Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
26 Juli 2022

7+ Pantangan Makanan untuk Penyakit Liver, Hindari Konsumsi Minuman Bersoda!

Produk yang terbuat dari tepung putih merupakan pantangan makanan untuk penyakit liver
7+ Pantangan Makanan untuk Penyakit Liver, Hindari Konsumsi Minuman Bersoda!

Konsumsi makanan sehat akan membuat organ tubuh sehat, termasuk liver. Bagaimana dengan penderita penyakit liver, apa saja pantangan makanan untuk penyakit liver?

Jika Moms atau Dads adalah seorang pasien penyakit liver maka menu makanan akan disesuaikan dengan kebutuhan.

Dilansir dari MedlinePlus, protein biasanya membantu tubuh memperbaiki jaringan. Mereka juga mencegah penumpukan lemak dan kerusakan sel-sel hati.

Pada orang dengan penyakit liver, protein tidak diproses dengan benar. Produk limbah dapat menumpuk dan mempengaruhi otak.

Lalu, jika terus menerus mengonsumsi pantangan makanan untuk penyakit liver, maka bisa saja memburuk dan proses penyembuhan menjadi semakin melambat.

Pantangan Makanan Untuk Penyakit Liver

Ilustrasi liver

Foto: Ilustrasi liver

Foto: ilustrasi hati manusia (Orami Photo Stock)

Selain perubahan pola makan, ada baiknya mengonsumsi multivitamin setiap hari.

Menurut Gastroenterology Center, tergantung pada derajat sirosis, pasien mungkin kekurangan mineral kunci dan vitamin larut lemak yang dibutuhkan tubuh.

Lalu, apa saja pantangan makan untuk penyakit liver?

1. Produk Roti

Tak bisa dipungkiri roti, kue, muffin, dan kue kering adalah kesukaan tiap orang, bukan?

Tapi, tahukah ada efek buruknya pada liver? Para ahli menyarankan bahwa produk roti harus benar-benar ditinggalkan sebagai pantangan makanan untuk penyakit liver.

Alasannya? Pertama, produk roti ini tinggi gula dan dapat menyebabkan obesitas.

Kedua, roti juga dapat menyebabkan kadar trigliserida yang lebih tinggi dalam tubuh, karena kandungan lemaknya yang dapat menyebabkan berbagai penyakit hati.

Lalu, bahan utama yang digunakan dalam produk ini adalah tepung putih halus (maida). Tepung putih sulit dicerna dan juga menimbulkan penumpukan lemak di hati.

Baca Juga: 6 Resep Udang Goreng Tepung untuk Buka Puasa, Buat Sendiri di Rumah Yuk, Moms!

2. Minuman Bersoda

Tidak apa-apa untuk mengonsumsi sedikit minuman soda sesekali, tetapi konsumsi teratur dapat mulai merusak hati dan dapat menyebabkan perkembangan berbagai komplikasi hati.

Selain itu, konsumsi soda berlebih juga merupakan penyebab utama kenaikan berat badan dan obesitas pada orang.

Obesitas dapat memengaruhi hati dengan meningkatkan akumulasi lemak di hati.

Selain itu soda juga menawarkan kombinasi mematikan gula dan karbohidrat olahan yang disebut kalori kosong dan merugikan kesehatan hati.

Baca Juga: 5+ Manfaat Hati Ayam untuk Kesehatan Tubuh Anak, Catat!

3. Alkohol

Konsumsi Alkohol.jpg

Foto: Konsumsi Alkohol.jpg (Independent.co.uk)

Foto: minuman alkohol (Orami Photo Stock)

Jika mengonsumsi alkohol dan di sisi lain tengah merawat hati maka hal yang pertama harus dilakukan adalah berhenti mengonsumsinya.

Apa yang terjadi jika mengonsumsi alkohol berlebih? Ketika liver mencoba untuk memecahnya, reaksi kimia dalam proses ini dapat merusak sel-selnya yang menyebabkan peradangan, kematian sel dan jaringan parut (fibrosis).

Bukan itu saja, konsumsi alkohol kronis dapat memblokir penyerapan nutrisi, meningkatkan efek toksik pada hati.

Konsumsi alkohol yang berlebihan untuk waktu yang lama menyebabkan sirosis hati yang merupakan jaringan parut ireversibel pada hati.

Orang yang mengalami sirosis dapat mengalami komplikasi seperti muntah darah, penyakit kuning, akumulasi cairan berlebih dalam tubuh dan juga kanker hati.

Alkohol adalah sumber kalori yang signifikan. Misalnya, sekaleng bir 5% 330ml mengandung sekitar 129 kalori dan segelas anggur 175ml (12%) memiliki sekitar 158 kalori (sebagai perbandingan, Cadbury Mini Roll mengandung 115 kalori dan sekaleng Coca-Cola 330ml mengandung 139 kalori).

Ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat. Alkohol dapat memperburuk kerusakan hati yang disebabkan oleh hepatitis virus kronis, penyakit hati terkait obesitas dan hemokromatosis.

Ini juga dapat meningkatkan risiko penyakit tulang dan dapat mengganggu sejumlah obat yang biasa diresepkan.

Baca Juga: 5 Resep Mudah Koktail Buah Segar dan Tanpa Alkohol

4. Makanan Cepat Saji

Pantangan makanan untuk penyakit liver selanjutnya adalah makanan cepat saji seperti kentang goreng, burger, hingga pizza.

Makanan cepat saji tidak baik untuk penyakit liver. Dengan kata lain, hati kalian perlu bekerja keras untuk memproses makanan ini.

Lemak jenuh yang tinggi dapat menimbulkan peradangan dari waktu ke waktu dan akhirnya berubah menjadi sirosis.

Lemak jenuh juga dapat meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan kadar kolesterol baik dalam tubuh dan juga meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke selain perlemakan hati.

5. Makanan Manis

makanan minuman manis.jpg

Foto: makanan minuman manis.jpg

Foto: makanan manis (Orami Photo Stock)

Terlalu banyak makanan manis dapat merusak liver. Itu karena bagian dari tugasnya adalah mengubah gula menjadi lemak.

Jika Moms dan Dads berlebihan, hati Anda membuat terlalu banyak lemak, yang akhirnya berkeliaran di tempat yang tidak seharusnya.

Jika dibiarkan, lemak yang berasal dari gula tadi juga bisa menumpuk di hati dan memicu terjadinya perlemakan hati atau fatty liver.

Jadi apabila Anda sudah didiagnosis memiliki penyakit liver, segera kurangi konsumsi gula sehari-hari. Dalam jangka panjang, Anda bisa mendapatkan kondisi seperti penyakit hati berlemak.

Jadi, bantulah hati dan jadikan permen sebagai camilan sesekali karena juga merupakan pantangan makanan untuk penyakit liver.

Baca Juga: Perhatikan 8 Gejala Kecemasan pada Anak Secara Fisik!

6. Makanan yang Kaya akan Garam

Garam tidak pernah mudah untuk liver. Moms dan Dads harus mengambil setiap tindakan yang mungkin untuk mengurangi asupan garam untuk menjaga kesehatan hati.

Asupan garam yang berlebihan dapat menyebabkan retensi air dalam tubuh. Mengonsumsi terlalu banyak garam bisa memperparah kondisi penyakit liver.

Bahkan, kebiasaan makan yang tidak sehat ini juga bisa memicu terjadinya fibrosis hati yang lama-kelamaan dapat berujung pada sirosis hati.

Sehingga apabila Anda yang memiliki penyakit liver, sebaiknya hindari makanan tinggi garam seperti daging olahan maupun camilan dan makanan dalam kemasan kaleng.

Kalian juga harus menghindari konsumsi sup kalengan dan makanan olahan yang kaya akan kandungan natrium.

Hindari camilan gurih kemasan seperti keripik, campuran, biskuit dan lainnya karena kaya akan lemak jenuh dan garam.

Keju olahan buruk bagi liver karena termasuk dalam kategori makanan olahan dan memiliki kandungan natrium dan lemak jenuh yang tinggi.

Konsumsi berlebih dapat menyebabkan penyakit hati berlemak, ditambah obesitas.

Baca Juga: 10 Cara Menghadapi Mertua Ikut Campur tanpa Menyakiti Hatinya

7. Daging merah

Daging merah mungkin tinggi protein, tetapi mencernanya adalah pekerjaan berat bagi liver.

Memecah protein tidak mudah bagi hati dan dapat menyebabkan berbagai masalah terkait hati.

Selain itu, penumpukan protein berlebih di hati dapat menyebabkan penyakit hati berlemak yang dapat berdampak buruk pada otak dan ginjal.

Putih telur baik untuk hati Anda, tetapi konsumsi berlebihan dapat menyebabkan masalah pencernaan dan kuning telur adalah sumber kolesterol jahat.

8. Gorengan

gorengan

Foto: gorengan

Foto: gorengan (Orami Photo Stock)

Pantangan makanan untuk penyakit liver ini yang lumayan sulit dihindari adalah gorengan. Padahal secara umum memang sudah buruk untuk kesehatan.

Kandungan lemak dan kalorinya yang tinggi membuat gorengan menjadi salah satu pantangan penyakit liver yang harus dihindari.

Itu dia beberapa pantangan makanan untuk penyakit liver. Mengkonsumsi semuanya dalam batas masih baik-baik saja, tetapi saat Moms dan Dads melewati batas ini, kalian mempertaruhkan kesehatan hati.

Mengkonsumsi buah-buahan kaya fruktosa dalam jumlah besar seperti kismis, buah-buahan kering dapat menyebabkan peradangan dan perlemakan hati.

Ini karena gula yang ada dalam buah-buahan, yang dikenal sebagai fruktosa, dapat menyebabkan jumlah lemak yang tidak normal dalam darah jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

Pisang tidak buruk untuk hati, tetapi cobalah untuk membatasinya menjadi 1-2 buah per hari dan tidak lebih dari itu karena fruktosa di dalamnya dapat menyebabkan penyakit hati berlemak.

Pastikan Moms dan Dads selalu peduli pada kesehatan hati dan organ tubuh lainnya, ya!

  • https://britishlivertrust.org.uk/information-and-support/living-with-a-liver-condition/diet-and-liver-disease/
  • https://www.webmd.com/hepatitis/ss/slideshow-best-and-worst-foods-for-your-liver
  • https://www.narayanahealth.org/blog/foods-to-avoid-for-healthy-liver/
  • https://link.springer.com/article/10.1007/s11901-021-00563-z
  • https://www.espen.org/files/ESPEN-Guidelines/ESPEN_practical_guideline_Clinical_nutrition_in_liver_disease.pdf
  • https://medlineplus.gov/ency/article/002441.htm
  • https://www.healthline.com/health/fatty-liver-diet#extra-steps
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5114497/
  • https://www.healthline.com/nutrition/liver-cirrhosis-diet#how-to-follow
  • https://www.gastrocenter.org/our-centers/liver-center-at-gcc/diet-in-liver-disease/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5580118/
  • https://www.health.qld.gov.au/__data/assets/pdf_file/0031/145948/gastro_cld.pdf
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482419/