25 Februari 2022

Mometasone Furoate (Obat Antiradang): Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Ada yang berbentuk semprot hidung dan obat oles

Mometasone Furoate adalah obat yang biasa diresepkan dokter untuk mengurangi gejala peradangan pada beberapa penyakit.

Misalnya asma, polip hidung, eksim, psoriasis, atau rhinitis alergi.

Obat antiradang ini tersedia dalam beberapa bentuk, yaitu semprot hidung dan obat oles atau topikal.

Cara kerja obat ini adalah memengaruhi sel yang berperan dalam reaksi peradangan.

Beberapa di antaranya adalah sel mast, eosinofil, histamin, leukotriene, dan sitokin.

Baca Juga: Amfetamin, Obat Golongan Psikotropika yang Bantu Atasi ADHD

Manfaat dan Kegunaan Mometasone Furoate

Cara Mengatasi Rhinitis Kehamilan 2.jpg
Foto: Cara Mengatasi Rhinitis Kehamilan 2.jpg (whattoexpect.com)

Foto: Orami Photo Stock

Mometasone Furoate memiliki manfaat utama sebagai pereda peradangan.

Untuk bentuk sediaan semprot hidung, obat ini membantu meredakan gejala asma, rhinitis alergi, dan polip hidung.

Menurut studi pada 2019 di jurnal Medicine, mengungkapkan Mometasone Furoate dapat mengobati polip hidung secara efektif.

Mometasone Furoate, seperti kebanyakan steroid, dapat mengurangi peradangan.

Obat ini secara langsung menargetkan saluran udara di paru-paru.

Efek antiinflamasi dalam obat ini membantu mengurangi hiperresponsif paru-paru, yang berperan dalam gejala asma.

Hal ini diungkapkan dalam studi pada 2016 di jurnal Multidisciplinary Respiratory Medicine.

Sementara itu, Mometasone Furoate bentuk sediaan oles atau topikal biasanya digunakan untuk mengatasi penyakit kulit.

Terutama yang disebabkan oleh peradangan, seperti eksim dan psoriasis.

Baca Juga: 9+ Obat Gatal pada Kulit Anak yang Paling Efektif, Bisa Pakai Kompres Dingin!

Dosis Mometasone Furoate

3 Komplikasi Polip Hidung Pada Anak Jika Tak Segera Diatasi 2.jpg
Foto: 3 Komplikasi Polip Hidung Pada Anak Jika Tak Segera Diatasi 2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dosis Mometasone Furoate pada setiap pasien bisa berbeda-beda, tergantung usia dan kondisi yang dialami.

Agar lebih pasti, dosis harus dikonsultasikan pada dokter.

Untuk Mometasone Furoate bentuk sediaan semprot hidung, berikut ini dosisnya berdasarkan kondisi yang diatasi:

1. Untuk Mengatasi Rhinitis Alergi

Dewasa:

  • Dosis awal semprotkan larutan 0,05%, sebanyak 0,1 mg, sekali sehari.
  • Dosis lanjutan dapat ditambah menjadi 0,2 mg, sekali sehari, bila diperlukan.

Anak-anak usia 3–11 tahun:

Dosis awal semprotkan larutan 0,05%, sebanyak 0,05 mg, sekali sehari.

2. Untuk Mengatasi Polip Hidung

Dewasa:

  • Dosis awal semprotkan sebanyak 0,1 mg, sekali sehari.
  • Dosis selanjutnya dapat ditingkatkan menjadi 2 kali sehari, setelah 5–6 minggu.

Baca Juga: Kenali Obat Chlorhexidine: Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

Sementara itu, untuk Mometasone Furoate bentuk sediaan topikal, dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kulit.

Misalnya, untuk membantu meredakan gejala eksim dan psoriasis.

Dosisnya untuk dewasa dan anak-anak ≥2 tahun adalah krim/salep 0,1% dioleskan tipis pada area kulit yang sakit, sekali sehari.

Penggunaan obat tidak boleh lebih dari 3 minggu.

Cara Penggunaan Mometasone Furoate

pengobatan scabies kulit krim.jpg
Foto: pengobatan scabies kulit krim.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Pastikan mengikuti dosis dan arahan dokter dalam menjalani pengobatan dengan obat ini.

Hindari menambah atau mengurangi dosis Mometasone Furoate tanpa instruksi dari dokter.

Jangan juga menggunakan obat lebih lama dari waktu yang dianjurkan.

Cara penggunaan Mometasone Furoate tergantung pada bentuk sediaannya.

Untuk bentuk semprotan hidung, berikut ini petunjuk cara penggunaannya:

  • Sebelum menggunakan obat, cucilah tangan terlebih dahulu dengan sabun dan air mengalir. Pastikan juga hidung dalam keadaan bersih.
  • Lalu, pasang posisi kepala tegak dan semprotkan obat ke setiap lubang hidung.
  • Jangan lupa untuk menutup lubang hidung yang satunya saat melakukan penyemprotan.
  • Semprotkan cairan sesuai dosis yang ditentukan dokter.
  • Setelah menyemprotkan obat, jangan bersin atau membersihkan hidung selama beberapa saat.
  • Jika sudah selesai, segera bilas bagian ujung botol semprotan dengan air hangat, dan tutup.
  • Simpan kembali botol semprotan di tempat yang aman. Hindari berbagi botol obat dengan orang lain, untuk menghindari penyebaran penyakit.

Sementara itu, untuk Mometasone Furoate bentuk sediaan topikal seperti salep, krim, atau gel, berikut ini cara pakainya:

  • Sebelum menggunakan obat, cucilah tangan terlebih dahulu dengan air mengalir dan sabun.
  • Lalu, keluarkan secukupnya obat dan oleskan pada area kulit yang bermasalah.
  • Jika sudah, biarkan obat bekerja. Jangan menutup area kulit yang dioleskan obat dengan perban atau kain.

Baca Juga: Mupirocin (Salep Antibiotik): Fungsi, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Agar hasilnya optimal, baik Mometasone Furoate semprot hidung atau topikal, sebaiknya gunakan di jam yang sama setiap harinya.

Berhati-hati dalam menggunakan obat ini, jangan sampai tertelan atau terkena mata.

Jika terkena mata, segera bilas dengan air mengalir.

Bila tak sengaja tertelan, segera hubungi dokter.

Efek Samping dari Mometasone Furoate

Radang Tenggorokan pada Ibu dan Anak 01.jpg
Foto: Radang Tenggorokan pada Ibu dan Anak 01.jpg (quickanddirtytips.com)

Foto: Orami Photo Stock

Mometasone Furoate umumnya ditoleransi dengan baik.

Namun, obat ini tetap memiliki efek sampin yang dapat terjadi, baik yang umum dan ringan, hingga parah.

Steroid, termasuk Mometasone Furoate, meningkatkan risiko beberapa infeksi karena penurunan aktivitas kekebalan.

Efek samping mometason furoate yang sering terlihat adalah infeksi ringan.

Efek samping yang umum termasuk:

Baca Juga: Kenali Obat Clopidogrel: Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

Selain efek samping yang umum dan ringan, ada juga risiko efek samping parah dari penggunaan Mometasone Furoate.

Namun, efek samping yang parah sebenarnya jarang terjadi.

Selah satu risiko efek samping parah yang dapat terjadi adalah reaksi alergi berat atau anafilaksis.

Tanda-tanda reaksi anafilaksis meliputi:

  • Gatal-gatal.
  • Ruam.
  • Pembengkakan pada wajah dan mulut.
  • Sulit bernapas.

Pada kasus yang jarang terjadi, obat ini secara paradoks dapat menyebabkan gejala asma yang parah karena bronkospasme.

Karena menekan sistem kekebalan, obat ini menyebabkan reaktivasi infeksi parah, seperti TBC, infeksi parasit, atau cacar air.

Tanda-tanda infeksi ini dapat memburuk selama beberapa hari atau minggu.

Segera hubungi dokter jika mengalami demam, kelelahan, nyeri otot, atau gejala baru lainnya.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/labs/pmc/articles/PMC6709136/
  • https://mrmjournal.biomedcentral.com/articles/10.1186/s40248-016-0054-3
  • https://www.healthline.com/health/drugs/mometasone-nasal-suspension-spray
  • https://www.verywellhealth.com/what-is-mometasone-furoate-201210
  • https://www.mims.com/indonesia/drug/info/mometasone?mtype=generic
  • https://www.drugs.com/mtm/mometasone-nasal.html
  • https://www.drugs.com/pro/mometasone-cream

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.