Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
21 Oktober 2021

Mengenal Antasida, Solusi Sakit Maag atau Asam Lambung

Adakah efek samping dari antasida? Simak penjelasannya berikut ini ya!
Mengenal Antasida, Solusi Sakit Maag atau Asam Lambung

Antacid atau antasida adalah obat yang berguna untuk mengurangi gejala penyakit maag maupun asam lambung. Obat ini memiliki bentuk berupa tablet kunyah maupun cairan suspensi.

Apabila Moms ingin mencari antasida, obat ini dapat ditemukan di apotik terdekat tanpa harus menggunakan resep dokter.

Antasida tidak dijual dengan nama yang sama, tapi menggunakan merek dagang yang berbeda.

Beberapa merek yang bisa ditemukan di pasaran seperti Mylanta, Maalox, Rolaids, Gaviscon, Pepto-Bismol, Alternagel, Gelusil dan Tums.

Antasida seperti Tums dan Rolaids memiliki kandungan kalsium karbonat dan magnesium hidroksida yang berguna untuk menetralkan asam pada perut.

Kedua jenis obat ini bekerja dalam waktu cepat, jangka pendek dan tidak memiliki efek samping yang berbahaya apabila dikonsumsi sesuai aturan yang tepat.

Terpenting lagi dengan mengikuti rekomendasi dosis karena kadar kalsium karbonat yang tinggi bisa menyebabkan mual, sembelit, perubahan suasana hati hingga detak jantung.

Jenis obat ini masih dianggap aman dan sering digunakan sebagai suplemen kalsium serta meredakan sakit maag.

Baca Juga: Regurgitasi, Kondisi Saat Makanan atau Asam Lambung Naik Kembali ke Mulut

Perbedaan Maag dan Asam Lambung

antasida

Foto: antasida

Foto: Pexels.com

Maag dan asam lambung merupakan penyakit dengan gejala sama, namun berbeda. Banyak orang yang beranggapan keduanya merupakan penyakit yang sama.

Pada penyakit maag, lapisan pelindung lambung mengalami peradangan atau pembengkakan. Peradangan ini terjadi akibat adanya infeksi bakteri sehingga menciptakan luka di lambung.

Sedangkan asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) terjadi saat asam lambung keluar dari dalam perut menuju kerongkongan.

Penyakit Asam Lambung

Sistem pencernaan manusia memiliki perlindungan dari cairan asam. Pada level normal, asam berperan dalam membantu proses pencernaan protein.

Lambung yang memproduksi asam dengan kadar lebih dari normal bisa mengakibatkan rusaknya organ pencernaan. Tingkat keasamannya dapat mencapai pH 2-3.

Semakin kecil, semakin besar pula tingkat keasamannya.

Adapun gejala yang dialami saat asam lambung meningkat, sebagai berikut!

  1. Dada terasa nyeri seperti terbakar bahkan naik ke kerongkongan
  2. Saat berbaring, ada rasa tidak nyaman
  3. Adanya gangguan pada sistem pencernaan, perut terasa sakit, kembung, hingga sendawa berlebihan.

Pada kondisi ini, antasida berperan dalam mengatasi naiknya asam lambung. Saat asam lambung meningkat, obat ini dapat bekerja meredakan nyeri, mual, muntah, panas di bagian dada hingga perut kembung.

Fungsi dari obat ini adalah menetralisir asam lambung. Hanya dalam hitungan menit, obat mampu bekerja dengan cepat. Namun, ini hanya berfungsi sebagai pereda bukan untuk menyembuhkan.

Saat dikonsumsi, antasida ini bisa dikombinasikan dengan obat pereda gejala sakit maag, gastritis maupun asam lambung.

Beberapa jenis obat yang termasuk dalam antasida, biasanya terdapat kandungan kalsium karbonat, magnesium karbonat, aluminium hidroksida atau magnesium hidroksida.

Terkadang juga dicampur dengan obat lain seperti simethicone atau alginat.

Baca Juga: Ini Gejala Asam Lambung Naik ke Kepala dan Cara Mengatasinya, Catat!

Penyakit Maag

Selain asam lambung, antasida ini berfungsi untuk meredakan masalah maag. Bahkan maag kronis sekalipun. Penyebab terjadinya beragam, salah satunya adalah peradangan yang terjadi pada lapisan lambung.

Penyakit ini terjadinya bertahap dan bisa berkembang lebih parah. Oleh karena itu, pengobatan sangat diperlukan untuk untuk mencegah keparahan.

Gejala maag kronis ini bisa diatasi dengan obat ini.

Baca Juga: Maag Akut, Peradangan atau Pembengkakan Tiba-tiba pada Lapisan Lambung

Terapi dengan Antasida

penyakit asam lambung

Foto: penyakit asam lambung (Freepik.com)

Foto: Orami Photo Stock

Antasida mengurangi asam yang mencapai duodenum (usus dua belas jari) dengan menetralkan asam yang ada di lambung. Tujuan terapi utamanya adalah:

  • Mengurangi rasa sakit
  • Menghilangkan pylorospasms (tertahannya aliran pada lubang antara usus dan lambung)
  • Hindari pencernaan dan korosi oleh asam chyme
  • Mekanisme penetralan asam oleh garam bervariasi dan setiap garam memiliki mekanisme yang berbeda dengan tujuan akhir penetralan asam

Perhatikan Beberapa Hal Ini Sebelum Mengkonsumsi Antasida

antasida

Foto: antasida

Foto: Pexels.com

Dalam sebuah penelitian di Journal of Pharmaceutics and Therapeutics antasida digunakan dalam jangka pendek (maksimum 2 minggu). Antasida bisa bereaksi cepat untuk mengendalikan gejala, tetapi efeknya relatif singkat (kurang dari 2 jam).

Antasida bisa dikonsumsi oleh anak-anak dan dewasa. Sedangkan pada ibu hamil dan menyusui, perlu dosis dan anjuran dokter sebelum mengkonsumsi obat ini.

Meskipun bebas dijual, penggunaannya tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  1. Apabila memiliki alergi terhadap kandungan di dalam obat ini, sebaiknya jangan dikonsumsi.
  2. Untuk anak di bawah usia 12 tahun penggunaannya perlu dikonsultasikan terlebih dulu pada dokter.
  3. Apabila memiliki penyakit hipertensi, jantung, ginjal, diabetes, penyakit hati, radang usus sebaiknya konsultasikan terlebih dulu pada dokter.
  4. Jika sedang mengkonsumsi obat lain, konsultasikan dulu pada dokter.
  5. Apabila mengalami diare saat mengkonsumsi antasida, segera konsultasikan ke dokter.

Antasida tergolong aman untuk dikonsumsi. Jika memiliki kondisi medis tertentu, Moms bisa konsultasikan pada dokter terlebih dulu.

Misalnya, jika menderita gagal jantung, sebaiknya Moms mengurangi asupan natrium untuk mencegah tertumpuknya cairan. Beda lagi jika memiliki masalah gagal ginjal.

Tentu ini akan beresiko menumpuknya kadar mineral aluminium dan adanya peningkatan kadar elektrolit pasca mengkonsumsi obat ini.

Apabila ini terjadi, ada baiknya Moms konsultasikan pada dokter dan apoteker. Mintalah jenis obat antasida atau jenis obat lain yang sesuai dengan kondisi kesehatan Moms.

Apabila Moms sedang mengkonsumsi jenis obat-obatan lain, sampaikan pada dokter atau apoteker. Sebab, obat ini bisa menimbulkan interaksi dengan berbagai jenis obat yang lain.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Obat Maag pada Anak, Tidak Boleh Sembarangan ya!

Cara Mengonsumsi Antasida

efek samping antasida

Foto: efek samping antasida (www.healthgrades.com)

Foto: healthgrades.com

Sama seperti beberapa jenis obat lain, antasida dikonsumsi sesuai dengan petunjuk yang terdapat pada kemasan. Selain itu, bisa melalui anjuran dokter ataupun apoteker.

Apabila antasida berbentuk tablet kunyah, konsumsilah hingga halus kemudian minum air putih secukupnya. Jika bentuknya cair, kocok botol obat terlebih dulu lalu tuang menggunakan sendok takar.

Konsumsi 1 jam sebelum atau sesudah makan. Obat ini cukup aman pada kondisi perut yang kosong atau terisi makanan.

Apabila Moms lupa minum antasida, ini dapat dikonsumsi apabila jadwal berikutnya tidak terlalu dekat. Namun, apabila dekat jangan dikonsumsi lebih dari dosis yang dianjurkan.

Simpan obat ini di tempat yang kering dengan suhu kamar. Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hindari dari paparan sinar matahari langsung.

Apabila dikonsumsi dengan obat jenis lain, Moms perlu waspada. Interaksi antasida dengan obat lain seperti digoxin, fenitoin, dan chlorpromazine bisa menurunkan konsentrasi obat di dalam darah.

Selain itu, efek kinerja dari obat bisa mengalami penurunan. Sedangkan antasida yang dikonsumsi dengan pseudoefedrin dan levodopa bisa meningkatkan penyerapan dan risiko efek samping maupun toksisitas.

Jika antasida dikonsumsi bersama tetrasiklin akan menyebabkan terikatnya obat dan menurunkan absorbsi. Sedangkan pada natrium karbonat dapat berpengaruh pada tingkat keasaman urin.

Efek Samping Antasida

antasida

Foto: antasida

Foto: Orami Photo Stock

Berdasarkan informasi dari MedlinePlus, antasida memiliki efek samping. Apabila obat ini memiliki kandungan magnesium bisa menyebabkan diare.

Kandungan kalsium atau alumunium yang terdapat di dalam antasida juga bisa mengakibatkan sembelit. Apabila mengkonsumsi antasida dengan kandungan aluminium dalam jumlah besar, Moms bisa beresiko kehilangan kalsium yang memicu timbulnya osteoporosis.

Kunjungi dokter, apabila efek samping yang dialami tak kunjung reda bahkan semakin berat. Selain itu, reaksi alergi obat juga ditandai dengan gejala seperti bengkak pada bagian kelopak mata, bengkak pada bibir, ruam di kulit hingga kesulitan bernapas.

Baca Juga: 4 Buah untuk Diare yang Enak dan Ampuh!

Kisaran Harga Antasida

Antasida bisa Moms temukan di apotik terdekat ataupun dibeli secara online. Harganya kisaran Rp 5.000 - Rp 40.000.

Penyakit maag dan asam lambung tidak boleh dibiarkan. Segera konsumsi antasida atau hubungi dokter agar tidak semakin parah ya, Moms

  • https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000198.htm
  • https://chattanoogaendo.com/news/taking-heartburn-medicine-3-times-a-week-may-cause-harm
  • https://www.pharmacytimes.com/view/reflux-esophagitis-sometimes-healing-takes-time
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK526049/
  • https://www.gratisoa.org/journals/index.php/JPT/article/download/1824/1345/