, larutkan satu butiran setidaknya dalam 120 mL air minum.

Aduk campuran ini dan minum semuanya segera.

Untuk memastikan Moms mendapatkan seluruh dosis, tambahkan sedikit lebih banyak air ke gelas yang sama, aduk perlahan dan minum segera.

Moms bisa mengonsumsinya sebanyak 3-4 kali sehari.

4. Paracetamol Jenis Rektal

Paracetamol jenis rektal 325-650 mg bisa diminum setiap 4-6 jam atau 1.000 mg tiap 6-8 jam.

Jangan gunakan supositoria rektal paracetamol melalui mulut. Ini hanya untuk digunakan di rektum atau anus.

Cuci tangan sebelum dan sesudah memasukkan supositoria.

Cobalah untuk mengosongkan usus dan kandung kemih sebelum menggunakan supositoria paracetamol.

Lepaskan pembungkus luar dari supositoria sebelum memasukkannya. Hindari memegang supositoria terlalu lama karena akan meleleh di tangan.

Untuk hasil terbaik dari penggunaan paracetamol jenis ini, berbaring dan masukkan ujung runcing supositoria terlebih dahulu ke dalam rektum.

Tahan di supositoria selama beberapa menit.

Obat ini akan meleleh dengan cepat setelah dimasukkan dan Moms akan merasa sedikit atau tidak nyaman saat menggunakannya.

Hindari buang air besar setelah memasukkan supositoria. Jadi, lakukan setelah Moms buang air besar ya.

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Paracetamol

Ibu Hamil Minum Air Putih
Foto: Ibu Hamil Minum Air Putih (Parenting.firstcry.com)

Penggunaan paracetamol untuk ibu menyusui memang aman, hanya saja ada beberapa kondisi yang tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat tersebut.

Berikut ini orang yang tidak dianjurkan minum paracetamol:

  • Memiliki penyakit hati atau ginjal.
  • Peminum alkohol berat.
  • Memiliki berat badan sangat rendah.
  • Memiliki alergi paracetamol.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan paracetamol jika Moms menderita gangguan hati atau ginjal.
  • Beri tahu dokter jika Moms sedang mengonsumsi obat, seperti obat untuk epilepsi, tuberkulosis (TBC), obat pengencer darah, suplemen, atau obat herbal.
  • Segera ke rumah sakit jika demam tidak mereda selama 3 hari, serta ketika muncul kemerahan pada kulit.
  • Segera ke dokter jika terjadi reaksi alergi obat atau overdosis.

Baca Juga: 15 Obat Alami Sakit Tenggorokan dan Radang Tenggorokan untuk Anak dan Dewasa!

Interaksi dengan Obat Lain

Obat-obatan
Foto: Obat-obatan (Pexels.com)

Pada umumnya pracetamol aman dikonsumsi dengan obat resep lain.

Namun, tidak semua orang aman mengonsumsi paracetamol, ya Moms.

Selain karena kehamilan, ini dia beberapa obat lainnya yang akan berinteraksi dengan paracetamol:

  • Warfarin, obat untuk mencegah penggumpalan darah. Paracetamol berisiko meningkatkan pendarahan jika diminum secara teratur.
  • Obat untuk epilepsi.
  • Obat untuk tuberkulosis (TBC).

Baca Juga: Paracetamol untuk Bayi dan Anak-anak, Ketahui Dosis yang Tepat serta Cara Pemberiannya di Sini!

Itu dia Moms, penjelasan mengenai penggunaan paracetamol untuk ibu menyusui.

Jika sedang demam atau sakit saat masih menyusui, usahakan Moms mengonsumsi cukup air untuk mengisi kembali cairan yang telah hilang.

Cairan ini tidak harus selalu air putih karena bisa bersumber dalam bentuk kaldu di dalam sup, sayur-sayuran, atau jus buah.

Bila tidak berhasil, Moms bisa mengonsumsi obat paracetamol.

Untuk keamanan, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat ini, ya.

  • https://bpspubs.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/bcp.13656
  • https://adf.org.au/drug-facts/paracetamol/
  • https://www.nhs.uk/conditions/baby/breastfeeding-and-bottle-feeding/breastfeeding-and-lifestyle/medicines/
  • drugs.com/paracetamol.html
  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breastfeeding-and-medications/art-20043975

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.